Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.76


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Kau baik-baik saja?"


Itulah pertanyaan yang pertama kali Jae Hwan lontarkan.


"Menurutmu?!"


"Apa kau tak lihat lukaku?" lanjut Hanna dengan wajah malasnya.


Jae Hwan langsung menarik lengan Hanna untuk di obati, untungnya itu hanya luka goresan tanpa harus dijahit.


Tapi sebelum itu ia sempat menolehkan wajahnya pada Ye Jun.


"Ye Jun, kau lacak seluruh pergerakannya. Dan jam berapa dia tiba di Seoul" perintahnya.


"Oke, Hyung" sahut Ye Jun yang langsung saja pergi dari mansion besar tersebut.


"duduklah"


Hanna lantas duduk di tepi ranjang sembari memperhatikan pria yang saat ini sibuk mencari kotak obat.


"Dilaci sebelah Kanan bawah" ucap Hanna


Jae Hwan lantas kembali dan duduk di samping Hanna, setelah berhasil mendapatkan kotak obatnya.


"Tahan sebentar saja" ucap Jae Hwan, dan dengan santai nya gadis ini menurut.


Jae Hwan mengoleskan obat berbentuk krim ke leher Hanna, dimana tat kala sesekali gadis itu merintih kesakitan karena merasakan perih yang teramat pada lehernya.


Tapi di sisi lain, Jae Hwan malah beradu argumen dengan hati dan pikirannya.


Pria itu menelan kasar salivanya, saat mengoles jenjang leher Hanna yang tersibak.


Jae Hwan menginginkannya? Tentu. Pria itu semakin mengiginkannya, saat Hanna tak sengaja mendesah pelan karena rasa perih di lehernya.


Jae Hwan menggenggam kuat selimut sambil mengarahkan pandangannya kearah lain.


"Sebenarnya siapa mereka? Apa ini ada kaitannya dengan statusku yang sekarang?" tanya Hanna.


Jae Hwan hanya terdiam, "Kau istirahat saja. Aku ada urusan, Jangan sekalipun berniat untuk keluar dari rumah tanpa pengawasan siapapun"


"Jawab dulu pertanyaanku sebelumnya! Dia siapa?" Hanna bersikeras, ia penasaran siapa yang tadi berani hampir menculiknya.


"Jangan membuat aku meninggikan suaraku Hanna! Jika ku bilang tidak, maka Tidak."


"Iyaa, begitu saja marah" gumam Hanna jengkel, dan langsung membalik tubuhnya membelakangi Jae Hwan.


Setelah Jae Hwan pergi, Hanna membuka matanya sedikit, sekedar mengintip apakah pria itu masih ada atau tidak?


Lekas Hanna meraih ponsel pintar miliknya yang tersimpan tanpa sepengetahuan Jae Hwan.


To ........


"Selidiki Jae Hwan, dan musuhnya yang masih belum berhasil kita lacak."

__ADS_1


...****************...


"Bagaimana kabarmu, Tuan Bae?" tukas seorang pria dengan perawakan besar dan tinggi lengkap dengan setelan jas miliknya.


Pria paruh baya itu hanya tersenyum tipis dan mempersilahkan sang tamu untuk duduk.


"Seperti yang kulihat, karirmu di dunia politik sepertinya sudah berkembang sangat pesat" tambahnya.


"Bahkan, partai unggul bisa kau kendalikan"


"Mudah bagiku" sahut Bae Han Ju sambil tersenyum sombong.


"Kau tahu, bukan. Maksud kedatanganku?" tanyanya melirik ke arah Tuan Bae.


Tentunya pria paruh baya itu langsung mengangguk, lalu mereka berdua mulai mengambil segelas minuman yang ada di atas meja, dan di lanjutkan dengan ketukan gelas tanda kesepakatan mereka.


"Jae Hwan sedang mengincar SCAR Holdings! Apa kau tahu itu?"


"Langkahku selalu di depan anak kecil itu" Jawab Bae Han Ju tertawa remeh.


"Dia mengincar SCAR Holdings untuk membuat keuanganku lemah. Ck, dasar anak bau kencur" ujarnya lagi tanpa menurunkan ekspresi remehnya.


"Kau harus memotong seluruh ekormu, dan membiarkan SCAR Holdings bangkrut di tangan orang lain" sebenarnya maksud pria itu, Bae Han Ju harus mengorbankan bawahannya untuk mencuci tangannya.


"Kau tak perlu menghawatirkan itu, aku bisa mengurusnya sendiri. Tujuanku memanggilmu, karena aku menginginkan kehancuran Jae Hwan beserta perusahaan-nya." ucap Tuan Bae.


Pria itu lantas tersenyum, lalu meletakkan sebuah berkas tepat di depan pandangan Bae Han Ju.


Nama : Kim Hanna


Tempat tanggal lahir : 06 Februari 1998, Distrik Mapo, Mapo-gu Seoul.


".............."


