
Menghabiskan waktu bersama selama bertahun-tahun sampai dengan Qiu Xize Zenbei perasaan di antara keduanya mulai tumbuh. Saat hari-hari perasaan keduanya semakin lekat dan tidak terpisahkan, saat itu Xiang Xiang mengetahui pembantaian marganya di lakukan oleh marga Qiu.
Karena permasalahan itu Xiang Xiang mulai bersitegang dengan Qiu Xize Zenbei, dan mereka berdua terlibat dalam pertarungan yang mempertaruhkan nyawa mereka.
Meskipun begitu Qiu Xize Zenbei tidak pernah menggunakan pedangnya untuk menyerang Xiang Xiang, dia hanya membelokir dan menghindar padahal Xiang Xiang sendirian pernah hampir empat kali membunuh Qiu Xize Zenbei di tengah pertarungan.
Di tengah pertarungan antara keduanya, melihat bahkan perseteruan antara mereka di kendalikan oleh orang lain dan melihat bahwa Xiang Xiang dalam bahaya, Qiu Xize Zenbei tidak ragu melindungi Xiang Xiang dari belakang punggungnya.
Dan Qiu Xize Zenbei meninggal saat melindungi Xiang Xiang, tapi tidak di sangka bahwa qi jiwa Qiu Xize Zenbei bisa tertinggal di buku racun yang berada di penyimpanan Xiang Xiang sebagai Manual Racun Jiwa yang sampai akhirnya membuatnya persemayaman dalam lautan pengetahuan Qiuxi.
Hingga saat itu, sudah lama sampai keduanya kembali di pertemukan dari orang asing.. cinta, hingga pertempuran dan pengorbanan Qiu Xize Zenbei pada Xiang Xiang sang ibu Lin Qiu Xi yang asli.
Sambil mengingat masa lalu, Xiang Xiang sebagai ibu asli Lin Qiu Xi hanya bisa tertawa tipis. "Saat aku mencari-cari mu untuk bertarung saat itu aku tidak tahu bahwa aku mengandung. Terakhir kali pertarungan kita aku mulai hidup di Nanfang, dan Qiu'er mulai terlahir.''
Setelah beberapa saat dia berkata dengan lebih lembut dan ekspreksi di wajahnya adalah pergantian musim semi dan seolah-olah perseteruan antara keduanya tidak pernah ada di masa lalu. ''Mata hitam Qiu'er mirip dengan mu Ze-lang."
Mendengarnya tiba-tiba Qiu Xize Zenbei terkejut. "Ah-Xiang.. apa maksud mu.."
Qiu Xize Zenbei selalu merasa bahwa Lin Qiu Xi adalah putri kekaisaran Nanfang Lin Chen dan dia bersikap baik pada Qiuxi hanya karena dia putri Xiang Xiang.
Saat mengetahui sebenarnya Lin Qiu Xi adalah putrinya sendiri, Xize Zenbei terkejut sampai-sampai mulutnya melengkung ke atas karena terlalu senang. "J-jadi benar Qiu'er putri ku? Tapi itu tidak terlihat mirip dengan ku sama sekali, karena dia terlalu mirip dengan mu sampai aku berfikir itu anak orang lain.. yang de-dengan mu."
Xiang Xiang tertawa kali ini lebih keras, angin sejuk meniup wajahnya hingga membuat rambutnya bergerak melewati wajahnya yang putih. "Kau berlebihan. Saat aku mencari-cari mu untuk membunuh, kau mengorbankan hidupmu untuk ku. Setelah itu bagaimana bisa aku tidak berperasaan mencari pria lain dan melahirkan anak dengan mereka?"
__ADS_1
"Ze-Lang apa kau pikir otakku idiot yang tidak pernah di amplas sedikitpun?" Xiang Xiang tertawa sekali.
"Kau tidak bisa melihat kenyataan dengan jelas, apa matamu tertutupi oleh tahi?"
"...." Cara berbicara dengan cemoohan ini, mirip sekali dengan Qiuxi. Memikirkan bahwa mereka ibu dan anak, Qiu Xize Zenbei tidak terkejut sama sekali jika kemampuan cibiran Xiang Xiang telah turun pada putri mereka.
Qiu Xize Zenbei melihatnya, dia tersenyum kemudian mulai bercerita tentang bagaimana waktu dia bertemu dengan Qiuxi. Dia dan Xiang Xiang hampir menghabiskan waktu semalaman untuk saling bertukar cerita.
Sampai langit yang biru cerah sudah berganti menjadi sinar merah tua keorenan, Qiu Xize Zenbei tiba-tiba berkata dan dia membuka mulutnya. "Ah-Xiang aku mempunyai dua cerita baik dan buruk, bagian mana yang ingin kau dengar terlebih dahulu?"
Xiang Xiang meliriknya sejenak. "Kabar baik dulu."
