Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.31


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Bagaimana kalian bisa masuk" tanya Hana, namun tidak ada jawaban dari keduanya.


"Ya ampun, kakimu berdarah" tukas Tae il saat tidak sengaja melihat kebawah dan mendapati kaki Hana sudah dalam keadaan terluka.


"Apa yang baru saja kau sembunyikan?"


"Jangan kau pikir aku tidak tau Kim Hana?, aku ada di sini karena itu... jadi berikan itu padaku" ujar Jae Hwan menjulurkan tangannya agar Hana memberikan berkas itu padanya.


Mendengar itu, tentunya membuat Hana semakin gugup ia berusaha mengelak dengan alasan semasuk akal mungkin, namun ditolak mentah-menatah oleh Jae Hwan yang dari awal telah menetapkan apa tujuannya datang ketempat Hana.


"Jika kau tidak memberikan itu! aku akan melaporkanmu atas kasus pemusnahan bukti" ucap Jae Hwan, telak membuat Hana semakin gugup dan ketakutan.


"Itu bisa nanti, kakinya sedang terluka" ucap Tae il


"Aku tidak peduli, kedatanganku ke sini karena berkas itu" sahut Jae Hwan yang perlahan melangkah menuju Hana.


Sontak Hana mundur dan memastikan berkas itu tidak bisa direbut dari tangannya.


"Kubilang berikan...."


"Selagi aku masih bersikap baik, sebaiknya kau berikan itu padaku"


Hana menggeleng, dan terus melangkah mundur hingga terpojok.


"cukup hyung" tahan Tae il


"Lebih baik sekarang kau keluar, aku punya urusan dengan wanita ini" sahut Jae Hwan menatap sang adik dengan sorot mata yang begitu tajam.


"Tidak akan" jawab Tae il, karena ja tahu apa yang akan terjadi jika membiarkan Hana berdua saja dengan Jae Hwan.


Namun tanpa ia ketahui, dua orang pria bertubuh lebih besar darinya langsung menyeret Tae Il keluar dari apartemen Hana dan menahannya diluar.


"Ku peringatkan jangan macam-macam denganku" kata Hana sambil menodongkan pisau dapur agar Jae Hwan tidak mendekat.


Melihat itu membuat Jae Hwan menarik tipis senyumnya.

__ADS_1


"Aku akan mengadukanmu pada Yoon Wo" ucap Hana seraya mengeluarkan ponsel yang ada di saku celananya.


"Silahkan... sampai besok pun, dia tidak akan mengangkat telponmu"


...****************...


Satu Jam yang lalu........


"Berkas yang di ambil Lee Bong Cha, sedang dalam proses pengiriman menuju apartemen Hana, anak buah berhasil melacak dimana berkas itu disimpan. tapi seseorang sudah lebih dulu mengambilnya dan mengirimkannya pada Hana" ujarnya berbisik pada sang majikan.


Mendengar itu, tentunya pria yang sedang duduk di aula pertemuan itu langsung menatap bawahannya.


Jae Hwan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.12 KST, langsung bangkit dari duduknya ditengah pidato rekan bisnisnya.


"Telpon Ye Jun sekarang, aku ada urusan penting" perintahnya pada Jeon So.


"Tapi-


Nam Jeon So hanya bisa menghela kasar napasnya, dan segera menelpon Ye Jun, karena Jae Hwan dan Jung Wo sudah menghilang dari jarak pandangnya.


"Bagaimana kalian bisa melacaknya?"


"Saat mengeledah rumahnya sekali lagi, mereka menemukan ruang bawah tanah dan aksesnya ada dibawah sofa, sebelumnya kami melewatkan itu karena tidak memeriksa disana" jelasnya seraya memperlihatkan sebuah foto pada Jae Hwan.


"Seperti dugaanku sebelumnya, Lee Bong Cha adalah wanita licik dan manipulatif. dan hal lain yang membuatku kaget, Lee Bong Cha bukan saudara kandung Lee A-Yeong... dan artinya dia bukan bibi Hana, melainkan orang asing. aku tidak tahu apa motifnya? tapi yang jelas hubungan Lee A-Yeong dan Lee Bong Cha hanya sebatas sahabat, aku tidak tahu hubungan mereka seperti apa, namun yang jelas Lee Bong Cha adalah parasit yang menipu ibu Hana.


