Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.63


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Hanna duduk dengan ekspresi kesalnya, tak habis pikir bagaimana bisa Hyun il kecolongan sampai Jae Hwan berhasil mempengaruhi para pemegang saham untuk menjualnya.


"pilihan kita hanya ada dua" celetuk Hyun Il menoleh pada Hanna yang duduk disamping-nya.


"Mengikuti perintah Jae Hwan untuk menjatuhkan Bae Han Ju, atau... mengambil jalan lain untuk menjatuhkan Jae Hwan dan Bae Han Ju dari awal lagi?!"


Hanna memijat keningnya "Tapi aku tidak mau lagi kembali ke mansion itu"


"Kalau begitu, kita mulai lagi semuanya dari awal" sahut Hyun Il.


"Tapi Jae Hwan pasti akan mengetahui semuanya dengan mudah, sekalipun kita melakukannya secara diam-diam"


"Aku juga berpikir seperti itu, lalu sekarang jalan apa yang kita pilih?"


Hanna menghela kasar nafasnya, "tidak ada pilihan lain! aku akan kembali pada Jae Hwan dan memulai semuanya lagi dari awal dengan rencana baru"


"Kau Yakin? tapi kakek pasti tidak akan membiarkan itu!"


"Mau tak mau aku juga harus tetap melakukannya, nama kakek sekarang sudah menjadi pembicaraan dimana-mana setelah berita hari itu, dan karena hal itu Jae Hwan memiliki kesempatan untuk mempengaruhi para pemegang saham" jelas Hanna


"Aku pikir itu perbuatan Bae Han Ju?"


"awalnya aku juga berpikir seperti itu, tapi jika dipikir lagi, hanya Jae Hwan yang mengetahui bahwa aku di adobsi oleh keluarga Kang, dia memberikan umpan itu pada Bae Han Ju dan membuatnya datang untuk mengancam kakek hari itu!" Hanna bangkit dari duduknya lalu melangkah menuju jendela kaca untuk menatap jalanan dari posisinya.


"Baru setelah itu dia datang untuk memberi penawaran dengan alasan aku tidak akan aman jika terus tinggal di rumah setelah berita scandal itu terungkap, entah dari mana pria itu mengetahui kalau kakek terlibat dengan anggota dewan Jang, dan membuat namanya masuk kedalam list suap se*sual" sambung Hanna.


Hanna akui suaminya itu bukan pria yang bisa dia jatuhkan hanya dengan sekali tembak, melainkan ia harus menghancurkan beberapa tembok pelindung sebelum membidik sasaran utama.


Sementara itu, Bae Han Ju berpikir jika dirinya telah menang dari Tuan Kang karena berhasil membuat namanya akhir-akhir ini dibicarakan di media, tapi nyatanya itu hanyalah umpan yang dibuat Jae Hwan untuk keuntungan-nya.


"Dengan satu scandal Jae Hwan berhasil mendapatkanmu dan para pemegang saham sekaligus" ucap Hyun il dan dibalas anggukan oleh Hanna untuk membenarkan.


"Karena semua masalahnya bermula dariku, aku akan menyelesaikannya sendiri" tukas Hanna.


"Kau benar-benar yakin bisa melakukannya sendiri, jika salah langkah sekali lagi.. Jae Hwan akan benar-benar membunuhmu"


"Itu adalah resiko yang harus ku tanggung, sudah cukup keluarga kalian baik padaku selama ini, saatnya aku membalas kebaikan kalian walau nyawaku taruhannya,,, perusahaan tidak bisa jatuh ke tangan yang salah"

__ADS_1


Hyun Il membalik tubuh Hanna untuk menghadap dirinya, pria yang lebih tua 3 tahun dari Hanna itu lantas menarik tubuhnya untuk sekedar memberi kehangatan dengan sebuah pelukan yang ia berikan.


"Aku akan selalu berada dipihakmu" gumamnya sambil mengelus rambut Hanna.


Gadis itu mulai mengeratkan pelukannya sambil menutup matanya, rasanya begitu tenang saat berada di pelukan Hyun Il, pria yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. entah Hyun il menganggapnya seperti apa? apakah sebagai adik atau sebagai wanita?!.


Cukup lama pelukan hangat itu mereka akhiri, Hanna meraih tasnya dan bersiap untuk pulang ke mansion milik suaminya.


