Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.84


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi😌


...****************...


Sesuai ucapannya tadi siang, kini Jae Hwan tengah duduk di kursi penumpang dengan kaki yang menyilang dan tubuh yang bersandar pada punggung kursi, memperhatikan keluar mobil.


Jae Hwan menyentak tangannya pelan sebelum ponsel pintar miliknya ia tempelkan ke telinganya.


“Halo…”


Terdengar suara pria menyapa.


Tak beberapa lama Jae Hwan melihat seorang pria yang masih memakai piyama tidurnya keluar dari pintu utama.


“Apa kau mengajakku berpesta piyama?” ujar Jae Hwan terdengar santai tengah mengawasi seseorang dari dalam mobilnya.


“Keparat, muncul kau sialan! Jangan beraninya sembunyi” sahut Go Hyun Tae dari dalam sambungan telpon.


“Sembunyi!”


Terdengar tawa dari seorang Jung Jae Hwan setelah mengulang kata sembunyi


“Kau yang memulai permainan petak umpat ini brengsek, jadi aku hanya bermain sesuai permainan yang kau mainkan.” Sambung Jae Hwan.


Tapi tiba-tiba Jae Hwan mendengar suara tawa dari dalam telpon, seolah ia sedang di tertawakan sekarang. Tentunya pria itu tak terima.


“Dasar bodoh!” maki Go Hyun Tae tertawa puas, lalu menunjuk kearah mobil Jae Hwan dan menampakkan jari tengahnya untuk orang yang ada di dalam mobil.


“Dari pada bermain denganku, kenapa tidak melihat istrimu bermain ranjang dengan pria lain. Mungkin sekarang mereka sudah berada di puncak”


Seketika ekspresi wajah Jae Hwan berubah, namun satu yang pasti. Jae Hwan masih terlihat tidak memerintahkan bawahannya untuk pulang, melainkan fokus menatap seseorang yang berada di sampingnya.


Siapa? Hanna?!


Benar, Hanna kini sedang tertidur pulas tepat di samping Jae Hwan.


Jika Hanna berada di sampingnya, lalu siapa wanita yang di maksud Go Hyun Tae sedang bermain dengan bawahannya?


Di sisi lain, Jin Sung dan Si Hwan sedang di sibukkan dengan mainan baru yang di berikan oleh Jae Hwan untuk kesenangan mereka berdua.


Pria yang merupakan suruhan Go Hyun Tae


untuk meniduri Hanna itu, kini Nampak tak berdaya setelah di suruh lari puluhan kilometer.


Bukan hanya lari, bahkan guratan-guratan besar dan kecil Nampak tergambar di tubuhnya setelah di seret Jin Sung dan Si Hwan menggunakan salah satu mobil sport, koleksi milik Jae Hwan.


Tak ada rasa kasian sedikitpun dari mereka berdua, karena jika Jae Hwan memberikan kebebasan, maka mereka berdua bebas melakukan apa saja.


Termasuk pada salah satu bawahan Go Hyun Tae yang mereka ikat dengan tali lalu menyeretnya menggunakan mobil dan terus mengharuskan pria itu lari mengikuti kemana mobil itu menarik tali kekangnya.


“Hyung, Kau yang terbaik!” teriak Jin Sung yang sedang duduk disamping kursi kemudi yang di duduki oleh Si Hwan.


Dua pria itu tertawa girang sambil sesekali menoleh kebelakang dimana mainan mereka masih terus berlari mengikuti kecepatan mobil yang memang tidak terlalu cepat.


Apakah mereka berdua waras! sudahlah, jangan memikirkan itu.


“……”

__ADS_1


Jae Hwan bergumam sambil menyebut nama Go Hyun Tae di iringi dengan tawa remehnya.


“Kau ingin menguasai pasar korea tanpa se ijinku? Ck. Kurasa itu hanya sebuah omong kosong” ujarnya seraya menyamakan tingginya dengan Go Hyun Tae yang berlutut di hadapannya dengan dua pengawal yang menahannya.


“Ternyata Bae Han Ju benar, anak dan bapak tidak ada bedanya”


Arghhh…


Tangan Jae Hwan bergerak dan meninju kuat perut Go Hyun Tae hingga sang musuh mengeluarkan darah dari mulutnya.


“Jangan berani menyebut Ayahku dengan mulut kotormu itu.”


“Sadar sialan, kau jauh lebih kotor dariku!”


“Aku tak bilang, jika aku suci”


Jae Hwan menjambak kuat rambut Go Hyun Tae hingga pria itu mendongakkan kepalanya.


“Memohon ampunlah dariku, maka aku akan melepaskanmu” tawar Jae Hwan ber smirk.


