Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Lebih baik mati daripada menikahi protagonis Yin Jinze


__ADS_3

Lebih baik mati daripada menikahi protagonis Yin Jinze


Shan Shie kemudian menerima pil kedua berwarna hijau kebiruan, saat dia menatapnya sebenarnya dia ragu apakah harus meminumnya atukah tidak.


Saat dia menatap gadis itu, Qiuxi tiba-tiba menjelaskan. "Itu akan memperbaiki dantian mu dan membuka alirannya. Setelah meminumnya kau akan merasakan kesakitan yang menyiksa selama delapan jam penuh karena pil itu akan mengelupas paksa setiap penyumbat di aliran dantian mu itu. Untuk selanjutnya, setengah hari istirahatlah untuk memulihkan tenaga."


/Dantian: titik fokus melatih qi


Shan Shie masih belum meminum pilnya karena dia mengingat wajah orang yang sangat dia rindukan dengan jelas, dalam ingatannya istrinya tersenyum dalam ingatan Shan Shie, memberinya sebuah senyuman yang hangat.


Senyuman itu seolah-olah menjadi tenaga bagi Shan Shie untuk memakan kembali pil itu dalam sekali tegak.


Saat dia memakannya, perasaan menyiksa seketika menerjang saat pil itu meluncur ke tenggorokannya dan mengebur di dalam perutnya.


Shan Shie memucat merasakan setiap darahnya naik turun dan menyusut membanjiri setiap aliran dantiannya dengan kesakitan yang luar biasa tidak tertahankan sampai membuatnya tidak sanggup lagi mempertahankan tubuhnya untuk tetap berdiri tegak, dan dia tiba-tiba goyah terhuyung dan hampir jatuh ke belakang tapi Bai Qingyun sudah lebih dulu menangkapnya kemudian membaringkannya di atas tempat tidur.


Saat Shan Shie merasakan kesakitan dari pilnya, Qiuxi tidak menunjukkan perasaan kepeduliannya sedikitpun, matanya menyipit dan dia berkata acuh tak acuh. "Biarkan dia tetap berbaring karena dia akan merasakan sakitnya selama delapan jam penuh, kamu bisa melanjutkan urusan mu sendiri."


Mendengarnya Bai Qingyun buru-buru keluar setelah ucapan Qiuxi jatuh, dan Qiuxi berpikir Bai Qingyun memiliki urusan yang harus dia lakukan dengan Huaran.


Dan meski Qiuxi berkata dengan sangat dingin, dia tidak mencoba meninggalkan Shan Shie sendirian, tetapi Qiuxi lebih memilih duduk di kursi dekat dengan jendela untuk menemani Shan Shie delapan jam kedepannya secara berturut-turut.


Hampir satu jam waktu berlalu Shan Shie tetap berjuang melawan kesakitan, keringat terus menetes dari keningnya dan membuat rambut kepalanya sedikit basah. Qiuxi mengambil kain bersih untuk mengelap keringat Shan Shie lagi-lagi tangan putih Bai Qingyun menghentikannya terlebih dahulu.


"Biar aku saja Qiu'er kamu makanlah dulu." Bai Qingyun tiba-tiba kembali dengan sangat cepat, tapi kali ini dia datang sambil membawa semangkuk sup hangat dan satu cangkir teh spiritual yang biasanya di minum oleh Qiuxi.


Kemudian Bai Qingyun berkata pada gadis di depannya itu. "Kamu belum makan apapun dari kemarin.."


Namun sebelum Qiuxi mengangguk atau memakan sup yang di bawakan oleh Bai Qingyun, kepalanya tiba-tiba berdengung dan pandangan matanya mengabur sebelum memburam dan akhirnya dia jatuh pingsan.

__ADS_1


[Ding.]


Sistem bertanya pada Qiuxi. [Apa kamu tahu kesalahan mu?]


Qiuxi tiba-tiba terdiam, meskipun misi pertama untuk menikah dengan Xiao Sishan Qiuxi tidak melakukannya, dan menjalankan alur sesuai cerita yang seharusnya tapi bukankah dia membuat identitas tersembunyi untuk menutupi sebuah kedoknya itu?


Semisal seharusnya Lin Qiu Xi yang asli, lemah, cengeng, tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak memiliki kekuatan apapun.. orang yang tahu kenyataan dia sebenarnya mungkin hanya segelintir orang, jadi meskipun dia dari awal sudah melenceng dari alurnya tapi dia masih menjalankan alur sesuai cerita yang seharusnya.


Sistem seolah tahu apa yang ada di pikiran Qiuxi dia mendesah nafas. [Aku tidak menyalahkan mu untuk menjadi kuat di kesempatan kehidupan kedua mu ini, tapi jangan sampai orang di novel ini tahu sebenarnya tubuh protagonis Lin Qiu Xi sudah berubah atau orang di sini tahu jika jiwa orang lain yang menempatinya!]


"Maksudmu Xi Ze yang tahu aku jiwa yang di trasmingrasi?" Qiuxi tiba-tiba menyadarinya. "Bagaimana bisa dia tahu?"


