
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Hanna tampak duduk di depan jendela, menatap kearah luar dengan pandangan kosong.
Tok...tok...tok!
"Hanna? kau didalam?" panggil Hyun Il seraya membuka perlahan pintu kamar Hanna yang memang tidak dikunci.
Mungkin selama satu bulan terakhir pernikahan yang tidak pernah terpikir olehnya itu memberikan sedikit kesan dalam hidup Hanna.
Bebas dari Jae Hwan adalah keinginan terbesar Hanna saat dia tinggal bersamanya, tapi entah kenapa sekarang semuanya terasa begitu ambigu. baik untuknya maupun perasaan-nya.
"Tidak! tidak mungkin... bagaimana bisa kau memikirkan itu Kim Hanna!!!" gumamnya
"Hanna!"
"kau baik-baik saja?"
Sontak Hanna menoleh kebelakang dimana ada Kang Hyun Il yang sedang memegang nampan berisi makanan.
"Apa kau masih memikirkan Jae Hwan?"
"Jangan membahas dia lagi" kata Hanna yang langsung mengambil nampan tersebut dari tangan Hyun il.
"Mungkin sekarang dia sudah di neraka" gumam Hanna sambil menyendok makanannya.
Tapi Hyun il yang merasa ada yang tidak benar, ia menatap Hanna dengan begitu intens lalu buka suara "Kau tidak menyukainya,kan?"
Uhukkk - uhukkk~
"Ya! kau bercanda, berhenti bicara omong kosong" sentak Hanna memberikan tatapan tajamnya pada pria satu ini.
"Iyaa iyaa"
"Yasudah, kau lanjut makan saja. nanti temui kakek diruangan-nya" sambung Hyun il seraya bangkit dari duduknya.
"Okey"
Hanna lanjut makan, tapi entah kenapa nafsu makannya hilang saat melihat sebuah notifikasi KakaoTalk masuk di ponselnya.
...----------------...
Hanna berjalan pelan saat memasuki ruangan sang kakek, pria tua yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri ini terlihat sedang terlelap di kursi kebesaran-nya.
Gadis itu tersenyum manis, lalu dengan perlahan melepaskan kacamata yang bertengger di wajahnya.
"Hanna" tegur Tuan Kang saat Hanna baru saja ingin mematikan saklarnya.
"Kakek tak jadi tidur?" tanya Hanna yang kembali menghampirinya.
"Duduklah, kakek ingin bicara denganmu"
__ADS_1
Sesuai perintah sang kakek, ia lantas duduk di kursi.
"Kenapa tidak pernah memberitahu kakek masalah ini?" pertanyaan pertama.
"Maafkan Hanna, Hanna tidak bermaksud menyembunyikan ini dari kakek. tapi keadaan membuat Hanna harus melakukan-nya" jawab Hanna.
Tuan Kang menghela nafas, dan kembali buka suara.
"Kalau begitu! bagaimana dengan rencanamu untuk Bae Han Ju?" dari awal Tuan Kang tahu jika Hanna ingin membalas perbuatan Bae Han Ju.
"Dia tidak semudah yang Hanna bayangkan, hampir seluruh anggota dewan berpihak padanya, bahkan setiap ada scandal semuanya selalu ditutup dengan rapi oleh antek-anteknya " jelas Hanna.
"Lalu, apa kau mau kakek membantumu?"
Hanna menggeleng pelan, "tidak, Hanna tidak ingin pria iblis seperti Bae Han Ju memainkan taktik licik nya pada kakek, apalagi sekarang dia mengincar Kang's Dynamics" tolak Hanna.
Tuan Kang tersentak kaget saat mendengar penuturan Hanna.
"Bagaimana- "Hanna tau dari Hyun il kek" sahut Hanna yang seakan tahu apa yang ingin di ucapkan Tuan Kang.
"Anak nakal itu" gumam Tuan Kang.
"Ada baiknya kakek istirahat di waktu seperti ini, sejauh ini hanya Jae Hwan yang tahu kalau Hanna di adobsi oleh keluarga Kang, tapi tidak oleh Bae Han Ju, seandainya dia tahu.. mungkin dia akan memanfaatkannya untuk mendapat keuntungannya" ucap Hanna di angguki pelan oleh Tuan Kang.
"Baiklah, kakek akan membiarkan Hyun il untuk memimpin perusahaan untuk sementara waktu" kata Tuan Kang.
"yasudah, lebih baik sekarang kakek istirahat. mari Hanna antar" ujarnya seraya membantu Tuan Kang untuk bangkit dari duduknya.
...****************...
Jae Hwan berdiri di dekat jendela kaca sambil memperhatikan ombak pantai yang turun naik, satu tangannya memegang segelas wiski dan satunya lagi ia masukkan kedalam saku celana.
