
Saat Shan Shie menjadi budak yang sudah kehilangan seluruh kultivasi di bawah Wukang, dia selalu menjaga cincin penyimpanan lebih dari nyawanya sendiri. Cincin yang menyimpan benda istrinya dan tentu saja senjata ajaib yang selalu menemani setiap sepak terjang setengah umurnya itu.
Begitu memikirkannya Shan Shie mengeluarkan pedangnya, dia mengusap permukaannya dengan kain sambil mengingat momen dimana pedang itu membuat namanya melambung tinggi sebagai seorang Wajah Topeng Kabut.
Tiba-tiba suara seseorang yang tidak lama dia akui sebagai tuannya bertanya di sebelahnya. "Kamu membersihkan senjatamu?"
Shan Shie mendongak menatap gadis itu, sebelum dia mengangguk. "Iya Master, tapi anehnya senjataku terasa semakin tumpul berapa kali aku mencoba membersihkannya."
"Jangan di bersihkan seperti itu, caramu akan melemahkan ketajamannya." Penjelasan Qiuxi membuat binggung Shan Shie yang selalu membersihkan senjatanya dari debu. Bukankah senjata ajaib tidak di gunakan terlalu lama akan tumpul karna karat, untuk itu Shan Shie selalu mengelapnya untuk mengembalikan ketajamannya tapi dari mana pemikiran mengelapnya justru akan semakin membuatnya tumpul?
Tanpa berkata Qiuxi mengambil pedang Shan Shie dan dia mengeluarkan selembar kertas Rune Pemikat dan menempelkannya. Shan Shie diam patuh karna bagaimanapun sekarang Qiuxi pemilik nyawanya, jika saja itu orang lain dan mengambil senjatanya secara tiba-tiba pasti Shan Shie sudah beradu mulut untuk sekarang.
Namun tidak pada Qiuxi, dia akan membungkam mulutnya sendiri terlebih dahulu.
Ketika Rune Pemikat itu terlepas, Shan Shie terbelalak kaget melihat senjata ajaib miliknya naik hingga dua tingkat. Senjata ajaib level enam sekarang setara dengan level delapan? Apakah ini mungkin?!
Shan Shie menerima pedangnya sambil berekspresi tidak percaya namun juga senang. Biaya perbaikan senjata ajaib lebih sulit di lakukan dan harganya akan tinggi dari beberapa sumber daya, dan sekarang Shan Shie menerimanya gratis dari Masternya.
Dia tidak menyangka jika menjadikan Qiuxi, gadis yang sepenuhnya belum puber akan memberikannya keuntungan yang mengerikan seperti ini.
"Sepertinya keberuntungan berpihak padaku, mengijinkan sampah ini menjadi pengikut seorang jenius berbakat seperti mu Master."
Shan Shie tiba-tiba merasakan keberadaan tamu tak di undang dari sebuah bayangan di belakang mereka, ketika bayangan itu mencoba mendekat dari arah belakang Qiuxi, Shan Shie sudah bersiap siaga dengan pedangnya terlebih dahulu.
Dengan kecepatan penuh Shan Shie berlari ke belakang Qiuxi, sampai menimbulkan suara nyaring saat dua pedang beradu hingga tercipta gelombang kejut di sekitarnya selama beberapa meter dan Shan Shie terpukul mundur begitu juga untuk orang itu.
Qiuxi yang memperhatikannya tidak tahan untuk mendesah nafas. "Kalian berhentilah, dia berada di pihak kita."
Kedua orang itu mengamati satu sama lain sebelum menurunkan senjata mereka.
__ADS_1
Awalnya Feng Shui menyimpit tajam ke arah Shan Shie dengan mata yang sangat dingin, namun saat matanya berubah ke arah Qiuxi matanya menampilkan senyum kehangatan. "Nona aku sudah selesai menjalankan perintah dan mereka semua sudah berkumpul di Hutan Spiritual zona empat sesuai keinginan Nona."
Feng Shui berlutut di depan Qiuxi kemudian berdiri berjalan di samping gadis itu ketika dia tidak tahan melihat rambut hitam panjang Qiuxi sedikit berantakan.
Saat menyisirkan rambut Qiuxi, dia berkata dengan suara yang menyedihkan. "Nona.. sekarang tidak memperhatikan penampilannya dan kamu.. terlihat lebih kurus."
Karena penyiksaan pikiran tidak berkesudahan dari sistem, dia juga menyadari bahwa dia menjadi sedikit lebih kurus. Dia bergumam kecil pada Feng Shui. "Kamu tak perlu lagi melakukan pekerjaan pelayan."
Meskipun menata rambut adalah pekerjaan pelayan. Feng Shui selalu melakukannya hingga sudah menjadi kebiasaan saat dia menyisirkan rambut lembut Lin Qiu Xi ketika saat mereka ada di Nanfang.
