Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.71


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"SCAR Holdings menjamin sahamnya untuk mengajukan pinjaman di Sia Bank" ujar Seok Hyun


Kini para pria itu nampak berdiskusi di markas J'Devils dengan satu papan catur yang terletak di atas meja.


"Itu bagus untuk kita" sambung Yoon Wo.


"Jung Wo, berapa saham yang kita miliki di SCAR Holdings?" tanya Jae Hwan.


"sudah mencapai 4,3% Tuan" sahut Jung Wo.


"Bekerja samalah dengan Marine Group untuk berpihak dengan kita,"


"Baik, Tuan"


"Citra Bae Han Ju naik menjadi 83%, mengalahkan beberapa partai di bawahnya," kata Ye Jun sambil mengamati laptopnya.


"Publik sedang sensitif sekarang, karena berita suap se*sual, kita tak bisa memanfaatkan moment ini. Karena Bae Han Ju pasti akan sadar" ucap Jae Hwan mendapat anggukan dari yang lain.


"Kita bisa menggunakan anggota dewan Wo Sung Woon untuk menggertak Bae Han Ju" Yoon Wo menatap Jae Hwan, seakan mereka sedang dalam satu pikiran sekarang.


"SCAR Holdings, ada di bawah kekuasaan tangan kanan Bae Han Ju. Pertama kita buat mereka berselisih paham baru mengincarnya" Entah rencana apa yang sedang para pria itu pikirkan, namun yang pasti Jae Hwan tidak main-main lagi.


"Depositkan 1 Miliar Won ke Sia Bank, dan minta Manajer Lee untuk menyetujui pinjaman uang untuk CEO SCAR Holdings" perintahnya.


"Baik, Tuan"


📳Drrt


"Ye Jun ponselmu" tegur Yoon Wo, sontak Ye Jun langsung mengangkat telponnya sebelum ada yang melihat siapa yang menghubunginya.


"Aish. kenapa gadis ini menghubungi di saat yang tidak tepat" rutuk Ye Jun seraya menerima panggilan dari Hanna.


"Wae?"


"YAK! KENAPA KAU TAK MEMBERIKAN LAPORAN PADAKU!!!"


Ye Jun langsung mengosok kuping nya yang terasa panas karena teriakan Hanna.


"Siapa?" tanya Seok Hyun.


Ye Jun hanya menggeleng, lantas kembali bicara dengan orang yang tersambung dengan telponnya.


"Nanti. Nanti ku beritahu, aku sibuk sekarang"


Tut!


Ye Jun langsung saja mematikan telponnya, dan mengubah mode telponnya menjadi mode senyap, takutnya Hanna menelponnya lagi.


Pria itu yakin, Hanna pasti tidak terima telponnya di putus begitu saja olehnya.


"Lanjut, Hyung" ujarnya sambil tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.


Jae Hwan melanjutkan pembicaraan mereka mengenai rencana mereka untuk menghancurkan Bae Han Ju dan antek-anteknya di pemerintahan.


📳Drrt


📨Message


From : Hanna


"Kim Yu Na siapa?"


"Kemarin malam Jae Hwan tidak pulang, kemana dia?"


"Mwo?"

__ADS_1


"Apa? kali ini apa lagi?" tanya Seok Hyun saat Ye Jun kaget melihat sesuatu di ponsel pintarnya.


"Hyung! kemarin malam kau tak pulang?" tanya Ye Jun tiba-tiba.


"Kau tak pulang kemarin malam?" tanya Seok Hyun memastikan.


"Lalu, Kim Yu Na siapa?" Mata Jae Hwan membulat saat Ye Jun mengucapkan nama tersebut.


"Ada apa ini?" ucap Seok Hyun yang semakin dibuat bingung.


"Ah, itu. dia sekertaris ketua Wo Sung Woon, aku mencari informasi dari nya kemarin malam" sahut Jae Hwan enteng.


