
Di samping Yang Yue dan La Feier yang saling bercakapan di atas atap kamar Li Zhu.
Li Zhu menatap gadis cantik di ruangannya dengan seulas senyum yang tidak dia sembunyikan sedikitpun dan dia segera meraih tangan Qiuxi dengan lembut. "Ayo pergi."
"Mn." Qiuxi kemudian berjalan di sisinya dan pandangan matanya menyapu ringan pada Li Zhu sebelum dia berdehem sedikit ketika menerima tangan Li Zhu yang meraih tangannya.
Mereka berjalan ke istana Beifang untuk menghadiri acara megah istana kekaisaran. Saat semua orang melihat Li Zhu dan Lin Qiu Xi masuk, semua orang segera menurunkan suara mereka karena begitu banyak mata yang terfokus pada mereka.
Pada saat ini, seorang wanita berpakaian megah kekaisaran datang bersama dengan seorang wanita berpenampilan bagus.
"Kaisarku, jadi dia adalah permaisuri mu? Dia sangat cantik seperti yang di katakan rumor seperti rumornya" Kata Meng Fefei sedikit sinis melihat Qiuxi yang mengenakan cadar tipis. Meng Fefei tidak tahu wajah seperti apa yang tertutupi, tapi dia yakin wajah itu pasti sangat jelek hingga malu untuk di lihat banyak orang.
Jika cantik? Cih! Dia tidak akan menerima seorang pria gemuk dan jelek, saat bukan karena pernikahan politik, Meng Fefei juga tidak sudi menjadi selir Li Zhu yang seonggok sampah yang tidak bisa di daur ulang!
Qiuxi mencoba tersenyum. "Selir resmi Ming Feifei terlalu menyanjungku."
Jia Li yang merupakan ibu dari Li Zhu tersenyum lembut. "Kalian sangat cocok seperti terbuat untuk satu sama lain. Putraku Li Zhu, sepertinya sangat puas dengan mu. Aku tidak menyangka hubungan kalian berdua sudah sangat dekat seperti ini."
Li Zhu terlihat cerah. "Apa yang di katakan ibu suri memang benar. Bagaimana mungkin aku tidak puas dengan istriku?"
Jia Li sedikit berdehem. "Jika begitu.. kelahiran seorang putra tidak lama lagi."
Qiuxi sedikit berbatuk dengan tertawa kecil, memikirkan dia mempunyai anak di dunia ini jelas sebagai seorang trasmigator dia hampir tertawa terbahak-bahak.
"Wang ye, Yang mulia ibu suri Jia Li jangan terburu-buru... lagian umur putri ini juga masih sangat muda."
Li Zhu melihat ekspresi Qiuxi sedikit rumit, dia kemudian beralih pada Jia Li. "Sesuaikan dirimu Ibu suri, jika istriku tidak mau, siapapun tidak boleh memaksanya."
Ming Feifei melihat Li Zhu dan Qiuxi berjalan pergi, dia sedikit tenggelam karena tidak di pandang sedikit pun oleh mereka. Ming Feifei mengertakkan kepalan tangannya dengan keras
"Hanya pasangan jelek dan buruk rupa! Beraninya mereka bersikap sombong di depanku, aku tidak di lirik sedikitpun oleh orang gemuk itu.. apa matanya rabun?!"
Seperti perayaan besar lainnya, Ming Feifei selalu ujuk bakat di depan banyak orang karena dia sangat menguasai seni, sastra dan alat musik. Dia berdiri di aula untuk memainkan alat musik kecapi, tiba-tiba seluruh tempat menjadi sunyi sebagai gantinya permainan bagus kecapi mulai terdengar.
Sebagai penutup, Ming Feifei memberi hormat mulia untuk sorakan penontonnya, dia juga menyuruh Qiuxi untuk memperlihatkan salah satu bakat dan berusaha untuk menghinanya di depan banyak orang.
__ADS_1
"Bukan hanya aku yang pandai seni sastra ataupun alat musik, tapi aku kira permaisuri Qiuxi lebih pandai dari pencapaian ku." Sementara Ming Feifei berkata menyanjung, dia berusaha untuk merendahkan dengan sudut mulutnya terangkat ke atas untuk mencibir.
Ming Feifei sangat menyanjung permainan kecapinya, dia adalah bakat di semua bidang sedangan Lin Qiu Xi? Bukankah hanya sekedar gadis gagap tanpa bakat apapun yang tidak akan bisa mengalahkannya di bidang musik dan sastra!
Qiuxi memiliki ekspresi datar di wajahnya yang setengah tertutupi oleh selembar kain tipis. "Kamu terlalu menyanjungku selir resmi Ming Feifei."
Qiuxi mulai tersenyum dan berkata. "Kamu pasti bercanda, mana bisa aku memainkan hal jelek seperti itu?"
"...."
Ming Feifei tertawa tipis. "Kamu terlalu rendah hati melihat dirimu sendiri permaisuri Qiuxi, apa kau tidak cukup yakin dengan kemampuan mu? Aku yakin kau akan melakukannya jauh lebih baik siapapun."
