Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.21


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


1 Jam berlalu, tapi dokter masih belum keluar.


Dan para pria itu masih setia duduk di depan ruang operasi menunggu satu sahabatnya.


Sedangkan Hana....


Ia masih berdiri tidak jauh dari ruang operasi.


Wanita itu hanya khawatir mengingat bagaimana tadi Tae il jatuh tidak sadarkan diri dihadapannya.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Si Hwan kala dokter baru saja keluar dari ruang operasi.


"Operasinya berhasil, sebentar lagi perawat akan memindahkan-nya keruang perawatan " kata dokter lalu pamit dari hadapan para pria ini.


Semuanya bisa bernapas lega setelah mendengar jawaban dokter.


Walau terlihat kasar, sebenarnya para pria ini punya relationship yang baik satu sama lain, bahkan mereka hampir seperti saudara kandung.


Hana tersenyum tipis ketika dokter mengatakan semuanya berjalan lancar.


"Sedang apa kau disini?!"


Hana kaget, ia langsung berbalik dan mendapati Jae Hwan kini berdiri di hadapannya dengan tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya.


"Apa kau memata-matai kami?"


"Jangan asal bicara" sahut Hana


"Lalu..... ?!"


"Aku... aku hanya kebetulan lewat. iya kebetulan lewat, kalau begitu aku permisi" Hana langsung melangkah pergi sebelum pria ini bertanya lebih banyak.


"Tunggu dulu...."


Jae Hwan menahan lengan Hana, lalu menariknya menuju sebuah tempat.


"Yak! kau mau membawaku kemana lagi? apa waktu itu kau masih belum puas menyiksaku?!"


Jae Hwan diam, ia sama sekali tidak merespon ucapan Hana yang sedari tadi terus bicara padanya.


Akhhh~


Langkah keduanya terhenti saat seorang pria tidak dikenal menggores bahu Jae Hwan dengan benda tajam. Bahkan Hana juga kaget tiba-tiba ada pria berpakaian hitam tertutup lengkap dengan masker dan topinya melukai Jae Hwan.


"Kau baik-baik saja?" tanyanya ragu. Tapi pria ini masih diam. sorot matanya masih tertuju pada bayangan pria tadi. yang padahal sudah menghilang beberapa detik setelah melukai bahu Jae Hwan.


Tanpa melepaskan cengkeraman kuatnya pada pergelangan Hana, Jae Hwan merogoh ponsel yang ada di saku celananya.


"Periksa cctv YJ Hospital, pria berpakaian hitam tertutup di lorong 7 dekat ruang operasi."

__ADS_1


Setelah memberikan perintah, ia memasukkan kembali ponselnya dan melanjutkan langkahnya menuju sebuah tempat di rumah sakit


Jae Hwan melonggarkan cengkeraman-nya dan tentunya Hana langsung mengambil kesempatan untuk menepisnya.


"Apa tujuanmu membawaku ke sini? jika ingin melukaiku. aku tidak segan-segan untuk mengadukanmu pada Yoon Wo"


"Apa sekarang kau jadi pengadu?-,


"Dengarkan aku baik-baik! Yoon Wo hyung baik padamu, itu hanya karena kau mirip dengan mantan kekasihnya"


"Yang nanya"


Jawaban Hana sukses membuat Jae Hwan ingin mengumpat saat ini juga, tapi ia menahannya.


"Sebenarnya kau mau apa, dengan membawaku kesini?" tanya Hana.


"Minta maaf-


"Apa??!!!, Apa aku tidak salah dengar? seorang Jung.. Jae... Hwan .. mengatakan kata maaf?!"


"Wah~ kau benar-benar membuatku tidak habis pikir? setelah menyiksa dan bahkan hampir membuatku kehilangan mahkotaku. kau masih berani minta maaf!!!!"


Hana bertepuk tangan, seolah mengejek ucapan maaf dari pria yang berdiri di hadapannya ini.


Sedangkan Jae Hwan , ia sudah tahu ini yang akan terjadi.


"Kalau bukan karena Yoon Wo hyung, aku tidak akan minta maaf pada wanita rendahan ini.... Tunggu sampai waktunya tepat, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri." batinnya.


"Tapi sekarang aku sudah minta maaf bukan?!"


"Kau serius??"


Jae Hwan memutar malas bola matanya, lalu mengangguk.


