Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.89


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi


...****************...


"Ada yang bisa kami bantu Nona?" ujar pegawai wanita yang terlihat berjalan cepat menghampiri Hanna.


"Aku ingin melihat-lihat dulu" Jawabnya


Hanna mendudukkan dirinya di sofa bundar yang memang tersedia di toko brand mahal tersebut.


Ia melihat Nyonya Park yang sedang menimang-nimang sebuah tas mahal dari brand tersebut.


Nyonya Park sadar akan kehadiran Hanna, namun ia sama sekali tak ada niatan untuk menyapa Hanna, walau gadis itu sudah menyandang status sebagai Nyonya Jung istri pemilik JH Group salah satu konglomerat terkaya di korea selatan, beriringan dengan Park Group.


Hanna hanya tersenyum tipis, dan dengan sengaja ia meluruskan kakinya saat Nyonya Park melewatinya dengan wajah sombongnya itu.


"Up's... Maaf Nyonya! aku tidak tahu kalau kau mau lewat" ucap Hanna yang langsung berdiri dikala Nyonya Park saat ini jatuh tersungkur dilantai dan itu benar-benar memalukan, karena di saksikan banyak orang yang berlalu lalang.


"Yak! Kau sengaja,kan!!!" ucap Nyonya Park yang langsung bangkit dan kini ia berdiri tepat dihadapan Hanna.


Plakkk~


"Kau sengaja melakukan itu untuk membuatku malu, Hah!!!"


Hanna memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Nyonya Park.


"Kau menamparku Nyonya? padahal aku benar-benar tak sengaja,,, Apa temperamenmu memang seperti ini" ucap Hanna berakting seolah dirinya yang tak salah sama sekali.


"Berhenti menampakkan wajah sedihmu itu! dasar jal*ng!!!" ucap Nyonya Park lagi begitu sarkastis terhadap Hanna.


"Aku sudah benar-benar minta maaf Nyonya, tapi kau malah marah seperti ini... Aku tak menyangka orang berkelas dan terpelajar sepertimu mengatakan itu pada sesama wanita!" balas Hanna tanpa sekalipun ada niatan menurunkan topengnya.


"Diam kau!!!"


Hanna sedikit mendekatkan wajahnya pada Nyonya Park, "Apa itu sakit? seharusnya kau bersyukur tidak jatuh di ubin melainkan di karpet empuk ini" ucap Hanna pelan lalu tersenyum.


"Yak!!! kau meremehkanku! dasar jal*ng Sialan" sarkas Nyona Park sekali lagi, menjambak rambut Hanna karena tak terima atas ucapan gadis yang lebih muda dari nya itu.


"Akhh, kenapa kau melakukan ini Nyonya?! Apa minta maaf masih tidak cukup? Apa aku perlu berlutut di kakimu untuk meminta maaf?!" ujar Hanna diikuti ekspresi andalannya.


"Tampangnya saja terpelajar, tapi akhlaknya minus" ujar salah satu pelanggan yang lewat dan menyaksikan hal yang terjadi di toko tersebut.


"Kau benar, percuma saja terpelajar dan kaya.. tapi tidak punya attitude... padahal dia sudah minta maaf" kata pengunjung lain.


Ini yang Hanna inginkan, semuanya berjalan sesuai keinginannya.


Jung Wo hanya diam, tanpa ada niatan untuk memisahkan Hanna dan Nyonya Park yang sedang adu mulut.


"Lebih baik sekarang anda pulang Nyonya, aku rasa berita ini sudah menyebar... Nyonya Park menjambak pelanggan lain hanya karena hal sepele... begitulah yang di muat di berita" kata Hanna pelan, sambil tersenyum tipis.


"Dasar wanita licik, Akan ku pastikan kau mendapatkan balasan karena menggangguku, Camkan itu!"


Nyonya Park menurunkan telunjuk nya yang menunjuk wajah Hanna, lalu meraih tasnya untuk segera pergi dari toko tersebut di iringi para bawahannya.

__ADS_1


"Kau tidak melewatkan siaran ekslusifnya, kan?"


Jung Wo mengangguk, lalu mengembalikan ponsel Hanna yang sedari tadi ia gunakan untuk merekam kejadian itu tanpa sepengetahuan siapapun.


"Satu bos mafia, satu ratu drama" mau heran tapi itu Hanna dan Jae Hwan, sudahlah Jung Wo kau fokus saja pada majikanmu yang satu ini.


Dengan jarinya, gadis itu mengirimkan vidio tersebut ke siaran berita.


Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Hanna berjalan keluar toko seraya memasang kembali kaca mata hitamnya.


...****************...


Jae Hwan berdiri di anak tangga dengan tangan yang ia senderkan pada pembatas anak tangga.


"Apa sudah puas?" Serunya saat melihat Hanna memasuki rumah bersama Jung Wo di ikuti para pengawal yang membawakan beberapa tas belanjaan milik sang majikan.


Hanna hanya tersenyum seraya mengangguk, ia lantas mengeluarka dompetnya dan mengembalikan kartu terbatas milik suaminya.


