Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.34


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Setelah mendengar cerita dari Tuan Shin, anak dari rekannya itu langsung menarik kasar kerah bajunya, di ikuti dengan tatapan tajam seakan ingin memangsa dirinya saat itu juga.


"Aku tahu aku salah, tapi aku berani sumpah... jika orang yang membunuh kedua orang tuamu bukan orang suruhanku maupun Kim Yeon-U, ku akui semua rencana itu adalah perbuatanku"


"Namun ada orang lain dibalik itu semua, setelah Kim Yeon-U ditangkap. dia terus mengatakan jika dia belum menjalankan rencananya, dan kebakaran waktu itu juga bukan bagian rencanaku" sambungnya.


"Jadi maksud paman, dalang sebenarnya dibalik kematian orang tua Jae Hwan merupakan rencana matang dari orang lain?!" tanya Yoon Wo sekaligus mengkonfirmasi sesuatu, dan sukses mendapat anggukan dari Tuan Shin.


Bughhhh.....


Beberapa pukulan ia daratkan di wajah serta perut Tuan Shin, hingga pria paruh baya itu merasakan sakit yang teramat pada bagian perutnya.


"BR*NGS*K"


"SETELAH ITU, KAU MASIH BERANI BERSUMPAH TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN!!!"


Tanpa ada niatan membantu, para pria itu hanya melihat dan membiarkan Jae Hwan memukuli pria paruh baya tersebut tanpa ampun sedikitpun.


"APAPUN ITU, SEMUANYA BERMULA DARIMU BR*NGS*K... SETELAH INI! BERSIAPLAH MENDAPAT BALASAN UNTUK SETIAP KESALAHANMU"


Bughhh....


Bughhhh....


"OH ****, DASAR TUA BANGKA S*ALAN"


Sekali lagi ia menendang perut Tuan Shin hingga pria itu terjatuh kelantai, meringkuk sambil memegangi perutnya yang terasa sakit bahkan darah segar keluar dari mulutnya, membuat cairan merah itu mengalir di ubin marmer tersebut.


Jae Hwan jongkok di hadapan Tuan Shin, lalu meminta Jung Wo untuk memberikan senjata yang ia minta.


"selama ini kau membohongiku, dan membuatku seperti orang bodoh yang memelihara rekan kerja seperti dirimu... terhitung detik ini juga sampai seterusnya, kau akan merasakan penderitaan yang teramat" bisiknya, lalu menepuk pipi Tuan Shin beberapa kali.


"AISHH~ MENJIJIKAN" umpatnya saat darah Tuan Shin mengenai sepatu mahal miliknya.


"Kau bilang ada dalang lain? sekarang katakan siapa itu, aku tidak sabar membawakan teman untukmu" tanyanya sambil menempelkan ujung pist*l di dagu Tuan Shin.


"B-Baek Han Ju....." jawab Tuan Shin dengan nada yang amat pelan, sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri.


Jae Hwan memberikan kode dengan matanya pada bawahannya untuk membereskan Tuan Shin.


"Tunggu sebentar" ujarnya, lalu membersihkan sepatunya dengan pakaian Tuan Shin, seolah itu adalah keset.


"Obati dia, setelah dia sembuh aku akan melakukannya lagi" perintahnya pada sang bawahan.


Jangan lupa jika pria ini juga merupakan pimpinan dari JDevil's, ketua mafia berpengaruh dengan ribuan anak buah yang tersebar dimana-mana.

__ADS_1


"Deportasi seluruh keluarganya keluar negri, dan berikan mereka uang"


"Baik Tuan"


"Ah, satu lagi. bersihkan rumah ini, karena aku akan menjualnya, paksa dia untuk menandatangani pemindahan kepemilikan rumah serta aset lainnya" lanjutnya sambil menatap ke seluruh sudut rumah mewah tersebut.


Jae Hwan duduk kembali di tempatnya, dimana yang lain sudah duduk lebih dulu.


"Apa langkahmu selanjutnya hyung?" tanya Si Hwan.


"Sejauh ini aku sudah mengetahui alasan kenapa orang tuaku dibunuh, semuanya karena pria itu tidak terima Ayah punya rencana merger dengan NJ.Express, dan sebelumnya dia bilang jika sehari sebelum tragedi itu, seseorang mengirim sebuah paket yang berisi surat pernyataan merger antara JJ.Corp dan NJ.Express, dimana setahuku dua perusahaan itu sama sekali belum melakukan tanda tangan persetujuan karena Ayahku sudah tewas sebelum hari H"


"Tapi, Paman Shin mendapatkan surat itu sehari sebelum tragedi yang artinya pemikiran tentang adanya dalang lain itu benar" sambung Yoon Wo dan mendapati anggukan dari Jae Hwan.


