Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.14


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


📞In Call-


"Apa"


"Santai"


"Aku santai kau saja yang perasa, kenapa tiba-tiba menghubungiku? apa uang jajanmu sudah habis?!"


"Bukan itu, aku mau minta bantuan"


"Apalagi?"


"Bisa lacakkan nomor plat mobil?"


"Mau apa kau dengan itu"


"Hish~ kau terlalu banyak bertanya hyung lakukan saja, ini menyangkut hidup adikmu"


"Iyaa iyaa, kirim nomornya."


"Sudah ku kirimkan"


"......"


"sudah?"


"Sebentar"


"......"


"sebenarnya apa alasan kau minta carikan ini?"


"hyung sudah dapat"


"Ini mengarah ke markasnya JDevils"


"Ohhhh~"


"Dasar tidak jelas, sudahlah cepat pulang Ayah dan Ibu sudah menunggumu dirumah"


📞End Call -


Dengan santainya pria itu mematikan telponnya secara sepihak, lalu memberhentikan taksi dan pergi ke tempat yang telah ia dapatkan sebelumnya.


"Kenapa aku jadi penasaran begini?!" gumamnya

__ADS_1


"Dan kenapa Ye Jun hyung tidak mengabariku kalau Jae Hwan hyung sudah menikah. apa mereka semua sengaja tidak mengabariku" gumamnya lagi bicara oada dirinya sendiri hingga membuat sopir taxi bingung sendiri dengan penumpangnya itu.


"Wah~ kalau begitu tidak bisa dibiarkan, enak saja mereka tidak mengabariku" katanya lagi dengan nada tidak terima, serta tangan yang ia lipat ke dada dan tangan kanannya yang memegang dagunya sambil memikirkan rasa penasaran-nya.


"Shh~ tapi kenapa wanita tadi terlihat berontak?!"


Sopir taxi hanya bisa menggeleng pelan ketika melihat pria bernama lengkap Han Jin Sung itu bicara sendirian.


Mungkin pikir sopir, "kasian tampan-tampan begitu ternyata ODGJ"


...****************...


"Sudah bisa ditebak" gumam Hana dalam hati, saat melihat seorang pria yang kini sedang duduk di kursi kejayaannya.


"Apa waktu itu kau masih tidak puas hah! bunuh saja aku, aku lebih baik mati dari pada harus berurusan denganmu." tukas Hana dengan sorot mata yang begitu tajam menatap Jae Hwan.


Pria itu hanya menarik tipis senyumnya, lalu memberi kode pada bawahannya untuk keluar dari ruangannya.


"HYUNG!!! KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU KALAU SUDAH MENIKAH!!!"


Suara Jin Sung menggelegar mengisi se isi ruangan, setelah menerobos masuk tanpa ijin dari Jae Hwan.


"Menikah?! .... menikah dengan siapa??" sahut Jae Hwan bingung, bukannya marah pria itu malah di buat bingung atas penuturan sang adik.


Jin Sung sama sekali tidak menjawab melainkan ia menatap kearah Hana sebenarnya.


“ Bukankah dia istrimu, tadi anak buahmu bilang begitu” ucapnya sukses membuat Hana yang kala itu berdiri membelakangi Jin Sung berbalik menghadapinya.


“Siapa yang kau bilang istrinya?”


“Heh, jangan kau pikir aku juga sudi punya istri jelek sepertimu” balas Jae Hwan dengan tatapan tajam yag saling menatap satu sama lain.


“Tapi dia cantik hyung” sahut Jin Sung dengan wajah polosnya itu, sukses membuat keduanya beralih menatapnya.


“Jadi ini Wanita barumu? Pantas saja kamu mengakhiri hubungan kita” tukas seorang Wanita yang sudah bisa di pastikan itu adalah Bae Arin mantan kekasihnya.


Wanita itu lantas masuk dan berjalan kearah Jae Hwan lalu tanpa rasa malu ia merangkul lengan pria itu.


“Hei curut sejak kapan kau Kembali?” tanyanya pada pria muda yang berdiri di disampingnya.


“Kau masih saja pacarana dengan dia Hyung, Wahh~ kau mafia tapi bodoh masih berhubungan dengan Wanita pelac*--


“Jangan dengarkan dia, maklum baru lepas kendang” ucap Ye Jun yang langsung menyeret adiknya itu keluar dari sana sambil menutup mulutnya yang memang kalau bicara suka blak-blakkan, walau sebenarnya fakta.


“Mmmmm Mmmm—


Jin Sung terus saja mengumpat namun suaranya tidak terdengar karena di bekap oleh sang kakak.


Setelah dua pria tadi pergi, kini hanya tersisa Hana, Arin dan Jae Hwan.


Pertama Jae Hwan melepaskan dulu tautannya dengan Arin, lalu beralih pada Hana yang dari awal moodnya sudah hancur berantakan.


“Dibayar berapa sama Jae Hwan?” tanya Arin dengan tangan yang ia lipat ke dada, tidak lupa tatapan remehnya pada Hana.


