
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Hanna berlari masuk kedalam rumah besar milik Tuan Kang, ia meliat sang kakek sedang duduk di sofa mewah miliknya.
Lantas Hanna langsung menanyakan keadaannya, dan kenapa Bae Han Ju datang kerumah.
"pergilah ke Brazil untuk sementara waktu , kakek dan Hyun il akan mengurus masalah disini" ucap Tuan Kang tiba-tiba.
"Jujur dengan Hanna kek, apa yang pria licik itu katakan pada kakek??" Hanna bertanya-tanya kenapa tiba-tiba kakeknya ini ingin mengirimnya keluar negri.
"Bae Han Ju tahu kalau kau di adopsi oleh keluarga Kang" jawab Tuan Kang.
"Tapi kalaupun Hanna pergi, itu tidak mengubah apa-apa" sahut Hanna.
"Setidaknya dia tidak melukaimu"
"Tetap saja kek, Bae Han Ju punya banyak anak buah dimana-mana, jika Hanna meninggalkan kakek dan Hyun il, pria itu bisa saja memerintahkan anak buahnya untuk mencelakai kalian berdua" ucap Hanna yakin.
"Kecuali-"
Seketika Hanna teringat dengan suaminya itu, ketua Mafia yang tentunya punya banyak relasi dan anak buah yang tersebar diseluruh penjuru negri.
"Kecuali apa?" tanya Tuan Kang, karena Hanna menggantung ucapannya.
"Ah, tidak. maksudnya kecuali Hanna tetap disini... Bae Han Ju pasti akan mengincar Hanna dan bukannya kakek dan Hyun il" elaknya.
"Tapi, apa hanya itu yang dia bicarakan?" sambung Hanna, ia tidak yakin Bae Han Ju datang hanya untuk membahas hal tersebut.
"Dia datang hanya ingin mengancam kakek dengan menggunakan namamu" jawab Tuan Kang, tapi Hanna yakin jika masih ada hal lain yang disembunyikan sang kakek.
"Kakek yakin?"
"Kamu tidak percaya?"
"Iyaa, Hanna percaya. lebih baik sekarang kita pergi kerumah sakit, hari ini kakek ada jadwal check up,kan" ajak Hanna.
Tuan Kang lekas bangun dan ikut bersama Hanna kerumah sakit.
...****************...
Jae Hwan duduk di tepi ranjang kamarnya, ia akhirnya memilih untuk kembali ke mansion pribadinya.
Ia melihat barang-barang Hanna masih ada di tempatnya.
"Tuan, saatnya pergi" ucap Jung Wo.
"Sebentar lagi aku akan turun" jawab Jae Hwan.
Pria itu keluar dari kamar dengan siulan nakalnya, sambil memainkan kunci mobil miliknya.
"Im coming my wife" gumamnya.
...****************...
__ADS_1
Sementara itu, Hanna yang baru saja selesai memberikan obat untuk Tuan Kang, naik ke lantai 3 menuju kamarnya.
Hanna memilih untuk membersihkan tubuhnya, karena seharian ini gadis itu sama sekali tidak bisa diam, selesai dari kantor ia lanjut pergi ke rumah sakit.
...----------------...
"Bagaimana Tuan Kang? apa penawaranku kali ini kurang memuaskan?" ucap seorang pria yang sedang duduk di kursi single milik keluarga Kang.
"Dasar pria licik" gumam Tuan Kang menggenggam erat tongkat miliknya.
Ingin sekali lelaki tua itu memukulnya dengan tongkat yang ada di tangannya.
"Tidak ada yang bisa memastikan keamanan Hanna selain diriku, SUAMI SAH KIM HANNA!!!" pria itu menekan kata terakhir-nya.
"Bae Han Ju pasti akan menggulingkan anda dengan menggunakan Hanna sebagai boomerang" lanjutnya.
Tuan Kang nampak berpikir atas ucapan pria satu ini.
"Kau pulang saja, aku bisa menangani ini sendiri. dan jangan berpikir aku akan membiarkan Hanna menderita ditanganmu lagi!!" tekan Tuan Kang bangkit dari duduknya.
"Aish, dasar tua bangka keras kepala" gumam Jae Hwan tersenyum tipis.
"1 Triliun Won"
"1,5 Triliun Won?"
"......?"
"Okey, 2 Triliun Won, penawaran terakhir!"
Tuan Kang nampak berbalik dan buka suara, "Aku tidak tertarik dengan uangmu, jauhi cucuku! aku tidak akan pernah merestui pernikahan konyol ini sampai kapanpun."
Damn!
Jae Hwan terdiam saat Tuan Kang mengucapkan kalimat mutlak tersebut.
