
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Sorot matanya terus tertuju pada pesan yang dikirimkan pada ponsel bibinya.
"Dana KRW 5.000.000,00 masuk ke rekening 1234***0623 pada 08/03/22 13:40:19. Ket.: ******** TO ********"
"Ini transferan yang sama, yang kuberikan pada Hana. sekarang semuanya sudah selesai, jadi berikan perjanjian itu padaku"
Sampai di gedung Sia Bank, ia lantas bergegas masuk kedalam untuk segera bertanya sesuatu pada pegawai di sana.
"Apa aku bisa memeriksa, siapa pemilik rekening yang mengirimkan uang ke nomer rekening ini." ujarnya menunjukkan nomor rekening milik bibinya.
"Tolong tunggu sebentar" sahut pegawai dengan nada ramah.
"Nomor rekening ini terdaftar atas nama Jang Song Joo"
"Ah, baiklah. terimakasih" ucapnya pada pegawai itu.
"Jang Song Joo" gumamnya pelan seraya melangkah keluar dari sana.
"Siapa Jang Song Joo? dan kenapa dia mengirimkan uang? dan berkas apa yang dimaksud??"
Hana bertanya-tanya ada hal apa sebenarnya, dan kenapa bibinya menyembunyikan ini darinya, jika selama ini telah menerima uang dari nomor rekening yang sama selama bertahun-tahun belakangan.
Saat keluar dari kawasan gedung, seorang pria nampak bersandar di mobil mewah miliknya, dengan tangan yang menyilang ke dada serta senyuman manis yang tertarik dari sudut bibir se*y miliknya.
Ia hanya menghela napasnya, rasanya Hana sudah mulai terbiasa dengan kehadiran pria ini karena selalu membuntuti dirinya.
Walau sudah di larang berkali-kali, tapi pria yang memiliki nama lengkap Park Tae il ini tidak mau tahu dan terus mengikuti Hana.
Bahkan sekarang ia bisa berada di tempatnya, itu semua karena bantuan Ye Jun yang berhasil melacak keberadaan Hana.
Tae Il mengacungkan tangannya seolah memberi kode pada Hana untuk menemuinya.
Hana merasa tak ada gunanya ia berurusan dengan Tae Il.
Tae Il hanyalah pria gila yang pikirannya hanya masalah Wanita dan kepuasan. Dengan pemikiran itu Hana tidak menghiraukannya dan berniat untuk segera enyah dari pandangan pria itu.
Tepat pada saat itu kata-kata Tae il membuat Langkah Hana terhenti .
“Jangan jual mahal padaku, diluar sana banyak Wanita yang ingin ada di posisimu”
Tepatnya, para kaum hawa tergila-gila dengan ketampanan serta ke se*y-an nya, terutama kekayaan dan status keluarganya.
Hana memutar langkahnya dan dan berjalan mendekati Tae il, ia menunjuk wajah pria itu di iringi dengan ekspresi datarnya.
“Silahkan cari orang lain, semua yang kau lakukan aku tidak peduli. Jangan berharap jika aku akan mudah masuk kedalam jebakanmu”
Tae Il menutup mulutnya dan menatap tajam kearah Hana. Pria itu menatapnya dengan ekspresi aneh, seperti marah, tapi juga seakan menahan tawa.
__ADS_1
Dengan perlahan ia mengangkat tangannya.
“Kau”
Tae Il mengetuk kening Hana dengan jarinya.
“Aku sudah menandai jika kau akan menjadi milikku apapun caranya”
Wanita itu menanggapi dengan decakan lidah
“ck ck.”
Lalu ia melanjutkan “Apa kau benar-benar tidak punya kegiatan lain selain ini?!”
Senyumnya merekah “membuntutimu adalah pekerjaanku.” sahutnya.
Belum sempat Hana memberikan tanggapannya, tiba-tiba pria di hadapannya ini memegang perutnya di iringi dengan ekpresi yang memperlihatkan jika ia sedang merasakan sakit yang teramat di sisi kanan bawah perutnya.
Ujung alis Hana seketika bergerak turun. Seolah ia memahami rasa sakit Tae il saat ini.
Sorot mata Hana yang bersimpati itu membuat Tae Il menegakkan tubuhnya seolah berhenti memperlihatkan jika ia sedang kesakitan saat ini.
“Kau baik-baik saja? Apa kau mau kerumah sakit?”
Meski tumbuh di keluarga yang tidak kekurangan dengan harta. tapi ia sama sekali tidak tahu bagaimana rasanya di perhatikan oleh orang terdekatnya, karena keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, hingga membuatnya terbiasa untuk mencari kebahagiaan dengan caranya sendiri.
Namun, sekarang………..
Dengan rambut hitam dan mata coklat, Hana yang di anggapnya wanita gampangan. Memberikan perhatian tulus yang belum pernah Ia dapatkan sebelumnya.
