
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Ekspresi Jae Hwan memperlihatkan seperti sedang terpikir sesuatu atas ucapan Hanna.
Melihat itu tentunya mata Hanna berbinar, sepertinya Jae Hwan tahu apa alasan dibalik tragedi kebakaran hari itu.
"Tidak ada! aku tidak tahu apa-apa" katanya membuat ekspresi Hanna seketika berubah, karena pupus harapan mendapat petunjuk dari pria ini.
"Tapi- "Apa?" sahut Hanna antusias.
"Bagaimana bisa kau merencanakan semua pertemuan kita?!" tanyanya sambil memposisikan tubuhnya menghadap Hanna yang sudah kembali menghadap kedepan.
(Dari awal semuanya sudah terencana, Hanna tidak sepolos yang dipikirkan. menurut kalian siapa yang mengirim surat perjanjian antara Kim Yeon-U dan Shin Myung Il ke apartemen Hanna, selain orang yang dekat dengan si saksi perjanjian Lee Bong Cha? dan siapa pria yang dilihat anak buah Jae Hwan saat mengeledah rumah Lee Bong Cha, selain Kang Hyun Il yang dekat dengan Hanna? Benar Hyun il yang mengambil perjanjian-nya! tapi Hanna menggunakan Bae Han Ju agar menutup kecurigaan terhadap dirinya (Chp.32) dan setelah kematian Cha Ji Ah, Hanna berkata jika dia berhasil menggunakan Jae Hwan untuk menghancurkan Shin Myung Il, dimana kita tahu, jika Jae Hwan pergi kerumah Tuan Shin setelah mendapatkan surat perjanjian yang dari awal memang sebuah umpan dari Bae Han Ju yang mana itu berasal dari otak Hanna?!... sekian sedikit penjelasan dari author) Oke Lanjut.
"Apa jangan-jangan kau menyukai ku?!" sambungnya.
"itu rahasia negara, kau fokus saja menyetir. lebih baik kita pulang sekarang!" Kata Hanna.
Tapi anehnya, pria ini hanya manggut-manggut dan segera melajukan mobilnya untuk pulang. seperti anjing yang patuh pada majikannya.
...****************...
"Bagaimana Hyung bisa merencanakan ini semua?" tanya Yoon Wo heran. karena jika dilihat-lihat Seok Hyun adalah orang yang lawak dan hanya fokus pada JJ.Corp.
"Aku sudah memberikan identitas Hanna pada bibi Cha, agar ia mempertimbangkan jika Hanna adalah gadis baik yang pas untuk Jae Hwan... tapi karena hari itu dia tidak sengaja mendengar pembicara kita, aku jadi merasa bersalah atas kondisinya yang drop!"
"Tapi bukankah itu jalan bunuh diri! sementara Hyung tahu kalau Hanna memang mengincar Jae Hwan dari awal?!"
"Dengar! Hanna tidak sepenuhnya bersalah. dia seperti ini karena kematian orang tuanya yang tidak adil lalu Jae Hwan malah memperkeruh keadaan dengan terus menekan Kim Yeon-U untuk buka mulut dan berakhir di bunuh agar tidak ada saksi lagi! Aku tahu ini semua setelah Lee Bong Cha buka mulut sebelum dia meninggal." jelas Seok Hyun.
Mengingat hari itu dialah yang datang! dan hari itu juga ia mengetahui jika Hanna ternyata tidak sepolos yang ia pikir.
Tapi berselang satu minggu lebih, setelah Lee Bong Cha dinyatakan meninggal, Jung Wo tanpa sengaja mendengar pembicaraan Seok Hyun dan Yoon Wo mengenai siapa Hanna sebenarnya.
Karena hal itu, Jung Wo langsung melaporkan pada bosnya itu.
(Dibahas dari Chp 45)
Mengetahui jika Jae Hwan mengetahui identitas Hanna, ia merasa jika momen itu ternyata kesempatan baik untuknya menyatukan Jae Hwan dan Hanna, Seok Hyun langsung bicara pada Yoon Wo sebelum Jae Hwan menelpon-nya hari itu.
Pikir Seok Hyun ini adalah sebuah kebetulan yang sangat bagus untuknya, karena tujuan awalnya adalah untuk menjauhkan Jae Hwan dari keterlibatan-nya dengan dunia mafia.
__ADS_1
Ia hanya ingin adiknya itu fokus pada JH Group dan hidup dengan tenang. bagaimanapun mereka sudah mengetahui jika Bae Han Ju lah dalang dibalik semua rasa sakit selama ini.
Tapi Jae Hwan memerlukan rencana untuk bisa membalas-nya, karena Bae Han Ju tidak semudah yang mereka pikirkan.
Dia sama licik dan brutalnya seperti Jae Hwan, namun bedanya ia duduk di kursi pemerintahan dan mengendalikan seluruh anggota dewan maupun menteri yang sudah ia berikan posisi di pemerintahan.
