Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Karena otaknya sudah sinting..


__ADS_3

Setelah mencari beberapa hari di benua tengah, Yin Jinze tidak mendapatkan petunjuk apapun mengenai Tabib Ilahi untuk bisa mengobati Feng Shui dalam bentuk rubah, karena dia tidak mendapatkan tabib itu Yin Jinze berharap bila Yin Yifei segera menemukannya.


Yin Jinze mengeluarkan secara kasar rubah di dalam pakaiannya dan mimik wajahnya yang terbiasa dingin sekarang di antara matanya ada kabut kemarahan karena waktu yang seharusnya dia di gunakan untuk menggoda Lin Qiu Xi sebagai Li Zhu.. sekarang habis karena harus mengurusi rubah licik itu.


Mendapat tatapan tajam dari Yin Jinze, rubah itu menciutkan tubuhnya di telapak tangan Yin Jinze serta menggigil kedinginan. Yin Jinze tersenyum miring, dia lalu mengeluarkan kristal untuk merekamnya.


Di sebelahnya Nanyue segera datang entah dari mana dan dia berkata dengan suara prihatin. "Lord ku, jangan mengertak rubah kecil yang sedang terluka.."


Nanyue menangkap gumpalan putih yang di lempar Yin Jinze secara kasar padanya dan dia kemudian mengelusnya dengan halus. ''Dia sangat menggemaskan dan lembut. Lord ku, jangan bersikap kasar padanya seperti menakuti dan melemparnya.."


Jika rubah itu tahu Nanyue mengasihaninya, pasti Nanyue tidak akan berakhir tenang dengan wajah yang tersenyum. Atau rubah itu akan merobek mulutnya, tapi untungnya Feng Shui kehilangan ingatannya sebagai seekor rubah jadi mulut Nanyue masih tetap aman dan masih tetap tertempel di wajahnya.


Setelah merekam aib Feng Shui secara cukup, Yin Jinze menyimpan kristal itu ke dalam cincin malam penyimpanannya.


Yin Jinze lalu bertanya pada Nanyue. "Apa kau pernah mendengar nama Chu Batian?"


Nanyue sudah berada di benua tengah sangat lama jadi tinggal di sana membuatnya cukup tahu seluk beluk empat kekaisaran. Dan kekaisaran Nanfang, Beifang, Dongfang atau Xifang.. Pasti ada kemungkinan besar Nanyue pernah mendengar nama Chu Batian atau tidak sengaja bertemu dengannya.


Nanyue yang merasa cukup familiar dengan nama itu, dia segera bertanya. "Chu Batian? Lord ku, kenapa kau mencarinya?"


Yin Jinze tidak suka mengulangi pertanyaannya dan dia segera menarik sudut matanya dengan dingin membuat Nanyue buru-buru menjawabnya. "Aku pernah bertemu dengan seseorang yang bernama Chu Batian di Kekaisaran Xifang, dia berumur empat puluh tahunan. Tapi Lord ku, jika kau ingin mencarinya itu akan sulit.. karena Chu Batian hidup secara mengembara, dan dia tidak akan tinggal di tempat yang sama untuk waktu yang lama."


Sederhananya saja Chu Batian adalah seorang pendekar pengembara, dan selalu dalam pelarian dari kota ke kota untuk menyamarkan identitas sebenarnya.


"Dia seorang pendekar, bukan seorang tabib?" Yin Jinze sedikit mengkerutkan alisnya, ini akan semakin sulit untuk mencari Tabib Ilahi Chu Batian.


Nanyue segera mengangguk. ''Benar, Lord ku."

__ADS_1


Yin Jinze kemudian memerintahkan Nanyue untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Chu Batian di Kekaisaran Xifang. "Kirim seseorang untuk menyelidikinya."


Nanyue memberikan lututnya di tanah dan dia berkata dengan patuh. "Baik Lord ku."


Tapi sebelum dia menghilang menggunakan ilmu meringankan tubuh, Nanyue memandangi rubah di tangannya sedikit bingung dan dia kemudian bertanya pada Yin Jinze. "Lord Yin, haruskah aku membawanya bersamaku atau tidak?"


"Bawa saja, tapi jangan sampai Nyonya melihatnya." Yin Jinze menekankan Qiuxi sebagai Nyonya dan sekarang statusnya adalah pendamping Yin Jinze yang harus di ketahui semua bawahannya, jika Lin Qiu Xi sudah menjadi miliknya.


Nanyue merasa sangat heran, kenapa rubah kecil ini harus di jauhkan dengan putri Qiuxi? Karena sepertinya tidak mungkin jika Yin Jinze yang tidak memiliki perasaan apapun karena melatih Dou Ketidakpedulian bisa cemburu dengan seekor rubah karena dia menyukai Lin Qiu Xi?