"Apa kau ingin ku antar?" tawar Hyun il.


"Jika itu merepotkan, jangan" sahut Hanna, lalu melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruangan tersebut.


Hyun il lekas menyusul Hanna untuk mengantarnya, lebih tepatnya, ia mengantar Hanna menemui nasib buruknya.


...****************...


"hingga akhirnya, aku harus kembali lagi ke mansion sialan ini," gumam Hanna sambil menghela nafas jengah.


Hanna berjalan melewati beberapa penjaga yang berjaga di mansion tersebut.


Ia berjalan dengan lunglai, tenaganya hampir habis setelah beradu mulut dengan Jae Hwan, dan memikirkan rencana apa yang bisa ia pakai agar bisa menang dari Jae Hwan.


"Aku pulang" gumamnya pelan.


Suasana rumah ini terasa kosong, sepertinya pemilik rumah sedang keluar.


"Apa dia masih di kantor" Hanna bergumam sembari melepas hils-nya karena merasa kakinya penat.


"Baru pulang?"


Astaga!


Hanna terperanjat kaget mendengar suara yang tiba-tiba muncul dari belakang. Dan itu suara Jae Hwan.


"Kau baru pulang?" tanya Hanna dengan kening berkerut.


Jae Hwan berjalan mendahului Hanna sambil memegang tablet miliknya menaiki anak tangga. "Kenapa? kau berharap aku sudah pulang, dan tidur?"


Sedangkan Hanna hanya diam tak berani menjawab.


Dimana keberanianmu Hanna!


Mungkin karena kejadian siang tadi, Hanna tidak berani menjawab ucapan Jae Hwan dan mengeluarkan nada tinggi serta umpatannya.


"Bagaimana? apa selama ini kau berpikir aku akan mati konyol di reruntuhan itu?"


"Seharusnya" gumam Hanna dengan nada yang teramat pelan.


"Sekarang aku sudah pulang seperti kemauanmu, jadi berhenti mengancamku dengan nama kakek" kata Hanna mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Pria itu lantas berjalan mendekati Hanna yang masih ada di depan anak tangga.


Ia turun sambil memasukkan tangan kirinya kedalam saku celana. "Selama kau patuh, aku tidak akan mengusik orang didekatmu"


"Oke. deal, jika kau ketahuan mengganggu orang-orangku lihat saja nanti" peringat Hanna tanpa menurunkan tatapan tajamnya.


"Baiklah, sekarang masuk kamar dan bereskan barangku"


" kau pikir aku pembantumu!" sahut Hanna.


"itu memang tugasmu sebagai istri!!!"


"Dengar Tuan. ku tekankan sekali lagi! kita menikah di atas kertas dan itupun tanpa persetujuan dariku, jadi kau tidak punya hak memerintahku se enak jidat"


"Tapi kenyataan-nya, kau adalah istriku." ujar Jae Hwan dengan senyum miringnya.


"ISTRI ISTRI DAN ISTRI! APA HANYA ITU ALASANMU UNTUK MENEKANKU!!!"


"YAK KIM HANNA!!!" Balas Jae Hwan dengan nada tidak kalah tinggi.


"Terserah!" Hanna berjalan cepat menuju kamar dan menutup pintu dengan keras.


Entah kenapa mereka berdua terus saja bertengkar dan berselisih paham. Membuat suasana semakin runyam.


Jae Hwan menghela kasar nafasnya, dan pergi menuju ruang kerja setelah mendapati suara keras dari pintu kamar.


Baru saja Hanna masuk kedalam kamar, ia kembali dibuat emosi setelah melihat kamar dalam keadaan berantakan.


"Ah. aku benar-benar bisa gila kalau begini" gumam Hanna sambil memijat pangkal hidungnya.


Meletakkan tas-nya, Hanna mulai memungut pakaian Jae Hwan yang berhamburan.


"YAK! JUNG JAE HWAN!!!"


Hanna mengacak frustasi rambutnya saat melihat closet room benar-benar berantakan, semua pakaian jatuh kelantai termasuk pakaian Hanna.


Sedangkan Jae Hwan yang mendengar samar teriakan Hanna hanya tersenyum puas sambil memeriksa pekerjaannya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2