Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season. Siapa Qiu Yin?


__ADS_3

Saat mereka menonton teater Jiang Su adalah orang yang belum memberikan hadiahnya sendiri dan tangannya segera mengambil kotak di dalam jubahnya. Tapi sebelum sempat kotak hadiahnya dia berikan pada Qiuxi, seseorang sudah lebih dulu menyelanya.


"Kalian menikmati malam untuk melihat bulan?"


Jiang Su meliriknya, seseorang itu adalah pria yang tampan berkisaran umur dua puluhan awal. Meskipun sangat tampan, wajahnya selalu memiliki ekspresi senyum tapi bukanlah sebuah senyuman juga. Agak dingin namun juga hangat dan ramah sampai sulit untuk menebak apa yang ada di pikirannya.


Namun yang mencolok bukalah pria tampan itu, melainkan orang yang berdiri di sebelahnya.


Seorang anak kecil, laki-laki dan juga senyumannya pada Jiang Su sedingin gunung es.


Jiang Su mengabaikan anak kecil itu dan bertanya pada Qingru yang di sebelahnya. "Qingru, bocah mana yang kau bawa?"


Qingru dengan tenang tangannya memegang anak kecil itu. "Aku tidak sengaja melihatnya di jalan, kemudian aku membawanya ke sini agar dia bisa melihat pertunjukan teater juga."


Mendengar jika Qingru mengambil seorang anak kecil sembarangan di jalanan, Jiang Su langsung berkata marah. "Kau penculik! Cepat kembalikan, bagaimana jika orangtuanya mencari-carinya?!"


Qingru mengabaikannya dan dia hanya tersenyum sedikit, anak kecil itu maju selangkah dan dia berkata dengan dingin. "Aku yatim piatu."


Kemudian anak kecil itu sedikit masam pada Jiang Su, pipinya tembam dan putih namun sedikit ada warna merah muda di wajahnya sampai-sampai membuat penampilan terlihat sangat tampan.


Melihat ke arah Qiuxi, anak itu segera membuka suaranya. "Shijie cantik.. apa aku boleh melihat tater bersama? Aku janji tidak akan membuat masalah."


Qiuxi meliriknya sekilas, kemudian mengangguk.


Mendapatkan jawaban yang di harapkan anak kecil itu langsung tersenyum puas, dia lalu merangkak naik ke kursi yang ingin di tempati Jiang Su. Setelah dia duduk di sebelah Qiuxi, dia tersenyum lebar ke arah Jiang Su.


Seolah senyum kemenangan. "Tidak ada kursi lain jadi aku duduk di sini, apa paman keberatan? Jika paman keberatan, aku bisa duduk di pangkuan Shijie cantik."


Jiang Su, "...."


Jinag Su hampir meraung. Siapa yang paman? Dia baru berumur dua puluh tahunan!


"Duduk saja di sana."

__ADS_1


Karena kursi yang dia siapkan di tempati orang lain, Jiang Su pergi dengan lemas untuk mencari kursi lain. Tapi begitu dia kembali, semua tempat sudah di penuhi oleh orang lain, jadi dia duduk agak jauh dengan mereka dan wajahnya berubah kelam karena menahan amarah sambil tersenyum tipis.


"Ah, Shijie.."


Anak kecil itu ragu-ragu sejenak untuk berkata sesuatu. Tapi begitu matanya bertemu dengan mata jernih sosok Lin Qiu Xi di sebelahnya wajahnya berubah agak tenggelam dan dia cepat-cepat memalingkan muka.


Qiuxi tidak terlalu fukus untuk mendengarnya, jadi dia melihat ke samping dan dia segera bertanya. "Ada apa, apa kau baru saja mengatakan sesuatu?"


Sambil cemberut anak itu menggelengkan kepalanya. "Tidak ada."


Anak kecil itu memalingkan wajahnya ke panggung teater dan berusaha untuk tidak melihat ke arah Qiuxi.


Dengan nada seolah orang dewasa dia kemudian melanjutkan untuk berbicara, suaranya terdengar rendah dan juga berkabut. "Hal yang baik harus di katakan satu kali."


"Aku tidak bermaksud mengabaikan mu, hanya saja pertujukan tater hampir di mulai." Qiuxi mencoba membujuk sebisa mungkin.


Saat dia menatap ke arah mata itu, entah kenapa Qiuxi merasakan bahwa mata itu terlihat sedikit familiar.


Jadi dia mencoba untuk bertanya. "Siapa namamu?"