Qiu Xize Zenbei mengangguk. "Orang yang membuat ku bisa keluar dari kepingan jiwa, dan orang yang membuat ku bisa bertemu dengan mu sekarang adalah orang yang sama yang menyelamatkan putri kita. Dia adalah pria yang hebat, perasaannya pada Qiu'er aku merasakannya sangat tulus."
Kabar kematian Yin Jinze bukan menjadi angin yang baru muncul, dan kematian sosok Lord Yin itu sudah terjadi beberapa bulan lamanya. Meskipun Yin Jinze sepertinya tidak akan selamat setelah menggantikan parasit berbahaya yang ada di tubuh Qiuxi, dan meskipun jika sosok itu telah meninggal sekalipun, tapi semua orang tidak akan cukup mudah untuk bisa melupakan namanya.
Qiu Xize Zenbei menghela nafas. "Aku sangat kasihan padanya, aku ingin mengucapkan terimakasih tapi sudah tidak sempat."
Mendengarkannya Xiang Xiang kemudian menepuk pundak Qiu Xize Zenbei agak keras sampai membuat punggung Qiu Xize Zenbei menepuk pohon cendana di dibelakangnya, daun pohon cendana kering mulai runtuh seperti saat musim gugur dan melayang di antara mereka.
Xiang Xiang tersenyum kecil. "Jangan khawatir, simpan rasa terimakasih mu untuk di katakan nanti."
Dan dia kemudian tersenyum yakin dan Xiang Xiang segera melanjutkan ucapannya. "Orang yang kamu katakan mirip sekali dengan mu.''
__ADS_1
Perasaan tulus Yin Jinze pada Lin Qiu Xi mirip sekali dengan perasaan Qiu Xize Zenbei pada Xiang Xiang, di katakan bahwa Qiu Xize Zenbei telah meninggal untuk mengantikan Xiang Xiang yang ada bahaya saat itu.
Dan meskipun kabar kematian Qiu Xize Zenbei hampir dua puluh tahun lamanya, kenyataannya sekarang, dia dan Xiang Xiang bisa bertemu kembali.
''Ze-Lang, aku selalu menunggu mu di bawah pohon cendana ini karena inilah tempat pertama kalinya aku menemuimu, bahkan setelah kabarmu meninggal aku percaya kau akan datang ke sini."
Setelah diam beberapa saat Xiang Xiang melirik wajah Qiu Xize Zenbei sekilas, sebelum membuang wajahnya ke hamparan rumput hijau sejuk. Begitu angin meniup, harum segar pegunungan mengelilingi keduanya.
Xiang Xiang merendam suaranya menjadi sangat pelan. "Sekarang ini menjadi kenyataan."
"Dengan kemiripan seperti mu, aku yakin akan orangnya. Dia akan datang ke putri kita, seperti kau menjemput ku."
Seperti Qiu Xize Zenbei yang datang menemukannya di bawah pohon cendana, pasti Yin Jinze akan bisa menemukan Lin Qiu Xi entah akan ada di mana. Jika Qiu Xize Zenbei pernah di kabarkan telah meninggal, mungkin saja sebenarnya Yin Jinze masih hidup dan sebagai seorang ibu Lin Qiu Xi, Xiang Xiang akan mempercayainya jika keberadaan Yin Jinze masih hidup dan dia masih ada.
"Ze-Lang.." Xiang Xiang kembali mengumumkan nama Qiu Xize Zenbei, dia merendahkan suaranya sebelum melihat ke arah samping dan bertanya pada sosok yang pernah menjadi Xi Ze.
Qiu Xize Zenbei melihat ke arahnya dan dia menanggapi. Tapi sebelum dia bertanya, Xiang Xiang sudah lebih dulu membuka suaranya. "Apa kau tahu sebenarnya Lin Qiu Xi, agak.. berbeda?"
Tentu saja sebagai jiwa yang pernah bersemayam di lautan pengetahuan Lin Qiu Xi dan melihat ke masa lalu gadis itu Qiu Xize Zenbei tahu dengan jelas jika ada orang lain yang mendiami tubuh Lin Qiu Xi, yaitu seorang Trasmigator yang berasal dari abad lain, lebih tepatnya Qiuxi yang sebagai mantan pengemis dari negra yang ramah tamah.
Dan ketika Qiu Xize Zenbei melihat ke masa lalu Qiuxi, dia menyadari penderitaan gadis itu di kehidupan sebelumnya terasa sangat tidak tertahankan dan penderitaan sebenarnya yang tidak akan pernah berujung.
Qiu Xize Zenbei hanya berdehem sedikit sebagai tanggapan dan dia melihat ke arah Xiang Xiang. "Ada waktunya semua orang tiba-tiba berubah."
__ADS_1
"Tidak termasuk juga dengan Qiu'er, karena semua orang bisa berubah."