Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.93


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi


...****************...


Hanna duduk di meja rias sambil membuat keputusan.


Keputusan apakah ia akan pergi atau tidak untuk tawaran Park Tae Il kemarin


"Mau kemana?"


"Markas"


Lelaki itu langsung saja pergi setelah mengambil kunci mobilnya.


Setelah Jae Hwan pergi, Hanna langsung melangkahkan kakinya menuju closet room. Ia sudah mengambil keputusan.


Butuh waktu 30 menit untuk Hanna siap. Ia meraih tas kecil berwarna hitam dari dalam lemari.


Hanna keluar dari kamar dan turun menuruni anak tangga menuju garasi mobil.


"Jika Jae Hwan marah tidak menakutkan, aku tidak akan pergi" gumamnya seraya masuk kedalam mobil.


...****************...


Kini Hanna telah sampai disebuah club mewah yang ada di daerah Gangnam.


Ia masuk tanpa melepas kacamata hitamnya, Hanna melihat para pria dan wanita sedang bersenang-senang disana.


"Jadi ini pekerjaan barumu?... pantas saja penampilanmu bisa seperti ini" ucap seorang wanita yang terdengar begitu meremehkan Hanna.


"Silahkan pergi dari hadapanku, aku tidak ingin membuat masalah disini" jawab Hanna memutar malas bola matanya, lalu segera pergi dari hadapan Ji Hyo.


Akhhh~


Ji Hyo langsung mencekal tangan Hanna, tapi langsung di tepis oleh gadis itu.


"Biar kutunjukkan tempat yang pas untukmu" ujarnya, lalu menarik kasar tangan Hanna menuju sebuah ruangan privat di club tersebut.


"Tempat untuk jal*ng sepertimu ada disini" Ji Hyo mendorong Hanna masuk kedalam sebuah ruangan dimana disana ada para pria mabok yang juga di kelilingi beberapa wanita penghibur.


"Yak! Apa masalahmu denganku?? Tolong berhenti menggangguku!!! Apa membully ku di sekolah masih tidak cukup Hah!!!!" Amarah Hanna meluap sambil mencengkeram kuat lengan Ji Hyo.


"Dengar Kim Hanna!!! Sampai kapanpun.. Aku tidak akan pernah membiarkan mu bahagia?!, setelah lulus sekolah kau mungkin bisa lolos, tapi sekarang berbeda!" ucapnya menekan setiap kalimatnya.


"Daripada kalian berisik, lebih baik duduk disini" ujar seorang pria paruh baya kisaran 50 tahun.


"Lepas brengsek" Hanna langsung bangkit dari duduknya untuk keluar dari ruangan terkutuk itu.

__ADS_1


"Berani sekali dia" ujar pria paruh baya itu, lalu menarik kasar lengan Hanna yang belum jauh dari ruangan itu untuk masuk kembali.


"Maaf kakek, tapi dia punyaku" ucap Park Tae Il yang dari tadi kemana saja.


"Mwo? Kau bilang apa? Kakek?!"


Tae Il mengangguk dengan wajah santainya itu.


"Yak! siapa namamu hah... Apa kau tidak tahu aku siapa,"


"memangnya siapa?! Presiden? Mentri? atau Polisi?" jawab Tae Il tanpa sopan santun.


"Dasar anak kurang ajar!!!-


"Sudahlah kek, wanita ini istri ketua Mafia J'Devils... Jika kau tidak ingin masuk neraka jalur express, berhenti dan main dengan mainanmu saja" bisik Tae Il lalu berpura-pura merapikan dasi pria itu.


Sontak pria paruh baya itu terdiam dan langsung masuk kembali kedalam ruangan tadi.


"Gara-gara kau, aku harus mengalami ini" kesal Hanna


"Jangan kebanyakan protes sayang, lebih baik kita pergi. Pertunjukan akan segera dimulai" ucap Tae Il yang dengan lancang merangkul pinggang Hanna sembari membawanya menuju tempat lain.


"Singkirkan tanganmu itu" kata Hanna yang langsung melepaskan tangan Tae Il darinya.


Banyak pasang mata yang memperhatikan Hanna dan Tae Il saat keduanya melewati lantai dansa.


Banyak wanita yang ingin di posisi Hanna sekarang ini, bisa bersanding dengan seorang pewaris Park Group yang tampan dan sexy.


Tae il membawanya kelantai atas dimana para pria kalangan atas sedang berkumpul disana.


"Hanna"


Jae Hwan langsung menoleh saat Ye Jun menyebut nama Hanna.


