
Untuk perpisahannya dengan gadis itu Xue Yanhai hanya bisa memberikan informasi yang selama ini dia pendam, mungkin akan berguna untuk mantan master kecilnya itu.
Xue Yanhai berkata dengan sedikit ragu sebelum dia berani untuk membuka mulutnya. "Bisakah kita berdua berbicara secara empat mata master?"
Para Jenderal Hantu mendengus curiga ke arah Xue Yanhai, bisa jadi pria lancang itu memiliki niat terselubung untuk master mereka setelah beberapa detik niat pedang Mata Elang itu tidak bisa di anggap angin lalu untuk menyakiti Lin Qiu Xi menggunakan senjata di depan mata mereka semua.
Jiang Su secara sembunyi-sembunyi memerintahkan nyamuk spiritualnya terbang ke arah Xue Yanhai untuk bersiap menembakkan racunnya ke Xue Yanhai dan bersiap jika pria itu melakukan yang berbahaya lainnya.
Qingru membuka suaranya yang mewakili seluruh para Jenderal Hantu. "Jangan percaya dengannya master, kita tidak tahu niat apa yang dia sembunyikan nantinya."
Chen Yu juga beranggapan sama, dia tidak bicara apapun tapi mata legamnya menatap curiga ke arah Xue Yanhai tanpa beralih sedikitpun.
Melihat sikap mereka semua Qiuxi tidak tahan untuk mendesah malas dan dia mulai memikirkan sewaktu dia melatih pasukannya di hutan spiritual dan menciptakan prajuritnya yang haus darah dan dingin, serta tidak memiliki perasaan apapun dengan rencana matang dan akan membunuh siapapun dengan mata tanpa berkedip.
Namun semenjak Hao Xuan bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri dan hampir melawan perintah Qiuxi waktu di hutan spiritual, sepertinya para pasukan haus darah itu memiliki beberapa perasaan yang tidak perlu, yaitu sejenis perasaan yang merepotkan untuk Qiuxi mendatang.
"Kalian ku latih dengan cara kejam dan cukup bruntal dengan menegak racun, hanya agar jiwa kalian menjadi dingin." Qiuxi berujar pada Jendral Hantunya dengan mata yang sedikit menyimpit ke atas sebelum dia melanjutkan untuk berbicara. "Tapi jangan pernah memiliki perasaan khawatir untuk ku karena itu tidak perlu."
Hao Xuan menurunkan alisnya lemas, meski masternya seorang gadis yang kejam sekalipun. Dia tidak pernah tahan dengan perasaan datar Qiuxi sampai tidak memperdulikan dirinya sendiri dengan baik. Namun meskipun Qiuxi acuh tak acuh, jika seseorang bisa melihat ke arah mata gadis itu dengan lebih dalam, mereka bisa menemukan ketakutan Qiuxi yang seolah-olah gadis itu membuat tembok agar tidak terikat dengan siapapun orang yang ada di sini.
Dan seakan Qiuxi bisa meninggalkan dunia ini kapan pun dan tanpa sepengetahuan orangpun.
Jadi melihat mata gadis itu, Hao Xuan berbicara tentang penilaiannya pada Qiut. "Sekalipun menciptakan ribuan pasukan tanpa perasaan dan harus darah sekalipun, semuanya tetap akan luluh di hadapan anda."
Qiuxi menyeduh cangkir tehnya yang hampir dingin dan dia merasa malas berkata apapun. Dia kemudian melirik ke arah Xue Yanhai kemudian beralih ke Jiang Su membuatnya berkata padanya. "Jendral Jiang, kamu pasti tahu maksudku untuk menghentikan apa."
Jiang Su tergugup gelisah dia lalu kembali menarik nyamuk spiritualnya, dia sangat khawatir pada masternya tapi hal itu malah mengusik Qiuxi. "Maafkan aku master, aku akan menarik kembali nyamuk spiritual ku."
__ADS_1
Qiuxi berdehem kecil sebelum dia mengusir semua orang itu pergi. "Kalian keluarlah dari sini karena ada urusan yang harus putri ini urus "
Agar dia bisa bicara empat mata dengan Xue Yanhai, para Jenderal seketika tahu apa yang di maksud master kecilnya.
Semua Jenderal Hantu itu langsung mengangguk dengan patuh. "Baik master kami mengerti."
