
Hao Xuan sudah bisa mengatur Magical Beastnya dengan sempurna dan dia mendapatkan jenis binatang spiritual dalam bentuk serigala, serigala Hao Xuan itu terus mengaum keras dan memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya dan sejurus kemudian serigala itu berlari ke dalam hutan spiritual dengan cepat.
Melihat serigaka kontraknya pergi, Hao Xuan menghampiri Qiuxi dan berkata dengan patuh.
"Dari serigala ku tidak menemukan seseorang di hutan spiritual zona dua selain rombongan kita di pohon sakura master."
Di waktu yang sama tiga orang lain menghampiri Qiuxi dan mereka hampir mereka hampir mengatakan hal yang serupa. "Master, hutan spiritual zona tiga dan empat juga tidak terlihat jejak apapun. Apa mungkin jasad satu orang yang tertinggal di antara kami telah termakan oleh binatang di hutan ini.."
Qiuxi berkata tenang pada empat orangnya. "Kita cari di zona satu."
"Aku berpikir tidak ada seorangpun yang melewati zona satu, karna master melarang kami sebelumnya." Hao Xuan menggelengkan kepalanya.
Qiuxi tidak berkata apapun namun sejurus kemudian dia melesat menggunakan rune terbang meninggalkan mereka, dan empat orang tersisa segera mengikuti Qiuxi di belakangnya dengan patuh menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Setelah memasuki hutan spiritual zona satu, struktur tanahnya berbeda karena tandus dan bebatuan berpasir. Pepohonan menjadi lebih kecil dan terlihat seperti menciut, rumput ilalang tumbuh subur seukuran pria dewasa. Tapi hal paling mencolok di zona ini adalah ukuran raksasa binatang spiritual bukan main.
Qiuxi memerintahkan semuanya untuk turun dan berjalan kaki di antara rumput ilalang setinggi pria dewasa. "Mulai dari sini akan menarik bahaya jika menggunakan ilmu meringankan tubuh, kita harus berjalan kaki."
Semuanya berjalan patuh mendengarkan perkataan master baru mereka, sekitar saat mereka berjalan lebih dalam seseorang mendapatkan laporan dari ular berwarna hitam pekat yang berupa Magical Beats dan langsung merayap di tangan kanan pemiliknya dan berdesis.
"Aku menemukan jejak seseorang di sini naster. Tapi dengan laporan magical beats milikku yang sedikit gemetar, orang yang kita cari sepertinya memasuki tempat berbahaya." Lapor seseorang dengan patuh kepada Qiuxi.
Qiuxi mengeryitkan keningnya dan bertanya. "Tempat yang seperti apa?"
__ADS_1
"Tempat dari Holy Beast jenis ular putih."
Qiuxi, "...."
Di novel aslinya Holy Beast adalah hewan suci yang memiliki tingkat tertinggi dari para Beast lainya atau bisa di bilang sebagai pemimpin para Beast. Holy Beast begitu di takuti para binatang lain dan manusia kultivator, bahkan jika lima penatua sekte praktisi dou king tingkat puncak bertarung bersama, kekuatan mereka masih tidak akan menang melawan satu Holy Beast.
Sedangkan di posisi mereka, Qiuxi hanya memiliki satu praktisi tingkat dou king dan itupun hanya Shan Shie yang tidak ikut.
Hao Xuan seketika terpaku menatap Qiuxi dan dia ingin mendengarkan dengan cermat apa yang akan masternya katakan pada mereka
Qiuxi sedikit berubah ekspresi menggelap secara tiba-tiba, dia berkata sambil tersenyum begitu licik. "Ah, ayo kita sama-sama mati karnaval di sana."
Semua orang, "...."
Hao Xuan tidak bisa menyetujui perkataan Qiuxi yang notabene umur masternya masih seorang gadis kecil dengan masa depan panjang dan cerah, jika sesuatu menimpa Qiuxi dia pasti akan sangat menyesal. Karena jika sudah berhadapan dengan Holy Beast maka nyawa sudah di pastikan tercabut dari raga, dan mereka tidak mungkin bisa pulang dengan nyawa utuh atau bahkan keluar dengan tubuh yang lengkap.
Karena berada di situasi yang kurang menguntungkan, Hao Xuan secepat kilat bergerak dan mengangkat tubuh kecil masternya di atas pundak dan ketika dia akan pergi dengan ilmu meringankan tubuh, dia berkata sangat menyesal. "Beribu kali maafkan kelancangan ku kali ini master, tapi aku tidak ingin kehilanganmu secepat ini. Lebih baik aku mengalami siksaan ataupun perkataan pedas darimu, dari pada harus kehilangan orang lain lagi."
