Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Pilihlah tempat yang lebih baik


__ADS_3

Xue Yanhai di bantu temannya untuk mengoleskan obat kedalaman lukanya setelah dia menerima cambukan dari Xiao Sishan tanpa ampun.


"Aku lelah senior Xue, melihatmu terluka seperti ini.. kaburlah bersamaku, tidak ada kebebasan untuk kita di sini." Kata seorang perempuan matanya di penuhi dengan kesedihan pada Xue Yanhai saat dia sedang membantu untuk menerapkan obat.


Xue Yanhai menepis tangan perempuan itu sedikit kasar. "Qin Han! Kau tidak bermaksud menyuruhku memilih nyawamu dari pada keluargaku kan?!"


Kabur bersama Qin Han sama halnya akan memberikan kematian bagi keluarga Xue Yanhai, karena meskipun Perguruan Bukit Darah sedang melemah setelah di hancurkan oleh Shan Shie tapi Xiao Sishan tidak akan membiarkan siapapun lolos semudah itu tanpa perhitungan.


Qin Han tersentak terkejut. "Aku.. tidak-


Xue Yanhai mengenakan kembali pakaiannya, dia terlihat sedikit marah, tapi dia masih tahu diri untuk berterimakasih pada Qin Han dan langsung bergerak pergi. "Trimakasih sudah membantuku menerapkan obat."


Qin Han hanya melihat punggung Xue Yanhai pergi dengan marah dan dia tanpa sadar telah meneteskan air matanya.


Memang benar Qin Han sudah tidak memiliki keluarga seperti Xue Yanhai, tapi saat Qin Han menghabiskan waktu bersama Xue Yanhai membuatnya bisa merasakan seperti memiliki keluarga.


Qin Han mengusap kasar air di wajahnya, matanya tidak sengaja melihat kertas yang jatuh dari pakaian Xue Yanhai.


Dia membuka kertasnya, kertas yang berhasil membuatnya mengukir senyuman samar tanpa daya. "Yanhai.."


Hanya berselang beberapa jam, Xue Yanhai mulai mendengar kabar yang tidak mengenakkan. Berbagai perkataan mulai di lontarkan dari mulut ke mulut.


Pria dari perguruan itu berbisik pelan. "Apa kau tahu? Hukuman saudara Han benar-benar tragis.."


Orang lain tercekat terkejut dan dia segera bertanya. "Apa yang di lakukan saudara Han?! dan dia di hukum apa?!"


"Dia-


Bruk!


Suara pukulan itu membuat dua orang menengoknya langsung terkejut, saat melihat Xue Yanhai mengepal dengan ekspereksi marah.


*


Qin Han berjalan terlanting menuju kamar Xiao Sishan dan setelah mengetuk pintu kamar beberapa kali, akhirnya ada jawaban dari pihak Xiao Sishan jadi Qin Han segera berkata dengan suara rendah.

__ADS_1


"Penatua Xiao."


Xiao Sishan melirik Qin Han dan dia bertanya. "Apa yang kau inginkan?"


Qin Han menurunkan matanya ke arah lantai, dia menjawab dengan sedikit takut. "Bi-biarkan senior Xue pergi dari sini dan lepaskan keluarga mereka.."


Xiao Sishan mengangkat mulutnya lebar dan dia berkata dengan mengejek. "Tidak ada pertukaran, tidak bisa aku lakukan. Qin Han kau pasti tahu sekali apa yang aku inginkan bukan?"


Qin Han berkata sedikit tergagap. "Aku akan melakukan apapun."


"Lepaskan semua pakaian mu." Xiao Sishan berkata tegas.


Qin Han mulai membuka helai demi helai pakaiannya, sampai tidak ada sehelai benangpun menutupi tubuhnya, dia kemudian berjalan pelan ke arah Xiao Sishan dan saat sampai di atas tempat tidur dia mulai memejamkan matanya saat dia terhempas kasar ke atas Qin Han meringis kelu dan pasrah, air matanya menderai bebas ke wajahnya dan menodai bantal putih, seperti sekarang dirinya yang telah ternodai dirinya sendiri.


Dengan cepat Xiao Sishan menjelajahi setiap jengkal lekuk tubuh Qin Han. "Meskipun kau tidak secantik Lin Qiu Xi yang di rumorkan, aku tetap akan mencicipi mu."


Pagi harinya Qin Han membuka matanya pelan, dia merasakan angin dingin menguyur tubuhnya. Kedua tangannya tidak bisa bergerak, dia merasakan rantai besi yang keras dan dingin membelenggu pergerakannya. Dan benar saja dia telah di rantai dengan kayu besar bersalip yang mengikat tubuhnya tanpa pakaian sedikitpun.


"Penggal dia!"


"Bunuh j*lang itu!"