Melihat ekspresi bertanya Nanyue, Yin Jinze tidak menghiraukannya.


Tapi bagi Yin Jinze meskipun dia melatih Duo Ketidakpedulian yang membuatnya acuh tak acuh pada siapapun, namun ketika melihat Feng Shui menjadi pria tampan dan selalu menempel di sebelah Lin Qiu Xi sepanjang waktu.. maka dia tidak tahan untuk menebas kepala pria itu.


Yin Jinze tersenyum tipis. "Dia alergi pada bulunya jadi jauhkan saja padanya."


Segera Nanyue tahu apa yang di khawatirkan Yin Jinze, karena perempuan akan mengacaukan banyak hal begitu mereka di hadapi rubah yang mengemaskan. Seperti Nanyue sekarang yang masih sibuk mengelus bulu lembut rubah itu jadi Yin Jinze tidak akan membiarkan rubah itu bisa mendekati Lin Qiu Xi.


Yin Jinze meliriknya, dia sekali lagi berkata pada Nanyue. "Kau melupakan perintah ku, kenapa aku masih melihat mu berdiri tenang di sini?"


"Lord.." Nanyue tersenyum canggung, dia tidak bermaksud mengesampingkan perintah Yin Jinze. Hanya saja dia tiba-tiba lupa saat masih membelai lembut gumpalan putih di tangannya yang sampai membuatnya melupakan tugas yang di berikan oleh Yin Jinze.


"Baik Lord ku." Nanyue segera menghilang di hadapan Yin Jinze menggunakan ilmu meringankan tubuh, dan kedatangannya dan kepergiannya hanya berlangsung selama satu tarikan nafas.


Melihat Nanyue menghilang, Yin Jinze beralih menjadi Li Zhu dan kembali ke Istana Beifang.


Dan saat dia sudah kembali ke Baifang dia tidak sengaja berpapasan dengan salah satu dari selir Li Zhu.

__ADS_1


Di sisi lain Ming Feifei tidak sengaja melihat Li Zhu di depannya dan dia langsung menyapanya. "Kaisarku, akhir-akhir ini aku sulit sekali menemui mu yang di karenakan sibuk. Jadi.. apakah ada sesuatu yang tidak di ketahui oleh selir ini?"


Yin Jinze mengeryitkan sedikit keningnya dan dia segera meniru cara bicara Li Zhu. "Ada urusan kekaisaran yang menumpuk yang membuat kepalaku ingin meledak. Tapi jika kau tahu itu, kau juga tidak akan bisa melakukan apa-apa untuk membantu kan?"


"Lalu untuk apa kau bertanya?"


Mendapatkan jawaban yang dingin dari Li Zhu yang tidak pernah dia dapatkan, Ming Feifei segera mengigit bibir bawahnya dengan keras.


Dia tidak pernah menerima perlakuan sedingin ini dari Li Zhu, tapi entah kenapa kepribadian pria gemuk di depannya terlihat sangat berbeda. Jika itu Li Zhu yang dulu, pria obesitas itu pasti sudah berkata menjilat untuk merayu Ming Feifei atau memenuhi segala permintaannya agar tetap di dekatnya dan menempel padanya.


Tapi, kenapa sekarang sampah gemuk itu tiba-tiba berubah?


Memikirkan ini Ming Feifei memainkan jari-jarinya dan dia membuka mulutnya sebentar karena ingin mengatakan sesuatu kemudian dia menutup mulutnya dengan gugup.


Ming Feifei terbengong sejenak dan dia ingin sekali menampar kepalanya sendiri agar kembali waras, karena sejak kapan dia memiliki kegugupan untuk seekor sapi gemuk seperti Li Zhu?


Apa dia kurang waras?


"A-anu.. Kaisarku." Ming Feifei mencoba untuk memberanikan diri, dia tidak pernah meminta hal semacam ini terlebih dahulu dan wajahnya yang putih segera berubah seperti tomat.


Ming Feifei mencoba mengambil nafas perlahan, dan menghembuskannya dengan hati-hati.


"A-anu Kaisarku.. akhir-akhir ini cuaca sangat dingin untuk tidur sendirian.."


"Jadi.. Kaisar Li, bisakah kamu mendatangi kamarku untuk menghabiskan malam bersama?"


Ming Feifei menghela nafas, karena mungkin saja dia tiba-tiba menyukai seekor sapi atau babi gemuk seperti Li Zhu karena otaknya sudah sinting..

__ADS_1


__ADS_2