Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.35


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Disaat Jae Hwan tenang-tenang saja karena tahu siapa yang membawa Hana, disisi lain wanita itu baru saja tersadar dan mendapati dirinya tengah berada di sebuah ruangan gelap.


Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing itu karena efek dari obat bius yang diberikan padanya.


"Aku dimana?" gumamnya pelan seraya bangkit dari sebuah kursi tanpa ada siapapun yang mengawasinya di sana.


Namun itu tidak berlangsung lama, terlihat seorang pria berumur kisaran 37-40 tahun berjalan ke arahnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, seketika ruangan itu penuh pencahayaan kala sang pria menekan saklar yang ada di sana.


"Siapa kau?!" tanya Hana sambil terus berusaha menjaga jarak di antara mereka berdua.


"Ah. aku?! ..... kurasa kau tidak perlu penasaran dengan hal itu, apa kau tidak lebih penasaran kenapa kau bisa ada di sini?" ujarnya seraya menyeringai memberikan tatapan na*sunya pada Hana.


Tiba-tiba saja wanita itu memegangi kepalanya, rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan bertambah di iringi ingatan saat Jae Hwan memukulinya dengan brutal .


"YAK! GI SANG HOON KELUAR KAU!!! JANGAN SAMPAI AKU MENGHABISI SELURUH ANAK BUAHMU"


Seketika langkah pria itu terhenti saat suara Jae Hwan terdengar mengisi seluruh gedung terbengkalai tersebut.


"Akhirnya datang juga, cecunguk kasar itu" umpatnya, lalu berjalan kearah Hana dan menyeret wanita itu tanpa memikirkan kondisinya.


"Oyyy~ Direktur Jung!!! lama tidak bertemu" ucapnya tersenyum miring sambil menarik kuat rambut Hana hingga wanita itu merintih kesakitan.


"Lepaskan wanita itu sekarang" pinta Tae Il yang tidak tahan melihat Hana di siksa seperti itu.


"Karena pria ini kau menderita seperti ini" bisiknya pada Hana .


"Salah satu anak buahnya, mengambil barang kita 2 hari yang lalu" bisik Jung Wo yang berada di samping Jae Hwan.


Jae Hwan tersenyum tipis sebelum akhirnya menampakkan tatapan tajamnya pada Gi Sang Hoon.


Ia memberikan kode dengan tangannya pada pria yang sedang menahan Hana, tapi pria itu Gi Sang Hoon sama sekali tidak beranjak dari tempatnya, bahkan ia memperkuat tarikannya pada rambut Hana.


"Pertama lepaskan dia dulu, baru setelah itu kita urus, urusan kita" ucap Jae Hwan.

__ADS_1


"Apa?... kau ingin aku melepaskan-nya! tidak semudah itu Direktur Jung,,, berikan barangmu atau aku akan membuat wanita ini menjadi pecandu?!" tawarnya sambil tersenyum licik.


"Kau memancingku sekarang?"


Sang Hoon hanya menggendikkan bahunya, lalu tertawa diiringi tawa anak buahnya.


"Kau tau kenapa aku tidak pernah menerimamu untuk bergabung dengan JDevil's? ....


"Itu karena kau b*doh" sambungnya tersenyum remeh hingga memancing sang musuh semakin melukai Hana.


"Apa kalian tidak waras? aku tidak ada sangkut pautnya dengan kalian, kenapa kau menahanku" ucap Hana yang sedari tadi tidak tahan lagi, ditambah ia risih dengan kepala gangster yang berdiri terlalu dekat dengannya.


"Kau diam saja, jangan banyak bicara" bentak Sang Hoon.


"Aishhh~ dasar pecandu sialan" umpat Jae Hwan yang tanpa aba-aba langsung memerintahkan anak buahnya untuk membereskan Gi Sang Hoon beserta anak buahnya.


"Kau jangan membuatku mengotori tanganku dengan darahmu sial*n" ucap Jae Hwan ditengah perkelahian anak buahnya dengan anak buah musuh.


"Selangakah lagi kau melangkah, aku akan menyuntikkan ini padanya" ancam Sang Hoon meletakkan jarum suntik di leher Hana.


