Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.85


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi😌


...****************...


"Yakkk... Terkutuklah kau Jung Jae Hwan!!!"


Kehebohan kembali terjadi di rumah besar itu, setelah Jae Hwan membuang makanan-nya begitu saja kedalam bak sampah.


"Kau... Beraninya kau melakukan ini padaku? Kau pikir memasak ini tak butuh tenaga?!"


"Kau akan apa?" Jae Hwan menyeringai seolah menantang pada istrinya.


Hanna mengepalkan tangan. Amarahnya sudah mulai mendidih. Kalau digambarkan mungkin sekarang kepala gadis itu sudah berasap.


Sedangkan Jae Hwan, sedari tadi pria itu hanya menatap Hanna dengan tatapan santainya seolah tak ada yang terjadi.


"Jangan meminta untuk dibuatkan makan lagi padaku! Kalau tidak, ku gantung kepalamu itu di atas namsan tower!!!!"


"Oh, takut!!!!"


Hanna habis kesabaran, dan langsung pergi ke kamarnya meninggalkan Jae Hwan yang tertawa puas di meja makan.


Hanna memukulkan tangannya di wastafel kamar mandi sambil mengumpat kesal karena Jae Hwan.


"Tenang Hanna! kau sedang hamil sekarang, tak baik mengumpat kotor" ujarnya sambil meraih tisu untuk mengelap tangannya.


Tapi Hanna masih saja teringat dengan Jae Hwan yang membuang makanan begitu saja setelah dirinya bersusah payah memasaknya.


Saat Hanna keluar, terlihat sang suami sedang menunggunya.


Hanna hanya memutar malas bola matanya, dan berlalu begitu saja menuju sofa sekedar untuk menghilangkan penatnya setelah cukup lama berdiri di dapur.


"Kenapa duduk?"


"Apa aku juga tak boleh duduk? Kau ini sangat menyebalkan" sahut Hanna di iringi ekspresi kesalnya.


"Bukan, maksudku... Kau harus bersiap, ini sudah hampir jam 9 malam" ujar Jae Hwan melihat jam tangannya.


Hanna melirik dengan ekor matanya dengan tangan yang asik memainkan ponsel.


"Aku tidak mau pergi, kau pergi saja sendiri" sahut Hanna.


"Ta-


"Tidak ada tapi-tapian, kau pergi saja sendiri." potong Hanna final.


"Yasudah, aku akan pergi dengan Yu Na"

__ADS_1


Mendengar nama Yu Na, saat itu juga Hanna langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju closet room.


"15 menit" teriaknya.


Jae Hwan hanya menarik tipis senyumnya, lalu duduk di tepi ranjang sembari menunggu Hanna selesai dengan pakaiannya.


Hari ini ia di undang untuk menghadiri acara penting yang di adakan keluarga Ye Jun.


Sebenarnya Jae Hwan malas untuk hadir, tapi karena Seok Hyun memaksanya hadir, terpaksa pria itu menerima ajakannya.


Padahal baru kemarin malam ia menghabisi Go Hyun Tae dengan tangan-nya sendiri, hari ini ia malah pergi ke pesta tanpa adanya rasa takut akan perbuatannya di ketahui oleh pihak berwajib.


Sesuai ucapannya, Hanna keluar dari closet room setelah 15 menit.


Hanna hanya mengenakan dress panjang berwarna hitam dengan bagian punggung yang terbuka, namun ia tutup dengan rambut yang terurai.


Jae Hwan sempat pangling saat melihat Hanna mengenakan dress hitam yang memang ia sediakan saat Hanna resmi menjadi istrinya.


Apalagi lipstik merah yang jarang Hanna gunakan, kini nampak terukir indah mewarnai bibir tipisnya.


Tanpa basa-basi, Jae Hwan langsung menelusupkan tangannya di pinggang Hanna, bermaksud untuk menggiringnya keluar dari kamar.


...****************...


Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di sebuah hotel mewah tempat acara itu berlangsung.


Hanna menautkan tangannya pada lengan kekar suaminya.


"kenapa ada banyak tamu?" seru Hanna pelan seraya membenarkan dressnya. pikirnya ini hanya acara kecil khusus rekan bisnis keluarga Ye Jun.


"kalau sedikit, bukan pesta namanya" sahut Jae Hwan sembari menunggu Hanna selesai membenarkan pakaiannya.


Mereka berjalan memasuki loby hotel dengan di kawal beberapa bodyguard yang mungkin petugas keamanan untuk acara tersebut.


Sebenarnya ini bukan kali pertama Hanna datang ke acara seperti ini, sebelumnya Jae Hwan juga pernah mengajaknya ke pertemuan lain.


