
"Qiu'er.." Sekali lagi ayahnya itu memanggilnya dengan senyum penuh kehangatan, ayah Qiuxi dari Indonesia itu juga merupakan sosok orang yang penuh dengan sungai keramahan yang tidak pernah mengering. Saat ucapan itu jatuh, Qiuxi segera berlari menghampiri sosok itu, menerkam ayahnya dengan semua lengan yang dia bisa, dan dia memeluk sosok itu dengan sangat kuat.
Ayahnya itu berjongkok, menyamakan tinggi badannya dengan tinggi Qiuxi dan dia berkata dengan suara lembut. "Ayah punya kabar baik untuk mu, nanti paman dari ibumu datang dan ayah berencana berinvestasi dengan perusahaan mereka yang ada di China."
Qiuxi menarik setengah kepalanya ke atas dan dia bertanya. "Investasi?"
Ayah Qiuxi mengangguk. "Semacam ayah akan menanamkan modal ke perusahaan paman mu."
Dia kemudian menjelaskan dengan lembut. "Karena paman mu orang China pasti mendirikan perusahaan baru di sana membutuhkan modal yang lebih besar, ayah akan membantunya meminjamkan modal pertama jika perusahaan paman mu bisa berkembang dengan baik, maka keuntungannya akan sampai ke JX grup juga nantinya."
Qiuxi menolaknya dengan keras. "JX grup sudah memiliki kekayaan yang cukup besar jadi tidak perlu menanam modal!"
"Qiu'er.." Ayahnya tersenyum. "Dan lagi paman mu bukan orang lain, dia termasuk kerabat kita jadi tidak enak rasanya kalau ayah menolak membantu saudara ibumu.."
Namun tidak sampai setengah tahun setelah ayahnya berinvestasi pada pamannya sendiri, perusahaan JX grup di Jakarta sedikit demi sedikit mengalami kemerosotan secara drastis. Perusahaan itu yang awalnya penuh dengan orang-orang jujur, setelah campur tangan dan hubungan kerjasama dengan pamannya dari China banyak sekali orang yang melakukan korupsi secara diam-diam sampai ayahnya Qiuxi tidak bisa membayar setiap gaji para karyawannya jadi ayahnya Qiuxi itu menjual perusahaannya pada pamannya yang padahal harga pasar saham sudah sangat turun drastis.
Namun saat pengalihan saham terjadi, paman dari ibunya Qiuxi tidak pernah membayar uang sepeserpun dan mengambil JX grup dari mereka.
Mendengar bahwa dia di tipu oleh kerabatnya sendiri ayahnya Qiuxi mendadak mengalami penyakit jantung yang parah dan meninggal di tempat saat kabar itu jatuh hanya karena percaya sama orang yang di percayainya sendiri.
Saudara Qiu Liang dari China.
Saat menghadiri upacara pemakaman ayahnya, Qiu Liang memeluk Qiuxi. "Qiu'er sekarang kita sudah jatuh miskin, apa kamu marah sama ayahmu karena dia menjadi orang yang terlalu baik?"
Qiuxi menggelengkan kepalanya, dia sebenarnya tidak ingin ayahnya penuh dengan kebaikan ataupun keramahan, jika seseorang menunjukkan perilaku baik sedikitpun orang yang berpikiran jelek akan menggunakannya untuk memanfaatkannya.
"Tidak, tapi karena paman menipu ayah sampai membuatnya mati, Qiu'er membenci semua orang-orang China!"
__ADS_1
[Ding.]
[Kebencian anda telah di aktifkan~]
[Konsenkuensi dari perusakan alur telah selesai dan selamat anda akan kembali bergabung ke dalam cerita lagi~]
Ketika Qiuxi pertama kali bangun, dia melihat Bai Qingyun menunggunya sampai bangun dengan perasaan khawatir, bahkan sup yang dia bawa sebelumnya sudah menjadi dingin sampai kuahnya habis karena menguap dan semua kuahnya berubah mengumpal Bai Qingyun tidak bergerak sedikitpun dari Qiuxi hanya untuk melihat gadis itu sadar.
Karena supnya sudah tidak bisa di makan lagi, jadi Bai Qingyun buru-buru ke dapur penginapan untuk mengambil yang baru lagi.
Tak sampai hati menolak, Qiuxi mengambil nampan makanan itu dan mulai memakannya. Bai Qingyun menampilkan senyuman di wajah tampannya melihat Qiuxi memiliki nafsu makan untuk sekarang setelah melihat keadaan wajah gadis itu memucat seperti selembar kertas minyak.
Melihat Bai Qingyun yang kelelahan jadi Qiuxi secara tidak sadar menawarkan makanannya juga karena berbagai makanan seperti ini adalah kebiasaannya saat di kehidupannya yang sebelumnya. "Kamu juga belum makan, kita bisa memakan ini bersama dan jujur saja porsi ini terlalu kebanyakan untukku"
"Tidak, lupakan saja." Tapi Qiuxi segera menggelengkan kepalanya.
