Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Siapa Qiu Xize Zenbei?


__ADS_3

"Ini untuk master, aku juga akan menyiapkan yang paling mahal dan paling mewah seperti Jenderal Jiang." Lei Xia segera mengangguk.


Mereka juga memberitahukan kabar ini pada pasukan yang lain, kurang lebih sikap mereka hampir sama seperti Hou Xuan dan Jiang Su yang kebingungan untuk membeli hadiah. Mei Rui yang masih kecil, melihat gelagat mereka semua tidak tahan untuk tertawa terhibur.


Tugas persiapan perayaan di lakukan oleh Mei Miyan dan Lei Xia, sambil membeli barang-barang keperluan. Dia mengingat wajah orang-orang di dalam Hantu Pembantai Iblis satu-persatu. "Kita belum memberitahukan pada Tetua Shie dan Qingru."


Tangan Lei Xia sudah penuh dengan sekeranjang barang-barang yang sudah mereka beli. "Tetua Shie tidak perlu di pertanyakan lagi, dia suka keluar untuk berbagai urusan. Tapi yang aku pertanyaan adalah Qingru, kenapa kita tidak pernah melihatnya?"


Mei Miyan mengangguk. "Benar, kita tidak pernah melihatnya semenjak penyelamat Yin meninggal."


Lei Xia merasa sependapat. "Qingru agak misterius. Identitasnya dan dari mana dia berasal, dia tidak pernah menceritakannya pada siapapun. Aku melihatnya pergi bersama bawahan penyelamat Yin, aku mengira ada yang dia kenal di antara mereka jadi aku membiarkannya."


Karena mereka berdua terlalu serius untuk mengobrol, keranjang bawaan Lei Xia menubruk orang lain. Orang yang menabrak Lei Xia segera membungkuk ke tanah untuk mengambil barang-barang yang berserakan.


Awalnya wajah orang itu menunduk, tapi setelah mata mereka bertemu. Lei Xia menyadari bahwa mata itu sangat akrab dan dia kemudian berteriak senang. "Itu kamu senior Yanhai!"


Xue Yanhai tersenyum kemudian menaruh satu kotak makanan kering ke keranjang bawaan Lei Xia. "Aku sudah lama keluar dari Pasukan Bayang, kenapa masih menganggap ku senior?"


Mei Miyan yang melihat keduanya dia berinisiatif untuk undur diri sambil menyeret lengan Yan Bijun untuk membeli barang yang lain, dia berkata rendah. "Aku dengar di toko berlawanan ada peledak yang di tembakkan ke langit dengan warna-warnai, kita ke sana untuk membelinya."


Yan Bijun hanya bisa dengan patuh menemani Mei Miyan.


Lei Xia terlihat sangat senang karena bisa bertemu dengan Xue Yanhai secara kebetulan. "Karena kau bukan lagi Pasukan Bayang aku akan memanggil mu dengan Yanhai."

__ADS_1


Sebenarnya ada alasan kenapa Xue Yanhai keluar dari Pasukan Bayang, waktu itu adalah untuk menyelidiki orang misterius yang dia temui. Orang itu sebenarnya adalah Yin Jinze, agak menyeramkan juga bahwa semua gerak-gerik Qiuxi ada di bawah genggaman tangan Yin Jinze, tapi setelah melakukan pengamatan dengan waktu lama. Xue Yanhai menemukan ada alasan yang membuat Yin Jinze tidak perlu untuk di waspadai karena pria itu mustahil untuk membahayakan atau mencelakai Lin Qiu Xi bahkan seujung jaripun.


Sambil berjalan berdampingan kemudian keduanya mulai saling bertukar cerita. Melalui apa yang di katakan Lei Xia, Xue Yanhai mulai memahami apa yang baru-baru ini terjadi.


"Jadi begitu.. Lord Yin menyelamatkan master dengan mempertaruhkan hidupnya."


Dan setelah beberapa saat, Xue Yanhai memastikannya. "Apa dia benar-benar meninggal, apa kamu yakin?"


Lei Xia merasa sangat di sayangkan. "Itu adalah Dupa Gu yang di pelihara Gerbang Utama Kekaisaran! Menurut mu siapa yang bisa selamat setelah memakannya dengan efek yang berkali-kali lipat?!"


"Apa kau pernah mendengar alasan kenapa Gerbang Utama Kekaisaran di takuti di Benua Tengah? Itu karena kabarnya ada seorang yang selangkah menuju Immortal bisa mati mudah di tangan Gerbang Utama Kekaisaran hanya dengan Dupa Gu!"


Lei Xia terlihat marah. "Selama ratusan tahun mereka hanya bisa membuat satu penawar dan itu juga sudah habis di makan oleh Baili Yulai untuk kesembuhannya sendiri!"


