
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Jae Hwan keluar dari ruangan Seok Hyun dengan kekesalan yang masih berbekas dalam dirinya, karena Yoon Wo memilih untuk kembali pada Sarah.
Ia bersandar di samping pintu ruangan Seok Hyun dengan tangan yang ia lipat ke dada, lalu jari telunjuknya memerintahkan Hana untuk mendatanginya.
Awalnya Hana tidak menghiraukannya, tapi tatapan pria tampan itu benar-benar membuatnya risih.
"Aku" tanyanya menunjuk dirinya sendiri dan di angguki oleh Jae Hwan yang memberikan kode untuk segera mendatanginya.
Hana memutar malas bola matanya, dan dengan terpaksa berjalan kearah Jae Hwan.
"Apa?!" sahutnya malas.
"Ikut denganku" ujarnya yang tanpa aba-aba langsung menarik lengan Hana.
"Yak! lepas, kau mau membawaku kemana lagi?!" tanya-nya sambil memukul lengan Jae Hwan yang notabennya lebih kuat darinya.
"Ya... "Ssttt... bisakah kau tidak ccerewet sekali saja" sahut Jae Hwan menutup mulut Hana dengan jari telunjuknya.
Seketika Hana langsung memalingkan wajahnya ke kanan, karena Jae Hwan ada di sisi kirinya.
Dalam hati, wanita itu hanya bisa mengumpat kesal dimana bersamaan dengan itu ia juga takut kalau Jae Hwan melakukan hal gila lagi padanya.
Keluar dari Lift, pria berpakaian rapi itu langsung menarik lengan Hana untuk keluar menuju mobil yang sudah terparkir di depan.
"Setidaknya lepaskan tanganku, apa kau tidak malu dilihat banyak orang" kata Hana sambil berusaha melepaskan genggaman Jae Hwan dari lengannya.
"Aku tidak membuat kesalahan, jadi untuk apa aku malu" sahutnya enteng tanpa menghiraukan beberapa pegawai yang mungkin menggunjing Hana.
"Hyung! mau kemana?!" tanya Tae Il yang baru saja datang bersama Si Hwan.
"Bukan urusanmu" sahutnya.
"Oh~ tentu urusanku, mau membawa kekasihku kemana?" ucap Tae Il menahan tangan kiri Hana.
Mendengar ucapan Tae Il membuat Hana menghela napas-nya ditengah perdebatan dua pria yang sedang menariknya ke kiri dan kekanan tanpa ada yang mau mengalah.
"Cukup!!!... kalian berdua sama saja" tekan Hana berusaha melepaskan tautannya dari dua pria tidak beres ini.
Sedangkan Si Hwan, pria itu hanya duduk bersandar di bemper mobilnya dengan tangan yang menyilang ke dada.
"Yak! apa kau tidak ada niatan untuk membantuku" tanya Hana di tengah suasana saling nyolot antara Tae Il dan Jae Hwan.
Tapi pria tampan itu hanya menggendikkan bahunya, seolah tidak peduli sama sekali.
"Hyung, aku yang lebih dulu bertemu dengannya" ucap Tae il seraya menarik Hana ke sisinya.
"Aku tidak peduli, yang pasti dia pegawai perusahaanku" sahut Jae Hwan tidak mau kalah.
__ADS_1
"Kenapa hyung tiba-tiba baik padanya? padahal sebelumnya kau merencanakan pembunuhan Hana" ucap Tae il blak-blakan tapa pikir panjang.
"Bukan urusanmu,,, lebih baik kau temui Seok Hyun hyung di ruangannya" jawab Jae Hwan seraya menarik Hana ke sisinya.
Sedangkan Hana! wanita itu hanya menghela napas.
"Yak!"
Seketika dua pria itu melepaskan tautan-nya, kala Hana membentak mereka.
"Cukup! sebenarnya kalian berdua punya masalah apa?!" ujarnya tidak habis pikir, sambil mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit.
"Sudah kita masuk saja" ajak Si Hwan menarik Tae Il, melihat itu. Jae Hwan langsung menarik Hana masuk kedalam mobil.
...****************...
Entah kemana Jae Hwan mengajak Hana pergi, namun satu yang pasti. kini mereka tengah berdiri di sebuah pusat perbelanjaan.
Hana bahkan bingung, kenapa pria ini membawanya kesana.
"Ikut aku" ujarnya menarik tangan Hana menuju sebuah toko pakaian.
Ia hanya diam dan pergi mengikuti kemana pria ini menariknya, rasanya malas untuk Hana bicara dan berdebat dengannya.
Saat Jae Hwan tengah asik melihat jas yang ada di toko itu, Hana berdiri menunggu dibelakangnya.
"Kau membawaku hanya untuk ini?" tanya Hana tapi tidak di jawab oleh Jae Hwan.
"Bawa itu" suruhnya pada Hana, agar membawa sebuah paperbag berisi pakaian miliknya.
Hana memutar malas bola matanya lalu meraih paperbag itu dan keluar dari sana beriringan dengan Jae Hwan yang berjalan di sampingnya.