“psikopat sialan!” cicit Go Hyun Tae


Tak…


Suara pelatuk ditarik, bersiap membidik


Dor…


Dor…


Dor…


Dor…


Bahu Kanan, kiri, jantung di susul kepala, Jae Hwan menampakkan senyum psyco-nya setelah membidik empat titik di tubuh Go Hyun Tae yang sudah terbaring tak bernyawa.


Pria itu meraih tisu yang di berikan bawahannya untuk mengelap senjata kesayangannya yang terkena cipratan darah.


Jika saja Bae Han Ju tidak terlibat dengan rakyat, maka saat ini tulang belulangnya telah menjadi pajangan di ruang bawah tanah milik ketua J’Devils itu.


“Ini akibatnya karena kau berani melawanku” gumam Jae Hwan sambil mematikan rokok dengan sepatuhnya.


“Bereskan semuanya, dan hapus data kependudukan Go Hyun Tae dari situs pemerintahan.”


“Baik Tuan.”


Jae Hwan melenggang masuk kedalam mobilnya, dimana Hanna telah bangun setelah mendengar suara tembakan.


Suaranya masih terdengar jelas di telinga Hanna walau senjata suaminya itu menggunakan peredam.


“Aku tak menyangka bisa terlibat dengan pria mengerikan sepertinya.” Pikir Hanna yang sedari tadi terus diam.


Gadis itu tak tahu harus bicara apa, sementara ia sudah melihat hal yang menjawab semua pertanyaan di otaknya.


“Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu!”


Sontak tangan Jae Hwan yang sedari awal ingin merangkul bahu Hanna, memilih untuk mengurungkan niatnya.


“Kau masih marah padaku karena hal yang ku katakan dirumah sakit?”


Hanna memilih tak menjawab dan mengalihkan pandangannya pada Gedung-gedung yang dilewati oleh mobil yang mereka tumpangi.


“Itu hanya bualan Hanna, tapi apa yang ku katakana pada Tuan Kang kemarin memang kebenaran.”


“Aku sudah tahu sebelum kau membuat kekacauan”


Mata Jae Hwan membulat sempurna tak percaya atas ucapan Hanna tadi

__ADS_1


“Maksudmu?”


Hanna menghela napasnya, “Aku tahu semuanya saat surat perjanjian antara Ayahku dan Shin Myung Il kau dapatkan, kau ingat?!”


Jae Hwan mengangguk “Tapi, kenapa Kang Hyun Il tidak tahu?”


“Karena aku tak memberitahunya”


“Kenapa?”


“Dia akan kecewa jika mengetahui kebenaran itu… tapi kau malah memberitahunya seperti itu” jawab Hanna melirik pria yang duduk di sampingnya itu dengan tatapan malasnya.


“Sekarang apa langkahmu? Apa kau akan menuntut hak waris dari Tuan Kang?!”


“Aku tidak pernah mempermasalahkan itu, karena Tuan Kang sudah membayar kesalahannya dengan membiayai kehidupanku selama 13 tahun terakhir”


“Kau bodoh, atau polos?!” sentak Jae Hwan sukses membuat Hanna menatapnya dengan tatapan aneh.


“Dengar Hanna, Ibumu sudah menjadi korban tua bangka itu, tapi kau malah diam saja”


“Korban? Maksudmu apa?”


“Kau tak tahu,jika ibumu budak s*x Tuan Kang?” ujar Jae Hwan tanpa memfilter ucapannya.


“Kau jangan mengada-ngada” sahut Hanna tak terima sekaligus tak percaya.


"Kau tahu jika dirimu itu anak Tuan Kang, tapi tak tahu proses dibalik itu."


"Proses apa?!" sahut Hanna lagi


Bisa tidak wanita ini ku gadaikan saja- pikir Jae Hwan


"Maksudku saat kau menyelidiki identitasmu sendiri"


Hanna hanya menggeleng, "inilah kenapa, kau tak akan pernah menang melawanku dengan otak dangkalmu itu"


Akhhh~


Jae Hwan menyentil dahi Hanna cukup kuat hingga gadis itu menampakkan ekspresi kesalnya sambil mengusap jidat.


"Apapun itu, kau harus membalas Tuan Kang. tidak ada istilah istri seorang Jung Jae Hwan lemah" ucap Jae Hwan final tanpa bantahan.


"Tapi Hanna- "Apalagi?" saut Hanna sinis.


"Berhentilah marah, kemarin itu hanya akting. kau tau akting,kan... yang biasanya kau mainkan" ucap Jae Hwan sekaligus menyindir sang istri.


"Diamlah" Jawab Hanna menyingkirkan tangan Jae Hwan yang tadinya merangkul bahu nya.


"Aku menyukai ini"


Cup!


Tanpa izin pria itu mengecup sekilas leher Hanna


"Sialan kau-"


Jae Hwan hanya tersenyum puas saat melihat wajah kesal istrinya yang sangat ia rindukan. mengingat 24 jam yang lalu Hanna hanya memperlihatkan ekspresi datarnya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2