Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.42


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Kau baik-baik saja?" tanya Tae il seraya meletakkan nampam berisi bubur yang baru saja ia ambil dari dapur.


"Hmmm, tapi apa bibinya benar-benar memintaku untuk menikah dengan Jae Hwan?" tanya Hana dengan wajah polosnya.


Namun pria di sampingnya terdiam, lalu ia kembali buka bicara "Kamu tidak perlu memusingkan itu, Jae Hwan hyung pasti juga tidak akan menyetujui ini"


"Tapi bagaimana jika dia menyetujuinya?"


"Aku akan membawamu keluar dari sini" ujarnya seraya meraih tangan Hana.


"Selama kau tidak menginginkan itu, semuanya bisa ku tangani" sambungnya.


Mendengar ucapan Tae il, Hana melirik dengan ekor matanya "dia memang bodoh, atau memang karena tergila-gila denganku?" gumam Hana dalam hati.


"Sebenarnya mereka menginginkan apa dariku? dan dimana keluargaku" tanyanya dengan akting yang selama ini sudah kerap ia lakukan.


"Kau hanya sebatang kara, hanya aku yang ada saat kau menjalani operasi. jadi tetaplah bersamaku" jawab Tae il.


"Dia memang buaya di real life" lagi-lagi Hana bicara dalam hati. kala Tae il mengarang tentang latar belakangnya, dimana sebenarnya bibinya masih ada di rumah sakit, walau tidak tahu keadaannya seperti apa? apakah masih hidup atau mati.


Hana mengangguk pelan, mengiyakan ucapan Park Tae Il


"Gadis pintar" ujarnya membelai lembut pucuk kepala Hana.


"Tahan Hana, sedikit lagi tujuanmu selesai, kau hanya perlu mendapatkan lebih banyak lokasi barang haram milik Jae Hwan"


"Kau melamun?" tegur Tae il saat wanita di sampingnya itu tidak bicara apa-apa.


"Aku ingin istirahat, bisakah kau meninggalkanku?" pintanya dengan tutur kata lemah lembut sama seperti Hana yang sebelumnya para pria itu kenal! lugu dan bodoh.


"Baiklah, kau istirahat saja. aku akan bicara dengan yang lain masalah yang tadi" ujarnya seraya menarik selimut untuk Hana yang sudah berbaring di ranjang.


Gadis itu hanya manggut-manggut sambil memperhatikan pria tampan itu keluar dari kamar tamu yang sedang ia pakai seminggu terakhir.


Setelah Tae il keluar, Hana memejamkan matanya mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

__ADS_1


...----------------...


3 minggu yang lalu....


Hana duduk di tepi ranjang, dimana Cha Ji Ah tengah berbaring untuk mengembalikan kondisinya yang sempat drop.


"Maafkan Jae Hwan. Hana! aku tidak menyangka semua yang dia alami membawanya menjadi pria yang mengerikan" tutur Cha Ji Ah lembut


"Tak apa bi, aku sudah melupakan semuanya" bohongnya sambil menampakkan senyum paksanya.


"Terimakasih nak, bibi bersyukur kau mau memaafkan kesalahannya"


"Sebenarnya Jae Hwan adalah anak baik dan penurut, tapi saat kedua orang tua nya meninggal dia tinggal bersama bibi, ditambah harta keluarganya di ambil oleh paman dan bibinya tapi setelah dia remaja Yoon Wo dan Seok Hyun datang untuk menjemputnya" jelas Ji Ah, mendengar itu Hana hanya bisa mengangguk paham.


"Kau tahu Hana?"


Hana menatap wanita tua itu dengan tatapan penuh pertanyaan karena ia menggantung ucapannya.


"jika nanti dia ingin melukaimu lagi, ancam saja kalau kau akan membongkar rahasianya"


"Rahasia?"


"Iyaa, walau anak itu berotot dia takut dengan ulat apalagi kelabang" jelas bibi Cha sambil terkekeh saat mengingat Jae Hwan yang menangis saat kecil hanya karena dijatuhi ulat di pundaknya.


"Bibi serius?" tanya Hana tidak habis pikir sambil menahan tawanya.