Untuk hal sekecil ini Lin Qiu Xi yang cengeng selalu membebankannya pada Feng Shui? Qiuxi menggelengkan kepalanya dan tidak bisa habis pikir bagaimana orang manja dan lemah itu tanpa otak menyuruh karakter paling setia Feng Shui seperti seorang pelayan?
Feng Shui menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut. "Ini sudah menjadi kebiasaan dan aku menyukainya, jadi aku sendiri tidak ingin berhenti."
Qiuxi, "...."
Qiuxi tidak mempermasalahkan kelakuan Feng Shui yang terkadang berbicara formal padanya, hanya saja dia dari dulu selalu penasaran, kenapa bisa di novel aslinya Feng Shui bisa setia sampai mati pada Lin Qiu Xi?
Shan Shie yang dari tadi ada di sana, dia tetap diam dan tidak mengganggu kedekatan mereka selain mengawasi pria yang tadi beradu pedang dengannya itu. Sekaligus seorang pria yang terlihat berumur dua puluhan yang memiliki ketampanan tak kalah dari Bai Qingyun.
Saat rambutnya sudah kembali di ikat menjadi tapi, Qiuxi bertanya. "Seberapa banyak yang kau kumpulkan?"
Feng Shui segera menjawabnya. "Sekitar seratus orang Nona.."
Qiuxi merasa cukup puas, karena Bai Qingyun dan Huaran sudah meninggalkan ruangan itu dia kemudian memerintahkan Shan Shie dan Feng Shui untuk mengikuti di belakangnya.
Dan dngan sekali perintah dari Qiuxi, ketiganya langsung menghilang dalam sekejap mata dan seolah-olah keberadaan mereka tidak pernah ada di sana sebelumnya.
Saat Qiuxi menggunakan ilmu meringankan tubuh, dia bertanya dengan Xi Ze yang ada di lautan pengetahuannya.
__ADS_1
Dan dia berkata blak-blakan. "Terus terang saja, kau menempel di dalam pikiran ku karena kau berniat buruk padaku apa tidak?"
Suara Xi Ze yang ada di dalam lautan pengetahuan Qiuxi terdengar sangat kecewa. "Bocah, kau terlalu berperasangka buruk. Tapi bagaimana jika aku memilih niat buruk dan bagaimana jika tidak?"
Qiuxi menjawabnya acuh tak acuh. "Aku akan membunuhmu."
Mendengar ancaman Qiuxi, Xi Ze tiba-tiba tertawa keras dan dia bahkan hampir tertohok. "Kau ingat manual racun yang selalu kau bawa seperti seorang kekasih? Akulah jiwa yang ada di dalamnya!"
"Saat kau sudah membuat perjanjian dengan manual itu sama saja kau membuat perjanjian hidup dan mati dengan diriku, jika kamu membunuh ku kamu juga akan mati sendiri."
"Jadi.. jangan berfikir hal yang sia-sia yang hanya akan membuang napas!"
Qiuxi, "...."
Kenapa dia tidak tahu?
Jika sekarang sistem muncul, Qiuxi pasti akan mencekik leher sistem sampai membuatnya setengah sekarat. Siapa yang bilang seseorang yang mengalami trasmingrasi bisa mengetahui segalanya karena sudah membaca ceritanya?
Kenyataannya di mana dia di kirim, semuanya di luar akal Qiuxi. Seperti kehadiran Xi Ze yang tiba-tiba dan sosok kultivator yang lebih tinggi dari pada sistem, sebenarnya siapa, siapa karakter terkuat yang mencapai langkah keabadian yang bahkan bisa di takuti oleh sistem?!
Qiuxi segera bertanya. "Karena kau sendiri sebuah jiwa yang ada di dalam manual racun ku, untuk itu kau bisa tahu aku sebenarnya sebuah jiwa yang di trasmingrasi?"
Xi Ze diam sejenak. "Mungkin seperti itu."
Karena Qiuxi juga tidak bisa mengukur kadar kekuatan Xi Ze, jadi dia bertanya. "Apa kau bisa merasakan sesuatu yang aneh pada diriku?"
Xi Ze menggelengkan kepalanya. "Selain energi jiwa mu yang meluap, aku tidak merasakan kejanggalan apapun."
Qiuxi mengangguk mengerti, jadi Xi Ze hanya tahu jika dia orang yang sebenarnya bukan dari dunia ini namun Xi Ze tidak bisa mendeteksi sistem yang ada di dalam kepalanya.
__ADS_1
Tapi seseorang yang mengalami langkah keabadian yang bisa membuat sistem menciutkan lehernya karena takut, apa itu karakter misterius yang akan keluar nanti?
Mungkin, sosok yang sudah menjadi tahab Immortal.