
"Mencari tempat yang lebih baik?" Xue Yanhai juga langsung berteriak. "Qin Han bahkan jika aku menerima tawaran pria misterius itu untuk menjadi seorang budak gadis kecil, apa itu tempat yang lebih baik?!"
Seperti yang di duga Xue Yanhai bahwa Qin Han tidak mampu menjawabnya dan dia hanya memuntahkan lebih banyak darah segar sampai wajahnya mirip dengan mayat yang mati. Dengan semua tenaga tersisa Qin Han mengambil tangan Xue Yanhai dan menyelipkan kertas kecil di sana.
Dan ketika kertas itu terselip di jari-jari tangan Xue Yanhai, dia sudah tidak bisa merasakan denyut nadi di tangan Qin Han dan pernafasannya juga sudah terhenti, wajahnya hanya menatap kosong Qin Han dengan mata yang kering.
Di sebrang lain seseorang segera berteriak. "Senior Xue! Seharusnya kau tahu apa yang kau lakukan!"
Orang itu meloncat ke arah Xue Yanhai dan dia langsung memberikan beberapa tebasan pedang, sedangkan Xue Yanhai di paska untuk bergerak mundur.
Saat itu Xiao Sishan membuka suara. "Biarkan saja."
Mendapatkan perintah Xiao Sishan, Xue Yanhai membawa mayat Qin Han dan langsung melesat pergi, beberapa orang seketika mengejarnya tapi di hentikan oleh Xiao Sishan.
Xiao Sishan mengangkat satu tangannya. "Aku bilang, biarkan saja."
*
Di perbukitan yang tinggi kini mulai ada satu gundukan tanah dengan kayu menyilang di atasnya, dan gundukan itu tidak lain adalah makam yang baru di buat Xue Yanhai untuk Qin Han sebelumnya, dan sebelum dia pergi Xue Yanhai meletakkan bunga di sisi kayu yang ada di atasnya.
Sebagai perpisahan mereka, Xue Yanhai memberikan pemakaman yang layak. Dia bersujud satu kali untuk penyesalannya di depan makam Qin Han.
Setelah selesai, Xue Yanhai langsung melesat pergi ke rumah kecil di pedesaan. Dia membuka pelan pintunya, begitu terbuka seorang perempuan setengah baya sedang sibuk menjahit baju.
Perempuan yang memiliki kilat sosok ibu itu langsung menoleh ke arah pintu dan wajahnya seketika berubah senang.
__ADS_1
"Yanhai.. kamu pulang?" Tanya nya.
Xue Yanhai segera menarik tangan orang tua itu. "Di sini tidak aman, kita harus segera pergi."
Meskipun Xiao Sishan terlihat melepaskannya, tapi itu hanya ada di permukaan dan siapapun yang berani menyinggung seorang Xiao Sishan maka mereka tidak akan bisa bersembunyi ke ujung dunia manapun.
Xue Yanhai langsung melesat pergi mencari tempat yang aman dari Perguruan Bukit Darah dan orang-orangnya, tapi kemana dia harus pergi? Satu-satunya pilihan Xue Yanhai adalah menemui pria misterius yang kemarin di temuinya, yaitu sosok yang bernama Yin Jinze.
Dan tidak butuh waktu lama bagi Xue Yanhai untuk kembali ke Lembah Ziyang, dia berpikir tidak akan mendapat perlakuan hangat, namun siapa sangka jika seorang Penatua langsung menyambutnya secara tatap muka.
Penatua Lembah Ziyang itu segera bertanya. "Alasan apa yang membawa anda kemari?"
Xue Yanhai kemudian menjelaskan jika kedatangannya adalah untuk mencari seorang pria misterius dengan topeng gelap tanpa pola apapun, gelap dan rumit sekaligus topeng perak yang menutupi sebagian wajah Yin Jinze dari balik bayangan yang gelap.
Penatua itu memasang ekspresi kebingungan. "Ah, maafkan aku semenjak pertemuan kemarin, Lord Yin tidak pernah kembali lagi ke sini."
"Jika anda tidak sungkan, kami memiliki beberapa kamar kosong." Penatua itu menawarkan saat dia melihat Xue Yanhai kebingungan dan membawa seorang perempuan setengah baya di belakangnya.
