Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.55


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Kau kenapa Hyung?" tanya Ye Jun sambil melirik Jae Hwan yang duduk di kursi penumpang lewat kaca.


"Wanita itu membunuh anakku" rucaunya, setengah sadar setelah tadi pergi ke bar dengan Ye Jun.


"Siapa?"


"Jeslyn"


"Apa? bagaimana bisa! bukannya dia sudah tewas?!" tanya Ye Jun penuh tanda tanya.


"Entahlah, tapi Jung Wo membenarkan cerita Sarah jika dia melakukan aborsi, dan anak yang dibunuhnya itu kemungkinan besar darah dagingku" jelasnya, sebenarnya pria ini tidak mabok sepenuhnya. ia masih sadar hanya saja penglihatannya agak buram.


"Kita ke hotel saja, jangan pulang" perintah Jae Hwan.


"Aish! aku tidak bisa membiarkan kau seperti ini Hyung! " gumamnya khawatir.


...****************...


Sementara itu, Hanna yang tengah asik menonton tv dikamar terperanjat kaget saat nada ponselnya berdering.


Ia hanya melirik sekilas ponsel pintar yang ada di atas nakas setelah melihat siapa yang memanggilnya.


Jangan diangkat bahaya!


Itulah nama kontak Jae Hwan di ponsel Hanna, cukup unik, bukan?


Dengan hati yang tak ikhlas, Hanna mencoba untuk mengangkat panggilan itu dan terhubung.


"Suamimu dibawah, cepat turun dan bantu aku membawanya!"


Hanna menghela napasnya, dan segera turun kelantai bawah, sebelum Ye Jun mengamuk.


"......"


"biarkan saja dia disini" kata Hanna sambil melepas sepatu Jae Hwan.


"Dasar menyusahkan" gerutu Ye Jun yang kelelahan membopong Jae Hwan dari lantai bawah walau sudah dibantu Hanna.


"Dia memang menyusahkan! seharusnya kau tinggal saja dia dilampu merah" kata Hanna menyetujui ucapan Ye Jun.


"seharusnya seperti itu tadi" sahut Ye Jun.


"yasudah, aku pulang dulu" ujarnya pamit tapi sebelum itu-


"Sepertinya Jae Hwan Hyung ada masalah, lebih baik kau berhati-hati, aku takut dia membunuhmu tanpa sadar" peringat Ye Jun.


"Aku akan mengatasi itu, kalau kau belum makan! aku membuat makan malam, kalau mau kau bisa makan itu." ucap Hanna.


"Apa bisa dimakan?"


"Kujamin kau tidak akan sampai mati" balas Hanna, lalu berjalan mendekat kearah Jae Hwan setelah Ye Jun keluar.


"Ya, Jung Jae Hwan! bangun... apa kau akan tidur tanpa mandi?" ucapnya sambil mendekatkan telinganya untuk mendengar apa pria ini masih bernafas atau tidak.

__ADS_1


"Aku tidak mati" gumam Jae Hwan menatap Hanna dengan mata sayunya.


"Ya~ aku,kan hanya memastikan.. siapa tahu kau-


"Ah sudahlah, tunggu sebentar disini" kata Hanna, lalu ia pergi sebentar.


"Jae Hwan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang sambil melepas kaos kaki serta dasinya.


Tidak beberapa lama Hanna masuk sambil membawa obat pengar untuk Jae Hwan.


"Minumlah"


"Tidak perlu, aku tidak semabok itu" tolak Jae Hwan, lalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Hanna setelah melepas sembarang pakaiannya, hingga Hanna harus menghela napasnya dan membereskan pakaian suaminya itu.


"......"


Keluar dari kamar mandi Jae Hwan duduk di tepi ranjang, sambil melihat siaran televisi.


Tapi yang aneh disini adalah, wajah Hanna yang terlihat heran "Kau kenapa?" tegur Jae Hwan melirik Hanna sekilas.


"Kau benar Mafia Tuan Jung Jae Hwan?!"


"Memangnya kenapa?"


"Animasi? kau nonton animasi...?" tanya Hanna penuh tanda tanya, bisa-bisanya seorang ketua Mafia sepertinya menonton sebuah animasi terlebih itu adalah spongebob! mau heran, tapi ini Jae Hwan. Ah sudahlah, Hanna memilih tidak melanjutkan pertanyaan-nya.


"Kenapa? ada yang salah?!" sahutnya enteng.


"Tidak, silahkan dilanjutkan" Kata Hanna sambil berlalu pergi.


"Kau mau kemana?"


"bukan urusanmu" sahut Hanna melirik Jae Hwan yang kini sedang menghadang langkah Hanna dengan tangannya.


"Siapkan dulu makananku, baru kau boleh pergi"


"Makananmu sudah disiapkan dari tadi Tuan" ucap Hanna menunjuk kearah meja.


"Sekarang aku boleh pergi,kan?"


"Iyaa"


Setelah mendapatkan persetujuan dari Jae Hwan, Hanna keluar dari kamar entah kemana gadis itu akan pergi.