"Apa tak masalah jika aku membuat Nyonya Park marah?"


"Selama kau tak membunuhnya, semua akan baik-baik saja" ujar Jae Hwan asal.


Pria itu lantas memasukkan kembali kartu miliknya kedalam dompet. "Kau yakin sudah merasa baikan?"


"Hmm~ aku hanya perlu kesibukan untuk melupakannya"


"Baiklah, sebaiknya sekarang kau istirahat" ajaknya pada sang istri.


Hanna mengangguk patuh tanpa sedikitpun ada rasa penolakan.


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, tapi Hanna masih enggan membuka matanya, sedangkan Jae Hwan? Jangan tanya pria itu sudah bangun atau tidak, karena jawabannya sudah pasti tidak.


Hari ini libur, Jae Hwan ingin mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena masalah pekerjaan dan berbagai hal lain.


Ia meraih ponsel pintar miliknya, sekedar ingin melihat berita terbaru apa yang ia lewatkan.


📨Message


"Mari bertemu"


Hanna terdiam, ia tak tahu siapa yang baru saja mengirim pesan padanya


📨Message


"Cafe x pukul 17.15 meja yang mengarah tepat ke toko kue Festa"


Hanna melirik sekilas kearah Jae Hwan yang masih pulas tertidur di sampingnya.


Ia meletakkan kembali ponselnya di atas nakas setelah menghapus pesan masuk tersebut.


...****************...


"Kita tidak bisa meremehkan Jung Jae Hwan begitu saja Tuan, Gu Hyun Tae dan Jeslyn tewas di tangannya, Bahkan anak buahnya sedang mencari keberadaan Nona Arin sekarang" ujar sang sekertaris bicara pada majikannya yang sedang duduk di kursi kejayaannya.


"Pemilihan sebentar lagi, aku tidak ingin ada masalah dengan itu... untuk saat ini kita diam dulu"


"Baik, Tuan."


Seorang pria nampak tersenyum tipis, lalu melangkah pergi menuju sebuah balkon yang terletak di ujung lorong.


Ia mengeluarkan ponselnya sambil memastikan tak ada yang mengikuti maupun mengawasi gerak-geriknya.

__ADS_1


...****************...


Hanna turun dari mobil setelah memarkirkannya.


Gadis itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang.


Ia lantas melangkahkan kaki nya menuju sebuah cafe yang sebelumnya di sebutkan oleh sang pengirim pesan.


Hanna mendudukkan dirinya di kursi setelah meletakkan tasnya di atas meja.


Hampir 15 menit Hanna menunggu, tapi tak ada yang datang, "Apa dia mempermainkanku?"


Wanita itu berdecak kesal setelah melihat jam tangannya, lalu bangkit dari duduknya untuk pergi.


Langkah Hanna terhenti saat melihat seorang wanita berjalan kearahnya dengan tergesa-gesa.


"Apa kau Kim Hanna?"


Hanna mengangguk


"Tolong kembali duduk, ada yang ingin ku katakan padamu" ucap wanita itu, bahkan ia telah duduk sekarang.


"Kau siapa? Kenapa memintaku untuk datang?"


"Aku akan menjawab itu nanti, Aku ingin meminta bantuanmu"


Hanna menunjuk dirinya sendiri, "Aku?!"


Wanita itu mengangguk, "Hanya kau yang bisa membantuku! Orang dari Hannam Medical Center sedang mengejarku sekarang, mereka menginginkan ini."


Sebuah flashdisk di hadapkan pada Hanna, gadis itu mengerutkan dahinya, ia benar-benar bingung dengan situasi saat ini.


"Tunggu dulu! urusannya denganku apa?" tanya Hanna, ia bahkan masih belum bisa mencerna situasi saat ini.


"didalamnya ada File penting milik ayahku, sementara tolong simpan ini.. aku akan mengirimkan pesan lagi untuk menemuimu dilain waktu dan menceritakan semuanya" jelas wanita yang entah siapa nama dan asal usulnya itu.


"Tapi-


"Aku mohon padamu, simpan untuk sementara waktu, aku akan datang menemuimu saat kondisinya mulai terkendali" potongnya, lalu ia langsung bangkit dari duduknya dan memasang kembali topi dan masker hitam yang sebelumnya ia lepas.


"Nama-


Lambat, wanita itu sudah pergi sebelum Hanna menanyakan namanya.


Hanna meraih flashdisk tersebut lalu ia segera pergi dari cafe tersebut untuk pulang.


Sebelum itu, Hanna sempat melihat beberapa orang pria berpakaian seperti pengawal nampak mengawasi lokasi di mana terakhir kali wanita tadi menghilang.


Ada banyak pertanyaan dalam otak Hanna sekarang. kenapa? wanita tadi menitipkan file penting itu padanya?!


Hanna segera melajukan mobilnya sebelum sang pemilik mobil sampai dirumah.


Siapa lagi kalau bukan suaminya, Hanna meminjam mobil Jae Hwan tanpa sepengetahuan pria itu, karena ia sedang pergi bersama sekertaris atau tangan kanannya, Jung Wo.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2