Saat keduanya tengah asik membicarakan Jae Hwan kecil, sebuah suntikan tiba-tiba menancal tepat mengenai lengan Cha Ji Ah.


Melihat itu tentunya Hana tidak tinggal diam, ia langsung berlari menuju jendela namun tidak mendapati siapa-siapa.


Ia kembali mendekati bibi Cha, dan melihat wanita itu sudah pingsan membuatnya berniat berteriak. namun sayangnya seseorang sudah memukul kepalanya dengan tongkat bisbol hingga Hana jatuh tersungkur dengan darah yang mengalir dikepalanya.


Pandangannya samar, ia hanya melihat siluet seseorang berpakaian hitam kulit serta bentuk matanya yang terlihat sipit.


Hana tidak tahu itu siapa? namun yang pasti ia mengingat hal yang mungkin menjadi kunci utama untuk mengetahui siapa pelakunya.


Tato Siren?! itu satu-satunya yang ia ingat sebelum tidak sadarkan diri.


...****************...


Flashback


1 minggu setelah ia menjalani perawatan, datang dua orang pria berpakaian rapi mendatangi Hana di ruang MRI.


"Bagaimana keadaanmu?" tanyanya menyandarkan tubuhnya pada dinding .


"Aku baik-baik saja, kenapa tiba-tiba kau menemuiku? jika ada yang melihatmu kita bisa terancam" tanya Hana seraya memposisikan dirinya untuk duduk.

__ADS_1


"Tidak akan ada yang tahu, aku sudah meminta kakakku untuk mengatur ini" jawabnya santai.


"Apa sebaiknya kita mundur saja?" celetuk pria itu.


"Apa! mundur? tidak akan. kita sudah sejauh ini.. aku hanya perlu mendapatkan lebih banyak lagi data mengenai pasar gelap milik Jae Hwan, jika aku bisa merebutnya maka dia akan hancur" jawab Hana dengan ekspresi yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapapun kecuali pria yang kini bersamanya.


"Kau sama sekali tidak berubah" ujarnya bergumam sambil menggeleng pelan.


"Sejauh ini aku sudah mengelabuhi mereka dengan baik, penyamaranku sebagai gadis lugu dan bodoh berhasil memperdaya Min Yoon Wo dan Park Tae Il"


"Balas dendam yang sudah ku rencanakan sejak lama, tidak akan berhenti hanya karena campur tangan dari orang lain... tapi aku masih penasaran siapa orang yang malam itu membunuh bibi Cha" sambungnya.


"aku juga masih tidak berhasil melacak identitas-nya" jawab sang pria beralih posisi dan duduk di banker milik Hana.


"Kita tidak perlu terburu-buru dengan itu, tapi bagaimana caranya agar aku bisa leluasa mencari lebih banyak mengenai Jae Hwan?!"


Pria disampingnya itu sontak ikut berpikir, "tunggu dulu? bukankah dokter mengatakan waktu itu kau kehilangan ingatanmu?" Hana mengangguk.


"Kita gunakan itu saja, kau baru sadar hari ini dan masih ingat denganku artinya kau baik-baik saja. mungkin dokter salah diagnosa waktu itu"


"Lalu?"


"Kau masih tidak paham?" lagi-lagi wanita itu mengangguk karena ia masih tidak paham maksud pria yang sudah ia kenal sejak kecil ini.


"Jae Hwan pasti akan mencarimu karena dia perlu ingatanmu untuk menemukan siapa pelaku yang membunuh Cha Ji Ah! untuk itu dia pasti akan membuatmu berada di dekatnya dan itu kesempatan untuk kita" jelasnya.


Hana mengangguk saat merasa paham apa yang di maksud pria bermarga Kang ini.


Kang? ya. Kang Hyun Il adalah teman Hana... mereka sudah berteman sejak usia Hana 4 tahun dan karena rumah mereka yang juga berseberangan sebelum Hyun Il pindah ke Amerika.


Sayangnya Hyun Il lahir dari keluarga berada dan cucu dari pemilik Kang's Dynamics. perusahaan pemasok senjata militer terbesar di korea selatan.


Mereka semakin dekat setelah pertemuan mereka saat Hana duduk di bangku Sekolah menengah pertama.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2