Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.51


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"ini akibatnya karena kau berani denganku, dasar istri tidak berguna!!?"


Plak~


"Dalam sebuah janji pernikahan, aku sudah mengatakan bahwa kau akan selalu menderita dibawah kendaliku" kata Jae Hwan dengan tatapan membunuh.


"Apa k-kau ingin membunuhku hah!" kata Hanna, sambil berusaha menyingkirkan tangan Jae Hwan yang kini perlahan mencekik lehernya.


Nafasnya semakin tercekat, ia terus berontak dibawah kungkungan tubuh pria yang notabennya jauh lebih besar darinya.


"Ya~" lirih Hanna, bahkan ia merinding saat melihat tatapan Jae Hwan yang seperti seorang psikopat ingin menghabisi mangsanya.


"C-Ckup Jae Hwan! a-aku tidak akan membangkang lagi" kata Hanna dengan air mata yang mulai keluar karena cekikan yang semakin erat pada lehernya.


Uhukk~


Jangan berpikir, pria itu akan menggunakan s*x untuk memberi Hanna pelajaran! tidak akan, karena dia bukan Park Tae il, si penggila s*x.


Melihat wajah Hanna yang sudah memerah, ia langsung melepaskan tangannya dengan bekas cekikan yang masih tertinggal di leher putih milih Hanna.


"Kau gila!" lirih Hanna pelan, memalingkan wajahnya bahkan air mata yang sedari tadi keluar masih tidak berhenti mengalir.


"Jika kau sekali lagi berani melawanku! maka aku akan berbuat hal yang lebih dari ini..." ucapnya sambil menyalahkan rokoknya.


"Bunuh saja aku!" kata Hanna


"Tidak sayang! jika aku membunuhmu sekarang, maka balas dendamku akan terlalu singkat, itu tidak menyenangkan" jawabnya sambil menyisir rambut Hanna ketelinga dengan rokok yang masih bertengger di sela jarinya.


"Pakai ini saat keluar, kau harus menjaga martabatku sebagai pria yang menghormati wanita" perintahnya melepaskan jas dan dasi miliknya, lalu bangun dari posisinya yang ada di atas tubuh Hanna.


"Ah~ ini akan membantu menyamarkan- ucapnya kembali pada Hanna dan langsung melahap leher jenjang milik Hanna, hingga membuat Hanna terdiam kaku saat pria ini memberi sebuah tanda, seperti tanda kepemilikan di lehernya.


"Ini sudah cukup" gumamnya sambil mengelap bibirnya di iringi senyum yang tidak bisa di artikan.


Hanna mengedipkan matanya beberapa kali, tidak percaya dengan hal yang baru saja Jae Hwan lakukan padanya, bahkan pria itu melakukannya dalam waktu singkat saat Hanna masih terpaku.


"Lain kali jika kau membangkang ucapanku lagi! aku tidak segan-segan memberikan luka lain ditubuhmu.. camkan itu" ujarnya sambil menjatuhkan rokoknya lalu mematikannya dengan kakinya.

__ADS_1


"Temui aku 3 menit lagi dibawah, dan pastikan tidak ada yang sadar dengan bekas cekikan dilehermu itu"


Jae Hwan lantas turun lebih dulu kelantai bawah, sedangkan Hanna! ia duduk sambil melihat dirinya di sebuah cermin.


"Bagaimana aku bisa menutupi ini" gumam Hanna, karena bekas cekikan itu benar-benar mendominasi warna lehernya, walau hampir tertutup dengan beberapa tanda yang di beri suaminya.


"dia bukan mafia! tapi psikopat" gumam Hanna sambil melilit lehernya dengan dasi Jae Hwan seperti scarf lalu disusul dengan jas-nya.


"Kalau begini caranya, dia berniat membuatku mati perlahan ditangannya" gerutunya, keluar dari kamar tersebut.


Saat sampai di meja khusus dirinya dan Jae Hwan, pria itu langsung merangkul bahunya hingga membuat Hanna hanya bisa menarik paksa senyumnya.


"Apa istrimu sudah baikan?" tanya pria paruh baya yang kini tengah bicara dengan Jae Hwan.


"Dia baik-baik saja Tuan Kim" ujarnya.


"Ah, syukurlah!" gumam Tuan Kim.


Sedangkan Hanna, ia malah sibuk mencari keberadaan Jeslyn. kalau-kalau saja wanita itu masih ada di acara.


Beberapa orang pria menatap Hanna dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, mereka seakan tertuju pada sesuatu pada tubuh Hanna.


"Apa kita tidak bisa pulang saja! aku tidak nyaman terlalu lama disini" bisik Hanna sambil terus memastikan warna biru dilehernya tidak terlihat.


