Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.59


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Bae Han Ju duduk sambil menonton sebuah siaran berita di televisi besar miliknya, di temani dua orang wanita, satu putrinya dan satu lagi Jeslyn.


Tidak beberapa lama datang bawahannya yang langsung membisikkan sesuatu padanya, hingga pria itu tersenyum puas.


"Kali ini kau juga tidak gagal" celetuknya melirik kearah Jesly yang duduk di sofa terpisah dengannya.


Wanita licik itu lantas tersenyum tipis, mengingat beberapa hari lalu ia berhasil mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan kemenangannya.


"Ini belum apa-apa, Jae Hwan dan Hanna harus menderita ditanganku apapun caranya" ucapnya


Tidak ada yang mengetahui apa motif Jeslyn sampai sejauh ini! apakah dia merasa di khianati karena Jae Hwan menikahi wanita lain dan itu adalah Hanna? atau karena ada hal lain yang tidak orang lain ketahui selain dirinya.


"Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui" gumam Bae Han Ju sambil menyilangkan kakinya.


...****************...


Meninggalkan para manusia licik itu, kini Seok Hyun dan yang lain sedang berkumpul disebuah villa mewah di dekat pantai.


Villa mewah? dekat pantai? kenapa mereka ada di sini, bukannya di dekat kawasan gedung BIO N yang roboh?.


Mereka saat ini sedang dibuat kesal karena seorang pria yang sudah membuat semua orang khawatir, bahkan sampai Hanna dipaksa pergi oleh Tuan Kang.


"Duduk dan jelaskan se jelas-jelasnya padaku" ucap Yoon Wo dengan intonasi berat.


Jae Hwan lantas duduk seperti yang di perintahkan Hyung-nya.


Sampai di Boston, mereka semua langsung pergi menaiki mobil yang sebelumnya sudah di sewa, tapi nyatanya mobil itu malah membawa mereka ketempat yang sekarang.


Bingung? itulah yang dirasakan oleh Seok Hyun dan yang lain.


"Tapi... apa Hanna sama sekali tidak punya niatan untuk ikut? apa dia tidak khawatir padaku?" celetuknya sebelum menjelaskan semua yang terjadi pada yang lain.


Ia malah bertanya masalah kehadiran Hanna lebih dulu, ketimbang menghilangkan rasa bingung orang-orang dihadapannya ini.


"Jelaskan baru ku kasih tahu" jawab Yoon Wo.


Jae Hwan menghela nafasnya dan mulai mengingat kejadian malam itu, saat ia melakukan penerbangan ke Amerika bersama Ye Jun.


...----------------...


FLASHBACK


📞IN CALL-

__ADS_1


"Selamat malam Mr. David, maaf menghubungi anda malam-malam begini, tapi apa saya bisa bertanya mengenai BIO N?"


"Tidak masalah, tapi ini dengan siapa?"


"Saya Jae Hwan Jung, CEO JH Group perusahaan IT di Korea Selatan, dan saya mendapatkan nomor telpon anda dari ketua YJ Hospital"


"Oh iya saya tahu, anda ingin menanyakan masalah apa?"


"Apa saat ini BIO N menawarkan anda untuk membeli setengah sahamnya?"


"3 hari yang lalu dia menawarkannya pada saya, tapi tiba-tiba membatalkan tawarannya karena ada pembeli lain yang sudah membelinya lebih dulu"


"Apa anda tahu siapa pembelinya?"


"Menurut informasi yang saya dapatkan, dia juga dari Korea Selatan"


"Anda yakin?!"


"Iya, saya yakin. kalau tidak salah namanya Bae Han Ju"


"Ah, baiklah! terimakasih Mr. David untuk informasinya"


"Tidak masalah"


📞End Call-


"Kurasa ini tipu daya si tua bangka Bae Han Ju" celetuk Jae Hwan.


"Memangnya kenapa Hyung?" sahut Ye Jun yang sedang duduk di sampingnya sambil bermain ponsel.


"Kemungkinan besar sekarang CEO BIO N ada dibawah kendali Bae Han Ju... Tuan David mengatakan kalau Bae Han Ju yang membeli setengah saham BIO N, itu artinya! berita yang kita dapatkan mungkin suruhan dari Bae Han Ju, aku tidak tahu pasti apa yang dia rencanakan? tapi sebaiknya kita ikuti saja alur permainan yang dia inginkan" jelas Jae Hwan


...----------------...


Setelah menempuh perjalanan selama 14 jam nonstop dari Seoul, mereka berdua sampai di gedung BIO N yang ada di Boston, Amerika Serikat.


Saat masuk Jae Hwan tidak sengaja bertemu dengan rekan sesama Mafianya, mereka memutuskan untuk mengobrol sebentar di cafe yang ada di seberang gedung BIO N.