Qiuxi masih berekspresi datar di wajah cantiknya. moster yang dia ciptakan sepertinya telah gagal karna orang yang mengangkat tubuh kecilnya saat ini memiliki simpati, itu memang hal baik tapi buruk untuk berhadapan dengan musuh mereka mendatang.
"Kamu hanyalah pelayan Hao Xuan, berani sekali meremehkan ku? Kamu pikir aku tidak memiliki kemampuan dan hanya mengantar nyawa saja?" Jadi Qiuxi bertanya begitu dingin. "Apa kau idiot yang tidak pernah mengamplas otak mu?"
Hao Xuan tetap melesat pergi di ikuti tiga orang di belakang dan dia mendesah nafas panjang. "Sudah kubilang master, lebih baik menerima perkataan pedas darimu."
__ADS_1
Qiuxi menyipitkan kedua iris hitamnya melihat tempat tujuannya semakin terlihat kecil karena dia sendiri di angkat paksa untuk menjauh. "Aku tidak pernah membodohi perkataan ku, jika aku tidak bisa memegang satu janji untuk membawa semuanya kembali apa aku layak menjadi master kalian?"
Hao Xuan terdiam sejenak. "Itu.. semakin memperkuat keputusan ku ini tidak akan ku sesali."
Tapi sebelum menyelesaikan apa yang bisa dia katakan, Qiuxi sudah lebih dulu melesat dari Hao Xuan.
Qiuxi berdiri tenang, iris hitamnya memantulkan wajah kekhawatiran Hao Xuan dan saat jubah darahnya berkibar dia berkata dengan sangat dingin. "Aku tidak suka orang mengatur ku, apa yang pernah aku bilang maka akan segera terjadi."
Ketika ucapannya setengah jatuh, Qiuxi melesat pergi dengan rune terbang tanpa mempedulikan empat orangnya yang masih berdiri dan terdiam di sana, mengetahui satu nyawa bawahan begitu di pedulikan masternya sampai menantang bahaya dari setingkat hewan suci membuat semua orang semakin menaruh menghormat padanya.
Mereka hanyalah orang buangan dari nasib buruk sampai mereka bertemu Feng Shui yang mempertemukan mereka dengan seorang master cantik berwajah seputih giok. Meskipun tubuh masternya terlilit gaun semerah darah dan memiliki aura putri kaisar yang menundukkan, tidak membuat gadis itu merasa satu nyawa orangnya adalah hal biasa, membuat orang-orangnya merasa tersentuh dengan kelakuan gadis kecil di hadapan mereka, meskipun mengikat mereka menjadi bawahan tidak menjadikan hormat mereka berkurang sedikitpun melainkan semakin bertambah besar, dan semakin bertambah besar saat mereka mengenal Qiuxi lebih jauh.
Dengan sekejap mata mereka semua menghampiri Qiuxi dari belakang. "Sekarang.. aku ingin hidup dan mati bersama master."
Qiuxi yang mendengarnya tidak tahan untuk tersenyum, senyuman yang hanya bisa di lihat sekilas juga tidak memiliki arti apapun. Ujung matanya menyipit dan dia mendesah nafas panjang sebelum dia menjentikkan ujung jari kakinya dan menampakkan kakinya di atas tanah.
Tanpa berbalik ke belakang Qiuxi bergumam kecil pada orang-orangnya. "Jika aku mati kalian semua tidak perlu ikut."
Qiuxi tidak tahu karena dia tidak menjalankan misi sistem dengan sangat baik, jika dia semisal mendapatkan konsekuensi kembali ke kehidupannya di Jakarta dulu dan tidak bisa kembali ke dunia novel ini lagi apapun yang terjadi, dia berharap tidak terlalu mengikat orang-orang di sini dengan dirinya.
Saat mengatakannya semua orang tidak tahu apa yang ada di pikiran master mereka, saat jubah cyan merah Qiuxi berkibar dan menyaksikan punggung tegas gadis itu, mereka bisa merasakan jika sosok di depannya sangat menginginkan seseorang berdiri di sisinya namun di waktu yang bersamaan..
Qiuxi seolah-olah membuat tembok yang besar yang tidak akan bisa di lewati oleh siapapun, tembok yang memisahkan dia dengan apapun di dunia ini, yaitu menurut Qiuxi sama sekali bukan kenyataan.
__ADS_1