
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"A-aku menyerah. Kau memang ketua mafia. Itu, kan kata-kata yang ingin kau dengar dariku? Sekarang enyahlah," ujar Hanna seraya menatap Jae Hwan yang sedang mengurung dirinya di bawah kungkungannya.
Entah apa yang mereka ribut,kan pagi-pagi begini.
Cup!
"PIPIKU TERNODAI SIAL*N!"
"Diam, cepat bersiap. Setelah itu kita pulang" titah Jae Hwan mutlak. Tak bisa di bantah.
"Tapi-
"Kenapa? kau tak bisa jalan? kau ingin aku menggendongmu?!" sahut Jae Hwan sebelum beranjak dari posisinya.
"Aku bisa sendiri" ucap Hanna dengan pipinya yang memerah.
"dasar baj*ngan tampan" gumam Hanna pelan sembari berjalan menuju kamar mandi.
...****************...
Baru saja pasutri itu sampai rumah, mereka sudah di hadapkan dengan para pria yang saat ini sedang heboh diruang makan.
Mungkin kemarin malam mereka menginap saat Jae Hwan tak kembali semalaman.
Terkecuali Tae Il yang pulang dengan alasan orang tuanya.
Terlihat Si Hwan melambaikan tangannya agar Hanna dan Jae Hwan menyusul mereka di ruang makan.
"Aku- aku mau ke kamar dulu" ujar Hanna gugup lalu segera menaiki anak tangga.
"Ck. kenapa dia semanis itu saat malu" gumamnya tersenyum tipis.
Ia pergi menghampiri yang lain sendirian tanpa Hanna.
"Mana Hanna Noona,?" tanya Jin Sung yang sedang asik menuang susu pisang miliknya.
"Kamar" sahut Jae Hwan singkat, lalu ia menarik kursi untuk duduk bersama yang lain.
Jae Hwan meraih sandwich untuk mengisi perutnya.
"Kau masih pandai memasak, Hyung!" puji Jae Hwan saat merasakan sandwich nya.
"Bukan aku, Sarah" sahut Yoon Wo.
Saat itu juga Jae Hwan langsung berhenti mengunyah dan memilih untuk meminum susu pisang milik Jin Sung.
"Hyung." kesal Jin Sung dengan wajah merengut, ia baru saja ingin meminum susunya, tapi malah di minum Jae Hwan duluan.
Yoon Wo hanya melirik sekilas adiknya itu, ia memilih diam karena tahu jika Jae Hwan masih tidak bisa memafkan Sarah.
"Bagaimana honeymoon dadakan semalam?"
Uhuk-uhuk~
Lekas Jae Hwan meraih gelas berisi air karena merasa tersedak
__ADS_1
"Siapa yang honeymoon, kami tak pulang karena sudah larut malam" ujar Jae Hwan membantah ucapan Seok Hyun.
Tapi Seok Hyun dan yang lain hanya menatapnya dengan tatapan mengejek seolah tahu apa yang terjadi kemarin malam.
"Mulai saat ini berhenti bersifat konyol, Hanna lambat laun pasti akan menerima pernikahan ini." ucap Seok Hyun menepuk bahu Jae Hwan.
Pria itu hanya mengangguk pelan, "Bagaimana dengan Yu Na? aku melupakannya"
"Yu Na Yu Na mu itu sudah pulang ketempat seharusnya" sahut Yoon Wo.
Mendengar itu membuat Jae Hwan mengerutkan dahinya, "Maksudnya, Hyung?"
"Anggota Dewan Wo Sung Woon setuju dengan penawaranku" jelas Yoon Wo.
"Tapi dia menginginkan jaminan 5% saham JJ.Corp"
"Dasar tidak tahu diri" Umpat Jae Hwan.
"Kau tenang saja, aku tak mungkin semudah itu memberikan 5% saham JJ.Corp padanya, yang terpenting saat ini! kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin" jelas Yoon Wo.
"Ah, aku juga punya sesuatu" Jae Hwan membuka layar ponselnya dan memperlihatkan sesuatu pada yang lain.
"Obligasi?" celetuk Ye Jun.
"Aku meminta Manajer Lee untuk menukarnya dengan yang asli"
"Tapi, bagaimana jika dia sadar Hyung?" sahut Jin Sung.
"Itu yang ku mau, sekalipun ia sadar obligasinya palsu! ia tak akan bisa berkutik. Karena jika ia ketahuan menjual obligasi palsu, maka Bae Han Ju akan tahu"
"Sementara yang kita tahu, SCAR Holdings tidak bisa di sentuh Bae Han Ju karena dia menjaga citra bodohnya itu. Jika CEO SCAR Holdings membuat masalah dan tidak berjalan di alur Bae Han Ju maka pria tua bangka itu pasti akan marah dan mungkin akan langsung memutus ekornya" sambung Jae Hwan.
"CEO SCAR Holdings meminjam uang dari Sia Bank, dan menukar saham jaminannya dengan Obligasi palsu yang dia pikir bisa dijual lebih mahal untuk menutupi kerugian yang di sebabkan CEO SCAR Holdings?!"
"Dan jikapun dia menuntut balik, itu sama saja dengan bunuh diri. Bae Han Ju akan tahu kalau dia memakai uangnya dan kalau ia tak bertindak saham SCAR Holdings akan terjun bebas." sambung Jae Hwan melengkapi ucapan Ye Jun.