Tentu saja Xue Yanhai menerimanya, dan setelah dua hari Xue Yanhai memutuskan untuk menyelinap ke Perguruan Bukit Darah karena teringat perkataan pria misterius itu, jika memang perguruan busuk itu yang membuat hidupnya hancur bisa di lenyapkan, dia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Sangat mudah bagi Xue Yanhai untuk menyusup ke dalam, dia juga bisa melihat beberapa orang bersembunyi dalam bayang-bayang malam. Tidak lama kemudian langit mulai bersinar merah dengan cahaya array tingkat tinggi menggurung semua orang dari dalam yang tidak akan membiarkan siapapun lolos bahkan untuk satu orangpun.
Saat Xue Yanhai mengamatinya, dia tidak tahan untuk melihat takjub begitu melihat satu persatu orang-orang Perguruan Bukit Darah terbabat habis oleh beberapa orang dengan binatang spiritual mereka, dan pembantaian besar-besaran perguruan itu seolah-olah seperti mencabut bulu dan menghamburkannya.
Xue Yanhai pun tidak lepas bertarung dengan mereka dan dia mengamati seorang pria yang berumur sekitar dua puluhan tahun yang binatang spiritual jenis apa saja takhuluk dengan perintahnya, dia adalah Jendral Hantu bernama Jiang Su.
__ADS_1
Jiang Su di temani dengan tiga binatang spiritual burung, nyamuk dan kelabang. Meskipun kecil, kombinasi tiga binatang spiritual itu bisa memukul mundur Xue Yanhai.
Xue Yanhai merasa binggung dengan kemampuan Jiang Su dan dia tidak tahan untuk terkejut. "Kau pengendali binatang spiritual?"
"Benar." Kata Jiang Su di tengah-tengah pertarungan mereka.
Xue Yanhai sedikit kewalahan menghadapi tiga binatang spiritual secara bersamaan, apalagi jenis nyamuk bentuknya yang kecil dengan pergerakan lincah dan bukan hanya itu saja nyamuk kecil itu juga bisa menyuntikkan racun mematikan jika dia tidak waspada.
"Ini hanyalah para binatang spiritual yang telah di kontrak." Nyamuk itu terbang kembali ke arah Jiang Su dan bertengger patuh di jari kelingkingnya, Jiang Su berkata pada Xue Yanhai. "Yang ini adalah kesukaan ku, kecil tapi mematikkan dan beracun, dan ini adalah hadiah dari master."
Jika Jiang Su mau, dia bisa menyuruh nyamuknya menyerap darah beracun di tubuh Xue Yanhai sampai mengering kemudian melesatkan racun ke arah Xue Yanhai tanpa ampun. Tapi dia tidak melakukannya, dia ingin mencoba kemampuan si Mata Elang yang terkenal itu.
Xue Yanhai mencoba mengalihkan perhatian. "Aku tidak berada di pihak Perguruan Bukit Darah dan mereka, kenapa kau menyerang ku?"
Jiang Su sedikit menyeringai tapi seringaian itu tidak begitu mendominasi jika di bandingkan milik masternya, maka seringan milik Qiuxi bisa menimbulkan bulu kuduk siapapun langsung berdiri.
"Kau Mata Elang dari Perguruan Bukit Darah dan kau bilang bukan berada di pihaknya?"
Xue Yanhai terdiam beberapa saat dan dia tidak memberikan perlawanan. "Aku sudah menjadi buronan, aku kesini untuk melihat perguruan ini di lenyapkan."
Jiang Su menarik pedangnya dan segera mengacungkan pedangnya ke leher Xue Yanhai sebelum dia berkata dengan suara tajam. "Sebaiknya kau buktikan itu."
Jiang Su memerintahkan kelabang spiritualnya untuk menjelajahi tubuh Xue Yanhai, dan tidak butuh waktu lama kelabang itu keluar dari pakaian Xue Yanhai dan membawa kertas kecil.
Dia merajut alisnya menjadi satu melihat lukisan gadis kecil yang paling tidak bisa di lupakan siapapun dan dia tahu betul itu adalah lukisan masternya, Lin Qiu Xi.
__ADS_1
Melihatnya Jiang Su langsung marah dan dia hampir membunuh Xue Yanhai tanpa segan-segan.
"Mata Elang! Apa yang akan kau rencanakan pada master ku sampai membawa lukisannya?!"