Saat mereka memasuki ballroom tempat di adakan acara itu, beberapa pasang mata tertuju pada keduanya.


Lebih tepatnya, para pria di acara itu menatap Hanna tanpa menurunkan tatapannya.


Jae Hwan yang sadar akan hal itu langsung melepas tautan tangan Hanna, dan beralih merangkul mesra pinggang ramping wanitanya.


Bermaksud memberikan jawaban jika wanita yang berjalan di samping adalah miliknya. Milik Jung Jae Hwan.


"Happy anniversary untuk YJ Group, paman" ucap Jae Hwan seraya menyalami Tuan Han.


"Terimakasih" balas Tuan Han menepuk pelan pundak Jae Hwan.


"Siapa?" tanya Nyonya Han yang baru saja datang bersama dua putranya, siapalagi kalau bukan Ye Jun dan Jin Sung. Menanyakan keberadaan Hanna?


"Saya Kim-


"Apa dia jal*ng barumu?" sambung Nyonya Han asal sambil menatap Hanna dengan tatapan menilai


Hanna yang awalnya ingin menjawab, langsung mengurungkan niatnya dan memilih untuk tersenyum tipis.


"Dia Kim Hanna omma, istri Jae Hwan hyung" ujar Ye Jun yang sadar, jika ia tak menyela maka kondisi akan semakin tidak kondusif.

__ADS_1


Nyonya Han hanya mengangguk pelan, tanpa ada niat untuk meminta maaf pada Hanna.


Berselang beberapa detik, datang seorang wanita berumur beserta suami dan anaknya berjalan menghampiri meja dimana Hanna dan yang lain sedang bicara.


Terlihat Nyonya Han langsung menyapa wanita itu dengan begitu ramah.


"Terimakasih sudah datang" ujar Nyonya Han tersenyum ramah, berbeda saat ia bicara pada Hanna.


"Ini acara penting, tentu saja aku harus datang" sahut Nyonya Park.


Mereka berdua terlihat bicara satu sama lain, namun disini lain Hanna sadar jika ia sedang di bicarakan oleh keduanya, belum lagi tatapan tak suka dari Nyonya Han dan Nyonya Park.


Hanna hanya bisa tersenyum kaku sembari meminum jus yang sedang ia pegang, ingin sekali Hanna pergi tapi rasanya itu tak sopan.


"Kudengar dia istrinya "


"Apa Jae Hwan menikahi pelayan? seleranya sudah benar-benar turun."


"Wajar saja, orang tuanya sudah tak ada. jika itu Ye Jun! Aku tak akan pernah membiarkannya menikahi gadis sepertinya dan menjadi menantu keluarga Han"


"Wanita murahan sepertinya rela memberikan apa saja untuk mendapatkan suami seperti Jae Hwan, sebelumnya wanita itu mempengaruhi Tae Il. tapi syukurlah Jae Hwan yang menjadi targetnya"


Hanna meremas kuat dressnya berusaha untuk tetap menahan senyumnya, disaat indera pendengarannya begitu jelas mendengar pembicaraan dua wanita itu.


Ingin sekali Hanna buka suara, tapi ia memilih untuk diam.


"Kau lihat kalung yang dipakainya? Aku yakin itu semua dia dapat dari hasil menjual diri" ucap Nyonya Park.


"Kau serius?" sahut Nyonya Han.


Nyonya Park nampak mengangguk, lalu kembali bicara pada Nyonya Han.


"Aku hanya tak habis pikir, bagaimana bisa Jae Hwan menikahi gadis rendahan sepertinya" kata Nyonya Park begitu sarkastik.


"Kau tahu banyak tentang-nya?"


"Aku menyuruh bawahanku untuk menyelidiki latar belakangnya, dan seperti yang bisa kita lihat! wanita dari kalangan bawah sepertinya tak akan bisa berbaur dengan tamu ditempat ini" jawab Nyonya Park agak berbisik pada Nyonya Han, dimana sebenarnya itu jelas terdengar di telinga Hanna


Hanna benar-benar sudah dibuat tak tahan atas ucapan yang begitu merendahkan dirinya, gadis itu memilih pergi ke toilet agar ia bisa meredam amarahnya.


Mana Jae Hwan? pria itu sedang tak ada di dekat Hanna sekarang, ia tengah bicara dengan beberapa orang setelah meninggalkan Hanna dengan para wanita tadi.


Baru saja Hanna akan melangkah keluar, tiba-tiba seorang pria menghadangnya dan membuat dirinya masuk kembali kedalam toilet.


"Yak! kau gila, ini toilet wanita" ucap Hanna menepis kasar tangan pria yang menggenggam lengannya dengan kuat.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2