Xue Yanhai merasa perlu mengganti topik, karena jika nama Baili Yulai di sebut. Lei Xia akan marah-marah tidak jelas. "Kau bilang semuanya akan membuat perayaan untuk Master? Itu akan sangat meriah jika kau yang mengurusnya."


Lei Xia melihat keledai yang memakan kubisnya, dia tidak tahan untuk tersenyum.


"Tentu saja."


*


Di gunung perbatasan Xifang ada sebuah pohon cendana tumbuh lebih lebat dan besar dari biasanya. Rumput-rumput liar juga terlihat hijau segar hampir setinggi mata kaki, udara sejuk dan angin sepoi-sepoi.

__ADS_1


Di bawah pohon cendana lebat duduk dua orang setengah paruh baya. Umur keduanya sekitaran tiga puluh dan empat puluhan tahun, namun penampilan mereka lebih muda dari usianya dan keduanya hanya terlihat di awal umur tiga puluhan.


Menengok ke arah di sebelahnya, perempuan itu terlihat sangat cantik. Kulitnya putih bersih seperti giok, rambutnya hitam dan panjang.


Perempuan itu terdiam beberapa saat kemudian berkata dan membuka mulutnya terlebih dahulu. "Ze-lang, apa kau sudah bertemu dengan putriku, bagaimana menurut mu tentangnya?"


Laki-laki di sebelahnya yang persis seperti Xi Ze kemudian melihat ke arah perempuan itu, setelah memberikan jejak senyum hangat dia melihat ke atas. Daun pohon cendana yang hijau hampir menerpa ke arah mereka. ''Sudah, kamu dan Qiu'er.. kalian terlihat sangat mirip.''


Dia adalah Xi Ze yang berada di lautan pengetahuan Qiuxi yang sempat terjebak di buku kuno. Entah apa alasannya dia bisa lepas dari kepingan jiwa, dan bisa menempati tubuhnya sendiri untuk waktu yang sudah lama.


Nama Xi Ze, adalah nama samaran yang secara acak dia katakan pada Qiuxi.


Nama dia sebenarnya adalah Qiu Xize Zenbei, dia berasal dari Xifang dan dia putra tertua marga Qiu, marga misterius yang jarang di dengar. Karena itu orang dengan marga Qiu nyaris tidak ada, hingga di sebut-sebut bahwa marga Qiu tidak bagian dari Xifang. Hingga tidak ada yang tahu jelas marga Qiu berasal dari kekaisaran mana, atau benua mana.


Qiu Xize Zenbei berkata pada perempuan di sebelahnya. "Ah-Xiang, Qiu'er memiliki kulit putih yang persis seperti mu dan dia semanis kamu saat masih remaja. Dia tumbuh menjadi gadis yang kuat dan sangat cantik.. jadi, sangat beruntung pada siapa orang yang menjadi ayah Qiu'er."


Xiang Xiang di sebelahnya tidak kalah misterius dari Qiu Xize Zenbei, dia seseorang keturunan dari marga Rong. Sedangkan seluruh keturunan marga Rong hilang, dan dia telah mengubah marganya menjadi Xiang.


Ada kehancuran desa karena salju dingin, telah menuai bencana besar tapi kemudian di selamatkan oleh leluhur Rong yang sempat hidup kembali. Sebelum sempat mengucapkan selamat, leluhur Rong menghilang begitu saja. Kemudian seorang warga desa bertanya kepada seorang peramal, bahwa seorang gadis luar biasa cantik akan hadir di tengah-tengah keluarga Rong dan melahirkan anak yang luar biasa dan anak itu akan memiliki jiwa dari dunia lain.


Namun hal yang luar biasa akan di dampingi dengan kekacauan yang luar biasa. Karena gadis itu terkenal begitu cantik, sampai-sampai membuat orang untuk mengejarnya dan pembantaian dari marganya. Tidak lama setelah itu, dia mengubah namanya dari Rong Xiang menjadi Xiang Xiang di ambil dari nama keluarga yang menampungnya saat di Xifang.


Xiang Xiang tanpa sengaja bertemu dengan putra tertua marga Qiu, Qiu Xize Zenbei. Mereka menghabiskan waktu bersama selama bertahun-tahun sampai perasaan di antara keduanya mulai tumbuh. Saat hari-hari perasaan keduanya semakin lekat dan tidak terpisahkan, Xiang Xiang baru tahu jika marga Qiu adalah orang yang telah membantai marga Rong.

__ADS_1


Karena permasalahan itu Xiang Xiang mulai bersitegang dengan Qiu Xize Zenbei, dan mereka berdua terlibat dalam pertarungan.


__ADS_2