Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.22


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Sambil meregangkan tubuhnya, ia duduk sebentar di tepi ranjang untuk mengumpulkan tenaganya sehabis bangun tidur.


Hari ini ia akan masuk kerja seperti biasanya setelah libur kemarin.


Ya, Hana pulang larut malam dari rumah sakit kemarin malam.


Ia lekas bersiap untuk segera berangkat ke kantor.


...****************...


"Aishh~ kau mengagetiku saja" ucap Tae il sambil mengelus dadanya karena Jin Sung duduk santai di brankernya saat ia baru keluar dari kamar mandi.


"Hyung sudah sembuh?"


"Sebelum kau datang, karena kau datang aku tidak jadi sembuh" sahutnya seraya duduk di sofa, sedangkan pria muda tadi malah asik berbaring di ranjang ruang VIP tersebut.


"Apa yang lain menyuruhmu menjagaku?" tanyanya beralih menatap Jin Sung.


Jin Sung mengangguk setelah itu ia kembali memainkan game di ponselnya.


"Aku mau keluar, kalau yang lain datang bilang saja aku di rooftop"


"Hmmm~" sahut Jin Sung


Dengan santainya ia berjalan-jalan di rumah sakit lengkap dengan pakaian pasien, tat kala ia sesekali memberikan wink pada dokter dan perawat wanita yang menurutnya cantik.


Playboy! itu sebutan paling pas untuk pria yang satu ini, setiap senyumannya pasti berhasil menggaet satu wanita yang ia inginkan.


Diluar ia terlihat baik dan lembut sama seperti penilaian Hana waktu mereka pertama kali bertemu.


"Yah~ keputusanku untuk menjauh dari pria ini memang langkah yang benar" gumam Hana menggeleng pelan.


Dimana sedari tadi ia menghentikan langkahnya saat melihat Tae il sedang berdiri di depan meja para perawat.


Entah apa yang pria itu sedang bicarakan pada para perawat hingga tertawa seperti itu.


"Apa kau cemburu?!"


Hana tersentak, sekali lagi seseorang mengagetinya dengan tiba-tiba bicara di belakangnya.


"Apa mengageti seseorang itu kebiasaanmu?!" sahutnya berbalik menoleh tidak lupa ekspresi malasnya.

__ADS_1


"Ah~ aku lupa. kita tidak kenal, permisi!"


Dengan santainya wanita itu langsung pergi dari hadapan Jae Hwan.


Tapi tentunya langsung di ikuti oleh Jae Hwan, apakah membuat Hana kesal itu adalah kebiasaan barunya! tidak ada tau itu.


Sedangkan Hana yang sadar jika Jae Hwan mengikutinya, mulai mempercepat langkahnya.


Mmmpphhtt.....


Jae Hwan membekap Hana dengan begitu kuat agar Hana tidak bersuara.


Entah apa yang dilihatnya hingga langsung menarik Hana untuk bersembunyi dan bahkan membekap mulutnya.


"Sssttt...."


Nafas Jae Hwan berhasil membuat Hana bergidik, saat deru nafas pria ini menyentuh kulitnya.


"Diam" bisiknya pelan.


Sorot matanya melirik seorang pria yang sedang berdiri di kamar Lee Bong Cha.


Ia memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh pria itu di sana, tanpa menghiraukan Hana yang sedari tadi memukul lengannya agar bisa lepas.


Akhhh~


"Yak! kau.." kesalnya karena Hana menggigit tangannya.


Sadar jika ada yang memperhatikannya, pria tadi langsung menoleh mencoba mencari sumber suara.


Sesekali ekor matanya melirik kedalam, lewat jendela depan kamar bibi Hana. sambil terus memeluk erat Hana agar tidak terlihat oleh pria tadi, dan mencerminkan seolah mereka pasang yang sedang berpelukan.


"Jangan banyak bergerak, atau aku akan menciummu" ujarnya menunduk agar bisa menatap Hana .


Seketika ia berhenti berontak dan langsung menunduk.


"Anak pintar" gumamnya sambil mengelus rambut Hana, dimana nyatanya apa yang sedang ia lakukan sekarang ini bertentangan dengan batasannya terhadap Hana selama ini.