Chen Yu membuka suaranya, dan dia menuangkan teh ke cangkirnya sampai menjulang penuh. "Huh, aku masih haus kakak master jangan mengusirku keluar dari sini."
Qiuxi berkata pada Mei Miyan. "Buatkan satu cangkir minuman untuk Jendral Chen dan bawa dia pergi dari sini."
Chen Yu, "...."
Mei Miyan mengangguk mengerti. "Baik."
Mei Miyan mengangguk dengan perintah Qiuxi, tapi perkataan Chen Yu segera menghentikannya. "Tidak! aku hanya ingin meminum teh yang sama dan meminumnya di dekat kakak master!"
"Jika seperti itu, Jenderal Chen bisa tetap di sini."
Hao Xuan yang ingin pergi langsung memasang ekspresi menderita dengan deskriminasi umur master kecilnya karena ini sungguh tidak adil untuk Hao Xuan yang berumur setengah baya dan hampir tua, dan jika dia membantah sedikit, maka Hao Xuan akan mendapatkan tatapan sedingin jurang neraka dari Lin Qiu Xi.
Qingru berkata melalui transmisi suara dengan Hao Xuan seolah merasa perihatin. "Jendral Hao, kenapa wajahmu begitu menderita? Jangan terlalu menderita karena bukan kau yang mengantikan tugas Jenderal Chen kan?"
Qingru tersenyum kecil. "Itu aku."
Hao Xuan: "...."
Seperti mengetahui apa yang mereka pikirkan Jiang Su juga tidak tahan untuk meringis, dan setelah beberapa saat kemudian mereka bertiga lenyap bercampur bayangan malam di sekitar mereka dan menghilangkan hawa keberadaannya.
__ADS_1
Mei Miyan juga keluar dari ruangan menyisakan Qiuxi dan jendral kecilnya Chen Yu serta si Mata Elang Xue Yanhai.
"Jadi apa yang ingin kau katakan pada ku?"
Xue Yanhai mulai bercerita perjalanannya beberapa bulan ke belakang, tanpa apapun yang dia tutupi. Tentang pertemuannya dengan seorang pria misterius di Perguruan Lembah Ziyang sampai memandunya ke sisi Lin Qiu Xi.
Dia juga menceritakan tentang satu orang pria yang satu langkah di depan Qiuxi, dan memperkirakan secara tepat apa yang akan di lakukannya.
Dan begitu mendengarnya Qiuxi membuat ekspresi rumit yang asing di wajahnya, Chen Yu dan Xue Yanhai baru pertama kali ini melihat gadis bergaun semerah darah itu tidak menunjukkan ekspresi tenang yang datar seperti biasa, yang selalu gadis itu perlihatkan di wajahnya seperti magnolia.
Xue Yanhai merasa gelisah dengan informasi yang dia berikan, tapi tidak berniat menutupinya dari Qiuxi sedikitpun.
"Jadi maksud mu, sebelum aku memerintahkan Shan Shie untuk menghancurkan Perguruan Bukit Darah ada satu orang yang tahu aku akan menghancurkan Perguruan itu?"
Xue Yanhai mengangguk. "Dan kembalinya kaisar Lin Chen juga berkat pria misterius itu."
Chen Yu melihat ke arah kakak masternya dan mengamati perubahan di wajah Qiuxi sebelum dia berkata. "Apa pria misterius itu seorang kenalan?"
Meski tidak merasa haus Lin Qiuxi menuang teh di cangkir kosongnya, setelah meminumnya wajah Qiuxi kembali menjadi lebih tenang dengan ekspresi dingin dan juga datar sama seperti dia yang bisanya.
Dia lalu berkata dengan suara tenang. "Tidak, dia bukan kenalan."
Mendengar penjelasan Xue Yanhai yang mengatakan jika semua pergerakannya di awasi oleh seseorang, dan semua gerak-geriknya seperti menari di tangan pria misterius itu tanpa satupun yang bisa luput begitu memikirkannya.. Qiuxi tidak tahu harus menangis atau tertawa.
Qiuxi kembali meminum sepoci teh dan setelah beberapa saat, dia kembali bertanya. "Apa kau tahu nama dari orang itu?"
Xue Yanhai juga segera menjawab pertanyaan Qiuxi secara langsung. "Sepertinya dia tidak memiliki niat buruk apapun, tapi pria misterius itu adalah seorang kultivator yang tinggi."
__ADS_1
"Dan dia bernama, Yin Jinze."