"Kau tidak melewati batas, bukan?" sahut Yoon Wo yang memang sudah tahu dari awal.


Jae Hwan menggeleng, "Atas, hanya atas. aku bukan pemain seperti Park Tae Il" jawab Jae Hwan


"Tapi, tunggu dulu! kau tahu dari mana tentang aku tidak pulang dan Yu Na?" tanya Jae Hwan menatap curiga pada Ye Jun.


"Hanna yang minta? dia ingin aku jadi mata-matanya beberapa hari yang lalu" jawab Ye Jun dengan tenangnya.


Sebenarnya sungguh bodoh Hanna meminta Ye Jun untuk menjadi mata-matanya.


Jika Hanna tahu, mungkin ia sudah memecahkan gendang telinga Ye Jun dengan amarahnya.


Mendengar itu, membuat Jae Hwan terpikir sesuatu hingga membuatnya tiba-tiba tersenyum aneh.


"Pokoknya, kita jalankan dulu rencana tadi. Aku akan terus menghasut Yu Na agar membuat ketua Wo Sung Woon mau menerima tawaranku"


"Baiklah, kali ini kita tak boleh gagal. Semakin lama Bae Han Ju akan semakin memperkuat kedudukannya" ujar Seok Hyun begitu juga dengan pemikiran yang lain.


...****************...


Hanna kini tengah santai diruang keluarga, sambil membalas pesan dari Jae Kyung, gadis itu juga fokus pada layar televisi.


Mungkin lebih tepatnya, televisi lah yang menonton Hanna.


Tapi entah kenapa ia mendengar suara samar orang ribut-ribut diluar.


Hanna lantas bangun dari posisi rebahannya dan berjalan menuju pintu utama.


Terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian sexy, yang bahkan lebih pendek dari dress selutut milik Hanna.


"Ada apa?" tanya Hanna penasaran pada para pelayan yang berkumpul di dekat pintu.


"Ah, Nyonya. Itu ada wanita yang mengaku kekasih Tuan Jung."


Hanna hanya mengangguk pelan, lantas menyuruh pelayan untuk membiarkannya masuk.


Bahkan mereka heran kenapa Hanna membiarkannya masuk.


Saat ini mereka berdua terlihat duduk berseberangan di sofa ruang tamu, bedanya Hanna duduk sofa besar sedangkan wanita itu duduk di sofa single.


Hanna duduk sambil menyilangkan tangannya, tak lupa tatapan menilai yang di akhiri dengan tatapan sinis. "Kau siapa?"


"Kim Yu Na, kekasih Jae Hwan Oppa" jawabnya dengan wajah pongah.


Hanna tersenyum remeh, "Jadi ini jal*ng barunya" gumam Hanna walau sebenarnya ia merasa ada yang menancap di hatinya sekarang.


"Kau sendiri siapa? apa kau ketua pelayan?" tanyanya.


Hanna hanya membalas pertanyaan itu dengan tatapan datarnya.


"Ya! kau tak menjawab pertanyaanku?" bentaknya merasa tak terima Hanna menghiraukannya.


"Kau ingin tahu siapa diriku?- "Kepala pelayan" potong seorang pria yang kini sedang berdiri di dekat pintu. Dan itu Jae Hwan.


"Oppa" ujar wanita itu berjalan menghampiri Jae Hwan lalu bergelayut manja di tangannya.


Hanna benar-benar dibuat bungkam setelah ucapan Jae Hwan barusan.


"Kau kenapa kesini?" tanya Jae Hwan dengan nada lembut yang sama sekali tak pernah ia ucapkan pada Hanna, Istrinya.


"Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu. Ah, aku juga punya kabar penting" jawabnya tersenyum manis di hadapan Jae Hwan.


"Benarkah" sahut Jae Hwan mengelus lembut surai hitam Yu Na.


Padahal wanita itu tak tahu saja kalau ia sedang di manfaatkan oleh Jae Hwan.