Jae Hwan menghela nafasnya, dan memilih untuk keluar dari kediaman Tuan Kang.
Namun baru beberapa langkah, ia dan Jung Wo nampak berhenti saat seorang bodyguard berlari kearah Tuan Kang yang kala itu masih ada di tangga.
"Tuan-
"Tuan,,, Nona Hanna!!!" ujarnya sambil menormalkan deru nafasnya.
Mata Tuan Kang membulat sempurna entah apa yang ia lihat dari layar tablet yang sebelumnya diberikan oleh bawahannya.
Jae Hwan mengerutkan dahinya bingung, ia lantas menyuruh Jung Wo untuk mengetahui apa yang dilihat oleh Tuan Kang.
Tapi ternyata pria disampingnya itu sudah melihatnya berbarengan dengan Tuan Kang.
"Lihatlah"
Jae Hwan mengalihkan atensinya untuk melihat layar ponsel milik Jung Wo.
"Ketua Kang dituding memiliki seorang gadis muda yang merupakan simpanannya selama ini, dan menurut beberapa data yang di dapatkan. Ketua Kang juga masuk kedalam list penerima suap se*sual....... dan wanita yang memiliki inisial K.H ini sudah menjadi simpanannya selama bertahun-tahun untuk kepuasannya sendiri!!!"
Brakkk~
Tanpa perasaan Jae Hwan langsung membanting ponsel milik Jung Wo.
"Kubilang apa Tuan Kang! selama Hanna bersamamu, Bae Han Ju licik itu pasti akan selalu memanfaatkan Hanna sebagai senjata-nya!!!" Jae Hwan bahkan mendorong bawahan Tuan Kang dan mencengkeram kuat kerah bajunya.
"Telpon Ye Jun, suruh dia men take down seluruh berita"
__ADS_1
"Baik Tuan" lekas Jung Wo menghidupkan ponsel yang sebelumnya di banting oleh Jae Hwan.
"SIAL*N KAU JUNG JAE HWAN!!!"
Nampak seorang wanita datang menghampirinya dan Tuan Kang yang masih berada di tangga.
"Lama tidak bertemu istriku." sahutnya santai diikuti ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan dia sekarang!" perintah Hanna, tapi pria itu hanya menguap seperti bayi yang ingin tidur.
Jae Hwan perlahan melepaskan kerah baju Tuan Kang hingga membuatnya hampir hilang keseimbangan, untungnya Hanna sigap untuk membantu lelaki tua ini.
"Kau- " sambil menunjuk wajah suaminya, Hanna melontarkan sebuah kalimat yang membuat Jae Hwan hampir lepas kendali.
"Aku kira kau sudah di neraka, seharusnya kau tidak perlu kembali lagi... mati saja kau sial*n"
Hanna langsung mengajak Tuan Kang untuk kembali ke kamarnya.
"Ck. gadis ini selama aku tidak ada.. dia semakin memperlihatkan jati dirinya itu!" gumam Jae Hwan sambil memperhatikan Hanna dan Tuan Kang yang sudah pergi dari hadapannya.
"Jung Wo, bawa Hanna pulang! aku akan menunggu dimobil" perintah-nya.
"Baik Tuan"
Sambil tersenyum miring, pria itu berjalan menuju mobil mewah miliknya yang terparkir di depan rumah keluarga Kang.
Tidak berselang lama, datang Jung Wo dengan raut wajah agak ketakutan? ketakutan jika bosnya ini marah.
"Mana Hanna?"
"Ya! keluar" kata Hanna sambil memberi kode pada pria yang sedang duduk di mobil mewahnya itu.
Jung Wo langsung masuk kedalam mobil dan membiarkan bosnya itu bicara dengan sang istri.
Jae Hwan lantas keluar dari mobil, lalu berjalan menghampiri Hanna yang kala itu berdiri di depan pintu utama.
"Kena-
Arghhh~
"Yak! kau gila.... " dengan wajah memerah Jae Hwan terduduk di samping pintu sambil menahan sakit setelah Hanna menendang juniornya menggunakan dengkul-nya.
"rasakan itu" sahut Hanna dengan ekspresi puas melihat Jae Hwan kesakitan, lalu menutup pintu depan tanpa menghiraukan pria malang yang sedang kesakitan itu.
"Arghhh~ Yak, KIM HANNA"
"Tuan tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa! sakit bod*h," marahnya sambil berdiri dibantu oleh Jung Wo.
"Oh ****~, gadis ini benar-benar" rucaunya sambil masuk kedalam mobil.
Sementara Hanna yang memperhatikan keduanya dari lantai dua hanya tersenyum miring saat Jae Hwan merasakan akibatnya.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.