"Apa ini markas baru?" ucap Hanna yang sebenarnya itu sindiran keras untuk suaminya yang sedang minum ditemani dua wanita di sisi kanan dan kirinya.


Jae Hwan langsung beralih menatap Tae Il yang tersenyum puas karena telah membawa Hanna melihat dirinya yang sedang bersama wanita penghibur.


Hanna hanya diam, ia hanya melihat lelakinya itu minum dengan wanita lain tapi anehnya ia merasa sesak melihat pemandangan memuakkan itu.


"Apa dia wanita barumu?" tanya seorang pria yang sedang duduk dimeja yang sama dengan Jae Hwan dan Ye Jun.


"Kim Hanna" ia mengulurkan tangan mulus nan putihnya, untuk menyalami anak dari pemilik Mall besar yang waktu itu ia kunjungi.


"Standar wanitamu semakin tinggi Park Tae Il" ujarnya tersenyum tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya dari Hanna.


Bisa di akui jika penampilan Hanna sekarang membuat para pria itu pangling, ditambah Hanna hanya mengenakan dress hitam ketat sepaha dengan bagian leher kedadanya cukup terekspose dan rambut hitam yang terurai. singkatnya Hanna mengenakan pakaian yang sexy datang ke club kelas atas itu.


Tae Il hanya tersenyum lalu mempersilahkan Hanna untuk duduk di samping Ye Jun di susul dirinya.


Sedangkan Jae Hwan? jangan tanya pria itu, karena ia sedang menahan emosinya saat melihat wanitanya ditatap seperti itu.


"Tenang hyung, tahan sebentar lagi" bisik Ye Jun.


"Kurang ajar Park Tae Il, dia sengaja membawa Hanna kesini" gumamnya dalam hati sambil meminum minumannya.


"Oppa mau minum lagi?" ujar salah satu dari dua wanita di sisinya.

__ADS_1


Hanna gerah saat melihat dua wanita itu dengan sengaja menggesekkan bobanya pada Jae Hwan.


Saking kesalnya Hanna sampai menenggak habis segelas wiski.


"Kau kuat minum?"


Hanna hanya tersenyum paksa lalu mengangguk.


"Kuat minum apaan, waktu itu saja dia membuat susah Si Hwan, ck" gumam Jae Hwan.


Ada kalanya Hanna dan Jae Hwan tak sengaja bertatapan, dan saat itulah tatapan saling nyolot diantara mereka dimulai.


Jae Hwan tak bisa mengungkap fakta jika ia punya hubungan dengan Hanna, karena itu ia hanya diam saat Lee Min Jun mengiranya pacar baru Park Tae Il.


"Kurasa seru jika kita kumpul lagi seperti ini" ujar pria di sebelah Min Jun.


"Tentu nya kau juga harus ikut Nona Hanna" ucapnya yang juga terpesona dengan penampilan anggun seorang Kim Hanna.


Siapa menyangka gadis miskin seperti Hanna bisa menarik perhatian dari anak-anak konglomerat ini. Tapi itu tidak lepas dari sponsor pakaian dan aksesoris yang di fasilitasi Jae Hwan untuk istrinya.


Saat mereka asik bicara, tiba-tiba ponsel dari salah satu pria itu berdering.


"Aku akan segera pulang"


Mengakhiri telponnya, Min Jun langsung meraih jasnya dan pulang, entah siapa yang baru saja menelponnya.


"Ikuti mereka bertiga, dan pastikan dapat informasi bagus"


"Baik Tuan"


Setelah di suruh Jae Hwan, Jung Wo langsung menelpon anak buahnya yang sedari awal menunggu di dalam mobil tidak jauh dari club.


"kalian bisa pergi" suruh Jae Hwan pada dua wanita yang sedari tadi masih ada di sisi kanan dan kirinya.


Setelah dua wanita tadi pergi, Jae Hwan langsung di hadapkan dengan tatapan singa lapar di depannya, Hanna.


"Semangat hyung, selamat untuk pertengkaran yang akan segera terjadi" ucap Ye Jun yakin seraya menepuk pundak Jae Hwan sebelum akhirnya ia pulang lebih dulu.


"Kau mau ku antar?" Tawar Tae Il sambil menawarkan satu gelas lagi pada Hanna.


"Dia pulang denganku" sela Jae Hwan yang langsung menarik lengan Hanna hingga gadis itu langsung berdiri.


Tae Il hanya menatap kepergian Jae Hwan dan Hanna sambil meminum segelas minuman beralkohol.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2