Bukan tidak mau memaafkan, tapi perbuatannya sudah terekam jelas di otak Hana. hingga kadang membuat wanita itu ketakutan seperti orang gila karena mengingat ruang gelap tempatnya di kurung.


"Kali ini aku serius. aku sadar jika perbuatanku sudah keterlaluan padamu"


Hana berhenti, ia memutar langkahnya untuk mendekat kembali kearah Jae Hwan.


"Aku penasaran! apa sebenarnya tujuanmu tiba-tiba minta maaf padaku. jika kau berpikir karena aku wanita miskin yang mudah di b*dohi? kurasa kau salah." tutur Hana


"Percayalah padaku- "Kata yang selalu di ingkari para pria setelah mengucapkannya. Ck!" potong Hana


"Jika kau ingin mendapatkan maaf dariku-


"Mendapatkan maaf, ini hanya langkah kecil untuk mendapatkan keinginanku" gumam Jae Hwan dalam hati.


"cukup dan berhenti untuk saling mengenal satu sama lain. aku hanya ingin kita menjaga jarak dengan tidak saling mengenal satu sama lain." ucapnya.


"Apa kita tidak bisa berteman?!"


"Teman?! apa kali ini aku salah dengar lagi?"


"Aku serius Hana. Yoon Wo hyung sudah memarahi ku habis-habisan dan dia mau mencabut investasi-nya dari perusahaanku. jika aku masih bermusuhan denganmu" jelasnya.


Hana diam, ia tidak tau jika Yoon Wo sampai melakukan hal itu hanya untuk melindunginya dari Jae Hwan.


"Kau bisa mengadukanku padanya jika aku melakukan sesuatu padamu. asal dia tidak mencabut investasinya" ucap Jae Hwan meraih tangan Hana tapi langsung di tepis olehnya.


Akhhh~

__ADS_1


"maaf. aku tidak sengaja" kata Hana, ia lupa jika sebelumnya Jae Hwan mendapatkan luka di bahu kanannya.


"Duduklah,,, tunggu sebentar jangan kemana-mana aku akan segera kembali"


"Memangnya aku anak kecil, Jadi tidak bisa diam" gumam Jae Hwan


"Badan saja yang besar tapi sikap dan pikiranmu kekanak-kanakan."


Skakmat....


Jae Hwan terdiam saat mendengar penuturan Hana yang membuatnya mati kutu.


Hana kembali setelah mengambil kotak obat dari rumah sakit.


Ia lantas duduk di samping Jae Hwan yang kala itu asik memainkan ponselnya.


"Tahanlah.. mungkin ini akan sedikit sakit" ujarnya seraya mengangkat lengan kemeja Jae Hwan.


"Kau baik, atau pura-pura baik."


"Terserahmu," sahut Hana fokus membersihkan lukanya.


"Apa kau tidak takut hidup sebagai bos mafia yang punya banyak musuh?"


Pertanyaan Hana membuat Jae Hwan respect menatap kearahnya.


"Darimana kau tahu itu?!"


Pasalnya tidak ada yang mengetahui identitas asli Jae Hwan kecuali orang terdekat.


"Oh bukankah itu sudah jelas, perbuatanmu saja sudah seperti raja iblis, ditambah aku bekerja dengan Yoon Wo." jawab Hana


"Hmmm~" Jae Hwan mengangguk


"Tapi kau bilang apa tadi? raja iblis?!!!" katanya tidak terima.


"Selesai......."


"Kenapa? apa aku salah! apa raja iblis masih kurang?! kalau begitu dewa iblis saja. itu pantas untukmu." ucap Hana santai seraya bangkit dari duduknya setelah membereskan kotak obat.


"Yak!- "Kenapa. kau ingin marah! bukankah tadi kau baru saja minta maaf?" potongnya dan dengan berani kali ini mereka saling menatap dengan ekspresi ingin memangsa satu sama lain.


Ingin sekali Jae Hwan melakukan sesuatu pada wanita di hadapannya ini. tapi ia memilih menahannya dan menarik senyum paksanya.


"Apa sekarang kau memaafkanku?"


"Tidak."


Singkat padat dan jelas, itulah jawaban Hana. ia bahkan langsung pergi dari sana tanpa menghiraukan Jae Hwan sedikitpun.


"KIM HANA!!!!" Geramnya sambil mengepal kedua tangannya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2