Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Pelayan gemuk, Jia Lun


__ADS_3

Di bagian dalam kedai, Qiuxi memesan arak terbaik. Dia duduk secara anggun dan meminum cangkir arak nya dengan santai. Dan ketika saat semua orang melihat gadis yang berada di bawah umur itu meminum arak banyak orang yang membicarakan dari mulut ke mulut sewaktu mereka melihat ke arah meja Qiuxi dan Hao Xuan.


Mereka berbisik pelan namun masih terdengar di telinga Hao Xuan dengan jelas dan di antaranya seperti. "Bagaimana bisa gadis kecil yang masih lima tahun minum arak dan kakeknya diam saja?!"


"Kakeknya terlalu idiot dan otaknya sepertinya sudah tumpul."


Hao Xuan, "...."


"Tapi, bukankah gadis yang kecil itu sangat menggemaskan?"


Seseorang di sebelahnya mengangguk setuju. "Aku ingin sekali mengampar muka kakeknya yang tidak bisa melarang cucunya sendiri dengan baik dan menamparnya tepat di wajahnya!"


Hao Xuan mendengus dingin dan membalikkan badannya ke arah mereka. "Apa yang kalian katakan di belakangku hah?! Siapa yang bilang ingin mengamparku?!"


Dan saat Hao Xuan berbicara mereka langsung merasakan aura pembunuh keluar dari Hao Xuan dan membuat mereka langsung menelan ludah mereka sendiri dengan serat dan kebanyakan dari mereka tiba-tiba mengigil ketakutan karena mereka tidak menyangka telah menyinggung seorang kultivator yang hebat!


Qiuxi merajut alisnya melihat kegaduhan di sekitarnya, dia berkata tenang pada Hao Xuan dengan tersenyum, jelas senyuman seorang gadis tirani dari pemimpin sebenarnya organisasi pembunuh bayaran.


"Diamlah kakek, jangan menimbulkan perhatian yang tidak perlu."


Hao Xuan langsung menarik kembali aura pembunuhnya dan dia langsung tertawa lepas. "Maaf master- bukan, cucu kecilku."


Hao Xuan bisa tersenyum bangga bisa memanggil masternya sebagai cucu kecilnya di hadapan semua orang, sepertinya tidak buruk juga dia mendapat panggilan kakek di usianya yang baru tiga puluh tahun.


Tapi ketika para pelanggan di sebelah mereka melihat Hao Xuan menciut dengan satu perkataan cucunya, sepertinya kultivator hebat itu hanyalah seorang kakek yang idiot.


Para pelanggan kedai, "...."


"Kau jangan mempermalukan ku di hadapan banyak orang!"


Satu perkataan keras tadi membuat pelayan di dalam terkejut dan tidak sengaja menyenggol meja Qiuxi, membuat tangan Qiuxi yang menopang di atas meja menjatuhkan cangkirnya ke tanah hingga pecah.


Qiuxi melirik pelayan itu. "Kenapa kau gemetar?"


Pelayan itu menjawab dengan tubuhnya yang gemetar. "Ma-af adik kecil, setiap kali aku mendengar pemilik kedai marah aku menjadi takut.. karena akan melampiaskannya pada para pelayan seperti kami."


Qiuxi terlihat tidak peduli dan matanya hanya menyimpit dengan cara yang acuh, dia kemudian berkata dengan suara tidak tinggi juga tidak rendah. "Kau boleh pergi, lanjutkan pekerjaan mu."


Setelah pelayan itu menggambil pecahan cangkir di tanah, dia langsung membungkukkan badannya ke meja Hao Xuan dan Qiuxi untuk segera pergi.


Karena melihat keributan yang merusak telinganya, Qiuxi melirik Hao Xuan. "Kau, bereskan yang ada di luar."

__ADS_1


Hao Xuan mengangguk. "Baik."


Begitu keluar dan memastikan apa yang terjadi, Hao Xuan melihat pegawai kedai terkena marah sampai-sampai membuat Hao Xuan mendengus kesal karena masalahnya pegawai pria itu, sangat gemuk dan terlalu gemuk seperti rumor mengenai tunangan masternya.


Pria gemuk, jelek yang menjijikkan!


"Kau hanya melayani satu pelanggan! Dan kau memecahkan arak berharga ku?!" Seorang pemilik kedai wanita setengah baya itu menamparnya dengan sekuat tenaga, hingga membuat pria gemuk itu terbanting membuat satu meja terpecah menjadi dua bagian.


Wanita kedai semakin geram. "Dasar babi tidak becus!"


Para pelanggan menyaksikannya langsung tertawa sinis begitu mereka melihat pria gemuk itu dengan jijik. "Melihat babi itu tertindas menambah rasa arak di sini semakin nikmat."


Seseorang mengangguk. "Benar, apa yang kamu katakan sangat benar!"


Pelayan gemuk itu memiliki tubuh yang gempal, jadi tidak merasakan sakit sewaktu mematahkan meja dan tertubruk, tapi rasa malunya melonjak tinggi sewaktu melihat tatapan mencibir dari para pelanggan yang di arahkan padanya.