[....] Sistem terdiam sejenak, [Kau bertanya pada ku lalu aku bertanya pada siapa?]


[Ah, orang-orang di sini aneh dengan segala isinya.. bahkan ada karakter yang bisa mendeteksi hawa keberadaan ku yang hanya sebuah sistem ini, untuk itu aku ini selalu sembunyi dan jarang muncul!]


Qiuxi tidak tahan untuk terkejut jika ada kekuatan di dunia ini yang bisa membaca sistem di kepalanya, apakah kultivasi seseorang itu sudah mencapai langkah keabadian yang bisa membuatnya membaca hawa keberadaan sistem yang di luar akal sehatnya, tapi siapa, siapa yang tahu dia memiliki sistem yang akan membantunya?!


[Bukan.] Sistem menggelengkan kepalanya. [Aku takut, sosok itu tidak bisa aku singgung.. jadi aku tidak bisa memberi tahu mu.]


Qiuxi tertawa terbahak-bahak. "Selain sampah, ternyata kau sebenarnya pengecut."


[....]


[Itu wajar, kekuatannya beda level dengan ku.]


Sistem mengibaskan tangannya dan menggelengkan kepalanya, dia mengubah arah pembicaraan. [Setidaknya dulu kamu menjadi seonggok pengemis di Jakarta.. aku tidak berniat menghinamu sebagai orang yang melarat dengan nasib menyedihkan. Tapi apa kau pernah setidaknya kaya?]


Qiuxi benar-benar ingin meludah ke wajah sistem, keluarganya bahkan pernah jadi orang terkaya di Jakarta karena ayahnya pernah memiliki sebuah perusahaan yang besar bernama JX grup. Tapi semenjak ayahnya meninggal, Qiuxi dan Qiu Liang harus mengemis dengan menyedihkan di bawah kaki orang yang pernah menjadi babu ayahnya itu.

__ADS_1


Dia bertanya dengan suara dingin. "Kau sengaja menghinaku?"


[Bukan, tapi ini akan berkaitan dengan konsekuensi mu.]


Sistem berkata dengan suara yang menyenangkan telinga. [Karena anda membiarkan orang tau kenyataannya bahwa anda hasil trasmingrasi ke dunia ini, maka persiapkan diri anda untuk menerima hukuman~]


Seperti yang pernah dia alami pada konsenkuensi pertamanya karena tidak mematuhi misi, Qiuxi kini seolah kembali ke kehidupan masa lalunya.. lebih tepatnya ketika saat dia belum menjadi seekor pengemis.


Belum pernah merasakan seberapa kejamnya kehidupan di ibukota Jakarta yang membuatnya membusuk sebagai sampah yang mengharapkan makanan yang sudah basi untuk bisa mengganjal perutnya.


"Qiu'er.." Seseorang itu memanggilnya dengan suara yang sangat lembut, wajahnya penuh dengan kehangatan dan kerinduan yang bisa di rasakan oleh Qiuxi.


Sosok itu adalah ayahnya dari kehidupan sebelumnya, seorang ayah yang hebat, dan sosok dengan kekuatan yang tidak terbatas dan sosok orang yang penuh dengan lautan keramahan yang tidak berujung.


Mungkin karena orang Indonesia adalah orang yang terkenal sangat ramah, keramahan itu membuat ayah kandung Qiuxi mudah sekali untuk di bodohi, di tipu dan di manfaatkan bahkan oleh orang terdekat dari keluarga ibunya yang berasal dari China.


Jika ada rumor yang mengatakan orang-orang China suka menggigit kulit saudaranya sendiri hanya untuk uang.. menurut Qiuxi, kabar itu bukan hanya sekedar ocehan belaka.


Karena dia merasakan sendiri bagaimana saudara ibunya Qiu Liang yang berasal dari China mengambil alih kepemilikan saham di perusahaan JX grup, bahkan saat kematian ayahnya yang mendadak orang-orang picik itu tidak menyisakan uang sepeserpun untuknya ataupun Qiu Liang agar bisa hidup.


Jika Qiuxi menaruh dendamnya pada orang Jakarta yang dulu memperlakukannya sebagai pengemis dengan sangat menyedihkan..


Dia menaruh kebenciannya pada saudara Qiu Liang yang memanfaatkan ayahnya, membuat hidupnya lebih mengerikan dari sampah.


Saat memikirkan seberapa menyedihkan dia, rasa kebencian Qiuxi menguap pada orang-orang China sampai mengebur ke dalam tendon dan jantungnya, membuat darahnya sampai mendidih seolah-olah kebencian kental itu mengukir sampai ke dalam tulang-tulang dan darah dagingnya.


Sampai kapanpun, sampai keretakan langit sekalipun..


Bagi Qiuxi menikah dengan orang-orang china, baik itu protagonis pria Yin Jinze yang di pasangkan dengan Lin Qiu Xi asli di novelnya.

__ADS_1


Lebih baik dia mati sampai mutah berdarah-darah, dari pada menikah dengan pria kuno protagonis Yin Jinze.


Sekalipun ini dunia novel, menurutnya adalah hal yang mustahil.


__ADS_2