__ADS_1


Hanna hanya bisa tersenyum tipis ketika menyaksikan hal yang membuatnya muak.


Jae Hwan melepaskan sebentar tangan Yu Na dan berjalan ke arah Hanna.


"Tidur di kamar tamu untuk malam ini. Dan jangan berpikir untuk keluar dari rumah ini walau selangkah saja" bisik Jae Hwan sambil tersenyum miring.


Hanna meremas ujung dressnya saat Jae Hwan membisikkan hal tersebut padanya.


Ia memperhatikan dua manusia itu pergi menuju kamarnya dan Jae Hwan.


Hanna hampir kehilangan keseimbangannya hingga terduduk di sofa, bahkan Jung Wo yang tadi datang bersama tuannya sedikit khawatir dengan keadaan Hanna.


Gadis itu lantas meraih ponselnya untuk menelpon Hyun il agar segera menjemputnya, tapi sayang. Jae Hwan telah memerintahkan Jung Wo untuk menonaktifkan sinyal dirumahnya untuk sementara.


"Brengs*k"


Hanna hanya bisa dibuat mengumpat atas perbuatan Jae Hwan.


"Berani sekali mereka melakukan itu dihadapanku" geram Hanna menggenggam erat ponselnya.


Bagaimanapun Hanna tetap wanita yang punya perasaan, walau kadang mereka sering berselisih paham dan tak pernah akur, bukan berarti Jae Hwan bebas selingkuh di depan matanya sendiri.


Hanna berjalan menaiki anak tangga menuju kamar utama.


Baru sampai di depan pintu, Hanna sudah dibuat sesak saat mengingat bagaimana mereka berdua bercumbu saat naik tangga.


Ia menghela nafasnya lalu menempelkan kartu akses kamar yang memang ia punya.


Brak!


Hanna terdiam kaku, matanya membulat sempurna saat melihat Yu Na dan suaminya tengah bercumbu di atas sofa dengan sangat agresif, bahkan kini kemeja Jae Hwan sudah lepas entah kemana.


"MENJIJIKAN" Teriak Hanna yang langsung pergi dari sana dengan perasaan yang kacau.


Bukan Hanna lemah, tapi ia tak sanggup melihat pemandangan ini.


Pikirnya Jae Hwan tak akan melakukan hal itu, tapi ternyata pemikirannya salah.


Jae Hwan yang sadar jika ini sudah keterlaluan, langsung memakai kemejanya dan berlari menyusul Hanna.


Niat ia hanya ingin membuat pelajaran untuk Hanna karena berani membuatnya kelaparan kemarin malam.


Ia berpikir Hanna tak akan sampai seperti ini, gadis itu meneteskan air matanya saat melihat adegan panas dirinya dengan Yu Na.


"Aish. Aku kira ia tak akan sampai seperti ini" gumam Jae Hwan mencoba mencari Hanna yang berlari dari rumah.


Pengawal tidak berani menghalau Hanna yang saat itu sedang dalam keadaan menangis.


Hampir 1 jam, Jae Hwan menyusuri jalanan. Tapi ia sama sekali tak melihat adanya Hanna.


"Kemana gadis itu, kenapa cepat sekali dia hilang" gumam Jae Hwan sambil sesekali memukul setir mobilnya.


Disaat yang lain sibuk mencarinya, Hanna saat ini malah duduk termenung di bangku taman yang tak jauh dari rumah Jae Hwan.


Ia merasa hatinya sakit saat melihat hal tadi, Hanna sudah beberapa kali melawan dirinya sendiri, tapi perasaannya tak bisa berbohong.


"Kau kalah Hanna" rutuknya sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Kau kalah!!!" teriaknya dengan air mata yang mulai pecah.


"Hanna?" tegur seorang pria yang kini berdiri tepat di depan Hanna.


Sontak gadis itu mendongakkan wajah sembabnya itu.


"..............


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2