"Ampun pemilik kedai! Aku tidak akan mengulanginya, aku tidak berani mengulanginya, sungguh.."


Dia memang marah tapi wajah jeleknya tidak bisa mengekspresikan dengan benar, malah pelayan gemuk itu semakin terlihat idiot dan mudah untuk di gertak. Dan saat pelayan gemuk itu memohon, semua orang bisa melihat susunan lemak di perutnya seperti mengalami gempa saat dia menarik kaki pemilik kedai untuk berlutut.


Pemilik kedai itu menendangnya dengan keras, membuat susunan lemak itu mengalami gempa dengan getaran yang lebih tinggi.


Hao Xuan, "...."


Hao Xuan melihat pria gendut itu yang memiliki wajah jelek membuat penampilannya sangat mengerikan, melihatnya Hao Xuan langsung mengeryitkan keningnya dan dia berkata pada pemilik kedai. "Jangan membuat keributan, pemilik kedai. Aku akan membayarnya sebagai ganti rugi dan katakan saja berapa semuanya."


Mengetahui pakaian yang di kenakan Hao Xuan terlihat mewah dan pasti siapapun yang melihatnya akan tahu jika Hao Xuan adalah orang yang tidak bisa di singgung.


Apalagi saat pemilik kedai itu melihat pedang tersimpan di pinggang Hao Xuan, dia langsung berkata dengan takut. "Tuan. maafkan ketidaknyamanan yang di buat pelayan rendahan saya."


Pemilik kedai itu juga berkata pada pelayan nya. "Babi! Cepat minta maaf pada tuan ini!"


Pria itu berdiri kesusahan karena lemak di sekujur tubuhnya membuat pergerakannya susah, setelah agak lama dia berdiri tegap dan membungkukkan badannya.


"Maafkan saya tuan."


Hao Xuan hanya mengendus nafasnya dan kembali ke dalam kedai setelah dia melunasi keributan pria gemuk itu.


Melihat Hao Xuan kembali, Qiuxi melirik ke arahnya dan dia bertanya. "Kau kemari?"


Hao Xuan menoleh ke belakang, dan melihat pria gemuk itu mengikutinya di belakangnya karena sepertinya Qiuxi tidak berbicara dengan nya.

__ADS_1


Pria gemuk itu berkata dengan tergagap. "Te-tentu saja aku kemari, a-aku pelayan di kedai ini."


Qiuxi hanya menyapu sebentar dengan mata hitamnya, dari atas sampai ke bawah dan benar-benar dia hampir di buat tercengang setelah tahu lemak pria di depannya.


"...."


"Kamu duduklah."


Pria itu gugup dengan gadis kecil yang berbicara dengannya, meskipun gadis itu dalam tubuh yang kecil, dia bisa merasakan aura yang mendominasi yang keluar dari Qiuxi. "Maafkan aku adik kecil, aku harus meneruskan pekerjaan ku."


Qiuxi berkata tenang. "Duduk."


Pria itu hanya bisa mengangguk ragu, dan dia kemudian duduk bergabung dengan meja mereka. Hao Xuan terus menatapnya tajam, membuat dia semakin menelan ludah gugup.


Qiuxi menuangkan arak di cangkirnya juga arak kualitas terbaik di kedai ini yang memiliki harga yang tinggi, selain itu araknya juga keras bisa membuat seorang pria dewasa mabuk dengan satu cangkir.


Tapi gadis kecil itu meminumnya tenang dan dia sudah menghabiskan tiga cangkir.


"Siapa namamu?"


Pria itu segera menjawab dengan cepat. "Jia Lun."


Qiuxi terkekeh dan dia hampir tertawa terbahak-bahak.


"Sepertinya namamu menjadi kutukan untuk mu, Jia Lun bukankah berarti galon air?"


Sedangkan Hao Xuan sudah membuka mulutnya lebar dan dia tidak tahan untuk tertawa terbahak-bahak. "Hahaha.. orang tuamu seperti peramal yang baik untuk putra mereka! Mereka pasti tahu jika putranya akan menjadi segendut ini!"


Jia Lun memperlihatkan giginya untuk ikut tertawa dan dia kemudian berbicara pada Qiuxi yang melanggar aturan kedai mereka, yang minimal usia yang memasuki kedai arak harus berusia delapan belas tahun.


"Adik kecil kau tidak boleh minum arak di usiamu sekarang."


Qiuxi berdehem sedikit. "Jika aku ingin meminum arak tidak ada yang bisa mencegahku, benarkan kakek?"


Hao Xuan berbatuk pelan. "Benar."


Begitu melihat kumpulan lemak Jia Lun yang semakin gemetar seperti mengalami badai, Hao Xuan berkata padanya.


"Dari pada kau memberi saran untuk cucuku, aku sangat menyarankan untuk menghilangkan lemak di perutmu terlebih dahulu yang hampir meletus seperti gunung merapi."


Jia Lun, "...."

__ADS_1


__ADS_2