"Dan orang itu adalah, Baek Han Ju orang yang di sebut paman Shin" tambah Ye Jun.


"Ye Jun, kau selidiki siapa pria yang di maksud paman Shin"


"Oke" sahut Ye Jun.


...****************...


"Kau yakin ketua JDevil's akan datang jika wanita ini bersama kita?" tanyanya pada sang bawahan.


"Aku yakin! sebelumnya aku mendengar sendiri adik Ye Jun menyebutnya istri Jae Hwan"


"Baiklah, aku percaya padamu" sahutnya beralih menatap Hana yang sedang duduk terikat tidak sadarkan diri di kursi.


"Kau sudah menghubunginya?" tanya ketua gangster yang menyekap Hana saat ini.


"sudah bos, tapi...


"Dia bilang, dia tidak peduli. kita bisa menghabisinya" lanjutnya hingga membuat bosnya marah.


"Yak! kau bilang dia istrinya? sekarang bagaimana?!, kalau kita lepaskan pasti dia lapor polisi"


"kalau begitu habisi saja bos" sahut bawahannya.


Pria yang sedang duduk di depan Hana itu lantas menyuruh bawahannya untuk melepaskan ikatannya, entah apa yang ingin dilakukannya.


"Sebelum dihabisi, lebih baik kita bersenang-senang dulu" ujarnya menyeringai seraya berjalan mendekati Hana yang masih tidak sadarkan diri.


...****************...


5 Menit yang lalu.....


📞In Call-


"Yak, Jung Jae Hwan"


"Siapa?"


"Apa kau melupakan suaraku? ah~ apa itu sudah terlalu lama sampai kau lupa suaraku?!"


"To the point jangan banyak bicara"


"temui aku sendiri jika kau ingin istrimu baik-baik saja"

__ADS_1


"Istri??...."


"Ya, istrimu ada pada kami"


Seketika suara gelak tawa Jae Hwan terdengar di sambungan telpon


"kenapa kau tertawa?"


"Siapa yang kau bilang istriku hah?!"


Message : 🖼 picture ......


"Bukankah dia istrimu, jika ingin wanitamu selamat temui aku"


"Dengar ya, aku tidak peduli mau kalian apakan dia, dan kutekankan sekali lagi.. AKU TIDAK MEMILIKI ISTRI dan dia BUKAN ISTRIKU"


tut...tut...tut....


📞End Call-


"Apa mereka sedang bercanda denganku" gumamnya seraya memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya.


"ada apa?" tanya Yoon Wo


"mereka mengancam ku dengan foto ini" sahutnya seraya memperlihatkan kembali foto yang dikirimkan padanya.


"Siapa?" tanya Seok Hyun lalu beralih menatap layar ponsel Jae Hwan bersama yang lain.


"Mereka Gangster yang dari dulu ingin menjadi bagian dari JDevil's, tapi tidak pernah ku gubris, karena itu mereka terus menggangguku" sahutnya


"Jung Wo, lacak lokasi mereka sekarang" titahnya dan tentunya langsung dilaksanakan oleh sang tangan kanan.


"Pastikan dia tidak terluka, ini semua karena dia terlibat denganmu. jika aku melihat Hana terluka lagi karena dirimu, jangan harap bisa bicara denganku lagi" ucap Yoon Wo lalu bangkit dari duduknya seraya mengembalikan ponsel yang ia pegang pada Jae Hwan.


"iyaa iyaa" sahutnya malas.


Setelah Yoon Wo, ternyata Tae Il sedari tadi memberinya tatapan tajam yang siap memangsanya.


"Tenang, aku akan pergi sekarang" ucap Jae Hwan.


"Aku ikut" sahut Tae Il yang langsung keluar menuju mobil yang terparkir didepan rumah Tuan Shin.


Sedang Yoon Wo dan Seok Hyun pulang karena Sarah dan anaknya berdua saja dirumah, walau sebenarnya ada penjaga yang berjaga di seluruh kawasan rumah.


Jae Hwan, Tae Il, Si Hwan dan Ye Jun pergi dengan satu mobil yang di kemudikan oleh Jung Wo.


"Apa hyung yakin mereka tidak berbahaya?" tanya Tae Il yang merasa cemas akan keadaan Hana.


"Mereka hanya gangster biasa yang terlalu b*doh" sahut Jae Hwan yang tahu betul bagaimana musuhnya kali ini, dimana itulah alasannya tidak menerima mereka masuk kedalam yuridiksinya.


...****************...


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2