
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Kau kenal dia Han?" tanya Hye Soo penasaran, karena seorang pria tampan dari kalangan atas itu datang menghampiri sahabatnya.
"Dia pria yang kumaksud hari itu, yang menolongku" bisiknya tanpa menurunkan senyum ramahnya.
"Bisa kita bicara?" tanya Tae il yang kini sedang berdiri di depan meja kerja Hana dan Hye Soo.
"Tapi ada keperluan apa? sampai kau ingin bicara denganku?!" tanya Hana bingung dan merasa aneh karena Tae il tiba-tiba mengajaknya bicara berdua.
"Aku akan mengatakannya nanti" jawabnya singkat
"Maaf tapi aku sedang bekerja" tolak Hana halus agar tidak menyinggung Tae il
"Kau tidak perlu bekerja, ayo ikut denganku" ucapnya dan tanpa aba-aba pria itu langsung menarik Hana untuk keluar dari Mall itu meninggalkan Hye Soo yang masih tercengang karena temannya itu akhirnya mau dekat dengan seorang pria.
"......"
Aakhhh~
Lirihnya pelan, karena Tae il menarik lengannya dengan cukup kuat.
"Ah. maafkan aku" sahutnya seraya melepaskan tautannya dengan Hana.
"Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan? bukankah masalah jas sudah selesai?" tanyanya.
"Aku datang bukan untuk masalah itu, tapi aku ingin kau menemaniku malam ini" jawabnya terus terang, membuat Hana membulatkan sempurna matanya.
"Maksudmu apa?" tanyanya agak tersinggung atas ucapan Tae il.
"Maaf-maaf, bukan itu maksudku.. aku sedang ada undangan ke sebuah pesta, karena tidak ada yang bisa ku ajak jadi aku ingin mengajakmu" jelasnya agar Hana tidak salah paham.
"Tapi kenapa harus aku, lagian kita dari kalangan berbeda, apa kau yakin mengajakku?!"
"Ayolah! sekali ini saja, anggap saja aku meminta bantuanmu, bukankah waktu itu aku membantumu selamat dari temanku? jadi tolong aku sekali ini saja" pintanya, pria yang notabennya tidak pernah meminta pada seseorang itu kini sedang melakukannya di depan Hana.
Hana diam sambil memikirkan apa keputusan yang akan ia ambil, karena di satu sisi ia dan Tae il tidak kenal dan sedekat itu sampai harus saling menolong hal seperti ini, tapi di satu sisi ia merasa hutang budi atas pertolongan Tae il hari itu dimana jika tidak ada Tae il, mungkin ia harus mengganti jas mahal Si Hwan.
"Bagaimana? kau setuju?!. ini hanya sebentar atau kau ingin bayaran dariku, kau tenang saja. anggap saja aku sedang menyewa jasamu untuk datang ke pesta itu bersamaku" ucapnya.
"Tidak! kau tidak perlu membayarku, aku setuju dan ini kulakukan karena aku tidak ingin berhutang budi denganmu bukan karena bayaran." jawab Hana berhasil mengukir senyum manis di bibir pria tampan yang satu ini.
"Baiklah, aku akan menjemputmu nanti malam, berikan nomor telponmu" ujar Tae il menyodorkan ponselnya pada Hana.
Setelah mengetikkan nomor telepon-nya, Hana mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.
"Terimakasih" kata Tae il, lalu masuk kedalam mobilnya meninggalkan Hana yang masih berdiri di parkiran.
__ADS_1
Wanita itu lantas kembali ke tempat kerjanya, sambil berpikir kira-kira apa yang bisa ia pakai ke pesta, dimana ia sadar jika pesta itu pasti akan di hadiri oleh tamu dari kalangan atas.
...****************...
"habisi saja dia malam ini sebelum pria itu buka mulut" ujar seorang pria yang tengah duduk di sofa single di ruang kerjanya.
"Baik tuan" sahut bawahannya, lalu pergi dari hadapan pria itu untuk melakukan apa yang diperintahkan padanya
"Appa" seru seorang wanita yang baru saja turun dari kamarnya yang ada di lantai atas.
"Kamu mau kemana?" tanyanya pada sang putri.
"Aku mau keluar, jadi jangan mencariku malam ini mungkin aku akan menginap di rumah temanku" jawabnya seraya meraih kunci mobil yang ada di atas nakas samping sofa.
"Baiklah, berkendara dengan baik" pesannya dan hanya di angguki paham oleh putrinya.
"Sekarang putri kita sudah tumbuh menjadi wanita yang cantik dan pintar. bagaimana menurutmu apa aku sukses menjadi seorang Ayah tunggal untuknya setelah kau pergi?!" ucapnya menatap sendu sebuah figura besar yang terpajang di tengah ruang keluarga.
...****************...
Tae il berdiri tepat di depan gedung apartemen tempat Hana tinggal, ia merogoh ponsel yang ada di saku celananya untuk menelpon wanita yang akan di jemputnya malam ini.
Tapi baru saja akan menelpon, seorang wanita sudah lebih dulu membuatnya terpanah hingga membuatnya tidak berkedip untuk sesaat.
"Aku tidak tahu harus pakai apa, apa kau yakin akan mengajakku. bagaimana jika aku membuatmu malu nanti?!" tukas Hana sambil menurunkan dressnya yang agak naik karena menuruni anak tangga.
"Kau cantik" jawab Tae il spontan tanpa mengalihkan pandangannya dari Hana yang mengenakan pakaian yang di berikan Yoon Wo malam itu, lengkap dengan high heels-nya.
