
Hao Xuan masih di dalam kedai karena dia di tinggalkan Qiuxi dan Jia Lun untuk membayar tagihan mereka sendirian.
"Trimakasih tuan sudah menikmati arak di kedai kami." Pelayan kedai itu terlihat membungkukkan badannya pada Hao Xuan.
Hao Xuan segera keluar dari kedai dan langsung menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri karena jalanan ramai dan bercabang, dan dia juga takut kehilangan master kecilnya itu yang bisa saja tertimbun di tengah-tengah keramaian.
"Kemana mereka pergi?"
Dan saat keluar dari tempat kedai dia segera mengenali postur gemuk itu dari belakang yang pasti adalah Jia Lun, jadi Hao Xuan segera memukul pundak itu pelan setelah tidak menemukan Qiuxi di sekitar Jian Lin sama sekali.
"Dimana cucuku? Kenapa kau tidak bersama nya?"
Jia Lun menoleh dan berkata pada Hao Xuan. "Tuan, tadi dia di bawa pergi oleh ayahnya."
Hao Xuan mengeryitkan keningnya, ayah? Apa itu kaisar Nanfang Lin Chen? Tapi di sini tidak ada keramaian para prajurit kekaisaran sama sekali.
"Bagaimana posturnya?" Tanya Hao Xuan segera
Jia Lun kemudian menceritakan bagaimana postur Yin Jinze. "Aku tidak melihat wajahnya dengan jelas, dia memakai topeng perak dan mengenakan pakaian hitam gelap."
*
Dari tadi Qiuxi mengembungkan kedua pipinya, dia mulai menyesal karena telah berubah menjadi anak kecil. Dia harus selalu bersikap seperti anak kecil dan melakukan kebohongannya dengan sempurna.
Tapi dia membenci pria itu setengah mati yang dari tadi mengendongnya menggunakan tangan kiri tanpa berniat ingin menurunkannya sedikitpun, dan ini benar-benar sudah menghancurkan harga dirinya!
Qiuxi hanya bisa melipat tangannya ke dada dengan wajah yang kesal, sebelum dia mengendus. "Ayah turunkan aku, aku bisa menunggangi Xiao Hai."
Xiao Hai adalah nama serigala hitam milik Hao Xuan, Qiuxi baru saja membuat nama yang baru saat dia meniru cara Chen Yu memberi nama Xiao Boa.
Yin Jinze melirik serigala itu dan hanya dengan sekilas tatapan dari mata tajamnya, Xiao Hai menunduk takut seperti anjing penjaga kekaisaran yang jinak.
Qiuxi yang melihatnya langsung memukul kecil pundak Yin Jinze, tapi dia tetap tidak merasa puas karena satu-satunya hal yang mengesalkan adalah dia tidak bisa memukul pundak pria itu dengan keras atau meremukkannya dengan palu berton-ton.
__ADS_1
"Ayah tidak boleh mengertak Xiao Hai, dia serigala yang kuat dan serigala milik kakek yang kesayangan Xixi!"
Setelah pujian itu Xiao Hai mengaum bangga dan berputar di sekitar Yin Jinze, lebih tepatnya memutari Qiuxi sambil mengagum dengan suara nyaring.
Mendengar suara anguman itu, Yin Jinze langsung berkata dengan suara dingin. "Hentikan, kau menghalangi jalanku."
Sekali lagi Xiao Hai menciut takut di sisi lain Qiuxi melihatnya dan dia kemudian melambaikan tangannya untuk menyuruh serigala itu agar pergi. "Pergi Xiao Hai, kembali pada kakek sana!"
Xiao Hai mengaum keras sebelum dalam sekejap kamudian dia menghilang secara kasat mata.
Qiuxi berkata pada Yin Jinze. "Ayah membawa Xixi ke mana?"
Yin Jinze melirik ke Yin Yifei. "Borong semua mainan yang ada di sini."
Yin Yifei mengangguk patuh. "Baik, Lord ku."
Mendengar bahwa Yin Jinze akan memborongkan semua mainan yang ada di sini, Qiuxi tergagap seolah dia baru saja di sambar petir. Daripada Yin Jinze membelikannya mainan pada seonggok jiwa yang pernah berusia dua puluh lima tahun, lebih baik dia menurunkannya!
Qiuxi menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu memberikan Xixi mainan, Xixi bisa bermain dengan ayah dan Xixi bisa berjalan sendiri, jadi.. turunkan."
Saat mengatakannya Yin Jinze kemudian menyelimuti sekitar Qiuxi menggunakan aura hitam di sekitar mereka dan sebelum dia melompat menggunakan ilmu meringankan tubuh, Qiuxi bisa merasakan aura yang di keluarkan Yin Jinze menghalaunya dari tekanan udara dan menghalanginya dari segala macam goresan.
