Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.58


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Jae Hwan membaringkan Hanna di atas ranjang lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh kecil istrinya.


Tanpa istirahat, pria itu melangkah masuk ke kamar mandi untuk mandi dan segera bersiap untuk melakukan penerbangan malam ini juga.


Selesai bersiap, Jae Hwan duduk di tepi ranjang sambil melakukan panggilan dengan seseorang lalu dilanjutkan dengan Ye Jun.


"Aku saja yang mengurus semuanya"


"Tapi. Hyung"


Tut!


Jae Hwan langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan bangkit dari duduknya, ia menatap sebentar kearah Hanna.


"Jika nanti kau bebas, mungkin balas dendamku padamu sudah berakhir" gumamnya lalu segera keluar dari kamar sambil menenteng tas kerja bersisi berkas penting yang dibutuhkan.


...****************...


Hanna menggeliat pelan saat matahari mulai memenuhi celah-celah jendela. Ia membuka mata dan merasakan betapa teriknya matahari terbit.


Tapi kenapa ia berada di kamar? bukannya kemarin malam ia tertidur di mobil? apa Jae Hwan yang membawanya? Bisa jadi.


Saat Hanna mulai memperjelas pandangannya, ia menelisik se isi kamar, rasanya terlalu sunyi untuk hari yang masih sepagi ini.


"Kemana dia?" gumam Hanna seraya merapihkan tempat tidur.


"Apa sudah ke kantor sepagi ini? ah mungkin saja. sudahlah Hanna pikirkan saja dirimu"


Gadis itu segera masuk ke kamar mandi untuk mengawali hari dengan membersihkan dirinya.


Selesai bersiap, Hanna lantas melangkah keluar dari kamar menuju dapur untuk sekedar membuat sarapan agar perutnya terisi.


20 menit lamanya Hanna berkutat dengan bahan masakan, akhirnya sandwich yang ia buat telah disajikan bersama segelas susu.


Ia mulai mendudukkan dirinya di meja makan sambil sesekali melihat se isi rumah yang begitu besar tapi hanya ada kesunyian didalamnya.


Hanna menghela napas lelah, rasanya rumah ini terlalu besar hanya untuk dirinya dan Jae Hwan tinggali.


Hanna terlalu bosan untuk seharian hanya berada di kamar tanpa melakukan apapun, ingin menghubungi Hyun Il pun sia-sia, karena ada penyadap yang di pasang Jae Hwan di ponsel barunya.

__ADS_1


Biasanya saat Jae Hwan libur, adu mulut pasti terjadi di antara mereka berdua tapi sekarang sangat sunyi bahkan cicak saja enggan mengisi suaranya di rumah besar itu.


Dengan menyingkirkan rasa gengsinya, Hanna mencoba untuk menelpon Jae Hwan tapi sayangnya tidak di angkat, bukan tidak di angkat tapi lebih tepatnya ponselnya mati.


Hanna mengerutkan dahinya, tidak biasanya ponsel pria ini tidak aktif.


Sudahlah, Hanna memilih untuk segera menyelesaikan sarapannya lalu membereskan bahan masakan yang sebelumnya masih ia biarkan berantakan.


...----------------...


Jam sudah menunjukkan pukul 21.59, tapi Hanna tak kunjung merasakan jika suaminya itu pulang.


"Apa dia pergi ke bar lagi?" gumamnya


Hanna mencoba untuk tidak peduli, tapi rasa penasaran terus muncul di otaknya.


"Apa sekarang kau khawatir seperti seorang istri Hanna? Ayolah!" gadis ini terus bicara sendirian ditengah rasa penasaran yang mungkin adalah sebuah kekhawatiran.


"Lebih baik aku nonton tv saja" gumamnya seraya meraih remot tv yang ada di atas meja, dimana ia kini tengah duduk di ruang keluarga sendirian tanpa ada yang menemani, kecuali para pelayan dan pengawal yang bekerja di mansion besar itu.


Sebuah gedung 5 tingkat yang ada di Boston Amerika Serikat dikabarkan roboh pada pukul 13.04-


"Hanna!!!" sontak Hanna menoleh kearah lorong yang mengarah ke ruang tamu.


Hanna lantas melangkah menuju ruang depan meninggalkan televisi yang masih menyala.


Setidaknya 7 orang dinyatakan masih hilang sampai saat ini, para aparat kepolisian sudah melakukan pencarian semaksimal mungkin, menurut para ahli, penyebab gedung BIO N ini roboh karena bahan bangunan yang tidak memenuhi standar kelayakan... tapi itu masih spekulasi belum ada pernyataan langsung dari pihak kepolisian~


Sementara itu Hanna yang sudah berada di ruang tamu menatap bingung dua pria yang terlihat ngos-ngos an ini, seolah baru saja ikut lomba maraton.