" Anak emas seperti mu mungkin belum pernah memakan makanan sisa atau bahkan seumur hidup tidak pernah memakan sisa orang lain, jadi lupakan saja aku pernah menawari mu makanan sisaku tadi."
Bai Qingyun menjawabnya dengan senyuman enak di pandang. "Aku memang sedang lapar sekarang."
Setelah Bai Qingyun selesai memakannya mereka kemudian berbicara berdua mengenai Rune Pemikat yang Qiuxi buat telah memberikan kontribusi besar untuk kemajuan Paviliun Seribu Obat menjadi pesat. Qiuxi memberikan Rune Pemikat lebih banyak pada Bai Qingyun untuk stok Paviliun Seribu Obat dan Bai Qingyun menukarnya dengan sumber daya, dan jenis pertukaran seperti ini selalu mereka lakukan setiap seminggu sekali atau setiap salah satu dari mereka membutuhkannya.
Huaran yang tiba-tiba datang segera berkata pada mereka. "Aku mencari kalian di lantai bawah ternyata semuanya berkumpul di sini."
"Kenapa dia kelihatan sekarat?" Huaran melihat Shan Shie sedang menderita berbaring di ranjang, membuat dia ingin bertanya. "Apa aku melewatkan sesuatu?"
Qiuxi juga tidak melupakan nasib Shan Shie. "Dia sedang membersihkan aliran dantiannya."
__ADS_1
"Aliran dantian? Aku tidak tahu jika aliran dantian bisa di bersihkan. Jika dantian seseorang rusak atau sesuatu menghalanginya membara maka orang itu hanya akan menjadi sampah yang kehilangan kultivasi. Itu mustahil di lakukan karena dantian dalam tubuh manusia lebih rumit dari yang terpikirkan."
Huaran berkata seolah itu adalah hal yang tidak masuk akal. "Jika memang itu bisa sumber daya kualitas tinggi tidak mustahil membuatnya, tapi Paviliun kami tidak bisa menyediakannya..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya Qiuxi memotong perkataan Huaran lebih lanjut. "Tentu saja bisa, itu tidak mustahil."
Tidak mustahil, karena semuanya tertulis di Manual Racun Jiwa miliknya yang di berikan oleh Xiang Xiang yang padahal di novel aslinya Xiang Xiang tidak memberikan apapun pada Lin Qiu Xi.
Huaran tidak bertanya lebih lanjut jika sesuatu hal yang sangat mustahil langsung menguap di tangan kecil gadis itu, rune meningkatkan senjata spiritual yang tidak bisa dibuat seorang Penatua pertama saja Qiuxi bisa membuatnya dengan sangat mudah, jika ada jenis kemustahilan lain, maka Huaran tidak akan terkejut sampai rahangnya terbanting ke tanah.
Delapan jam sudah lewat, wajah Shan Shie sudah kembali damai tidak menunjukkan tanda-tanda rasa sakit seperti sebelumnya. Seperti kata Qiuxi paca Shan Shie untuk melanjutkannya dengan mengumpulkan tenaga dalam. Dan benar saja ketika kultivasinya telah kembali pada praktisi dou ling tingkat awal sekarang sekarang meningkat menjadi dou ling tingkat puncak.
Sekarang hanya satu langkah kultivasi Shan Shie hampir menyamai seorang Penatua praktisi dou king tingkat awal.
Setelah merasakan sendiri kemampuan gadis itu Shan Shie yakin jika pil pertama yang dia telan bukanlah pil biasa. Mungkin saja sejenis racun yang akan membunuhnya jika dia berfikir untuk menghianati Qiuxi, namun bahwa jika Shan Shie tidak meminum racun itu, Shan Shie tidak akan pernah menghianati kepercayaan gadis yang telah menolongnya.
Shan Shie mencoba berdiri sambil memegang dadanya, nafasnya masih tidak teratur.
"Master.." kata Shan Shie pada Qiuxi secara tiba-tiba.
Huaran tidak bisa bereaksi lagi melihat Shan Shie yang hampir praktisi dou king tunduk di hadapan Qiuxi yang masih fre dou qi tanpa kultivasi!
Padahal belum genap satu minggu mereka baru bertemu dan sekarang Qiuxi lagi-lagi mengejutkannya dengan memiliki tangan kanan hampir setara Penatua, dan lagi.. seorang Wajah Topeng Kabut Shan Shie yang pernah terkenal dengan kekuatannya yang di takuti itu?
Gadis yang di kabarkan cenggeng yang katanya lebih lemah dari seekor keledai betina, sekarang Hauran pun harus selalu berhati-hati setiap saat dan tidak berani menjadikan Qiuxi sebagi musuhnya di masa mendatang.
Karena sekarang yang berdiri di depannya adalah Lin Qiu Xi anak ketiga marga Lin putri kaisar Nanfang yang sangat berbeda dengan apa yang di rumorkan!
__ADS_1
Tanpa sadar Qiuxi tersenyum puas sampai senyumannya yang licik di balik penutup wajahnya itu tidak bisa dia sembunyikan lagi.
Master? Tidak buruk juga.