Tangan Hana memegang tangan Tae il dan merasakan hawa dingin karena suhu tubuhnya yang mungkin ikut turun setelah rasa sakit sebelumnya.
“Kau yakin baik-baik saja, tubuhmu sedingin es. Bibirmu juga pucat”
Hana melambaikan tangannya di depan wajah Tae il karena pria itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.
Jika status sosialnya berbeda dengan Hana, tapi sentuhan Hana berhasil membuatnya merasakan kehangatan. Ia tersenyum lemah dengan keringat yang sedari tadi bercucuran di keningnya.
“Ya, Park Tae Il ada apa denganmu….
Suara samar-samar Hana mengakhiri pendengaran Tae Il yang sudah kehilangan kesadarannya karena rasa sakit yang sedari tadi ia tahan.
“Ya, kau kenapa? Park Tae il sadarlah!!!”
Hana bingung, ia lantas memanggil beberapa orang untuk meminta bantuan.
Setelah di bantu memasukkan pria itu kedalam mobil, Wanita itu ikut masuk dan merogoh saku celana Tae il untuk mencari kunci mobilnya.
“Maaf karena aku lancang, tapi ini darurat” ucapnya.
Menancapkan kunci mobil, Hana langsung melajukan mobilnya dimana sebenarnya ia saja belum memiliki SIM mobil dan tidak terlalu mahir dalam mengemudi, tapi pikirnya daripada menunggu ambulance lebih baik ia saja yang membawanya.
Karena kebetulan jarak rumah sakit dan Sia Bank tidak terlalu jauh.
Seperti yang sudah bisa di bayangkan, hampir sepanjang jalan ia mendapat klakson dari pengemudi lain karena melaju dengan kecepatan tinggi dan cara mengemudinya yang begitu bar-bar.
……
Ckittttt…………….
__ADS_1
Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk rumah sakit
Ckitt…….
“Yak! Apa kau tidak bisa megemudi” kesal seorang pria yang mengemudi di belakang mobil Tae il.
“Marahnya nanti saja, tolong dulu temanmu. baru setelah itu lanjutkan marahnya" sahut Hana lalu memanggil suster untuk membawakan branker dorong.
Dua orang suster dan satu dokter langsung mendorong brankernya menuju IGD setelah memindahkan Tae il.
“Apa yang terjadi?” tanya dokter.
“Tadi dia sakit perut badannya juga panas dingin”
Mendengar penjelasan Hana, dokter langsung mengambil tindakan.
“siapkan ruang operasi sekarang” suruhnya pada perawat yang membantunya.
“Apa yang terjadi dengannya dok?!” tanya Ye Jun
“Usus buntu” sahut dokter lalu beralih pada Tae il.
Setelah menuggu beberapa menit, suster dan dokter langsung memindahkan pria itu keruang operasi untuk di tindak lanjuti karena Tae il memiliki usus buntu kronis, dan memerlukan tindakan cepat.
Ye Jun dan Hana pergi mengikuti dokter dan suster yang bertanggung jawab sampai di depan ruang operasi.
"Ini kunci mobil temanmu, karena sudah ada kau yang menunggu. aku akan pergi."
Meletakkan kunci di samping kursi Ye Jun, ia berniat pergi, tapi 5 orang pria yang datang membuat Hana menghentikan langkahnya.
Ia membungkuk 30° derajat kala atasannya datang bersama circlenya. lalu segera pergi dari sana.
"Bagaimana Tae il?" tanya Seok Hyun
Ye Jun dengan jelas dan lengkap menjelaskan pada sahabat-sahabatnya, sebagaimana yang dokter jelaskan padanya dan Hana sebelumnya.
Mereka semua duduk di kursi menunggu operasi Tae il selesai.
Hanya ada para pria tampan yang menunggu di depan ruang operasi, jangankan datang bahkan orang tuanya sama sekali tidak tahu menahu tentang usus buntu sang anak.
"Bagaimana dengan orang tuanya?" tanya Yoon Wo tapi Ye Jun hanya memperlihatkan sebuah pesan m-banking dari orang tua Tae il.
Melihat itu membuat Yoon Wo dan yang lain seketika ingat bagaimana keadaannya, dimana mereka tahu betul bagaimana seluk beluk Tae Il sebenarnya.
Itulah kenapa hanya mereka yang ada di sana, keluarganya hanya mementingkan masalah pekerjaan dan pewaris. bahkan saat Ye Jun memberitahu kabar Tae Il, Nyonya Park hanya meminta Ye Jun untuk memesankan kamar VIP untuk anaknya tanpa memberikan kabar jelas kapan akan datang karena keduanya sedang berada di luar negri.
"Terlahir dengan sendok emas, tidak sepenuhnya menjamin kebahagiaan."
Hana yang nyatanya sedari tadi masih berada di dekat sana karena ikut khawatir dengan keadaan Tae il, mendengar sedikit cerita para pria itu mengenai Tae Il yang sedang dalam pengaruh anestesi.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.