Melihat Yin Jinze lenyap seketika di ruang hampa, orang yang tidak sengaja melihatnya langsung tergangga lebar dan rahang mereka hampir terbanting ke tanah karena siapapun yang melihat bagaimana Yin Jinze menjentikkan ujung jarinya mereka bahkan tidak tahan untuk terbius takjub karena kultivator yang hebat, belum tentu bisa lenyap begitu saja dalam sekali tarikan nafas.
Yin Yifei yang baru saja datang dengan segunung mainan matanya langsung mencari Yin Jinze dan Qiuxi ke segala penjuru.
"Kemana Lord ku pergi?"
Setelah beberapa saat entah dia di bawa kemana oleh Yin Jinze, Qiuxi bisa melihat bangunan yang megah ada di depan matanya dan begitu mereka sampai di sana ada beberapa orang langsung membungkuk begitu melihat kedatangan Yin Jinze.
"Salam, Lord ku."
Mereka langsung terkesiap terkejut begitu mengetahui Yin Jinze membawa seorang anak kecil, seseorang bertanya dengan gugup. "Lord, anda membawa seorang anak kecil?"
__ADS_1
Beberapa pelayan buru-buru mengintip Lord mereka, begitu melihat Yin Jinze memang benar membawa seorang anak kecil mereka langsung menutup mulut mereka yang terbuka lebar karena sangking tidak bisa percayanya.
Mereka saling berbisik. "Aku tidak menyangka hari dimana Lord seperti manusia biasa telah datang, lihatlah wajahnya yang biasanya memiliki ekspresi sedingin jurang neraka kini cuma hanya setengah dingin."
Seorang pelayan lain berbisik. "Setengah dingin?"
Pelayan itu mengendus nafasnya. "Huh kamu tidak menyadarinya? Kamu lihatlah sendiri."
Mereka berdua memalingkan wajah mereka untuk melihat Yin Jinze yang sedikit menarik ujung bibirnya ke atas dan tersenyum kecil saat Qiuxi memainkan aksesoris perak yang menggantung di jubah Yin Jinze, gadis kecil itu bertanya. "Ayah kenapa Xixi di bawa ke sini?"
Yin Jinze tersenyum samar dengan gadis kecil itu dan para pelayan yang melihatnya seolah-olah terhipnotis mengetahui perubahan sikap dingin Lord mereka yang biasanya pria itu hanya akan dipenuhi dengan kelumpuhan wajah dan kabut kedinginan yang ada di ujung matanya.
Yin Jinze berkata dingin yang langsung ke sepenjuru Mansion, untuk menghentikan tingkah konyol pelayannya yang melihatnya tanpa berkedip. "Kalian punya pekerjaan yang perlu di lakukan, atau kalian tidak sayang dengan mata kalian."
Para pelayan yang mengintip itu meringis sedih dan langsung membubarkan diri mereka. Melihat kecepatan menghilang para pelayan Qiuxi mulai menilai bahwa dia di bawa Yin Jinze ke Mansion Yin.
Mata Qiuxi menelusuri setiap Mansion dia hanya melihat beberapa pelayan dan penjaga lebih banyak seperti sudah menjadi penghuni Mansion Yin, Qiuxi tidak melihat orang lain yang bermarga Yin selain Yin Jinze dan Yin Yifei.
Yin Jinze berkata pada Qiuxi. "Benar, ini Mansion ku."
Qiuxi sedikit memancing untuk mendapatkan beberapa informasi. "Baiklah, ajak Xixi melihat ayahnya ayah!"
Qiuxi berpikir keras, jika kali ini dia bisa melihat Yin Raizen yang di kabarkan sebagai seorang kultivator terhebat di dalam cerita aslinya maka dia akan tahu permasalahannya kenapa Lord Yin sekarang adalah Yin Jinze?
Apakah dia melewatkan sesuatu saat dia membaca bukunya?
"Tidak perlu." Yin Jinze kemudian melanjutkan untuk berkata. "Kau tadi ingin bermain dengan ku, apa yang ingin kau mainkan?"
Qiuxi hampir lupa alasannya, dia sekarang sudah lelah bertindak sebagai anak kecil di depan Yin Jinze, sekarang matanya sedikit dingin karena sudah hampir tidak tahan.
"Ah, ayah bisakah Xixi tidur sebentar? Xixi malas.."
Yin Jinze mengangguk sedikit dan dia kemudian membawanya menuju kamar. Qiuxi meluaskan pandangannya dan ketika dia ada di kamar Yin Jinze, dia tidak tahan untuk terkejut.
__ADS_1
Yin Jinze menaruh Qiuxi dengan lembut ke atas tempat tidur. "Tidurlah."
"...."