Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.48


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Menyudahi tatapan tajam itu


"Sudah untung aku menyelamatkan hidupmu! kalau bukan karena bibi Cha, mungkin akan ku bunuh kau detik itu juga," jawab Jae Hwan dengan pandangan sinis.


"berarti kau ada maunya, bukan?" sahut Hanna dengan senyum miringnya.


"Tidak ada," jawab Jae Hwan dengan wajah datar.


"Aish, kau ini! bebaskan aku!" bentak Hanna.


"Tidak mau" jawab Jae Hwan lagi.


"Dasar menyebalkan! Awas saja jika kondisiku sudah pulih, akan ku potong tubuhmu itu" umpat Hanna dengan muka memerah menahan kesal.


"kalau begitu potonglah" sahut Jae Hwan nyolot sehingga membuat Hanna semakin kesal.


"dengar Jal*ng- "jal*ng-jal*ng begini tetap saja kau nikahi, Ck." potong Hanna sukses membuat Jae Hwan sekali lagi menatapnya dengan tatapan tajam.


Pria itu lantas menghela nafasnya untuk meredam emosinya menghadapi gadis yang lebih muda 3 tahun darinya ini.


"Sekarang kita ke inti saja!- "Inti apa" lagi-lagi Hanna memotong ucapan Jae Hwan.


"Makanya dengarkan dulu" bentak Jae Hwan hingga membuat Hanna sedikit kaget.


"Iyaa"


"Kau tidak hilang ingatan! ceritakan apa saja yang terjadi malam itu, dan berapa banyak berkas produksiku yang sudah kau curi? katakan sekarang! selagi aku bicara lembut" ujar Jae Hwan memutar tubuhnya kesamping agar bisa berkontak mata dengan lawan bicaranya.


"Jawab!!!" bentak Jae Hwan sekali lagi hingga membuat Hanna terperanjat kaget.


"Iyaa~"


Hanna menghela kasar nafasnya, dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi malam itu.


(sudah dibahas di chp. 42 )


"Lalu....." Sahut Jae Hwan menatap Hanna dengan tatapan menuntut jawaban dari pertanyaan keduanya.


"134 lokasi" jawab Hanna tanpa menatap lawan bicaranya.


"Kalau begitu kembalikan datanya padaku" pinta Jae Hwan.


"Tidak akan" tegas Hanna


"Tidak, atau Kang's Dinamycs bangkrut?!"


"Sial*n, apa kau mengancamku sekarang!" sahut Hanna yang langsung bangkit dari posisinya tanpa menghiraukan jahitan lukanya.

__ADS_1


"Dasar baj* ngan kau!!!" maki Hanna menarik kerah baju Jae Hwan, tapi pria itu hanya menatap datar tanpa terpengaruh sedikitpun.


"Sepertinya kau sudah pulih! apa lukamu sudah sembuh sayang?" Ucap Jae Hwan meraba perut Hanna dari luar pakaiannya, hingga membuat Hanna langsung menjaga jarak darinya.


"Selain baj*ngan kau juga mes*m?! Ya ampun paket lengkap" cibir Hanna menatap tajam Jae Hwan yang hanya menarik tipis senyumya.


"Berikan datanya besok, atau ucapanku sebelumnya akan terealisasi" datarnya, namun terkesan sebagai ancaman.


Setelah mengatakan itu, ia keluar dari kamar setelah mendapat pesan jika Yoon Wo dan Seok Hyun sudah datang.


...****************...


"apa Hanna sudah lebih baik?" tanya Yoon Wo, ditengah diskusi mereka masalah pekerjaan.


"Hmm~"


"Ada beberapa musuhmu yang sudah mengetahui mengenai pernikahan ini!jika kau lengah, mereka bisa saja menggunakan Hanna untuk menyerang titik lemahmu" kata Yoon Wo lagi.


"Aku tahu itu, makanya aku mengurung gadis itu" jawab Jae Hwan.


Mendengar itu seketika Seok Hyun menatap Jae Hwan dengan tatapan julidnya.


"Aku kira kau tidak masalah jika Hanna tewas" tukas Seok Hyun sukses membuat Yoon Wo dan Jae Hwan menatapnya.


"Sebenarnya aku tidak masalah, tapi aku tak ingin menjadi duda, Hyung."


Seketika Seok Hyun terdiam, entah apa yang sedang ia pikirkan.


"Kau mengakuinya sebagai istrimu? Begitu?" Tanya Seok Hyun dengan tatapan memastikan.


Jae Hwan mengangguk pelan dengan raut wajah datar.


"Yah~ kalau ini jadi headline berita, akan sangat menarik, ketua mafia JDevil's menikahi musuhnya sendiri" cibir Seok Hyun tertawa mengejek.


Seok Hyun menghentikan tawanya lalu dengan sekejap ia berubah menjadi serius.


"Sampai dimana kita tadi!" ujarnya melihat berkas yang ia pegang.


