Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Chen Yu menemukan rubah putih yang terluka


__ADS_3

Yin Yifei melihat sekitar dengan segunung mainan yang dia bawa, dan setelah dia mencari ke manapun dia tetap tidak menemukan Yin Jinze bahkan sudah satu hari berlalu.


Dari perintah Yin Jinze, dia sudah membeli berbagai mainan untuk Qiuxi. Tidak butuh waktu lama setelah membeli dia langsung kembali namun Lordnya meninggalkannya pergi begitu saja, jadi membuat perasaan Yin Yifei sedikit merasa tercampakkan.


Dengan segunung mainan di punggungnya dan berjalan dengan langkah lambat Yin Yifei melihat seorang bocah yang memegang sesuatu yang berbulu putih.


Yin Yifei melihat ke arah bocah itu dan dia tiba-tiba berkata. "Sepertinya kamu senang sekali."


Bocah itu menengok dan menghentikan tawanya, dia terkekeh senang bisa mengelabui dua penjaga yang mengikutinya, untung saja setelah keluar dari restoran makan dia bisa menemukan wanita tua.


Sekarang dia bisa keluar bebas kemanapun bersama buntalan kecil Xiao Ruby, yaitu seekor rubah yang memiliki bulu putih seperti hamparan laut yang bersalju.


"Aku tertawa bukan karena senang."


Yin Yifei melihat buntalan kecil yang di bawa bocah itu, dan dia mengeryitkan keningnya. "Rubah itu sepertinya terluka parah, apa kau ingin aku menyembuhkannya?"


Bocah itu menatap curiga ke arah Yin Yifei. "Kita tidak kenal, maka tidak perlu dan aku bisa merawatnya sendiri."


Yin Yifei hanya tersenyum kaku. "Kita hanya perlu kenalan, jika kau tidak setuju rubah kecil yang kamu pegang itu bisa benar-benar mati."


"...."


Setelah cukup lama pertimbangan apa yang di katakan Yin Yifei ada benarnya juga, bocah itu membuka mulutnya meski masih dengan perkataan yang curiga.


"Aku Chen Yu, jika kau bisa menyembuhkan Xiao Ruby aku akan mengandalkan mu."


Yin Yifei sedikit terkejut, sedetik kemudian dia langsung menenangkan ekspresi wajahnya.


Chen Yu bertanya setelah dia melihat pria itu sedikit terkejut. "Ada apa? Apa keluarga Chen pernah berbuat salah padamu?"


Yin Yifei berkata dan dia menggelengkan kepalanya. "Tidak berbuat salah, hanya saja mengingatkan ku dengan beberapa situasi buruk."

__ADS_1


"Apa kau berasal dari luar Benua Tengah?"


Chen Yu tercekat, hanya dengan sekali lihat Yin Yifei menebaknya dengan benar. Dia lalu berkata apa adanya, karena menyembunyikan sesuatu dari Yin Yifei sepertinya tidak berguna.


"Benar, aku dari benua timur dan pernah tinggal di kekaisaran yang lebih maju dari Kekaisaran Nanfang"


Yin Yifei hanya mengangguk sedikit sebagai tanggapan dan dia segera berkata. "Cepat ikuti aku, aku akan menyembuhkan rubah itu."


Saat mengatakannya Yin Yifei mengambil bocah itu untuk berdiri di dekatnya, dalam kedipan mata kemudian aura hitam mengelilingi keduanya dan membuat mereka menghilang seketika yang seolah-olah keberadaan mereka di telan oleh udara hampa.


Chen Yu menelan ludah gugup, apakah ini benar-benar pilihan yang tepat untuk menyembuhkan Xiao Ruby saindia melihat wajah Yin Yifei sekarang, pria itu terlihat sudah tidak berniat menyembuhkan rubah putih itu lagi.


Di kegugupan itu Chen Yu melihat kabut gelap yang mengitari mereka dan membawa mereka ke lorong dimensi, Yin Yifei begitu mudahnya memotong dimensi yang menandakan kultivasi pria itu lebih tinggi dari apa yang dia duga.


Setelah beberapa waktu kemudian Yin Yifei melunturkan auranya yang seketika memperlihatkan Mansion yang megah di depan mereka, Chen Yu hanya bisa mengikutinya dari belakang.


Seorang penjaga melihat Yin Yifei dengan bawahan penuh di pundaknya merasa terkejut karena tadi Lord Yin membawa seorang gadis kecil dan sekarang Yin Yifei membawa semua mainan?


Apa Mansion Yin sekarang menjadi tempat penitipan anak?


Penjaga itu segera mengangguk. "Lord Yin sudah kembali, tapi kenapa anda membawa begitu banyak barang bawaan?"