"Kalian kenapa?"


"Jae Hwan. Hyung-


"iyaa, kenapa?"


"Roboh, hosh hosh~ sambil menentaralkan nafasnya, Jin Sung mencoba untuk memberitahu Hanna, begitu juga dengan Si Hwan yang ikut ngos-ngosan sampai Hanna ikut sesak sendiri melihatnya.


"BIO N Roboh, Jae Hwan. Hyung"


"Bicara yang benar bod*h?"


"Jae Hwan Hyung masuk kedalam daftar orang hilang dalam gedung roboh di Amerika" ucap Si Hwan langsung tanpa jeda.


Brak~


Hanna kaget saat ia tidak sengaja menjatuhkan remot tv yang kala itu ia pegang, hingga berhamburan dilantai.


Ingin bicara, Hanna tidak tahu ia harus apa sekarang! apakah harus sedih karena suaminya terjebak dalam reruntuhan? atau senang karena ia bisa bebas dari pernikahan yang tidak pernah ia inginkan ini?


"Hanna!!! sadarlah, Ayo ikut sekarang" ujar Si Hwan yang langsung menarik Hanna menuju mobilnya di ikuti oleh Jin Sung.

__ADS_1


Bak orang linglung Hanna hanya diam di mobil dengan pikiran kosong, logikanya terus menari kesenangan tapi hatinya merasa sakit layaknya ada yang menancap hatinya.


Si Hwan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara, dimana Seok Hyun dan yang lain sudah menunggu di sana.


Semuanya terlalu cepat, Hanna tidak bisa berpikir jernih, baru tadi malam mereka pergi bersama sekarang hal ini terjadi.


Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di bandara Incheon, sambil menarik Hanna Si Hwan memastikan mereka tidak terlambat.


"Kita berangkat sekarang" ajak Seok Hyun


"Tunggu dulu!" cegat seorang pria yang langsung menahan lengan Hanna.


"Hanna tidak perlu pergi, Jae Hwan sudah pasti tewas," ujar seorang pria tua kisaran 60-65 tahun, yang saat ini berdiri di depan mereka semua sambil memegang tongkatnya


Yoon Wo sudah mengepal kuat kedua tangannya tapi di tahan oleh Seok Hyun.


"Adik kalian menikahi cucuku dengan paksa dan menjadikannya sebagai tawanan selama satu bulan ini tanpa sepengetahuanku! dan sekarang dia sudah tewas. jadi jangan membawa Hanna lagi kedalam masalah kalian, terutama pria si*lan itu" tukasnya dengan nada tenang namun tajam.


"Maaf! tapi Hanna adalah istri sah dari Jae Hwan jadi dia harus ikut" Seok Hyun mencoba menengahi situasi kacau ini.


Hanna menatap Hyun il, yang saat ini masih menahan lengannya, Hanna sadar jika pria ini sudah menceritakan semuanya pada sang kakek.


"Jika kalian berani membawanya selangkah saja dari hadapanku, kalian akan tahu akibatnya" ancam Tuan Kang tidak main-main.


"Sebelum Jae Hwan masih belum dinyatakan tewas, Hanna harus ikut dengan kami" balas Yoon Wo bersikeras.


"Hyun il-ah, bawa Hanna pulang kakek akan mengurus masalah ini" perintahnya.


Saat itu juga Hyun Il langsung menyuntikkan benda tajam berisi bius ke leher Hanna hingga gadis itu pingsan.


Semua orang disana kaget, ternyata Tuan Kang memang seperti yang orang katakan.


Pria tua yang sangat keras kepala, apalagi kalau menyangkut keluarganya, dia tidak segan-segan menghalalkan segala cara agar menang.


Itulah alasan kenapa Hanna tidak ingin Hyun Il memberitahukan ini pada Tuan Kang, karena peperangan akan dimulai jika Jae Hwan dan Tuan Kang dihadapkan satu sama lain.


"Hyung. kita tidak punya banyak waktu lagi, petugas sudah memberitahu untuk segera pergi" bisik Tae Il yang juga hanya bisa diam, karena baru kali ini ia bertemu dengan Tuan Kang, kakek sekaligus orang tua angkat dari Hanna.


Tapi perhatiannya sekarang lebih tertuju pada Jae Hwan yang entah masih hidup atau tidak.


Mau tak mau, Seok Hyun dan yang lain mengalah dan memilih untuk segera melakukan penerbangan ke Amerika.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2