Sontak Jae Hwan menoleh padanya, "Kenapa?" sahutnya datar, tapi mata Hanna hanya melirik kearah para pria yang masih menatap dirinya, hingga membuat Jae Hwan paham kenapa istrinya ini meminta pulang.


"Sebentar lagi" jawabnya, lalu kembali membicarakan masalah bisnis barunya pada Tuan Kim.


Hanna terus saja berusaha menutupi lekukan tubuhnya dengan Jas milik Jae Hwan, tapi mereka masih saja tidak berhenti menatapnya, hingga-.


Brakkk~


Sebuah gelas berisi Wine dilempar kemeja para pria tadi dan membuat suasana mulai tidak kondusif.


Jae Hwan yang sedari tadi melirik para pria yang memperhatikan Hanna berhasil melemparkan gelas yang ada di tangannya dengan sempurna mengenai kepala salah satu pria itu.


Tidak ada yang ikut campur, semua mafia disana tahu jika seorang mafia seperti Jae Hwan marah, maka ada sebabnya.


"Berani sekali kau menatap yang bukan milikmu!!!" tekan Jae Hwan mencengkeram kuat kerah baju pria itu.


"Tenang kawan, aku bisa menunggu giliran jika kau mau lebih dulu"


Ini mungkin juga salah Jae Hwan yang memberikan Hanna dress hitam yang sangat membentuk lekuk tubuh istrinya, yang sebenarnya Jae Hwan akui tubuh Hanna masuk kedalam jajaran wanita S*xy sekaligus tipenya.


Bughh~


"Tutup mulut mu itu keparat!!!" sarkas Jae Hwan setelah memukul pipi pria itu dengan keras.


"Hei sudah, jangan bertengkar hanya karena jal*ng sepertinya" ujar si pria satunya dan itu membuat Jae Hwan semakin marah.

__ADS_1


"Dengar pria si*lan, dia istriku dan bukan dari para j*lang seperti yang kalian sering pakai!!!" "kita pulang saja" ajak Hanna agar masalah ini tidak semakin membesar.


"Jika nanti aku melihat wajah busuk kalian, aku tidak segan-segan menghabisi kalian, Camkan itu!!!" ancamnya, lalu menarik lengan Hanna untuk keluar dari sana.. tapi sebelum itu ia menyempatkan untuk pamit dengan Tuan Kim.


"bawa para gangster sial*n ini keluar dari pestaku!" perintah Tuan Kim, karena seharusnya ia tidak mengundang para gangster tadi dan hanya mengkhususkan untuk para kalangan atas.


Jae Hwan hanya tidak suka, jika diluar ada yang merendahkan istrinya seperti seorang j*lang karena bagaimanapun dia ingin dipandang memiliki istri dari kalangan baik bukan seperti para j*lang yang mengadu nasib pada para pria hidung belang diluaran sana.


...****************...


"Kau membelaku?" tanya Hanna melirik sekilas pria yang sedang fokus menyetir ini.


"Aku hanya menjaga martabatku, agar tidak dibilang memiliki istri dari kalangan rendah" sahutnya enteng.


"Seorang pria terhormat sepertiku, tidak pantas memiliki istri dari salah satu para j*lang itu" sambungnya.


"Bukannya mantan pacarmu juga j*lang?" sahut Hanna, entah kenapa gadis ini suka sekali memancing perkara dengan Jae Hwan.


Jae Hwan hanya tersenyum remeh, "seberapa jauh kau menyelidiki tentangku?"


"Hmmm~ sampai... aku tahu kalau pelaku sebenarnya bukan Ayahku dan Tuan Shin melainkan Lee Bong Cha, dan Bae Han Ju" sahut Hanna


Mendengar itu sontak Jae Hwan menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba hingga membuat Hanna terkejut.


"Kau ingin mati?" tanya Hanna tidak habis pikir.


"Jelaskan padaku?"


Hanna menghela nafasnya, "Lee Bong Cha adalah alat yang digunakan Bae Han Ju untuk memastikan Shin Myung Il termakan umpannya dan merencanakan pembunuhan itu"


"Tapi, apa kau tidak punya petunjuk lain? orang tuamu dibunuh pasti karena sebuah alasan?! tidak mungkin random, kecuali Bae Han Ju memang psikopat" sambung Hanna memposisikan dirinya menghadap Jae Hwan yang ada di kursi kemudi.


...****************...


Preview Next Chp:


Mata Hanna berbinar, sepertinya Jae Hwan tahu hal apa yang memicu pembunuhan orang tuanya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2