
Saat Lin Sili dan Shan Shie mengadakan pertemuan, tidak butuh waktu lama kemudian untuk Xiao Boa dan Chen Yu kembali ke Penginapan Gerhana Bulan Sabit untuk melapor pada seseorang yang sudah menjadi kakak masternya yaitu Qiuxi. Dan saat sampai di sana, di antara bayangan yang gelap Chen Yu tidak langsung keluar saat melihat pria rupawan memperlakukan kakak masternya itu begitu lembut maka Chen Yu tetap diam karena merasa ini bukan saat yang tepat untuk mengganggu waktu keduanya.
Feng Shui melepaskan topeng hitam bercorak merah ruby yang langsung memamerkan senyuman yang sangat menawan sambil membelai rambut hitam panjang bersurai milik nonanya itu, dan dalam sekejap mata ekspreksi wajah itu berubah menjadi senyuman tanpa daya.
Dalam pakaian Chen Yu, melihat Feng Shui, Xiao Boa sampai akhirnya dia tidak tahan untuk mencibir Feng Shui dengan transmisi suara. "Ck ck ck! Lihatlah perilaku mu betapa bodohnya itu!"
Saat mendengarnya seketika Feng Shui melihat ke arah Chen Yu tepatnya di pakainya, Chen Yu yang merasa di lihat itu langsung keluar dari bayangan malam dengan berhati-hati dan berkata dengan suara lirih. "Senior Feng.."
Feng Shui tidak mengatakan apapun, satu jari telunjuk di letakkan dekat bibirnya membuat isyarat dan dia berkata pelan. "Sstt.. jangan berisik, atau nona nanti terbangun."
Chen Yu mengangguk mengerti, kemudian dia duduk di kursi yang biasa dia tempati bersama kakak masternya itu. Chen Yu juga mengambil buah di meja dan memakannya, matanya lalu melihat cangkir teh milik kakak masternya sambil tersenyum, dan dia mencoba teh milik Qiuxi karena penasaran bagaimana dengan rasanya.
Saat tangan Chen Yu akan meraih cangkir teh, ekor kecil ular putih tiba-tiba mencambuk tangannya. Xiao Boa menatap Chen Yu sebelum dia berteriak. "Jangan meminumnya!"
Chen Yu tidak tahan untuk mengusap tangannya saat dia memandang ulat itu dan dia kemudian bertanya. "Kenapa? Aku haus, jadi aku ingin meminumnya."
Xiao Boa mendengus kesal, melirik ke arah Feng Shui. "Lihat dulu siapa yang membuatnya!"
"Senior Feng kan?"
Ular itu masih berteriak. "Itulah alasanku melarang mu meminumnya."
Mengacuhkan ular itu, Chen Yu bertanya sambil memohon. "Senior Feng, aku haus sekali. Biarkan aku meminum teh milik kakak master.."
Melihat kedekatan Chen Yu bersama Nonanya beberapa waktu terakhir ini membuat Feng Shui tersenyum ringan karena Chen Yu bisa menghidupkan beberapa suasana yang mati di sekitar Qiuxi dengan berbagai tingkah bocah yang belum genap sepuluh tahun itu yang tidak tahu aturan dari Qiuxi.
Feng Shui tidak melarang perkataan Chen Yu yang berarti adalah iya, dan Chen Yu segera menandaskan teh spiritual milik Qiuxi.
__ADS_1
Begitu Qiuxi terbangun Feng Shui langsung menyisir rambut hitam panjang milik gadis itu yang terlihat sedikit berantakan dan Feng Shui tersenyum lembut saat dia melihat gadis kecil itu masih ada di sisinya dan terlihat lebih tegas, tidak lemah, tidak juga cenggeng melainkan menjadi sosok yang berbeda.
Setelah melakukan pertemuan dengan Lin Sili dalam kedipan mata, Shan Shie keluar dari bayangan malam dan melapor dengan patuh pada Qiuxi. "Master.. pelayan ini menjalankan perintah, namun harus selalu di kekaisaran Nanfang untuk beberapa hari ke depan mendampingi Sili gongzhu."
/Gongzu : putri.
Qiuxi yang menpdatkan laporan itu hanya menyimpitkan setengah matanya dan berkata dengan suara rendah. "Kamu bawa saja Pasukan Hantu dan beberapa Pasukan Bayang yang kamu butuhkan."
Melihat kedatangan Shan Shie, Chen Yu segera menyusul Shan Shie dan berlutut di sebelahnya, dan melapor dengan patuh. "Kakak master aku tidak sengaja melihat Sili gongzhu bersama Penatua Wang dari Perguruan Bukit Darah, dan seorang pelayan bertopeng di dekat Sili gongzhu. Namun aku mendengar jelas jika Penatua Wang mengatakan pria bertopeng dengan ranah praktisi dou shi adalah anak Sili gongzhu. Itu membuat ku menaruh curiga pada pelayan bertopeng di sampingnya."