Qiuxi sejenak tertegun. "Namamu Qiu Yin?"


Qiu Yin? Namanya sangat aneh..


Dan juga dia merasa matanya yang jernih itu seperti pernah melihatnya di suatu tempat, tapi Qiuxi tidak bisa mengingat itu di mana dan kapan.


Tiba-tiba saat ini Qiu Yin meraih jubah lengan Qiuxi. "Ada apa Shijie..?"


Sebagai tanggapan Qiuxi menggelengkan kepalanya. "Tidak, bukan apa-apa."


Kali ini Qingru di sebelah mereka membacakan daftar pertunjukan teater, salah satunya dan judulnya sangat aneh, maka dari itu Qiuxi mencoba untuk bertanya pada Qingru. "Kenapa dengan judul teater?"


Qingru menjelaskan. "Jenderal Jiang sangat puas karena teater ini secara pribadi di siapkan oleh Jenderal Jiang, dan dia mengatakan bahwa akan menceritakan anda dengan penyelamat Yin."

__ADS_1


Qiu Yin bertanya senang. "Ini.. akan menceritakan tentang Shijie?"


Qiuxi mengesampingkan bagaimana senangnya Qiu Yin, dia berkata dengan datar. "Lihat saja atau kau akan ketinggalan ceritanya."


Qiu Yin mengangguk dan dia melihat sosok di sebelahnya.


Sosok Lin Qiu Xi, meskipun dingin dan terlihat acuh tak acuh tapi keaguggnannya seolah-olah tidak peduli dengan apapun, dan dia terlihat seperti seorang abadi yang hampir selangkah menuju langit dan terlihat sangat mulia dan sosok gadis itu seolah-olah tidak bisa tergapai oleh siapapun. Kecantikan yang menakjubkan, bahkan bulan akan malu jika mereka berdua bisa di bandingkan hanya dari bayangan Lin Qiu Xi.


Qiuxi tidak bergeming apapun meski teater akan menceritakan dirinya sendiri. "Karena itu Jenderal Jiang yang menyiapkannya susah payah, mari kita lihat bagaimana ceritanya."


Saat adegan teater di putar di atas panggung, Qiu Yin menaruh perhatian penuhnya ke panggung, dan posturnya duduk terlihat jauh lebih fokus tapi juga terlihat menggemaskan.


Mata Qiu Yin berbinar saat aktor perempuan berpakaian merah naik ke atas panggung. Aktor perempuan itu mengenakan topeng keemasan dan juga jubah merah darah yang biasanya di pakai Lin Qiu Xi. Terlihat persis sama dan juga kecantikan yang sama.


Tidak lama kemudian aktor protagonis naik ke atas panggung.


Dia adalah aktor yang berhati dingin mengenakan topeng berwarna perak untuk menyembunyikan identitasnya hingga menimbulkan kesan misterius karena sebagian wajahnya yang tersembunyi. Aktor itu menggunakan jubah cyan berlapis berwarna hitam, dan juga seruling hitam di pinggang kirinya.


Aktor-aktor lain yang naik ke panggung juga tertunduk padanya sambil mengatakan. "Lord Yin."


Kali ini Qiu Yin bergumam sendiri. "Seharusnya serulingnya ada di pinggang kanan."


Awal cerita teater di mulai dari aktor perempuan yang sangat marah dengan pria yang mengenakan topeng perak karena menciumnya tanpa aba-aba. Begitu waktu topeng perak itu terkelupas, jantung aktor perempuan berdegup kencang setelah melihat wajah di balik topeng perak itu luar biasa tampan. Setelah hanya marah, dia berubah menjadi malu-malu kucing, malu tapi mau..


Saat ini sosok Qiuxi ingin marah, tapi dia tetap diam.


Qiu Yin di sebelahnya tersenyum puas.


Kemudian karena suatu hal, pria bertopeng perak itu meninggal. Saat menerima kabar itu aktor perempuan jatuh ke panggung dan pingsan karena setelah sadar dia langsung menangis sesenggukan karena di tinggalkan oleh Yin Jinze yang meninggal dan pergi. Sampai-sampai semua orang di sekitarnya kesulitan untuk menghibur kesedihan aktor perempuan itu.


Dan akhirnya.. selesai.


Tirai teater di panggung di tutup.

__ADS_1


Saat itulah Qiuxi di sebelah Qiu Yin tidak tahan mencibir. "Itu semua omong kosong."


__ADS_2