
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Kau baik-baik saja?"
"Dimana yang sakit? Apa kau ingin minum?"
Jae Hwan langsung mencerca Hanna dengan beberapa pertanyaan.
Hanna perlahan mendudukkan dirinya seraya bersandar pada punggung ranjang, dengan dibantu Jae Hwan.
"Kau mempermainku?"
Pria itu terdiam tanpa bicara sepatah katapun.
Hanna tersenyum remeh, "Seharusnya kau sewa saja para jal*ng sialanmu itu!" sarkas Hanna yang langsung membuang wajahnya.
"kau ingin bercerai,kan?" ucap Hanna lagi, tanpa ia sadari matanya berkaca-kaca.
Jae Hwan hanya menggeleng, "Jawab brengs*k!!!"
Kini tangan Hanna mencengkeram kuat kerah baju Jae Hwan hingga pria itu merasa sedikit tercekik.
"Tenanglah dulu, kau istirahat saja"
"Jangan mengalihkan pembicaraan!" balas Hanna.
"Tidak akan, aku tak akan melakukan hal bodoh tadi" jawab Jae Hwan menatap Hanna dengan tatapan yakin.
"Kau serius?"
Perlahan senyum tertarik dari sudut bibir gadis itu.
Senyumnya semakin lebar, kala Jae Hwan mengangguk meng iyakan pertanyaannya barusan.
Apakah Hanna senang? Tentu! gadis itu senang mendengar dirinya tak akan berpisah dari pria gila yang satu ini.
Mood Hanna berubah drastis, dari marah sekarang terlihat begitu bahagia.
"Kau senang?"
Hanna langsung mengangguk, sambil berdeham merasakan hangatnya pelukan seorang Jung Jae Hwan.
"Apa sekarang kau mengaku kalah dariku!" ucap Jae Hwan dengan senyum pongahnya.
"Aku kalah" sahut Hanna begitu mudah, mengingat seberapa rumit rencana yang dulu dibuatnya untuk balas dendam terhadap seorang Jae Hwan.
"Sebenarnya, ada yang ingin ku katakan padamu" celetuk Hanna perlahan melepas pelukannya.
"Kau ingat aku pernah menanyakan alasan, kenapa orang tuamu dibunuh?"
"Apa?"
"Aku belum yakin, tapi sepertinya ini berkaitan dengan perbuatan Shin Myung Il belasan tahun yang lalu?!" jelas Hanna sukses membuat Jae Hwan mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Apa kau tahu, jika ibumu pernah menjalani operasi donor ginjal?"
"Aku tahu, memangnya kenapa?" sahut Jae Hwan.
"Melihat dari berkas rumah sakit, sepertinya ada yang janggal. istri-
"Tuan!!!"
Tok... tok...tok...
Suara Jung Wo terdengar begitu nyaring sambil terus mengetuk pintu kamar seolah ada hal darurat diluar.
Jae Hwan bangkit dari duduknya, segera pergi untuk membukakan pintu.
"Ada apa?"
Tanpa bicara, Jung Wo langsung memberikan tablet yang ada di tangannya pada sang majikan.
"Go Hyun Tae, melobi beberapa orang di kejaksaan untuk menggeledah tempat produksi utama yang ada di Jeju"
"Bagaimana sentimen publik sekarang!"
"Aku sudah menghubungi beberapa media untuk bungkam sementara, tapi tidak tahu besok" jawab Jung Wo.
"Ini pasti perbuatan Bae Han Ju! hanya dia satu-satunya yang bisa mengendalikan kejaksaan"
"Benar Tuan, Jaksa Lee juga tak bisa berbuat apa-apa, karena kepala jaksa bersikeras untuk menyelidiki tempat produksi kita" jelas Jung Wo lagi.
"Hubungi Jaksa Lee dan pengacara Yoo, aku ingin bicara dengan mereka berdua" titah Jae Hwan.
"Baik Tuan" sahut Jung Wo diirngi anggukan.
"Ada apa?" tanya Hanna penasaran, dimana ia kini sudah berdiri di belakang Jae Hwan entah sejak kapan.
"jangan pergi kemana-mana! Aku akan segera pulang" sambungnya lalu mengecup sekilas kening Hanna.
Pria itu pergi setelah mengambil jaket dan kunci mobil miliknya.
Sedangkan Hanna, gadis itu hanya terdiam dan memilih kembali ke ranjang sesuai perintah Jae Hwan barusan.
...****************...
"Tidak ada pilihan selain membiarkan pihak kejaksaan menyelidiki kasusnya sampai selesai" ujar jaksa Lee yang kini tengah duduk bersama Jae Hwan dan pengacara Yoo di markas J'Devils.