Tae il ber smirk sekilas lalu mengajak Hana untuk masuk kedalam mobilnya, dan segera pergi menuju tempat pesta yang berlangsung.
"......"
"Ayo" ajak Tae il membukakan pintu mobil untuk Hana.
"Apa aku pulang saja, pestanya tidak akan cocok untuk orang sepertiku" ucap Hana yang tiba-tiba merasa tidak percaya diri setelah melihat para tamu datang dengan pakaian mewah mereka.
"Jangan pulang, kita sudah sampai kau tidak perlu khawatir, tugasmu hanya tetap di dekatku" jelas Tae il dan di angguki pelan oleh Hana.
Tae il membuka lengannya agar Hana menggandeng lengannya.
Keduanya masuk kedalam gedung dimana pesta mewah itu di selenggarakan.
Banyak pasang mata yang memperhatikan Hana dan Tae il yang sedang menuruni anak tangga.
"Aku bertaruh mobilku jika Hana akan menjadi korban Tae il hyung selanjutnya" tukas Si Hwan yang sedang duduk di sebuah kursi dimana di meja itu ada Seok Hyun, Ye Jun, Jae Hwan, dan Yoon Wo.
"Aku bertaruh mobilku, kalau Hana tidak akan terpengaruh dengan Tae il" balas Yoon Wo yakin... serta tatapan yang tidak ia lepaskan dari Hana yang sedang berjalan menuju meja mereka bersama Tae il.
"Astaga, kenapa aku harus bertemu para pria ini lagi, apa aku kabur saja" gumamnya dalam hati saat melihat circle Jae Hwan sedang duduk berkumpul di salah satu meja di sana.
Jae Hwan tersenyum remeh saat melihat Hana datang bersama Tae il.
"Dasar jal*ng" gumamnya pelan seraya memutar malas bola matanya.
"Sayang" seru seorang wanita dengan pakaian s*xy yang sedang berjalan menghampiri Jae Hwan dan yang lain, dimana sudah bisa di pastikan itu adalah Arin kekasihnya.
"Astaga, kenapa wanita ini harus datang" umpatnya kesal.
__ADS_1
"Ikut aku" ajak Jae Hwan menarik lengan Arin menuju sebuah tempat.
Sedangkan yang lain hanya menatap satu sama lain saat melihat Jae Hwan dan Arin pergi, apalagi Seok Hyun yang selalu menampakkan tatapan julidnya saat melihat Arin.
...****************...
"Kenapa kau datang? apa kau di undang?" tanya Jae Hwan tanpa basa-basi.
"Kan ada kamu" jawabnya memainkan dasi Jae Hwan, lalu beralih mengalungkan tangannya di leher sang pria.
"Apa kamu tidak senang dengan kedatanganku, kenapa akhir-akhir ini kamu tidak menghubungiku lagi, apa kamu punya wanita baru?!" ucapnya dengan nada manja.
"Aku tidak pernah selingkuh, bukan sepertimu. dasar jal*ng murahan" ucap Jae Hwan melepaskan kalungan tangan Arin dari lehernya.
"Jae Hwan!!!" balasnya tidak terima atas ucapan pria yang satu ini.
"Kita putus saja, aku muak denganmu.. seharusnya kau bersyukur karena aku tidak bermain jal*ng seperti yang lain, TAPI APA?? SEBALIKNYA KAU YANG MELAKUKAN ITU! KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU. CK!"
"SUDAH BERAPA BANYAK PRIA YANG KAU PUASKAN HAH!!! APA FASILITAS YANG KU BERI SELAMA INI TIDAK CUKUP. SAMPAI HARUS JUAL D*RI. APA KAU TIDAK MALU!!! AKU SAJA SEBAGAI PRIA MALU MELIHAT WANITA SEPERTIMU!!!" Tekan Jae Hwan, meluapkan segalanya di depan Arin.
"OKE! JIKA ITU YANG KAU MAU, AKU JUGA SUDAH MUAK BERPACARAN DENGAN MAFIA GILA SEPERTIMU DASAR PEMBUNUH, SIA-SIA SAJA KAU MENCARI PEMBUNUH ORANG TUAMU SEMENTARA KAU SENDIRI PEMBUNUH!!!"
"AH SATU LAGI, SEHARUSNYA KITA PASANGAN YANG SERASI, SATU JAL*NG SATU PEMBUNUH!!!" ucap Arin berhasil membuat Jae Hwan naik pitam.
Plak~
Satu tamparan mendarat tepat di pipi Arin.
"Dasar PEMBUNUH!!!" umpat Arin, lalu keluar dari kamar itu meninggalkan Jae Hwan yang masih tidak terima atas ucapan wanita yang sudah menjadi mantan kekasihnya itu. walau sebenarnya apa yang di katakan Arin benar adanya.
Tangannya membanting seluruh benda yang ada di dekatnya hingga hancur berantakan.
Arghhhh~
"Dasar wanita si*lan" umpatnya.
Cklek.
Terlihat seorang wanita masuk kekamar tersebut dan langsung masuk ke kamar mandi, tanpa menyadari jika ada Jae Hwan di sana, karena terlalu fokus dengan dressnya yang basah karena terkena tumpahan wine.
"Hyung~ bisa kau keluar" tukas Tae il yang sedang bersandar di ambang pintu dengan tang yang dilipat ke dada.
Tanpa bicara Jae Hwan langsung keluar dari sana dengan ekspresi beringasnya. karena amarahnya masih belum selesai ia berpikir untuk mencari minuman dipesta.
Setelah Jae Hwan keluar pria itu lantas mengunci pintu kamarnya, dan membersihkan beberapa benda yang pecah akibat Jae Hwan.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
__ADS_1
.