"Ye Jun yang menyarankan ini, setelah kutinjau lagi.. ternyata peluang keberhasilan-nya mencapai 80%, jika aku berhasil mengakusisi perusahaan-nya maka aku bisa memonopoli seluruh pasarnya" ujarnya menarik senyum penuh arti.


"berikan proposalnya, kami akan segera memutuskannya. pertama kau selesaikan dulu masalah akusisi, baru sisanya kami yang mengurus agar para pemegang saham juga menyetujui ini" jawab Seok Hyun dan tentunya langsung diangguki paham oleh sang adik.


"Apa kali ini kau akan pakai cara kotor lagi?" tanya Yoon Wo yang selama ini tahu bagaimana pria disampingnya ini berbisnis, apalagi kalau bukan dengan akal liciknya.


"Jika semunya lancar, aku tidak akan melakukan apapun" sahutnya.


"Oke! baiklah. kita selesaikan disini saja, aku mau ke toilet dulu" ucap Yoon Wo bangkit dari duduknya.


...****************...


Sementara itu, Hanna yang masih ada di dalam kamar, berjalan perlahan menuju pintu sambil memegangi perutnya.


Tapi lagi-lagi, Hanna dibuat kesal karena pintunya dikunci dari luar.


Sempat terlintas di benak Hanna untuk keluar lewat jendela, tapi sayang kodisi tubuhnya tidak memungkinkan, dan pastinya akan ada banyak penjaga yang akan mengawasi setiap gerak-gerik di mansion besar tersebut.


"Bagaimana bisa orang itu masuk! padahal rumah ini punya penjagaan ketat?" gumam Hanna mengingat pelaku yang menyebabkan Cha Ji Ah tewas.


Ia kembali ke pintu dan mengetuk sambil memanggil pria yang menguncinya di ruangan besar itu.

__ADS_1


"Yak! aku haus. apa kau akan membiarkanku mati kehausan.. disini tidak ada air!!!" teriak Hanna sambil sesekali menggedor pintunya.


Tidak beberapa lama, pintu terbuka dan memperlihatkan wajah pria yang sudah tidak asing lagi baginya, namun kali ini Hanna sama sekali tidak pernah melihat ekpresi seperti ini dari Yoon Woo.


Ya! Yoon Woo lah yang sedang berdiri di hadapannya sekarang.


"Tunggu sebentar, aku akan memanggil Jae Hwan." ucapnya, lalu menutup kembali pintunya tanpa membiarkan Hanna bicara sepatah katapun.


"Yak! aku belum selesai bicara" ujar Hanna yang sudah kepalang kesal karena pintunya kembali di kunci dari luar.


"Apa mereka sekongkol untuk mengurungku disini!" gumamnya mengacak frustasi rambutnya.


"Aish, dasar menyebalkan! adik sama kakak tidak ada bedanya"


Dengan wajah kesalnya, gadis itu kembali duduk di ranjang menunggu seseorang. siapapun itu untuk membawakannya air minum.


"Ya ampun Hanna, kenapa hidupnya jadi menyedihkan seperti ini" rutuknya.


Sudah hampir 10 menit, tapi tak ada siapapun yang datang sehingga membuat Hanna semakin merutuki nasibnya.


"Apa mereka mau menyamarkan pembunuhanku dengan hal enteng seperti ini!" rucaunya dengan kekesalan yang kian memuncak.


Gadis itu merebahkan setengah tubuhnya di ranjang, sambil menatap langit-langit kamar Jae Hwan.


"Apa yang harus kulakukan! apa aku juga harus menjadi monster gila seperti pak suami!!!"


"Hanna sadar! sejak kapan dirimu mengakuinya suami.."


Ia bicara sendiri, hingga tak sadar akan kehadiran Jae Hwan yang sudah berdiri di ambang pintu beberapa detik yang lalu.


"Ambil airnya! atau kubuang sekarang!"


Sontak Hanna menatap kearah pintu, dimana pria mengerikan itu sedang berdiri sambil memegang segelas air ditangan-nya.


"Berikan!" sahutnya, namun terdengar nada bicara yang kasar dari mulutnya.


"Aku suka caramu melawan! tapi aku tidak suka jika kau berani melawan atau membantahku..." tekan Jae Hwan seraya menyerahkan segelas air pada istrinya ini.


Hanna hanya memutar malas bola matanya, dan lekas meminum airnya.


"Ah~ segarnya"


Meletakkan gelas di atas nakas, Hanna segera pergi ketempat tidur. tapi sebelum itu, ia mengambil bantal untuk membuat batas antara ia dan Jae Hwan.


"Tidak perlu membuat batas, lagian aku tidak tertarik dengan tubuh kurusmu itu" ujar Jae Hwan seraya mendudukkan dirinya di tepi kasur bersiap untuk tidur.


"Tidak ada salahnya antisipasi" gumam Hanna lalu ia segera merebahkan tubuhnya membelakangi Jae Hwan.


Jae Hwan hanya melirik sekilas dan tidak ambil pusing. karena ia ingin istirahat setelah seharian mengurus masalah kantor.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2