Teriakan itu menusuk telinga Qin Han, dia gemetar gelap melihat lautan manusia Perguruan Bukit Darah yang mengecamnya satu persatu dengan sangat tragis.


"Tenang saudaraku." Perkataan berat Xiao Sishan langsung memotong suasana di sekitar mereka.


Pakaian yang bersulam emas menunjukkan kebanggaannya sebagai salah satu petinggi di Perguruan Bukit Darah sampai orang yang melihat ke arahnya agar gemetar ketakutan terlebih dahulu.


Xiao Sishan mengangkat tangannya dan berseru lantang. "Dia telah membocorkan rahasia Perguruan Bukit Darah, dan bermain gelap dengan seorang penyusup tapi sayang sekali, aksinya ketahuan olehku. Qin Han sekarang pantas menerima akibatnya dan dia akan segera di hakimi di depan mata kepala kalian semua."


Qin Han mengertakkan giginya, sekarang dia tahu kemana para pelacur yang pernah di tiduri Xiao Sishan yang selalu menghilang, dia pasti membunuh mereka semua untuk menjaga citranya sedangkan orang perguruan yang tahu sifat asli Xiao Sishan, mereka pasti menutup mulut mereka rapat-rapat.


Dengan perintah Xiao Sishan, salah satu orang mulai membawa tumpukan kayu dan menaruhnya di bawah pasungan Qin Han dan mereka mulai membakarnya.


"Bakar!"

__ADS_1


Api mulai membara di kayu-kayu itu dan bau daging panggang seketika menyeruak saat kakinya terasa panas dan terbakar oleh api yang besar, satu-satunya yang di inginkan Qin Han di sisa hidupnya adalah agar Xue Yanhai tidak akan pernah melihat kondisinya yang memalukan seperti sekarang.


Dia tidak menangis seperti malam kemarin ketika dia menyerahkan tubuhnya pada Xiao Sishan dan saat Qin Han memejamkan matanya-


Psst!


Suara air menguyur kobaran api membuat Qin Han bergetar, dia mengatup mulutnya rapat dan memalingkan wajahnya dari orang yang melakukannya. Saat mata Qin Han melihat wajah orang itu, saat itu pula air matanya diam-diam mengalir. "Yanhai.."


Seseorang berteriak keras. "Apa yang kau lakukan senior Xue!"


Xue Yanhai melepaskan pakaiannya dan menutupi tubuh telanjang bulat Qin Han, dan dia mengeluarkan wanita itu dari pasungan dua kayu yang berdiri kokoh dengan pedangnya.


Xue Yanhai tidak mengatakan apapun, tapi ekspresi di wajahnya seperti di penuhi berbagai pertanyaan yang menjejal.


"Aku tahu kau dekat dengannya senior Xue! Tapi kau tidak bisa mentolerir wanita pelacur itu!"


Seseorang bergerak maju di depan Xue Yanhai dan berkata pelan. "Dulu aku merasa iri kau dekat dengan Qin Han, tapi sekarang melihatnya saja sudah membuat semua orang jijik!"


Orang itu mengeluarkan ludah dari mulutnya dan dia langsung menarik pedangnya untuk menyerang.


Dia bergerak cepat menebaskan pedangnya ke arah Xue Yanhai dan Xue Yanhai menghindarinya mulus seperti bisa melihat semua pergerakan lawannya.


Seperti elang yang bergerak cepat tanpa suara, Xue Yanhai sudah ada di sebelahnya dan berbisik pelan dengan sorot mata yang dingin. "Aku akan memperlihatkan mu Mata Elang yang sebenarnya, bagaimana aku di sebut sebagai Mata Elang Xue Yanhai."


Orang itu bergerak mundur mengambil jarak dari Xue Yanhai dan gerakannya bukan tanpa alasan, karena dia melihat panah besi yang melesat ke arah mereka.


"Kau takut?" Tanya Yanhai, masih tidak menyadari panah yang mengincar punggungnya.


Kemudian Xue Yanhai terdorong kasar yang membuatnya jatuh ke tanah, matanya terbuka lebar seakan tidak percaya saat melihat jelas Qin Han dengan panah yang menembus dada perempuan itu.


Xue Yanhai buru-buru menangkapnya. Qin Han membekap mulutnya kuat, tapi darah itu masih keluar deras dari celah jarinya, Qin Han lalu mengusap pelan wajah tampan Xue Yanhai dan meninggalkan bekas merah anyir di sana.


Qin Han mulai tersenyum melihat Xue Yanhai dan dia berkata dengan kesusahan. "Yanhai.. tinggalkan Perguruan Bukit Darah, semua orang di sini busuk."


"Kau harus bebas dan pilihlah tempat yang lebih baik dari ini.."

__ADS_1


__ADS_2