Selesai memakai pakaiannya, pria itu duduk di sofa, matanya memindai setiap makanan yang ada di atas meja.


"Tadi bilangnya tidak bisa! sekarang ini apa?" gumam Jae Hwan saat melihat jika Hanna memasak-kan Galbi-jjim untuknya.


Dengan penuh kecurigaan terhadap istrinya, pria itu memanggil pelayan untuk mencoba makanannya sebelum ia menyentuhnya.


Setelah memastikan pelayannya itu baik-baik saja, ia menyuruhnya keluar dan segera menyantap makanan yang ada, tanpa menyadari istrinya sedang berdiri diambang pintu kamar dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan.


"Hmmm~ enak juga ternyata" gumamnya pelan sambil melahap habis makanan yang ada, rasanya ia kembali merasakan masakan rumah lagi setelah kematian bibi Cha.


"Sebenarnya aku tidak menaruh racunnya di Galbi-jjim tapi di japchae-nya" kata Hanna seraya mendudukkan dirinya di tepi ranjang.


Uhukk~


Jae Hwan hanya tersedak saat mendengar penuturan Hanna, tapi bukannya berhenti makan ia malah melanjutkan makannya.


"Ah. kenyangnya" gumamnya sambil menyandarkan tubuhnya ke punggung sofa.


Sambil memeriksa ponselnya, tiba-tiba Jae Hwan berucap "Apa kau berniat membeli setengah saham anak perusahaanku yang baru?!"


Damn!

__ADS_1


Hanna yang kala itu sedang memainkan ponselnya langsung terdiam kaku, jarinya tidak bergerak seakan terhenti oleh waktu.


"Benar ternyata" kata Jae Hwan saat melihat Hanna tidak berkutik.


"Kau bisa membeli saham mayoritas kalau mau" sambung Jae Hwan tersenyum miring, karena bagaimanapun itu tidak akan pernah terjadi.


Sebab Jae Hwan akan mengikuti saran dari Ye Jun.


Baru kali ini Hanna kalah bicara dengan Jae Hwan, ia benar-benar mati kutu dan berharap pria ini tidak memberinya hukuman.


"Tidurlah, aku akan membereskan ini sendiri" ujar Jae Hwan mengangkat nampan berisi piring kotor itu.


Hanna langsung mengikuti ucapan Jae Hwan dan langsung menarik selimut untuk tidur, ia malas jika nanti pria itu akan mencerca beberapa pertanyaan padanya jika ia tidak tidur.


...****************...


Jung Wo terlihat sedang memberikan laporan pada atasannya itu, mereka duduk diruang tamu bertemankan dua gelas teh yang dibuatkan oleh pelayan.


"Kemarin dia pergi menemui seorang pria yang seumuran dengan Tuan, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku yakin Jelsyn sedang membicarakan hal penting dengan pria itu" jelas Jung Wo


"Mereka menyewa Privat Room, jadi aku tidak bisa masuk" lanjutnya.


Hanna yang baru saja keluar dari kamar, berniat pergi kedapur untuk membuat sarapannya sendiri.


"Kalau begini terus aku bisa gemuk" gumamnya, mengingat kebiasaannya yang sekarang hanya makan, minum dan tidur.


Sebenarnya tidak seburuk itu menjadi istri Jae Hwan pikir Hanna, semuanya terjamin hanya saja mungkin mentalnya yang tidak terjamin.


Sebuah kertas tiba-tiba terjatuh dan terbang kearah Hanna. kertas itu jatuh tepat dihadapannya, ia lantas mengambilnya dan melihat apa isi kertas itu?


Surat aborsi?


"Siapa yang aborsi?" gumamnya, sebelum akhirnya kertas itu direbut oleh Jae Hwan.


"Apa kau menghamili wanita lain? mengaborsi itu tidak baik" nasehat Hanna


Biasanya kebanyakan wanita akan marah, tapi berbeda dengan gadis satu ini. Dia malah memberikan nasehat pada suaminya.


"Apa kau sadar?" tanya Jae Hwan heran.


"Apa?"


"Mungkin saja aku berhubungan dengan wanita lain seperti maksud dari surat ini? tapi kenapa kau-


"Aku harus seperti apa? melabrak selingkuhanmu?! Hei Tuan, bukan begitu cara mainku, lagian surat itu sudah lama itu artinya masa lalu" tutur Hanna sukses membuat Jae Hwan dan Jung Wo terheran-heran.


Dua pria itu lantas saling menatap satu sama lain, "saya pergi dulu Tuan! lebih baik pertahankan wanita seperti ini" ucapnya menepuk pelan pundak Jae Hwan diiringi sebuah anggukan entah apa maksudnya. Seakan ia mengetahui hal lain saat mendengar pembicaraan Yoon Wo dan Seok Hyun waktu itu, tapi tidak memberitahukan-nya pada Jae Hwan.


...****************...


Preview Next Chp:


Saat Hanna masuk, semua menatap dirinya dengan pandangan cemooh.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2