Jia Li merasa tertarik. "Putri Qiuxi, kau mainkan satu lagu untuk kami, jika kau tidak mau kau bisa melakukannya untuk suamimu."
Ming Feifei menutup mulutnya untuk mencibir pelan. "Permaisuri Qiuxi, jangan mencoba merendah. Seberapa buruknya kau akan bermain kecapi, aku berjanji tidak akan pernah tertawa!"
Li Zhu kemudian beralih di dekat Qiuxi dan berbisik pelan. "Wang Fei, jika kau tidak bisa.. aku tidak akan memaksamu untuk memainkan benda jelek itu."
Ming Feifei, "...."
Segera setelah dia mengatakannya, Qiuxi berjalan dan dia berdiri di aula serta tangan-tangannya yang ramping dengan perlahan menyentuh kecapi membuatnya tampak sangat mulia.
Li Zhu tersenyum.
Mendengar kecapi itu semakin di petik, sudut bibir Li Zhu semakin mengambang ke atas dan matanya perlahan turun dengan pandangan yang meluluhkan dan matanya terlihat sangat lembut.
Qiuxi memainkan lagu milik Yin Jinze, ketika dia di bawa oleh seorang pria bertopeng perak itu dan saat itu dia pernah mendengar lagu jenis ini di Bukit Huiyi.
Semuanya diam untuk menikmati setiap senar kecapi yang di petik Qiuxi dengan perlahan sampai permainan yang merdu mulai menggema seluruh di aula. Musik yang indah itu seperti di mainkan oleh jari-jari lentik terdengar begitu meluluhkan.
Ketika semua orang mendengarnya, sebagian besar orang terfokus pada Lin Qiu Xi.
Ming Feifei mengigit bibir bawahnya dengan geram, dia adalah ahli di bidang kecapi, dia selalu berusaha mempelajarinya untuk membuatnya menonjol! Dan sekarang dia tidak bisa kalah dengan permainan pemula Lin Qiu Xi yang cuma gadis jelek dan gagap!
"Ini tidak masuk akal!"
__ADS_1
Ming Feifei mengertakkan giginya, mengetahui rencana untuk mempermalukan Qiuxi telah rusak! Tapi sekarang bukan gadis udik jelek itu yang di permalukan di depan umum, ini malah membuatnya terpukul mundur dengan kemampuan yang lebih rendah dari Qiuxi.
Bagaimana bisa gadis buruk rupa itu melakukan permainan kecapi yang lebih baik?!
Jia Li menunjukkan kepuasaan nya. "Putraku, kau mendapatkan istri yang luar biasa. Apa kalian sudah menggulung selimut di malam pertama pernikahan kalian?"
Li Zhu mencoba tersenyum. "Kami kelelahan.. sampai melupakan banyak hal."
Jia Li mencoba membujuk. "Putraku, aku merindukan menimang seorang cucu. Sebelum aku menyisakan nama, aku ingin melihat wajah para cucuku."
Li Zhu sedikit tenggelam, dia masih tersenyum. "Wang Fei masih tiga belas tahun ibu, jika aku memaksanya itu bukan hal yang benar.. apalagi berat badan ku, aku khawatir akan mengilasnya menjadi setipis jari nanti."
Jia Li kehilangan takwanya, dia lupa jika putranya memiliki berat yang sangat obesitas!
"Aku akan mencari ramuan pelangsing badan dan ramuan kecantikan untuk mu."
Li Zhu, "...."
Bahkan ibunya sendiri memandang jelek tubuh ini, Yin Jinze sekarang tidak yakin bisa mendekati Qiuxi dengan tubuh Li Zhu.
*
Di kediaman Li Zhu setelah permainan kecapi iu, Qiuxi terlihat duduk sendiri dengan sedikit melamun dan tiba-tiba saat itu Yin Jinze mendatanginya dan mengambil kursi di sebelahnya.
"Kau melamun, apa itu karena kau merindukan wajahku?"
Qiuxi meliriknya, saat dia mengetahui sosok yang berbicara dengannya adalah Yin Jinze sang protagonis pria di novel, dia sedikit terkejut.
Dia hanya mendesah malas dan menyesap cangkir teh yang hampir dingin di tangannya.
Yin Jinze semakin mendekat, dan tubuhnya condong di sebelah Qiuxi untuk berbisik pelan. "Aku kebetulan melewati kekaisaran Beifang, tapi tidak ku sangka ada kejutan yang menanti.. apa kau tahu tangan handal yang memainkan lagu milik ku tadi?"
Qiuxi tertawa sekali dan dia mengejek. "Ya aku tahu, orang itu pasti cukup bodoh karena tidak berpikir memainkan lagu lain."
Yin Jinze tersenyum cerah. "Jelas tidak, aku kira gadis itu selalu diam-diam memikirkan ku meski dia selalu berusaha untuk menyangkalnya."
__ADS_1