TB : 170


Orang Tua :


Ayah : Kim Yeon-U


Pekerjaan : .............


Ibu : Lee A-Yeong


Pekerjaan : Pembantu Rumah Tangga.


"Kim Hanna, lulus kuliah seni dari salah satu universitas terkenal di Amerika, dengan sumber pendanaan dari yayasan Kang's Dynamic" ucap pria bernama lengkap Go Hyun Tae itu.


"Ini target yang pas untuk melemahkan Jae Hwan" sambungnya yang langsung mendapatkan anggukan dari Tuan Bae.


Seluruh data pribadi Hanna ada dalam berkas tersebut, bahkan surat adobsi juga berhasil mereka dapatkan.


"Aku akan mewujudkan impianmu untuk menguasai pasar gelap di korea, menyingkirkan pasar J'Devils. Dengan syarat! Jae Hwan hancur dan terpuruk" ujar Tuan Bae angkat bicara dan tentu saja, pria yang duduk bersamanya di ruang tamu itu tersenyum penuh arti.


"Itu mudah bagiku, tapi kudengar kau juga menyewa Jeslyn untuk mempengaruhi Jae Hwan?"


"Jal*ng itu tak berguna, sia-sia saja aku membayarnya mahal" jawab Tuan Bae.


"Aku akan menyingkirkan wanita itu secepatnya, jika tidak. ia akan memerasku" lanjut Tuan Bae di angguki setuju oleh Go Hyun Tae.


"Aku yang akan memerintahkan bawahanku untuk menyingkirkan Jeslyn, gadis itu hanya benalu" balas Hyun Tae tersenyum licik.


"Kau serius?"


"Tentu," sahutnya yakin.

__ADS_1


"Bukankah dia mantan kekasihmu?" tembak Tuan Bae.


"Aku hanya memanfaatkan tubuhnya untuk kesenanganku. Wanita itu tak lebih dari jal*ng murahan" sarkas Go Hyun Tae.


(Sebelumnya udah pernah dijelasin kalau Jelsyn mempunyai selingkuhan)


Tuan Bae hanya tersenyum tipis, seraya meneguk minumannya.


...****************...


"Tuan, semuanya berjalan dengan lancar"


"baiklah, terus awasi mereka" perintahnya lalu mematikan sambungan telponnya.


"Bagaimana? kau dapat sesuatu?" tanyanya sambil menoleh pada Ye Jun.


"Sebentar, Hyung" sahut Ye Jun yang sedang fokus dengan laptop dan monitor-monitor miliknya.


"Okey." gumam Ye Jun menekan tombol enter dan langsung membuat layar menampilkan data pribadi seseorang yang sedang mereka incar.


"Go Hyun Tae" gumam Jae Hwan ber smirk.


"Mereka sengaja mengincar Hanna untuk menyerang kelemahanmu, Hyung."


"Aku tahu itu,"


"Kita lihat, sejauh mana mereka bisa bertindak? Mereka pikir aku akan kalah?! Ck. tak akan pernah." gumam Jae Hwan menarik tipis senyumnya.


Hanya ekspresi seorang psikopat gila yang saat ini pria itu tampakkan, bahkan Ye Jun yang melihatnya hanya bisa menelan kasar salivanya.


"Jung Wo, perintahkan anak buah untuk menjual seluruh saham mereka, kita hancurkan HG entertainment lebih dulu, dan hubungi para media untuk membongkar seluruh scandal artisnya yang sudah kita dapatkan."


"Baik Tuan" lekas Jung Wo pergi untuk memberikan aba-aba pada bawahannya.


"Kau pikir langkahmu selalu di depanku? Tck, dasar tua bangka bodoh" gumam Jae Hwan.


Dimana rencananya untung menghancurkan SCAR Holdings hanyalah pancingan yang ia gunakan agar Bae Han Ju lengah dan Jae Hwan bisa mengincar HG entertainment dengan leluasa.


HG entertainment, adalah anak perusahaan HG Group. Perusahaan no. 5 terbesar di korea selatan.


HG group ada di bawah pimpinan anak Jang Moon Yeong, yang menjabat sebagai Mahkamah Agung.


Dan tentunya itu hanyalah topeng yang dibuat Bae Han Ju untuk mendapatkan dana demi mensukseskan partainya.


Dengan santai, Jae Hwan duduk di sofa mewah yabg ada dimarkasnya.


Sambil meraih gelas berisi camilan, pria itu melihat layar televisi menunggu serangannya mengenai sasaran yang tepat.


Benar saja, tidak beberapa lama para media gempar dan saling memberitakan scandal para artis yang berada di bawah naungan HG entertainment.


Jae Hwan bangkit dari duduknya, mematikan televisi. Pria itu berjalan santai keluar dari markas nya.


Sedangkan Ye Jun, jangan ditanya. Pria itu sedang asik melanjutkan gamenya sambil memakan camilan yang tersedia, tat kala sesekali ia melihat televisi yang kembali ia nyalakan setelah Jae Hwan pergi.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2