"Apa dia juga yang mengklaim uang asuransinya?" sahut Jae Hwan dan sukses mendapat anggukan dari Jung Wo.


"Lalu Hana...??"


Jung Wo menggeleng pelan, "Dia hanya wanita polos yang mudah di bodohi hanya karena status keluarga" jawabnya.


"Melihat Lee Bong Cha seniat ini, pasti dia ada kaitannya dengan otak tragedy hari itu" ucapnya dan di angguki setuju oleh Jung Wo.


"Untuk sekarang terus selidiki lebih dalam mengenai Lee Bong Cha" titahnya.


"Baik"


"Sedang apa kau disini?" ucapnya saat melihat Tae Il sedang memanggil Hana, tapi pria itu hanya membuang wajahnya dan melanjutkan untuk memanggil Hana.


Karena Hana sama sekali tidak membuka pintunya, Jae Hwan langsung memerintahkan anak buahnya untuk merusak keamanan di unit apartemen Hana.


Begitulah keduanya bisa masuk, dan kini Jae Hwan semakin membuat Hana tersudut hingga membuatnya terduduk, tubuhnya bergetar dengan rasa takut yang teramat besar terhadap Jae Hwan.


"Berikan itu sekarang! aku janji tidak akan melikaimu" pintanya dengan nada lembut, bahkan Jung Wo yang tahu betul bagaimana bos-nya respect menatap ke arahnya.


Hana perlahan memberanikan dirinya untuk menatap Jae Hwan yang kini jongkok di depannya.

__ADS_1


"Aku memutuskan untuk tidak mengincarmu lagi, tapi tolong berikan itu. karena itu kunci agar aku bisa menjebloskan pelaku sebenarnya."


ucapan Jae Hwan berhasil membuat Hana terdiam, ia tidak yakin apakah ucapan pria ini serius atau hanya iming-iming agar ia memberikan berkas itu.


"Kau bisa memegang ucapanku, aku tidak akan mengingkari ucapanku" ucapnya seakan tahu jika Hana sedang bimbang.


"Bangunlah"


Ia perlahan membangunkan Hana dan mendudukkannya di kursi, bahkan Hana heran apa yang sudah membuat Jae Hwan bersikap seperti ini padanya.


"Hyung, kau keterlaluan" kesal Tae Il yang masuk kembali ke apartemen Hana saat bawahan Jae Hwan melepaskannya.


Sontak Hana dan Jae Hwan langsung menoleh ke arah pria yang kini sedang berdiri di dekat mereka.


Dengan penuh pertimbangan, Hana perlahan memberikan berkas yang sebagian sudah lecek pada Jae Hwan.


"Good" gumamnya pelan, lalu meraih berkas itu dari tangan Hana.


Ia perlahan membaca surat perjanjian itu seraya melirik sekilas Hana yang terdiam tidak bergeming sama sekali.


Tangannya mengepal sempurna sambil menyelesaikan membaca surat perjanjian anatara Kim Yeon-U dan orang yang sangat dikenalnya.


"Buat salinannya dan berikan padanya" titahnya pada Jung Wo seraya memberikan berkas tersebut padanya.


"Dan selidiki juga, siapa yang mengirimkan ini pada Hana." tambahnya, lalu bangkit dari duduknya.


"Sekarang aku menepati ucapanku bukan, jadi kau tidak perlu takut. aku tidak akan memintamu untuk tanggung jawab karena kesalahan ayahmu" tuturnya, dan langsung saja pergi dari sana meninggalkan Hana dan Tae Il yang masih tidak percaya atas ucapan pria itu.


Hana kepalanya dengan kedua tangannya, sambil memejamkan matanya, ia benar-benar tidak percaya jika Ayahnya terlibat dalam tragedy itu.


"Han..."


Karena tidak mendapati jawaban dari Hana, Tae il memilih untuk pergi dari sana karena sadar jika kondisi Hana tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.


"Apa ini yang mereka bicarakan waktu itu" gumamnya mengingat kembali jika dulu ia pernah melihat Ayah dan bibinya sedang bicara dengan seseorang diruang tamu.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2