"Saat itu terjadi, aku ingin kalian beli sebanyak mungkin saham SCAR Holdings. baru setelah itu kita tambahkan sedikit api dengan mengekspose penggelapan dana CEO SCAR Holdings." lanjutnya.
...****************...
Sedangkan ditempat lain, Hanna sedang duduk di depan meja rias sambil menatap dirinya sendiri di cermin.
Tring!
📨Message
"Silahkan berbahagia sebelum kau tahu siapa suamimu itu sebenarnya"
Hanna mengerutkan dahinya, ia bingung apa maksud isi pesan tersebut.
"Sedang apa?" tanya Jae Hwan yang baru saja masuk.
Sontak Hanna langsung membalik layar ponselnya
"Duduk saja" sahut Hanna
Pria itu hanya mengangguk pelan lalu berjalan menuju ranjang.
Tring!
Mata Hanna membulat sempurna saat menerima pesan tersebut, ia melirik sekilas Jae Hwan dari pantulan kaca lalu kembali lagi pada ponselnya.
Entah siapa yang mengirim pesan padanya, namun yang jelas pesan tersebut berhasil membuat Hanna kepikiran sekarang.
"sudahlah Hanna, tak perlu kau pikirkan" gumamnya, lalu memilih untuk meletakkan ponselnya dan pergi ke closeet room untuk merapikan beberapa pakaian disana.
...****************...
__ADS_1
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Hanna kini tengah sibuk berkutat di dapur.
Niatnya ingin membuat makan malam, tapi ternyata Yoon Wo dan yang lain datang untuk mengajak barbeque an di belakang rumah.
Tapi saat ia akan keluar dari dapur, tangan Tae Il mencekal lengan Hanna dan kembali mengajaknya masuk kedapur.
Ia membuat Hanna tersudut dan mengurungnya dengan tangannya.
"Apa yang kau mau?" tanya Hanna menatap tajam nanar mata Tae Il.
"Kau" sahutnya mengelus lembut surai pipi Hanna, tapi gadis itu langsung memalingkan wajahnya.
"kau berubah sekarang Han! kau tak seperti Hanna yang ku kenal dulu" ucap Tae Il dengan wajah muram.
"Kita tak kenal sejauh itu sampai kau bisa mengatakan aku berubah-
"Dengar Park Tae il! berhenti terobsesi denganku, aku tak pernah berniat menyukaimu. Seharusnya aku tak membuat skenario bodoh untuk dekat denganmu" sambung Hanna dengan urat leher yang menyembul. Menandakan ia sedang marah.
"Sebanyak apapun kau menolakku, aku tak akan pernah mundur. Apa yang sudah ku incar tak akan pernah kulepas begitu saja" jawab Tae Il dengan penekanan jelas terhadap kalimatnya.
"Kau ini aneh, kau sudah tahu aku menggunakanmu untuk balas dendamku pada Jae Hwan, kenapa sekarang bersikeras!"
"Itu karena aku benar-benar menyukaimu" ujar Tae Il dengan nada lirih, membuat Hanna seakan iba dengannya.
"Jika kau menyukaiku, kumohon lepaskan aku sekarang, dan berhenti bersikap seperti ini. Jika ada yang melihat mereka akan salah paham" ucap Hanna mencoba menjaga jaraknya dengan mendorong tubuh Tae Il.
Tapi pria itu hanya diam di tempatnya tanpa bergeser sedikitpun.
"Ya, kau tak dengar! Kubilang menjauh"
"Tidak akan, biarkan mereka salah paham" sahut Tae Il.
"Kau sudah hilang akal!" kata Hanna sambil terus mendorong Tae Il.
"Berhenti mengganggunya" tukas Yoon Wo yang ternyata saat ini sedang berdiri tak jauh dari posisi mereka.
Tae Il sontak melepaskan kurungan tangannya, dan membuat Hanna segera berlari menjauh darinya.
"Aku hanya bicara dengannya, Hyung!" Tae Il mencoba membela dirinya sendiri.
"Sampai membuat Hanna ketakutan?" balas Yoon Wo.
Tae Il tak bisa bicara lagi, ia hanya terdiam sambil sesekali melirik Hanna yang berada di belakang Yoon Wo.
"Hanna, Kau pergilah menyusul yang lain. Jae Hwan mencarimu" ucap Yoon Wo yang langsung di angguki oleh Hanna.
Setelah gadis itu pergi, Yoon Wo perlahan mendekati Tae Il yang terlihat agak kesal karena ia membuat Hanna jauh darinya.
"Jangan membuat kesalahan, Kau tahu Jae Hwan. Dia bisa berbuat nekat jika tahu yang kemarin malam adalah ulahmu."
Damn!
Tae Il semakin dibuat membeku saat Yoon Wo mengatakan itu, bagaimana pria itu bisa tahu? kalian tidak perlu meragukan lagi. Pria seperti Yoon Wo banyak diam tapi mematikan.
"Aku berhasil membuat Jae Hwan diam kali ini, tapi jika dia tahu kau melakukan hal konyol lagi! Saham Park Group akan di buat terjun bebas." ucap Yoon menepuk pelan pundak Tae Il lalu pergi setelah mengambil garam dari dapur.
Sedangkan Tae Il, pria itu hanya bisa diam. "Apapun itu, Hanna tetap akan jadi milikku" gumamnya seraya ber smirk. Lantas pergi menyusul yang lain di halaman belakang.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.