
"Berikan dia penawar dulu untuk racunmu, jika dia mati maka dia tidak akan bisa mengatakan apapun."
Karena perkataan Qingru ada benarnya Jiang Su hanya bisa menghela nafas dan dia lalu menarik lengan pakaian agar tangannya bisa di gigit Xue Yanhai untuk bisa memberikan penawar racun.
Dan setelah mendapatkan persetujuan dari Jiang Su tentu saja Xue Yanhai cepat-cepat mengigit tangan Jiang Su dan menghisap darahnya, setelah beberapa tetes tegukan, dia bisa merasakan racun di tubuhnya perlahan menghilang.
Padahal Xue Yanhai sudah sangat berhati-hati berhadapan dengan Jiang Su sebelumnya untuk menghindari segala kemungkinan keracunan tapi dia tidak di sangka akan mudah sekali Jiang Su memberikan racun tanpa sepengetahuannya sedikitpun.
"Jika sudah selesai, kita cepat pergi." Sepertinya urusan Shan Shie sudah selesai di sebrang sana, Qingru mengangguk pada Jiang Su.
Jiang Su membawa Xue Yanhai di pundaknya dan berjalan pelan, alangkah terkejutnya Xue Yanhai begitu dia melihat DouZhung setengah mati di tangan Shan Shie dan Shan Shie sepertinya benar-benar tidak memberinya kematian yang mudah bagi DouZung yang telah membunuh istri Shan Shie.
Qingru menghampiri Shan Shie dan di susul oleh Hao Xuan di sebelahnya. "Senior, kami telah mengurus penatua tersisa."
Saat Shan Shie memberi perintah, array yang seperti sangkar di langit berwarna merah yang membungkus Perguruan Bukit Darah langsung seketika lenyap tidak tersisa dan Xue Yanhai di bawa oleh Jiang Su dan mereka melesat pergi dengan ilmu meringankan tubuh.
Mereka membawa Xue Yanhai ke sebuah penginapan di Pasar Gelap, penginapan yang terkenal sebagai Penginapan Gerhana Bulan Sabit. Begitu Shan Shie masuk ke kamar masternya dan melihat gadis kecil itu masih tertidur, dia lalu memberi perintah pada para Jendral Hantu untuk membawa ratusan orang yang dia bebaskan dari Perguruan Bukit Darah ke perbukitan.
"Semua sudah selesai senior." Kata Qingru.
Shan Shie kemudian melesat pergi ke perbukitan dan dia mendarat di tengah ratusan orang itu.
Dan setelah kakinya menapaki tanah, dia berkata dengan suara yang bisa di dengar oleh siapapun. "Aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi aku yakin, hidup kalian akan menjadi lebih baik jika kalian mengikuti masterku."
Dan setelah beberapa saat, Shan Shie kembali berkata pada semua orang. "Kalian bisa pergi dari sini, aku tidak akan melakukan pemaksaan, dan bagi siapapun yang ingin ikut dengan langkahku untuk menghabdikan diri pada master kalian bisa tinggal di sini."
Siapapun yang melihat perkembangan pesat Shan Shie dan kesembuhan dantiannya yang rusak pasti akan memilih jejaknya dan tidak ingin melepaskan kesempatan emas seperti sekarang, apa lagi kerusakan dantian yang tidak bisa di perbaiki itu kini telah terbentuk kembali dengan aliran qi lebih besar di dalam tubuh Shan Shie.
__ADS_1
Namun ada beberapa orang yang memilih jalannya sendiri, lebih memilih hidup sederhana membina keluarga kecil dan tidak terlibat lagi dengan dunia kultivator.
Meskipun menolaknya, beberapa orang memberikan penghormatan pada Shan Shie, mereka membungkukkan setengah badannya dengan dua tangan yang menyatu.
"Trimakasih saudara Shie telah membebaskan kami, malam ini surga telah melihat dengan matanya tapi maafkan kami, kami lebih memilih hidup sederhana tanpa terikat dengan siapapun."
Shan Shie tahu betul bagaimana perasaan itu, dia juga membungkuk setengah badannya dan melakukan hal yang sama. "Aku menghargai pendapat kalian."
Setelah itu hanya beberapa orang yang pergi, Shan Shie melihat ratusan orang yang tersisa dan seketika itu juga membuat orang-orang itu berlutut dan berkata serentak.
"Dengan senang hati bisa mengikuti jejak anda Wajah Topeng Kabut Shan Shie!"
Shan Shie mengangguk, lalu melirik ke saudara seperguruannya yaitu Xue Yanhai.