Tidak kehabisan akal, pria tampan itu memberikan kode pada teman-temannya untuk melumpuhkan Gi Sang Hoon dan menjauhkan Hana dari pria itu.


Akhhhh~


"kau baik-baik saja hyung" tanya Si Hwan khawatir saat anak buah Sang Hoon menusuk sisi kiri perutnya, saat akan melepaskan Hana.


Tidak lama setelah itu, anak buah Jae Hwan langsung menanganinya tapi itu percuma karena sang atasan sudah terluka.


"Bawa dia keluar dari sini" perintahnya pada Tae Il yang langsung mengangguk dan segera membawa Hana keluar dari kekacauan di gedung itu.


"lain kali buat rencana sebelum berurusan denganku" tukas Jae Hwa menepuk pipi Sang Hoon yang kini terbaring tidak berdaya di lantai setelah mendapat pukulan berkali-kali dari Jae Hwan.


"Dan kuperingatkan sekali lagi!!! jika kau menyetuh wanita itu, maka aku tidak segan-segan mengeluarkan bola matamu itu untuk dijual" ancamnya dengan nada bicara yang teramat pelan.


Jae Hwan beserta anak buahnya keluar dari gedung itu setelah membereskan Sang Hoon beserta bawahannya.


"Tuan baik-baik saja?" tanya Jung Wo karena melihat darah semkin rembes dari luka tusukan.


"Kita pergi sekarang" perintahnya masuk ke dalam mobil, dimana di sana juga ada Tae Il dan Hana.


Tidak ada yang bicara sama sekali, suasana di dalam mobil hanya di isi keheningan bahkan Tae Il yang notabennya kadang cerewet sekarang terdiam sambil memperhatikan luka di bibir Hana serta pergelangan tangannya yang memerah akibat ikatan tali yang begitu kencang.


"Maaf"


Kata itu lolos begitu saja dari mulut Jae Hwan yang duduk di samping kursi kemudi dengan pandangan yang lurus kedepan.

__ADS_1


Namun sayangnya Hana sama sekali tidak menggubris ucapan maafnya, ia hanya diam dengan pandangan kosong.


Dalam diam pria itu menahan rasa sakitnya, sambil terus memegangi lukanya agar pendarahannya tidak terlalu banyak.


"......"


Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai disana setelah Jung Wo melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Ayo turun" ajak Tae Il kala Hana masih melamun didalam mobil.


"Bisakah kau mengantarku pulang! aku muak berada di dekat pria ini" tukas Hana sukses membuat langkah Jae Hwan terhenti.


"Tapi lukamu?" sahut Tae il.


"Kalau tidak bisa, aku pulang dengan taksi saja" jawab Hana dengan nada teramat datar tanpa ekspresi apapun, terlihat jika pandangan Hana masih kosong.


Ekor matanya melirik sekilas Jae Hwan yang berdiri tidak jauh dari posisinya, lalu melangkah pergi dari hadapan para pria itu


"Tunggu! aku akan mengantarmu" tahan Tae Il, lalu merampas kunci mobil Si Hwan untuk mengantarnya pulang.


"Apa selama ini aku sudah sangat keterlaluan?!" gumamnya dalam hati, saat melihat Hana tidak seperti biasanya.


"Tuan, sebaiknya kita masuk" ujar Jung Wo yang melihat wajah atasannya itu sudah begitu pucat.


Ia mengangguk dan masuk bersama yang lain kecuali Hana dan tae Il.


Namun sebelum mereka pergi, pemilik JH Group itu sempat menoleh sekilas memperhatikan mobil Si Hwan yang perlahan pergi dari kawasan rumah sakit.


...****************...


"Kau yakin baik-baik saja?" ujar Tae il bertanya,memastikan keadaan Hana baok-baik saja.


"Aku sudah pernah diperlakukan seperti ini, jadi kau tenang saja" sahutnya mengingat Jae Hwan pernah melakukan hal yang lebih sadis daripada Sang Hoon padanya.


Pria yang duduk di sampingnya itu lantas mengangguk dan memilih untuk diam, karena ia tahu jika Hana sekarang masih dalam keadaan kaget setelah disekap sekali lagu oleh orang jahat.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2