
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
Typo bergentayangan, mohon di maklumi
...****************...
Mereka bertiga duduk di sofa yang ada diruangan itu sembari mengawasi Hanna yang masih belum sadar.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan rencana pertama, karena bisa saja Bae Han Ju sadar akan hal itu" ucap Yoon Wo.
"Kau benar, kita perlu rencana lain" sahut Seok Hyun
"Jung Wo berhasil mengambil buku besar Bae Han Ju dari Oh Se Rin"
"Oh Se Rin dokter spesialis torakoplastik yang kerja di YJ Hospital" timpal Seok Hyun dan di angguki oleh Jae Hwan.
"Kau mengenalnya hyung?" tanya Yoon Wo
"Tidak juga, hanya saja dia teman Ji Yeon"
Keduanya mengangguk, lalu Jae Hwan meletakkan ponselnya di atas meja ingin memperlihatkan sesuatu pada dua pria itu.
"kau yakin ini asli?" tanya Seok Hyun sedikit meragukan apa yang baru saja Jae Jwan perlihatkan.
"Ini asli hyung, dan alasan Se Rin di kejar orang Hannam Medical Center karena hal ini,"
"Bae Han Ju pasti memerintahkan orang dari yayasan Hannam yang turun agar dia tidak terkena masalah apapun nantinya, lebih tepatnya dia mencuci tangannya dengan memakai orang-orang dari Hannam Group.
"Lalu sekarang, apa plan B nya?" tanya Seok Hyun.
Jae Hwan menarik senyumnya, "Ini saatnya untuk kita balas dendam"
__ADS_1
"Caranya?"
"Jika dia bermain dengan kepercayaan masyarakat, maka aku hanya perlu merusaknya."jawab Jae Hwan.
"Semuanya sudah terjawab, alasan dari mana titik awal semuanya bermula.. orang yang mendonorkan ginjal untuk ibu adalah ibu Hanna, dan saat itu Ibu adalah klien VIP Hannam medical center karena status Ayah, tapi sekarang semuanya berbalik. Bae Han Ju menggunakan segala cara untuk mendapatkan posisinya sekarang, dari direktur Bank berubah menjadi ketua partai, lalu membuat relasi dengan penerus Hannam Group dengan melepaskannya dari tuduhan p*lecehan yang di laporkan Hye Soo dan dari pencarian Jung Wo, Hye Soo bekerja di sebuah Mall besar milik keluarga Lee Min Jun dimana Ayahnya akan segera naik menjadi menteri perekonomian jika boneka Bae Han Ju berhasil memenangkan pemilihan, Hye Soo sengaja di arahkan oleh rencana Bae Han Ju untuk datang ke Club dan merancang semuanya hingga kasus pelec*han itu terjadi... lalu dari sana ia bisa mengendalikan Han Il Guk agar tunduk di bawah perintahnya dan menyetujui seluruh pencucian dana agar kampanyenya berjalan lancar"
"Tapi dari yang kudengar dari Ye Jun, Hye So belum sempat melaporkan itu karena dia dibunuh dengan penyamaran sebagai bunuh diri?!" sahut Seok Hyun.
"Hye Soo memang tidak melaporkannya, tapi sudah kubilang sebelumnya jika ini semua adalah rencana Bae Han Ju, dia sengaja mengorbankan Hye Soo sebagai imbalan hubungannya dengan Hannam Group"
"Pria tua itu benar-benar" geram Seok Hyun
"Masih banyak kejahatan lain yang masih belum kami korek lebih dalam, tapi dengan buku besar itu setidaknya kita bisa membuatnya tidak fokus, lalu dengan perlahan mengungkit kembali kasus kematian Hye Soo yang langsung di tutup kepolisian sebagai kasus bunuh diri, aku juga meminta jaksa Lee untuk membuka kembali kasusnya, baru dari sana kita munculkan bukti satu persatu... orang pertama yang paling mudah kita incar adalah Boneka Bae Han Ju, Choi Jung In"
"Kenapa ini berbeda dengan yang kau jelaskan padaku??"