"Apa yang kau pilih saudara Xue?" Tanya Shan Shie kemudian.
Xue Yanhai tersenyum kecil, dia terbiasa mengikuti arus situasi meskipun dia sendiri tidak menyukainya. "Tentu saja aku memilih dengan pilihan yang sama dengan mereka untuk mengakui gadis itu sebagai masterku di masa depan dan aku hanyalah pesuruhnya."
Dan setelah beberapa hari kemudian Xue Yanhai hanya melihat Shan Shie berlutut dengan sangat patuh di hadapan seorang gadis kecil, yaitu seorang gadis yang sepertinya masih berusia tiga belas tahun.
"Master, aku membawa sekitar ratusan orang yang ingin mengabdikan hidupnya untuk perintah mu."
Gadis kecil itu hanya berekspresi datar yang dingin dan bahkan ekspereksinya dalam kelumpuhan wajah, dan ketika gadis itu melihat ke arah mereka, alisnya merajut seolah merasa terusik.
Hening sesaat sebelum suara dingin gadis itu menggema dengan cara yang acuh tak acuh. "Buang saja, aku tidak ingin mengurusi orang sebanyak itu. Kamu, dan beberapa Jendral serta pasukan Hantu sudah cukup untuk ku."
Perkataan itu begitu terdengar sepele dan saat mendengarnya Xue Yanhai tidak tahan untuk mengepalkan tangannya dengan kuat, sebelum matanya menatap penuh ketidakpuasan pada gadis yang bergaun merah darah di depannya.
__ADS_1
Tanpa di duga, sepasang iris hitam tiba-tiba melirik ke arahnya dan saat Xue Yanhai melihat mata itu, secara naluri membuat pandangannya menunduk tidak berani saat dia merasakan perasaan tunduknya untuk aura seorang putri kaisar dan sekaligus seorang pemimpin yang menyembunyikan niat tirani.
Dan saat Xue Yanhai menundukkan kepalanya dan tidak berbicara, Qiuxi bertanya dengan suara rendah. "Siapa dia?"
Shan Shie segera memperkenalkannya. "Dia adalah Mata Elang Xue Yanhai yang telah terkenal di Perguruan Bukit Darah dan dulu, dia salah satu dari saudara seperguruan ku master."
Gadis kecil itu terlihat begitu acuh dan sepasang matanya menyimpit dengan cara malas. "Kenapa dia berada di sini? Aku tidak ingat pernah mengijinkan orang lain masuk seenaknya ke ruangan ku."
Shan Shie langsung berubah merasa bersalah, "Ah, maafkan aku.. aku akan mengantarnya keluar."
Shan Shie mengajak Xue Yanhai untuk keluar, sebelum keluar Xue Yanhai melirik sekilas gadis yang seperti berumur tiga belas tahun itu dan dia bisa melihat jika sosok Lin Qiu Xi itu sangat angkuh yang padahal tanpa kultivasi dan masih berada di tahap forqing qi!
Setelah melihat Xue Yanhai keluar, Shan Shie kembali ke hadapan Qiuxi.
"Master, apa anda yakin akan melepaskan semuanya?" Tanya Shan Shie sekali lagi.
Dia sangat berharap masternya mau menerima ratusan orang itu, mereka bisa menguatkan pasukan Hantu Pembantai Iblis yang sekarang hanya memiliki tiga puluh tiga orang saja.
Tapi Qiuxi tidak berpikir seperti yang dia pikirkan, dan gadis itu hanya mendesah nafas dengan malas. "Sedikit merepotkan, aku tidak suka."
Shan Shie, "...."
Melihat Qiuxi yang kali ini sebagai masternya bertingkah seperti gadis kecil yang normal dan tanpa senyuman yang membuat semua orang gemetar kedinginan, tiba-tiba Shan Shie merasa sedikit termangu.
Shan Shie melihatnya kemudian dia tersenyum halus. "Bagaimana jika aku yang mengurusnya, aku pastikan semua orang-orang itu tidak akan menganggu anda sedikitpun master."
"Kalau itu keinginan mu, latih mereka semua di bawah perintah mu sebagai Pasukan Bayang." Qiuxi berdehem sebagai tanggapan dan dia mengangguk sedikit.
__ADS_1
Mendengarkannya Shan Shie akhirnya bisa tersenyum lega karena setidaknya nasib orang-orang yang terlepas dari Perguruan Bukit Darah sekarang bisa lebih baik, seperti dia yang bisa mendapatkan pilihan hidup dari Lin Qiu Xi.
"Baik master, trimakasih."