Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.81


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Bagaimana? Kepalamu masih terasa sakit?!"


Hanna menggelegeng pelan, walau itu berbalik dari yang ia nyatakan. Hanna hanya tidak ingin menyusahkan Jae Hwan.


Pria itu mengecek suhu tubuh Hanna menggunakan punggung tangannya, tapi gadis itu menepis pelan dan berdalih semuanya baik-baik saja sambil berjalan menuju meja rias .


Ayo kita sarapan, pikir Jae Hwan mengajak Hanna tapi gadis itu tumbang lebih dulu hingga ia tanpa bicara langsung menangkap tubuh Hanna dan meletakkannya di atas kasur.


Lagi? kali ini Hanna pingsan lagi, sebelumnya dokter wanita itu sudah memberitahu Jae Hwan agar istrinya itu istirahat.


Pria itu meminta dokter untuk datang kerumahnya, namun sayang! dokter yang biasa menangani masalah keluarganya sedang berada di ruang operasi, hingga mengharuskan pria itu membawanya sendiri kerumah sakit.


Jae Hwan segera mengangkat tubuh Hanna dan membawanya menuju rumah sakit, bahkan saat dokter melakukan pemeriksaan ia juga turut memperhatikan-nya. Sebegitu posesifnya pria satu ini.


"Dokter kata, kau kekurangan vitamin dan sedikit stres... Sebenarnya apa yang kau pikirkan sampai merelakan tubuhmu habis seperti ini?" tanya Jae Hwan menatap lekat wajah Hanna yang baru saja tersadar.


"Tidak ada." bohong Hanna.


"Jangan berbohong."


Hanna memutar malas bola matanya, "aku memang tidak memikirkan apa-apa Jung Jae Hwan."


"Kalau begitu berikan aku jawaban kenapa kau bisa disini sekarang?" tanya Jae Hwan sambil melipat tangannya.


Hanna hanya menggendikkan bahunya, seolah acuh dan tak menghiraukan pria yang berdiri di samping brankernya itu.


"Kau stress karena memikirkan bagaimana cara menggugurkan anak dalam perutmu bukan!"


Damn


Hanna ingin membantah, namun seolah kerongkongannya tercekik hingga tak ada suara yang keluar.


Jae Hwan tersenyum remeh, lalu duduk di tepi ranjang rumah sakit yang sempit itu.


Jae Hwan mengelus lembut surai hitam Hanna, lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke sisi wajah Hanna.


"Dengarkan aku baik-baik Kim Hanna! Penjara yang ku siapkan untukmu jauh lebih mengerikan dibanding penjara narapidana diluar sana. Selamat menikmati kehancuranmu mulai detik ini." Jae Hwan berbisik, lalu tersenyum licik seolah itulah keinginannya.

__ADS_1


Hanna terdiam, tubuhnya membeku seolah tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Apa maksudmu?!" tanya Hanna dengan nada parau.


"Hanna, Hanna... Kau pikir aku tak tahu masalah ahli waris itu?!" ujar Jae Hwan bangkit dari duduknya dan berdiri membelakangi Hanna.


"Kau salah sayang, semua yang kau pikir sudah kau sembunyikan tak ada apa-apanya untukku. Kau terlalu lemah untuk bisa melawan diriku"


"Apa maksudmu Hah!"


"Kau masih tak mengerti? Baiklah, aku akan membantumu agar bisa mengerti."


"Kau kembali ke mansionku, setelah kesepakatan jika aku tak akan mengganggu keluarga Kang, Oke. itu ku tepati karena kesepakatan itu milikku. Tapi-


Jae Hwan menggantung ucapannya dan berbalik menghadap Hanna.


"kesepakatan untuk mengembalikan saham Kang'S Dynamic bukan penawaran dariku! Kau bermimpi untuk bisa mengambil alih JH Group dengan membeli saham yang tak seberapa itu untuk menghancurkan diriku?! Ck. Kau salah Hanna! Dengan hadirnya anak itu, maka mulai detik ini Kang's Dynamic akan berpindah tangan padaku. Bukankah itu yang kau pikirkan sampai stress seperti ini"


"Seharusnya Tuan Kang tidak memberikan warisan untuk gadis miskin dan bodoh sepertimu."


Hanna semakin dibuat tak percaya, matanya mulai berkaca-kaca. Ia masih tak mempercayai ucapan suaminya barusan.


"Jika kau berpikir, hanya dirimu yang bisa berakting. maka kau salah, kau terlalu naif untuk hidup di dunia manipulatif ini" ucapan Jae Hwan telak membuat Hanna tak bisa menahan air matanya.


