Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.50


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Jae Hwan duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya, saat ia akan meletakkan ponselnya nada pesan masuk hingga membuat ia kembali meraih ponselnya.


Bersamaan dengan itu, Hanna juga keluar dari kamar mandi setelah selesai memakai pakaiannya.


"Kenapa membelikan pakaian seperti ini! apa dia pikir aku jal*ngnya?" gerutu Hanna sambil melihat lagi dress sepaha yang ia kenakan sekarang.


"Apa tidak ada yang lain selain ini?" tanya Hanna sesekali menurunkan dress-nya.


Bukannya menjawab, pria itu hanya menatapnya dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Mirip jal*ng!" gumam Jae Hwan pelan sambil terkekeh.


Hanna yang mendengar ucapan Jae Hwan walau pelan itu, langsung menatapnya dengan tatapan sinis dan barlalu begitu saja dari hadapan pria itu.


Dengan wajah kesalnya, Hanna berbaring kembali di ranjang sambil menyelimuti tubuhnya sampai keleher.


"Hei Nyonya! apa kau tidak punya inisiatif membuat sarapan?"


"Bukannya kau menggurungku! jadi jangan berharap itu dariku... masak saja sendiri" sarkas Hanna membalik posisi tubuhnya membelakangi Jae Hwan.


Dari awal saja, ia sama sekali tidak pernah sedikitpun memiliki niat terhubung dengan Jae Hwan, apalagi sampai menikahinya.


Jae Hwan menghela kasar nafasnya, sambil menahan amarahnya. "Bersiap sekarang! sebentar lagi kita akan pergi"


"kemana?"


"jangan banyak tanya, bersiap saja. dan jangan membantah ucapanku.. atau kau akan tahu akibatnya." perintahnya.


"Dasar tukang suruh" kesal Hanna bangkit dari rebahannya untuk bersiap, karena ini bisa menjadi salah satu kesempatan untuknya yang akan keluar dari mansion terkutuk ini.


...****************...


"Ini kesempatan bagus untukku, waktu itu aku tidak berhasil menyingkirkan-nya. sekarang saatnya" ujarnya bergumam sambil tersenyum tipis, seraya berjalan masuk kesebuah gedung bernuansa eropa, dimana sebuah acara sedang berlangsung.


Semua wanita yang hadir di sana menggunakan dress dan barang mahal, tidak terkecuali wanita yang sedang berjalan menuju orang yang sudah ia targetkan sejak awal.


dengan dibalut dress pendek sepaha berwarna hitam dipadukan dengan hils 10cm, ia berjalan melewati para pria berjas yang hampir sebagian tertuju pada kecantikan dan body miliknya.

__ADS_1


Bahkan, seorang Jung Jae Hwan yang sudah memiliki Hanna yang juga tidak kalah cantik terpaku atas kedatangan wanita itu.


Kagum! tidak. melainkan ia kaget karena bagaimana bisa orang yang sudah tewas bisa ada di hadapannya sekarang.


"Jeslyn!"


"Senang bertemu denganmu lagi Jae Hwan" sapanya, dan tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh kekar suami Hanna ini.


"Aku sangat merindukanmu!" gumamnya namun jelas terdengar di telinga Jae Hwan bahkan Hanna sekalipun.


"Bagaimana kau-


"Ssttt-," jari telunjuk indah milik Jeslyn menghentikan bibir Jae Hwan yang akan bicara.


"Bisa kita bicara?!"


Jae Hwan terdiam, disatu sisi ia ingin bicara dengan wanita yang masih menenggerkan tangan mulusnya di pinggang Jae Hwan sedangkan di sisi lain, ia tidak bisa meninggalkan Hanna sendirian.


Karena sekarang mereka sedang berada di pertemuan khusus para mafia kelas kakap, dan bahkan juga di hadiri oleh beberapa politikus yang berkolusi dengan mereka.


Hanna yang saat itu hanya memutar malas matanya, dan memilih untuk tidak peduli akhirnya tertuju pada sesuatu.


"Sepertinya aku pernah melihat ini, tapi dimana?!" Hanna bicara dalam hatinya, sambil mengingat-ngingat kembali.