"jika gadis b*doh itu ada disini, pasti dia akan menari ditengah pasir pantai seperti orang gila" pikirnya, seraya menarik senyumnya lalu meneguk wiski miliknya.
Jae Hwan mengangguk, ia meletakkan gelasnya di atas meja dan segera pergi mengikuti Ye Jun.
Selama 3 hari ini mereka semua tinggal di Villa milik rekan Jae Hwan, sambil memikirkan rencana untuk menghancurkan Bae Han Ju.
"Perjanjian sudah kau tandatangi Hanna, kau tidak akan mungkin ku lepaskan, apalagi ku ceraikan" gumamnya sebelum masuk kedalam mobil, tidak lupa smirk-nya.
...****************...
Hanna pergi ke kantor Kang's Dynamics bersama dengan Hyun Il.
Jika dilihat dari penampilannya sekarang, Hanna bukan lagi gadis lugu dan bod*h, seperti identitas sebelumnya, tapi dari awal Hanna sudah membuang itu jauh-jauh, ia hanya menggunakannya untuk mengelabuhi musuhnya.
"Kalau dia menolak, biarkan saja" kata Hanna sambil memegang sebuah berkas di tangannya.
"Tapi ini proyek yang kakek inginkan!" sahut Hyun Il, ia bingung dengan jalan pikir Hanna.
"Dengar Kang Hyun Il si, selama aku ber akting di depan para mafia itu, aku menyadari satu hal! seseorang akan mengejarmu jika kau tidak peduli- "maksudnya?"
"Biarkan saja, Marine Group menolak untuk bekerja sama... kita hanya memperlihatkan jika kita tidak masalah dia menolaknya karena masih banyak yang ingin bekerja sama, maka pihak Marine Group akan berpikir dua kali tentang kesepakatan ini, terlebih pimpinan Marine Group tidak suka jika ada penyesalan dalam dirinya seperti proyek satu ini." jelasnya.
"Sama halnya saat Tae Il mengejar ku? aku tidak peduli dan itu membuatnya semakin bersemangat karena rasa penasaran-nya. kau paham sekarang?!"
"Paham" sahut Hyun il sambil mengangguk pelan.
"Yasudah, aku hanya sebentar disini. lagi pula kakek perlu ke dokter hari ini" ucapnya seraya bangkit dari duduknya.
"Oke, kau hati-hati"
__ADS_1
"iyaa" sahut Hanna melambaikan tangannya saat keluar dari ruangan Hyun Il.
...****************...
"Pak berhenti" pinta Hanna pada sang sopir.
Sontak sopir langsung menginjak rem-nya sebelum masuk kekawasan rumah keluarga Kang.
Selang beberapa menit, keluar sebuah sedan hitam dari halaman rumah besar tersebut.
Mata Hanna membulat sempurna saat melihat Bae Han Ju yang ada di dalam mobil tersebut bersama satu lagi wanita disampingnya.
Hanna langsung saja memutar tubuhnya untuk melihat lebih jeli saat mobil tersebut semakin menjauh dari pandangannya.
"Pak kita kerumah sekarang" pinta Hanna, dan tentunya langsung diangguki oleh pak sopir.
...****************...
"Mari kita targetkan Kim Hanna" tukas Han Ju sambil menatap keluar jendela mobil.
Sedangkan wanita disampingnya hanya tersenyum tipis seolah setuju dengan ucapan lelaki disampingnya.
"dua hasil dengan satu kali bidikan" gumamnya tersenyum licik.
...****************...
Jae Hwan dan yang lain langsung pergi ke kediaman Seok Hyun dan Yoon Wo.
Mereka semua memakai topi, masker dan kacamata agar tidak ada yang bisa mengenali mereka, terutama anak buah Bae Han Ju.
"Apa orang suruhan kita sudah berhasil menyusup?"
"sudah Tuan, menurut informasi.....
"Baiklah, aku yang akan mengambil alih setelah ini"
"Siapa?" tanya Seok Hyun penasaran.
"Jung Wo" sahutnya singkat, seraya melepaskan earphone yang tadi ia gunakan untuk bicara dengan tangan kanannya itu.
...****************...
Preview Next Chp:
"SI*LAN KAU, JUNG JAE HWAN!!!"
"LAMA TIDAK BERTEMU, ISTRIKU......." Pria itu tersenyum dengan ekspresi wajah penuh kemenangan.
...****************...
Kira-kira pesan apa yang didapat Hanna sampai tidak n*fsu makan lagi? selama kalian tahu ponsel Hanna di berikan oleh siapa?
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
__ADS_1
.