Keduanya masih dalam posisi berpelukan, tanpa menyadari jika seseorang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka sama sekali.


Pria itu menyeringai lalu melangkah pergi dari sana.


"Ternyata dia cantik juga" gumamnya dalam hati saat memperhatikan Hana yang tidak bergerak sama sekali dalam pelukannya.


"Sampai kapan kita akan seperti ini?!" celetuk Hana, sontak Jae Hwan langsung melepaskan pelukannya, karena pria mencurigakan tadi juga sudah pergi.


Tanpa menjelaskan apapun, Jae Hwan langsung beranjak dari sana meninggalkan Hana yang padahal baru saja ingin bertanya apa yang terjadi barusan, dan siluet siapa yang ia lihat sekilas di kamar bibinya.


"Dasar aneh." gumamnya, dan memilih untuk masuk ke kamar bibinya.


Sedangkan Jae Hwan.....


Pria itu kini melangkah masuk ke kamar Tae il.

__ADS_1


"Darimana hyung?" tanya Jin Sung yang masih belum beranjak dari posisinya.


"menelpon" singkatnya seraya duduk di sofa, dimana di sana juga ada Tae il yang sedang rebahan sambil memainkan ponselnya.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tegur Jae Hwan saat melihat senyum dan ekspresi wajah Tae il yang terlihat aneh.


"Tidak" elaknya.


Dimana sebenarnya ialah yang berdiri dan memergoki Hana dan Jae Hwan sedang berpelukan dengan status mereka yang sebenarnya saling membenci.


Kali ini ia benar-benar akan menjadi Jae Hwan, seorang pria yang terlalu berambisi pada obsesinya. namun bedanya Tae il terobsesi pada Hana sedangkan Jae Hwan. ia terobsesi pada dendamnya terhadap Ayah Hana.


"Cepatlah sembuh, aku muak harus mengunjungimu di rumah sakit."


"Kau yakin hyung?!" sahut Tae il seolah mengejek ucapan pria yang lebih tua 3 tahun darinya itu.


"Apa kau sedang berniat mencari masalah denganku Tae il? dari tadi ku rasa senyumanmu sudah mengisyaratkan kekesalan." ucap Jae Hwan to the point.


"Kalau begitu kenapa hyung berpelukan dengan Hana?- "Apa!!! Jae Hwan hyung berpelukan di rumah sakit?! dasar minus akhlak" sambar Jin Sung yang langsung bangkit dari rebahannya.


"Diam!!!" sahut Tae il karena menyela pembicaraan-nya.


"Jadi kau kesal karena itu?!" perjelas Jae Hwan sambil tertawa, menertawakan tanggapan Tae il yang terlalu serius dan berlebihan hanya karena ia memeluk Hana.


"Apa kau kekasihnya, sampai marah seperti ini?!"


"Aku... aku memang bukan pacarnya, tapi itu akan segera terjadi- "Dasar narsis, percaya diri sekali anda" sahut Jin Sung yang kembali berbaring dan memainkan gamenya.


"Yak! kau diam saja, lihat saja nanti. sampai saat ini tidak ada wanita yang tidak bisa ku taklukkan"


"Tapi realita berbicara lain, dan sepertinya Hana menyukai Yoon Wo hyung." ucap Jin Sung yang berhasil membuat Jae Hwan dan Tae il menatap satu sama lain, entah apa yang ada di pikiran mereka berdua.


"Kenapa kau bisa menyimpulkan itu?!" tanya Tae il beralih menatap bocah tengil yang satu itu.


"kak Seo Yoon bilang begitu. dia,kan wanita..jadi pasti tau persaan sesama wanita" jelasnya, bahkan ia sama sekali tidak menatap keduanya melainkan asik memainkan game di ponselnya.


"Dan kalaupun aku jadi Hana, aku pasti akan memilih Yoon Wo hyung dari pada kalian berdua." ucapnya telak membuat dua pria itu kesal sendiri pada ucapan adik Ye Jun ini.


Seketika Tae il dan Jae Hwan saling menatap seolah punya pikiran yang sama di otak mereka.


"Kau pegang kakinya" kata Jae Hwan bangkit dari duduknya berjalan menuju branker bersama Tae il.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2