Menurut cerita aslinya yang Qiuxi baca dari membaca novel rental buku, di sana Lin Sili belum menikah dan tidak memiliki anak dengan siapapun dan untuk seorang pelayan kerajaan Nanfang minimal berumur dua puluhan tahun bagaimana Penatua Wang menyebut itu sebagai putra Lin Sili, jika bukan kesalahan berkata. Qiuxi yang memikirkan nya ingin sekali memijat kepalanya yang pening, meskipun dia seorang trasmigator yang sudah membaca serial novelnya sampai tamat, tapi ketika dia menjadi Lin Qiu Xi semua ceritanya menjadi sangat kacau balau dan melenceng sedikit demi sedikit dan menjadi sangat jauh sampai dia tidak bisa memperkirakan apapun.
Melihat Chen Yu, Qiuxi kemudian berujar tenang. "Jendral Chen, dimana kamu melihatnya?"
Chen Yu menelan ludah sendiri dan menjawab dengan suara lirih. "Di desa Huiyi.."
Jawaban yang membuat Qiuxi tersenyum dan mengangkat sedikit radian di bibir tipis yaitu sejenis senyuman yang acuh tak acuh tapi di waktu yang bersamaan terlihat sangat menawan. Semua Jendral Hantu tahu jelas itu adalah senyuman yang tersembunyi aura tirani, seolah-olah sebuah senyuman yang membuat siapapun yang melihatnya semakin menelan ludah sendiri dan mengigil kedinginan seakan mereka membeku di gunung yang bersalju.
Chen Yu buru-buru berkata. "Ma.. maafkan aku kakak master.. aku ingin berbicara sebelumnya namun anda masih tertidur, jadi.. aku tidak tega membangunkan kakak master yang tertidur begitu cantik, jadi aku tidak kuasa untuk membangunkannya."
Qiuxi terkekeh pelan. "Lalu?"
"Tidak ada lagi." Chen Yu menggelengkan kepalanya.
Qiuxi melihat ke arah pria yang berdiri di sisinya. informasi ini pasti tidak ada yang tahu lebih baik dari Feng Shui, karena Feng Shui telah menyelidiki Nanfang selama sebulan penuh dari pemerintah nonanya, Qiuxi bertanya tenang. "Kamu tahu sesuatu tentang ini?"
Feng Shui tersenyum dan berkata "Aku sama sekali tidak tahu tentang itu nona, dan aku tidak memiliki informasi apapun lebih jauh."
__ADS_1
Qiuxi berdehem sedikit sebagai tanggapan, meskipun dia mengangguk dia masih merasa sedikit curiga pada Feng Shui yang selama satu bulan ini tidak mendapatkan informasi apa-apa.
Jadi daripada bertanya pada Feng Shui, Qiuxi bertanya pada sistem yang ada di kepalanya. "Apa kau bisa mendeteksi karakter di novel ini berbohong atau tidak padaku?"
Sistem yang sekarang jarang muncul mendesah nafas sedikit. [Aku sistem yang di buat secara khusus dan edisi terbatas, tentu saja aku bisa melakukan hal sekecil itu.]
Qiuxi menunjuk ke arah Feng Shui dan dia bertanya. "Apa dia bisa di percaya?"
[Tidak.] Sistem menjawabnya acuh.
[Dia juga salah satu karakter yang misterius, sifatnya licik dan juga sangat jelek, suka berbohong, ambiguitas dan terlalu obsesi pada suatu orang, dia juga tidak memiliki alasan untuk berada di samping protagonis Lin Qiu Xi dan meskipun dia tidak memiliki niat buruk sekalipun tetap jangan menurunkan kewaspadaan padanya.]
Qiuxi mengeryitkan keningnya. "Jadi dia berani berbohong padaku?"
Sistem mengangguk. [Ya.]
Qiuxi tidak bertanya lebih, jadi dia segera memanggil para Jendral Hantu lainya.
Dalam kedipan mata Hao Xuan, Qingru dan Jiang Su keluar dari tempat persembunyian mereka dan berlutut di kaki master mereka.
Tugas penyusupan sangat cocok di lakukan binatang spiritual jenis ular, jadi Qiuxi memberi perintah pada Qingru untuk menyelidiki untuk melakukan penyelidikan lebih jauh karena pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Feng Shui yang tidak di beritahukan pada nonanya itu.
Dengan sekali perintah dariQiuxi, membuat Qingru seketika lenyap dari pandangan mereka semua. "Baik master."
Memperhatikan Qingru pergi, Qiuxi Kem berujar tenang. "Aku juga mencurigai pelayan bertopeng yang selalu di sisi kakak sepupu perempuan Sili."
Qiuxi melirik Jiang Su dan Jiang Su mengangguk patuh kemudian lenyap menyusul keberadaan Qingru. "Baik master."
__ADS_1
Setelah dua orang itu pergi, Qiuxi berkata pada Jendral Hantu yang tersisa. "Selidiki kekuatan Perguruan Bukit Darah yang tersisa, seperti para penatua yang masih hidup dan Xiao Sishan."
"Di mengerti." Ketika Hao Xuan mengatakannya, dia kemudian menyusul lenyap dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. "Baik, saya akan melaksanakannya tanpa kelalaian sedikitpun."