Suara parau itu langsung membuat tiga pria itu menatap kearah Hanna, jadi dari tadi gadis itu sudah sadar hanya saja ia memilih untuk menutup matanya dan mendengarkan sampai Jae Hwan selesai.
"Hanna?!" guman tiga pria itu bersamaan, tapi tak berlangsung lama Ye Jun masuk sambil menbawa laptop kesayangannya setelah diminta Jae Hwan datang di jam seperti ini, jam 3 pagi.
"Apa kau tidak punya jam Hyung," kesal Ye Jun pada Jae Hwan lalu mendudukkan dirinya di samping Yoon Wo.
"Aku baru saja mengetahuinya"
"Pembohong"
"Katakan yang sebenarnya? sejauh mana Bae Han Ju menjebak Hye Soo?!" kata Hanna lagi dengan tatapan tajamnya.
"Apa kau tidak mau istirahat? kakimu sudah bisa di gerakkan?- "Jangan mengalihkan pembicaraan, aku ingin menyelesaikan semuanya, baik itu melenyapkan Bae Han Ju atau apapun aku tidak peduli asalakan pria itu mendapat balasannya" potong Hanna yang benar-benar emosi saat mengetahui jika ternyata semua itu adalah rencana Bae Han Ju.
"Jae Hwan benar Hanna, lebih baik- "Aku tidak bertanya padamu" kali ini Hanna kembali memotong ucapan Yoon Wo.
Mendengar itu membuat Yoon Wo hanya diam, Hanna sudah benar-benar berubah, diri Hanna yang pernah menyukainya dulu sudah tak ada lagi. Mungkin itu hanya salah paham Hanna akan perasaan yang sebenarnya hanyalah rasa kagum sesaat.
Jae Hwan menghela nafasnya, lalu menceritakan semuanya sesuai dengan penyelidikannya dan Jung Wo.
Sebenarnya bisa saja Jae Hwan langsung membunuh Bae Han Ju dan balas dendam ladanya, tapu mengingat citra Bae Han Ju dimata masyarakat berbeda membuat Jae Hwan berpikir dua kali karena JH Group pasti akan terpengaruh.
Drrtt...
__ADS_1
"Oke" Jung Wo mengakhiri telponnya, lalu mendekat pada Jae Hwan untuk membisikkan sesuatu padanya.
Saat itu juga, Jae Hwan yang baru saja selesai bicara dengan Hanna langsung meraih ponselnya untuk menelpon seseorang.
"Apa yang terjadi?"
"Maaf Direktur Jung, tapi kepala kejaksaan mengambil paksa kasusnya dan memberikannya pada tim lain. dan mereka juga mulai menyelidiki produksimu yang ada di New Zealand"
"Apa semua itu perintah kepala kejaksaan?!"
"Benar,"
"Baiklah, nanti ku kabari lagi"
Jae Hwan mengakhiri telponnya sepihak lalu melemparnya kesembarang arah.
"Ye Jun, cari kelemahan Choi Jung In.. dan kau Jung Wo, amankan seluruh barang milikku, aku tak ingin mendengar ada yang hilang. Kau paham!!!"
"Paham Tuan" Jung Wo kembali pergi untuk menjalankan perintah sang majikan, sedangkan Ye Jun, pria yang masih setengah mengantuk itu berusaha fokus pada laptopnya untuk mencari informasi mengenai Choi Jung In.
"Bae Han Ju pasti mulai melobi semakin banyak orang untuk berada di pihaknya, terutama para jaksa dan hakim." ucap Yoon Wo .
"Saatnya kau menggunakan kekuasaanmu hyung" ujar Ye Jun di angguki setuju oleh Jae Hwan.
Pria itu lantas tersenyum tipis, seolah paham maksud dua adiknya itu.
"Kita harus menghancurkannya secepat mungkin, aku sudah muak melihat citra palsunya itu di televisi"
"Kau benar, kali ini aku tidak akan diam lagi setelah perbuatannya pada Ayahku dan Hye Soo" sahut Hanna seraya mengikat rambutnya.
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
__ADS_1
.