Sedangkan Hana, ia memundurkan sedikit langkahnya agar tidak berjalan sejajar dengan Jae Hwan yang notabennya memang atasannya.
Brukkk....
Seorang pria berpakaian rapi lengkap dengan jas-nya tanpa sengaja menabrak Hana hingga ia hampir terjatuh.
"Maaf, aku tidak se-" ucapan-nya terpotong saat mengenali wanita yang baru saja ia tabrak.
Jae Hwan yang merasa Hana tidak mengikutinya, menoleh kebelakang dan mendapati wanita itu masih berdiri di tempatnya.
Ia lantas memutar langkahnya untuk menghampiri Hana, tapi satu yang ia lihat saat berjalan menghampiri wanita itu.
Tangan Hana meremas Rok, ekspresi wajahnya berubah seakan takut pada pria yang berdiri di hadapannya.
Merasa ada yang tidak beres, ia diam sejenak memperhatikan keduanya diposisinya yang hanya berjarak beberapa langkah.
"Sedang apa kau disini?" tanya pria itu pada Hana yang sedari tadi terdiam.
"Siapa dia sayang?" tanya wanita yang sedang menggandeng mesra lengan pria yang menabrak Hana.
"Jal*ng murahan" sahutnya, lalu keduanya tertawa kecil menertawakan Hana ditengah orang yang sedang berlalu lalang.
Hana menahan amarahnya saat pria di depannya ini menyebutnya jal*ng murahan.
"Permisi" ucap Hana berniat pergi dari sana, tapi pria itu menahannya agar tetap di posisinya.
Pria yang punya perawakan lebih rendah dari Jae Hwan itu lantas mendekatkan wajahnya pada Hana.
__ADS_1
"Sampai kapanpun, kau tidak akan pernah bisa bahagia camkan itu!!! dan Ya! teruslah jadi jal*ng, kudengar sekarang kau mendekati CEO JJ.Corp" bisiknya dengan nada penuh penekanan serta mengejek, lalu menyeringai sambil melihat ekspresi wajah Hana yang terlihat takut.
Setelah mengatakan itu, ia melangkah pergi dari sana bersama kekasihnya, namun baru beberapa langkah seseorang menepuk pundaknya hingga sukses membuat pria tadi berbalik.
"Kau belum minta maaf tuan!" ujarnya tanpa melepaskan kacamatanya.
"Kau siapa?" tanya pria itu sambil mengibas bahunya yang tadi di tepuk oleh Jae Hwan, seakan merasa jas-nya kotor.
"kurasa kau tidak memerlukan identitasku, yang ku minta kau hanya perlu minta maaf padanya. bukankah tadi kau yang menabrak-nya?!" ucap Jae Hwan lalu menarik Hana untuk dekat ke posisinya.
"Minta maaf dengan wanita miskin ini! Ck. aku lebih baik minta maaf dengan pengemis dari pada jal*ng murahan ini" jawabnya sambil menatap Hana dengan tatapan jijik.
"Benarkah!"
Jae Hwan lantas menoleh pada Hana lalu memberinya dua pilihan.
"Kau pilih patung yang tidak punya kepala, atau yang punya kepala tapi tidak ada kakinya?" tanyanya.
Mendengar itu, tentunya Hana bingung apa yang dimaksud oleh Jae Hwan.
"Baiklah" ucapnya, padahal Hana sama sekali tidak menjawab pertanyaan-nya.
Jae Hwan lantas menarik kerah jas pria itu hingga dekat dengannya.
"Tarik ucapanmu sebelumnya dan minta maaf serta berlutut padanya, hari ini moodku sedang bagus jadi jangan berpikir untuk menghancurkan-nya." bisiknya lalu menepuk pipi pria itu beberapa kali.
"Aku yakin kau tahu siapa pimpinan JH Group" sambungnya, lalu melepaskan kerah jas pria didepannya seraya membenarkannya.
"Ayo pergi" ajak Jae Hwan menarik lengan Hana, bahkan wanita itu bingung dengan sikap Jae Hwan hari ini.
"Maafkan aku Hana"
Sontak Hana berbalik dan mendapati mantan kekasihnya itu sedang berlutut sambil minta maaf di hadapannya, bahkan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
Melihat itu Hana langsung menyuruhnya untuk bangkit.
"Ya! apa yang kau lakukan, bangun sekarang"
"Aku tidak akan bangun sampai kau memaafkanku" jawabnya.
"Aku memaafkanmu, sekarang bangunlah" sahut Hana yang sedang membantunya berdiri, ia melakukan itu karena malu para pengunjung sedang memperhatikan mereka.
"Dia bisa bangun sendiri tidak perlu kau bantu" ucap Jae Hwan menarik Hana agar berhenti membantu mantan kekasihnya.
Ya. pria yang baru saja berlutut itu adalah mentan kekasih Hana, dimana mereka sudah putus beberapa tahun yang lalu, saat Hana masih berusia 19 tahun, dan sejak saat itu ia tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan siapapun.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
.
__ADS_1