Selang beberapa detik, Hanna meraih lengan Jae Hwan bukan hanya meraih, ia bahkan mencengkeram-nya agak kuat seakan ada hal yang tidak seharusnya ia lihat.


Pria itu tentunya langsung menoleh pada sang istri yang tiba-tiba mencengkeram lengannya cukup kuat.


Jae Hwan melepaskan tautan Hanna padanya, dan memilih untuk ikut dengan Jeslyn.


akhhh~


Sontak perhatian tertuju pada Hanna yang sedang memegangi perutnya, hingga membuat Jae Hwan yang baru pergi beberapa langkah kembali lagi padanya.


"Kau kenapa?"


"Perutku!" ujar Hanna sambil terus memperlihatkan ekspresi andalannya ketika sedang kesakitan.


"Kau jangan bersandiwara disini" bisik Jae Hwan.


"Istrimu baik-baik saja?" tanya seorang pria paruh baya yang sudah bisa di pastikan sebangsa dengan pria kejam seperti Jae Hwan.


"lebih baik bawa dia ke kamar atas" sambungnya, dimana ialah penyelenggara acara yang sedang di hadiri oleh Jae Hwan sekarang ini.


"Terimakasih Tuan Kim," sahut Jae Hwan, namun kali ini nada bicara-nya terdengar agak sopan seakan pria paruh baya ini adalah orang yang di hormati oleh Jae Hwan.


"Kita bicara nanti" kata Jae Hwan, lalu segera membawa Hanna menuju lantai atas.


"Dasar pengganggu" gumamnya kesal saat melihat pasutri itu menaiki anak tangga.

__ADS_1


Sampai dikamar, Hanna segera duduk di tepi ranjang.


"Jangan keluar, aku akan segera kembali" dikte Jae Hwan pada Hanna.


"Jangan pergi-" tahan Hanna, tapi malah tidak digubris oleh Jae Hwan.


"Wanita tadi pembunuh bibi Cha!" kata Hanna langsung, dan itu benar-benar sukses membuat Jae Hwan terdiam dan perlahan membalik tubuhnya menghadap Hanna.


"Apa maksudmu?"


"Tato Siren dipergelangan tangannya, sama persis dengan yang kulihat malam itu. aku serius!" kata Hanna di iringi dengan ekspresi yang tidak sedang bercanda.


"Kau jangan main-main Hanna- "untuk apa aku main-main, sebelumnya aku sudah memberitahukan jika pembunuh bibi Cha memiliki tato Siren di pergelangan tangannya! tapi sekarang kau malah mengelak?! apa karena dia salah satu jal*ngmu, jadi kau tidak menerima kenyataan??"


Plak~


Hanna tidak pernah berpikir pria didepannya ini akan menamparnya lagi, walau sekalipun hubungan mereka sudah berubah.


"Jaga mulutmu itu! aku lebih mengenal Jeslyn dari pada dirimu!" tekan Jae Hwan menunjuk wajah Hanna.


"Wanita pertama yang kau sukai saat pindah ke New Zialand, tapi tewas karena kesalahan kekasih Yoon Wo!" kata Hanna menatap Jae Hwan dengan tatapan datar.


"Bukankah itu maksudmu sebelumnya, yang sepertinya lebih mengenal wanita ular itu?!" sambung Hanna .


"tutup mulutmu itu, atau aku akan memberimu pelajaran!" ancamnya, sambil menjambak rambut Hanna hingga gadis ini merintih dalam diam.


Tapi Hanna hanya tersenyum seakan merendahkan Jae Hwan, hingga membuat pria itu semakin emosi.


"dengar jal*ng! aku bisa saja membuatmu menjadi mangsa s*x para mafia br*ngsek dibawah- "kalau begitu kau juga br*ngsek" potong Hanna santai, mengingat suaminya juga seorang mafia.


Jae Hwan yang sedari tadi sudah geram dari awal melempar Hanna dengan kasar ke atas ranjang, lalu disusul dirinya.


"Apa yang kau lakukan?"


...****************...


Preview Next Chp:


"Ini akibatnya, karena kau berani denganku! dasar istri tidak berguna"


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2