Yin Yifei merasakan tangannya yang dia gunakan untuk menekuk ke pundak yang terasa sedikit berat dan dia hanya bisa menghela nafas. Dan sesaat kemudian dia memasukkan semuanya ke cincin penyimpanan.


Dan dalam satu helaan nafas, semua mainan seketika lenyap ke cincin penyimpanan Yin Yifei.


"Ayo masuk, aku akan mengajakmu menemui Lord ku." Dia kemudian berkata pada Chen Yu.


Yin Yifei kemudian memanggil beberapa pelayan untuk menyambut Chen Yu setelah bocah itu bersama pelayan untuk di urus maka Yin Yifei langsung menemui Yin Jinze.


"Lord sedang makan bersama nona Xi'er."

__ADS_1


Dia berjalan ke meja makan Yin Jinze dan Qiuxi, melihat Yin Jinze yang sedang menyantap makanan membuat Yin Yifei mengurungkan ucapannya.


"Xi'er, kamu makan sangat lahap." Yin Yifei melihat gadis kecil itu sangat menggemaskan karena kedua pipinya sedikit kemerahan dan ketika makan, maka pipi gadis itu akan membulat dan memerah seperti tomat.


Qiuxi melihat Yin Yifei, wajahnya langsung menatap ceria dan senang.


"Karena makanan ini enak, paman Fei kau tidak ikut makan bersama Xixi dan ayah?"


Yin Yifei merasa sedikit binggung, begitu dia melihat iris hitam Qiuxi dia tidak bisa menolaknya. "Baiklah, paman Fei akan ikut makan."


Yin Yifei baru mengambil beberapa hidangan, tapi tiba-tiba bagian belakangnya merasakan aura dingin yang menyeramkan seolah-olah menusuk punggungnya, dan jelas tatapan mengerikan itu hanya bisa berasal dari Lord nya yaitu pria yang mengenakan topeng keperakan yang tidak lain adalah Yin Jinze.


Yin Jinze mengunci Yin Yifei dengan matanya sampai dia memberikan teror yang mengusik. Dan di sisi lain Yin Yifei langsung berkedik kedinginan mendapatkan tatapan tajam Yin Jinze hanya karena dia bergabung di meja yang sama dengan Qiuxi.


Yin Yifei berkata dengan hati-hati. "A-ada apa Lord ku?"


Qiuxi buru-buru memberi makanan di meja Yin Yifei sebelum Yin Jinze mengusir pria itu pergi. "Paman Fei, makan!"


"Ayah adalah ayah yang baik yang tidak akan membiarkan paman Fei mati kelaparan, makanlah dengan rasa bahagia paman Fei."


Dari tatapan tajam Yin Jinze, jelas Yin Yifei tidak akan bisa memakannya dengan bahagia. Dia meringis sedih, sepertinya ini menjadi makanan yang menyeramkan karena mendapat tatapan setajam ini dari Yin Jinze.


Setelah acara sarapan mereka berakhir, Yin Yifei meminta Chen Yu untuk segera datang menemui Yin Jinze.


Dan ketika Chen Yu melihat Yin Jinze secara langsung, dia tidak tahan untuk terbius takjub begitu dia melihat sosok yang luar biasa rupawan, bukan hanya sebatas itu Yin Jinze juga memancarkan aura mendominasi dan dengan hawa keberadaannya seolah-olah siapapun tidak berani untuk menyinggung Yin Jinze sedikitpun jika mereka masih menginginkan nyawa mereka agar tidak mati karena darah mereka tersedot sampai kering.


Yin Yifei mempersilakan pria itu untuk duduk. "Lord ku dia adalah bocah yang aku ceritakan yang membawa rubah putih itu."


Yin Jinze menatap ke arah Chen Yu dengan datar dan mata ungunya yang setengah merah gelap itu melihat dengan cara yang dingin. "Apa kau kira aku bisa menyembuhkan rubah itu? Kenapa membawanya kepadaku, aku bukan seorang tabib."


Yin Yifei sedikit tertegun. "Aku kira Lord mengetahui sedikit tentang rubah itu, maka aku membawanya ke mari."

__ADS_1


Chen Yu mulai mencerna perkataan Yin Yifei dan langsung tahu dia tidak mendapat jaminan dari mereka, apakah mereka benar-benar bisa menyembuhkan rubah yang dia temukan terluka apa tidak.


Chen Yu hanya bisa mengelus rubah putih itu yang terluka dengan lembut. "Jadi, maksud anda.. anda tidak bisa menyembuhkan Xiao Ruby kenapa membawaku kemari?"


__ADS_2