"Oke, kita tutup kasusnya sampai disini. Jangan biarkan mereka mengendus yang lain"
"Baik" sahut pengacara Yoo dan Jaksa Lee bersamaan.
Jae Hwan hanya bisa dibuat mengumpat karena salah satu tambang uangnya ditutup karena perbuatan Go Hyun Tae dan Bae Han Ju.
Jika sebelumnya Jae Hwan memukul HG Entertainment, maka kali ini salah satu gudang nark*banya di tutup oleh Bae Han Ju. Mungkin skor mereka satu sama sekarang.
Tentunya Jae Hwan tak akan diam, mengingat tujuan utamanya adalah menghancurkan Bae Han Ju sampai ke akarnya.
...****************...
Hanna terlihat sedang sibuk berkutat di dapur, entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa terus kelaparan ditengah banyaknya persediaan makanan yang ada di rumah Jae Hwan.
"Kau makan lagi?"
Sontak Hanna menoleh kearah suara, dimana ada Jae Hwan yang sedang menuang air ke gelas untuk menghilangkan dahaganya.
"Untuk apa makanan dirumahmu ini kalau tak dimakan" sahut Hanna kembali pada masakannya.
__ADS_1
"Aku tahu, maksudku- "Sudah, jangan berdebat denganku Tuan Jung. kau tak ingin wajan ini melayang kewajahmu bukan?!" potong Hanna.
"Sebelum kau melakukan itu, akan ku buat tanganmu tak bisa menyentuhnya"
"Menyeramkan" cicit Hanna dengan wajah julidnya itu.
"Sudahlah, berhenti mengganggu ku." kata Hanna lagi
"Tidak akan" sahut Jae Hwan yang langsung memeluk Hanna dari belakang, tak lupa hidungnya yang mengendus leher Hanna hingga membuat gadis itu geli sendiri.
"Apa kita sedang melihat drama romance, Hyung" celetuk Si Hwan yang sedang berdiri di ambang pintu bersama Seok Hyun, diiringi ekspresi datarnya.
Tak lupa popcorn yang mereka beli saat perjalanan kerumah Jae Hwan.
"Diamlah, atau pemandangan ini akan berakhir" sahut Seok Hyun tanpa mengalihkan pandangannya dari pasutri yang sedang kasmaran itu. tak lupa sesekali ia mencomot popcorn yang ada di tangan Si Hwan.
"Hyung?!" Seru Jae Hwan yang tak sengaja melihatnya dari pantulan kaca lemari.
Sontak keduanya menyudahi sesi romantisnya dan beralih pada dua pria yang sedari tadi sudah ada di sana.
"Ayo nonton, aku dan Si Hwan sudah membeli ini" ucapnya memperlihatkan satu kantong plastik besar seukuran guling yang berisi berondong jagung.
"Apa kalian berdua tidak punya kerjaan? kenapa tidak ke bioskop saja?!" sahut Jae Hwan seraya mendudukkan dirinya di kursi meja makan.
"Kalau begitu biarkan Hanna pergi dengan kami" pinta Seok Hyun dengan entengnya.
"Kenapa harus aku?" Sahut Hanna sambil meletakkan makanan-nya di atas meja makan.
"Han, apa kau tak lihat. kalau kami berdua pergi ke bioskop nanti orang mengira kami penyuka sesama jenis," jawab Seok Hyun melirik kearah Si Hwan yang sudah duduk di kursi samping.
"Kalian berdua cocok, kenapa harus malu" sahut Hanna acuh sambil memakan makanannya.
"Aish, kau ini." kesal Seok Hyun
"Kekasihmu mana?" tanya Jae Hwan heran
"Dia sudah putus" sahut Si Hwan dengan tawa tak lupa ekspresi tengil nya.
"Lagi?" sahut Jae Hwan tak habis pikir, sedangkan Seok Hyun. pria itu hanya memperlihatkan wajah kesalnya sambil sesekali melempari Si Hwan dengan popcorn karena kesal melihat wajah songongnya itu.
Ditengah pembicaraan mereka, suara seseorang berhasil mengalihkan atensi penghuni meja makan itu.
Terlihat Jin Sung bersama sang kakak sedang gelut hanya karena Ye Jun masuk lebih dulu.
Jae Hwan dan yang lain hanya bisa menggeleng pelan saat melihat tom and jerry itu berdebat.
Walau begitu Hanna merasa rumah ini terlihat sedikit ramai ketimbang saat hanya ada dirinya dan Jae Hwan.
Mau heran tapi itu Jin Sung dan Ye Jun, sudahlah pikir mereka yang menyaksikan kakak dan adik itu saling senggol hanya karena masalah kecil.
Justru itu yang membuat mansion besar itu terasa hidup.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
__ADS_1
.