"Tapi bagaimana jika Jae Hwan Hyung membunuh Hanna secara perlahan?!" sambar Ye Jun yang baru saja datang bersama adiknya serta Si Hwan.
"Aku tahu Jae Hwan memiliki sisi lembut yang tidak terbayangkan oleh orang awam" sahut Seok Hyun tersenyum yakin akan adik-nya.
"Mana Tae Il?" tanya Yoon Wo.
"Biasa!" sahut Si Hwan .
"Kau tahu Hyung! setelah Hanna jadi istri Jae Hwan Hyung, dia jadi uring-uringan dan suka minum tapi kali ini aneh, dia tidak main dengan para jal*ngnya itu" adunya.
"Aku jadi merasa bersalah padanya" gumam Seok Hyun, mengingat ia tahu alasan Tae Il kenapa sampai terobsesi dengan Hanna, tapi malah memberikan Hanna pada Jae Hwan.
"Carikan saja dia wanita baru" sahut Jin Sung seraya mengambil gelas berisi kacang yang ada di atas meja.
"Tidak akan mempan, bahkan sekarang dia saja tidak main wanita lagi,kan?" kata Seok Hyun yang juga ikut menyomot kacang yang ada di tangan adik Ye Jun ini.
"Benar juga" ujar Si Hwan yang sadar jika sahabatnya itu memang berubah drastis semenjak kehadiran Hanna di circle mereka.
"Oh iya! apa Yoon Wo Hyung tidak berniat pindah... kasian jomblo satu ini harus mendengar suara kenikmatan tiap malam" sindir Jin Sung, dimana sebenarnya dengan jelas sindiran itu di tunjukan untuk Seok Hyun.
Perlu di ingat jika Yoon Wo telah sah menikahi Sarah atau Lee Se Ra sebelum Jae Hwan menikah dengan Hanna.
Akhhh~
"Begini-begini aku punya pacar sekarang!" elak Seok Hyun.
"mana-mana?" sahut Jin Sung yang memang suka sekali membully pria yang lebih tua darinya ini.
Dengan percaya dirinya Seok Hyun memperlihatkan foto seorang wanita cantik dari ponselnya.
"Bagaimana?" ujarnya diikuti ekspresi sombongnya.
"Kau pacaran dengannya? kau serius Hyung!" kata Ye Jun yang juga melihat fotonya.
"Ey~ kau pasti berbohong kan, Hyung!" kata Jin Sung tidak percaya.
"Sudah kuduga kalian pasti tidak percaya, lihat ini" ujarnya sambil memperlihatkan jika ia kini sedang menelpon Han Ji Yeon.
Benar, direktur JJ.Corp ini sedang berkencan dengan model perusahaannya sendiri.
"Tidak di angkat" celetuk Jin Sung saat melihat ponsel Seok Hyun, dari sana ia mulai mengejek Hyung nya yang satu ini sekali lagi sambil tertawa puas.
Tapi mereka melakukan itu hanya untuk bersenang-senang tanpa ada pikiran untuk tersinggung sedikitpun.
...****************...
__ADS_1
Tanpa menghiraukan Jae Hwan, Tae il masuk kerumah-nya tanpa permisi.
Jae Hwan yang kala itu sedang duduk diruang tamu dan baru saja selesai menelpon Jung Wo melirik kemana pria itu pergi.
Tapi sebenarnya ia sudah tahu dari awal jika tujuan-nya adalah Hanna.
Bukannya khawatir, ia malah pergi keluar untuk menemui seseorang meninggalkan Hanna dan Tae il berdua saja di mansion besar tersebut.
Entah kemana pria itu pergi malam-malam begini.
"Han!" tegur Tae il
Hanna yang waktu itu sedang bersiap memasak makanan untuknya sendiri sontak menoleh kebelakang, ia kaget pria ini tiba-tiba ada disini.
"Sejak kapan?"
"Sejak tadi" sahutnya seraya melangkah menuju posisi Hanna.
"Tidak biasanya kau pakai turtleneck seperti ini, apalagi sekarang musim panas?" celetuknya, heran melihat Hanna mengenakan pakaian seperti ini.
"Apa kau tidak kepanasan?!"
Dengan rasa penasaran yang amat besar, ia langsung menurunkan kerah Hanna hingga terlihat warna kebiruan yang di dapat Hanna kemarin malam.
"Kenapa dengan lehermu? kau baik-baik saja?!" ujarnya khawatir.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir" Sahut Hanna
"Apa ini ulah Jae Hwan Hyung lagi?"
"Tidak perlu membahasnya, aku baik-baik saja" kata Hanna, ia malas jika Tae Il mencari ribut dengan Jae Hwan.
"Han! kau tidak bisa seperti ini? lama-lama kau-
Hanna menaikkan alisnya karena pria ini menggantung ucapannya.
...****************...
Preview Next Chp:
"Kau curang Hyung! bagaimana bisa kau mendahuluiku?!" ucapnya saat pria bermarga Jung itu baru saja kembali dari luar dengan menenteng sebuah paperbag berukuran cukup besar.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.