"Jadi selama ini- "Aku hanya memainkan sedikit peran, agar bisa membuat gadis bodoh sepertimu sadar akan posisi."


"Ya. Jung Jae Hwan!" teriak Hanna diiringi air mata yang perlahan mengalir dari pelupuk matanya.


"Brengs*k!!!"


"Apa sekarang balas dendam mu sudah selesai! kau sudah menggunakan cara menjijikan untuk menjatuhkanku? sekarang, kau ingin aku hancur seperti apa lagi!!!" tekan Hanna dengan air mata yang berlinang.


Semuanya palsu, Jae Hwan hanya menggunakan kata cinta untuk memperdaya Hanna agar jatuh ketangannya.


Obsesinya untuk balas dendam tidak pernah hilang, dari awal Hanna adalah incarannya ditambah waktu itu Hanna membohonginya dengan berniat menghancurkan seluruh kerajaan bisnisnya.


"Kau puas sekarang?!" kata Hanna


"Aku tak akan pernah puas, sebelum melihatmu begitu menderita sampai kau sendiri yang menginginkan aku membunuhmu!" ucap Jae Hwan dengan urat leher yang menyembul.


"Bunuh saja aku sekarang! Aku tak akan pernah sudi melahirkan anak dari pria iblis sepertimu!" kalimat itu keluar lagi setelah beberapa lama.


"Tidak sayang, aku tak akan pernah membiarkanmu mencelakai anak itu." sahut Jae Hwan dengan entengnya, tanpa beban sedikitpun.


Jae Hwan meraih kasar dagu Hanna dan mencengkram-nya dengan begitu kasar.


"Perlu waktu banyak untukku membuat keputusan meletakkan darah dagingku di rahimmu. Jadi jangan berpikir untuk macam-macam!"


"SEBENARNYA APA MAUMU SIALAN!!!" teriak Hanna frustasi.

__ADS_1


Jae Hwan sudah mengetahui jika Hanna hamil beberapa hari yang lalu setelah dokter keluarganya mengkonfirmasi hasil tes darah Hanna.


Sebelumnya Jae Hwan hanya berniat mengurung Hanna dalam pernikahan yang menyiksa mentalnya, tapi semua itu berubah setelah Jae Hwan mengetahui Hanna memiliki hak waris dari Tuan Kang.


Bahkan Yoon Wo dan Seok Hyun sama sekali tidak tahu menahu mengenai hal ini.


"Apa ini sifat aslimu? Seharusnya aku tidak jatuh kedalam skenario manismu selama ini!" ucap Hanna.


Ekspresi gadis itu sudah tak bisa terbaca lagi, ada amarah dan perasaan lain yang bercampur jadi satu dalam dirinya saat ini.


Namun satu yang Hanna sadari, hati nya benar-benar tenggelam dalam rasa sayangnya pada pria yang sudah mempermainkan-nya sejauh ini.


"Jung Wo yang akan menjemputmu" ucap Jae Hwan lalu berjalan menuju pintu keluar, tapi sebelum itu ia sempat menoleh dan mengatakan "Jangan coba-coba berpikir untuk kabur?!"


Lalu dengan santainya, pria itu pergi meninggalkan Hanna yang masih belum pulih sepenuhnya sendirian di sana.


Arghhh...


Hanna duduk sambil memeluk kedua kakinya, ia terdiam dengan pikiran kosong, bahkan air matanya kini telah mengering.


Jahat! itu sudah tak ada artinya bagi Hanna. yang ia pikirkan sekarang! Apa yang harus ia lakukan dengan janin yang ada di rahimnya.


Sekalipun dirinya berpikir untuk menggugurkannya, hati Hanna masih tak sanggup melakukannya. Ia tak sejahat itu sampai membunuh jiwa yang tak bersalah.


Tapi Hanna masih tak habis pikir, bagaimana ia bisa tertipu dengan perlakuan Jae Hwan selama ini.


Hanna merasa semua itu nyata, Jae Hwan memang benar-benar memperlakukannya dengan baik. Bahkan hubungan yang sempat mereka lakukan beberapa kali, itu semua karena kemauan mereka berdua.


...****************...


"Bersiap untuk akusisi," perintah Jae Hwan seraya masuk kedalam mobil.


"Selamat tinggal Kang's Dynamic" gumamnya tersenyum tipis.


"Apa semuanya akan berjalan lancar Tuan?" tanya Jung Wo melirik Jae Hwan dari kaca depan.


"Aku akan memastikan itu! Hanna harus mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya" sahut Jae Hwan.


Jung Wo mengangguk pelan, dan segera melajukan mobil menuju kediaman keluarga Kang.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2