“Maaf Nona. Tapi aku bukan seperti yang kau pikirkan, dan ya! Aku juga bukan Wanita baru pria ini” sahut Hana.


“Lebih baik berhenti membawaku secara paksa, jika kau ingin membunuhku bunuh saja aku agar balas dendammu terasa puas, aku terlalu malas untuk berhubungan dengan pria sepertimu.” Tambahnya pada Jae Hwan.

__ADS_1


Tanpa buang waktu Hana langsung mengambil kesempatan untuk kabur dari sana selagi Jae Hwan masih Bersama Arin.


“Mau kemana” tahan Jae Hwan.


“Berhenti mengganggunya, atau aku akan— “akan apa” sahutnya menatap pria yang kini berdiri di dekat pintu.


“aku akan membeberkan seluruh bukti pembunuhanmu pada media, kau tau kan pengaruhku seperti apa? Tidak perlu polisi mungkin pasukan tentara yang akan menangkapmu sekarang juga.” sambung Yoon Wo sukses membuat Jae Hwan perlahan melepaskan tangan Hana.


“Berhentilah mengganggunya hyung, aku tau hyung marah tapi dia tidak ada kaitannya dengan kematian paman dan bibi”


“jangan ikut campur Tae Il. Kenapa sekarang kalian berbalik membelanya sudah berapa kali Wanita ini mem*askan kalian hah!!”


Plakkk


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi ketua Mafia Jdevil’s itu, selama ini tidak ada yang berani melakukan itu, tapi hari ini seorang Wanita bermarga Kim itu berani menamparnya dengan begitu keras.


Membuat semua orang di sana terdiam seakan merasa takut dan kagum secara bersamaan atas keberanian Wanita itu.


“aku sudah benar-benar muak dengan semua ini, aku tidak pernah mengusik kehidupanmu. TAPI!. KAU MALAH MENGURUNG DAN MEMUKULIKU.. KAU PUNYA HAK APA?! Dan masalah pembunuhan orang tuamu aku sangat yakin jika ayahku bukan pembunuhnya, dia hanya seorang CLEANING SERVICE apa menurutmu dia punya motif untuk melakukan itu, kau terpelajar bukan?! tolong gunakan otakmu itu. jangan taunya hanya MELUKAI DAN MENYIKSA SESEORANG!!! .....Dari sini aku bisa berpikir ternyata masih ada yang hidupnya JA-UH LEBIH ME-NYE-DIHKAN dariku.” Tutur Hana dengan nada bicara yang diliputi dengan penuh emosi.


“Apa!!!” sahut Hana dengan gerakan mulut tanpa suara saat melihat Jae Hwan yang melayangkan tangannya..


“Kau bisa pergi” ucap Yoon Wo sambil menahan tangan Jae Hwan yang akan mendaratkan satu pukulan di wajah Wanita itu.


“ternyata kau semakin lemah Sayang, sampai bisa di pukul oleh Wanita lemah sepertinya” kata Arin dengan nada meremehkan sang mantan kekasih.


“Heh nenek lampir, sebaiknya kau pergi dari sini” sahut Seok Hyun yang memang juga ada di sana.


Karena saat Ye Jun mendapat telpon dari sang adik, ia langsung menelpon Yoon Wo takutnya Jae Hwan akan Kembali melakukan hal yang sama seperti waktu itu, dan membuat kakak dan adik itu bertengkar lagi.


Hana menatap dengan tatapan dinginnya lalu pergi dari sana, hampir saja memar di tubuhnya bertambah, jika Jin Sung tidak datang dan ia tidak berani melawan.


Dengan sekuat tenaga Yoon Wo dan Tae il menahan Jae Hwan yang ingin menyusul Hana, karena jelas sekali terlihat dari raut wajahnya, Jae Hwan begitu marah karena merasa harga dirinya tergores akibat tamparan Hana.


"diam!!!" seru Yoon Wo dengan deep voicenya, lalu beralih menatap sang adik.


"Bukankah aku sudah bilang untuk tidak mengganggunya, loloskan saja tahananmu yang satu ini, dia hanya seorang wanita yang bahkan untuk makan saja dia susah Jae Hwan a" kata Yoon Wo. karena benar adanya jika Hana adalah wanita pertama yang mendapatkan perlakuan begitu buruk dari Jae Hwan karena status Ayahnya..


Pria itu memang tidak pandang bulu, tapi sejauh ini ia telah menghindari untuk melukai wanita tapi jika kesalahan-nya terbukti dan jelas maka hukuman yang dia berikan akan sama dengan yang ia berikan kepada pria yang juga bersalah padanya.


Tapi disini Yoon Wo sedikit ragu jika Ayah Hana otak di balik semua ini, serta Hana juga tidak ada kaitannya meskipun ia anak Yeon-U, tapi Kim Yeon-U telah di hukum atas perbuatan-nya .


"Sampai balas dendamku terpenuhi aku tidak akan membiarkan gadis itu lepas dari tanganku" sahutnya dengan urat leher yang bahkan menonjol pertanda ia sedang dalam keadaan yang begitu emosi.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2