"Hyung. dia terus menghubungi, katanya kalau tidak datang tepat waktu.. dia akan menjualnya ke NIX Group" Ye Jun memberitahu apa yang ia dengar dari telponnya yang sedang terhubung dengan CEO BIO N sekarang.


Jae Hwan lantas melirik sekilas bangunan di seberangnya, lalu kembali bicara dengan rekannya untuk sekedar pamit karena ia harus menyelesaikan masalah ini, lebih tepatnya permainan Bae Han Ju.


"Oke Bro! kalau kau butuh bantuan telpon saja aku" ujar rekan Jae Hwan, pria berotot serta bertato itu memberikan tawaran untuk Jae Hwan selama Jae Hwan ada di Amerika.


"Thanks Bro!" balas Jae Hwan, lalu mereka menyudahi acara reuni singkat mereka.


Saat melangkah masuk, Jae Hwan dan Ye Jun berjalan santai layaknya tak ada yang terjadi.


Selama pertemuan semuanya berjalan santai, Jae Hwan mencoba negosiasi dengan CEO BIO N agar menjual 70% sahamnya, karena Jae Hwan tahu jika itu tidak mungkin, sebab 80% saham BIO N sudah di akusisi oleh Bae Han Ju.


Disisi lain, seorang pria dan wanita sedang mengawasi lewat layar monitor yang terhubung dengan cctv di gedung BIO N.


Drrt!


Jae Hwan langsung mengangkat telponnya tanpa menghiraukan sopan santunnya di hadapan CEO BIO N.

__ADS_1


"Kau serius?" sahut Jae Hwan dengan nada santai.


"Dua rius, anak buahku baru saja keluar dari gedung BIO N setelah memasang perangkat peledak di ruang bawah tanahnya."


"Oke. thanks"


Jae Hwan langsung mematikan sambungan telponnya, lalu melanjutkan pembahasan mereka sebelumnya.


Dari awal Jae Hwan sudah malas melanjutkan proyek kali ini.


"kami akan kembali besok setelah mendiskusikan-nya" ucap Jae Hwan, yang lekas bersiap untuk segera pergi dari ruangan tersebut.


"Kenapa dia keluar secepat ini?" celetuk seorang wanita yang sedari awal sudah mengawasi gerak-gerik orang yang ada di ruang meeting.


Baru saja Jae Hwan dan Ye Jun keluar dari ruang meeting, ledakan sudah terjadi, dan mereka juga ikut masuk kedalam longsoran bahan reruntuhan.


Tapi beruntungnya, rekan Jae Hwan yang sebelumnya ia temui di cafe datang untuk membantunya dengan mengerahkan anak buahnya, beruntung Jae Hwan dan Ye Jun tidak masuk terlalu dalam dan langsung bisa di evakuasi lebih dulu.


Lekas mereka berdua dibawa ke Villa tempat mereka tinggali sekarang ini.


END FLASHBACK


"Aku dan Ye Jun sengaja berdiam disini tanpa menghubungi kalian, karena bisa saja Bae Han Ju melacak keberadaan kami berdua. dari awal dia memang menginginkan aku mati" jelas Jae Hwan.


"Kita tidak bisa membiarkan pria tua ini semakin menjadi-jadi" tukas Yoon Wo di angguki setuju oleh Seok Hyun.


"Lalu Hanna?" tanyanya menatap Yoon Wo dan Seok Hyun secara bergantian.


"Tuan Kang tahu kalau kau menikahi Hanna secara paksa, dan sekarang Hanna ada padanya, dia bahkan tidak membiarkan Hanna ikut dengan kami." jelas Yoon Wo.


Jae Hwan sontak terdiam saat tahu alasan istrinya itu tidak ikut menemuinya.


"Kita selesaikan dulu masalah ini, baru nanti aku aka mengurus masalah Hanna" kata Jae Hwan.


"Tapi. Hyung, bagaimana jika Tuan Kang menjauhkan Hanna darimu, dengan status kalian yang masih suami istri?" tanya Jin Sung.


"Aku memang berniat melepaskannya, dia sudah terlalu banyak menderita. balas dendamku sudah cukup" tutur Jae Hwan, sukses membuat Seok Hyun dan yang lain langsung saling tatap satu sama lain.


Jae Hwan bangkit dari duduknya untuk pergi ke kamarnya meninggalkan yang lain diruang tamu.


"Apa saat kalian jatuh, kepalanya tertimpa reruntuhan?"


"Mungkin" sahut Ye Jun yang juga tidak percaya seorang Jung Jae Hwan melepaskan musuhnya begitu saja.


...****************...


(ingat gengs, author selalu kasih clue tipis! dan coba kalian pikirkan kenapa Tuan Kang tiba-tiba datang kebandara? dan siapa pria yang dimaksud Jung Wo saat memberikan laporan pada Jae Hwan, Chp. 55 , serta Hyun Il? tidak ada asap tanpa api)


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2