
Sosok Qiuxi yang berdiri di bawah pohon pinus sangat mengagumkan dan topeng keperakan yang menutupi sebagian wajahnya membuat penampilannya begitu misterius, semua kulitnya yang seputih salju dan ketika saat berada di bawah cahaya bulan purnama membuatnya terlihat semakin menawan mata siapapun yang melihat ke arahnya, dan siapapun sampai tidak tahan untuk berdecak kagum saat tanpa sengaja melihat sosok Lin Qiu Xi yang seolah-olah tidak terikat dengan apapun di dunia ini.
"Ku ulangi sekali lagi, apa kau ingin hidup?"
Rong Feiyin menggelengkan kepalanya. "Tidak."
Saat mengatakannya Rong Feiyin berjalan meninggalkan sosok itu.
Cahaya bulan purnama menemani langkahnya kembali, untuk sesaat dia melupakan jika dia di kirim ke hutan ini untuk di jadikan sebagai tumbal. Rong Feiyin lalu menoleh ke belakang tepatnya ke gubuk kecil berwarna merah darah dan dia harus kembali ke peti mati atau desa kecilnya tetap mengalami kutukan temurun selama ratusan tahun dan tidak akan pernah berhenti.
Saat dia kembali, dia hanya duduk di sebelah peti mati. Rong Feiyin sudah bertekad menyerahkan nyawanya untuk keselamatan satu warga desa terutama untuk Rong Su. Jika Rong Su tetap selamat, itu sudah menjadi harapan besar bagi Rong Feiyin. Tapi hatinya tetap menjerit sakit mengingat malam ini akan membuatnya tidak lagi bisa melihat senyuman neneknya.
"Nenek.." Sepasang mata hitam Rong Feiyin kembali menjatuhkan butiran yang bening, namun kali ini Rong Feiyin terisak lebih keras di gubuk semerah darah itu sendirian, hanya kesunyian malam kelam dan berkabut yang menontonkan dirinya sebagai seorang tumbal untuk bisa mematahkan kutukan di desanya, yang di sana ada Rong Su.
Rong Feiyin menapaki setiap kegelapan hutan, hutan yang berada jauh dari desa kecilnya. Meskipun hutan itu gelap dan pekat, di atasnya di langit-langit Rong Feiyin bisa melihat kunang-kunang spiritual yang menebar cahaya setengah redup yang seolah-olah berada di atas kepalanya. Terlihat begitu indah di sepasang mata hitam Rong Feiyin, saat melihatnya jadi dia bertanya pada sosok Lin Qiu Xi yang berada tidak jauh darinya.
"Apa kau pernah melihat cahaya kunang-kunang sebanyak ini?"
Qiuxi diam tidak menjawab, tentu saja dia tidak pernah melihat cahaya kunang-kunang sebanyak itu di manapun sebelumnya, bahkan ketika dia hanya hidup sebagai segelindinggan pengemis atau putri pemilik JX grup terbesar di Jakarta, dia tidak pernah melihat kunang-kunang sebanyak ini.
Sebagai tanggapan Qiuxi mengangguk sedikit. "Tidak, ini yang pertamakali."
Rong Feiyin mendekati lusinan kunang-kunang yang bercahaya kecil di langit dan di sekelilingnya dan matanya berbinar saat dia menjatuhkan dirinya sendiri di atas tanah. Pandangannya terpaku menatap langit dan dia menatap sinar bulan purnama di atas.
[Ding!]
Sistem memberi peringatan untuk Qiuxi dan berdenging di kepalanya. [Ada karakter tidak di ketahui yang berkultivasi tinggi sedang mendekat ke sini.]
__ADS_1
Qiuxi segera bertanya. "Apa itu kultivator iblis yang menggunakan manusia hidup sebagai tumbal untuk meningkatkan kultivasi mereka?"
[Ya.] Sistem menganggukkan kepalanya.
Mendengarnya Qiuxi tertawa sekali, menghadapi Cheng Shuang dan membunuhnya Qiuxi membutuhkan bantuan sistem. Apalagi melawan seorang kultivator iblis?
Memikirkannya Qiuxi mendesah mengejek. "Kau mengirimku ke desa ini sepertinya bukan untuk meredakan sebuah krisis, melainkan aku hanya daging di atas nampan dan menunggu untuk di cincang-cincang."
"Bagaimanapun musuh kali ini seorang kultivator iblis, bagaimana aku melawannya?"
Sistem menunjuk Qiuxi. [Jangan khawatir sistem akan mengawasi mu dari samping, kau sekarang bukan Lin Qiu Xi pengecut melainkan Qiuxi yang pandai dengan kertas rune jenis apapun dan racun..]
[Jadi kau tidak akan mudah mati hanya dengan satu atau dua serangan.]
Qiuxi, "...."
Tajamnya semak-semak belukar menggores kulit Rong Feiyin saat berlari dengan sosok gadis misterius di depannya. Saat mereka berlari Rong Feiyin merasakan perih di wajah, tangan dan kakinya akibat memaksa menembus tanaman yang rindang. Saat itu Qiuxi tiba-tiba berkata. "Tidak jauh dari sini ada seorang kultivator iblis yang akan mengunakan mu untuk alat kultivasi, adapun rumor tentang kutukan desa itu tidak benar sama sekali selain bualan yang di ludahkan dari mulut orang-orang yang kurang otak."
Saat sepasang tangannya menyibak daun pohon belukar, Rong Feiyin melihat bayangan raksasa dan mata Rong Feiyin langsung terbelalak terkejut.
"Awas!"
Merasakan bahaya datang Qiuxi langangsung menggunakan kertas rune untuk melindungi Rong Feiyin dan kedunya berguling sampai mereka berhenti karena pohon belukar yang langsung menabrak punggungnya dengan keras. Dan saat punggung Qiuxi terbentur dia juga tidak tahan untuk berbatuk darah yang langsung mengotori kulitnya yang seputih batu giok.
Saat Qiuxi batuk seteguk darah, sosok kultivator iblis berdiri di depan mereka. "Desa ini terlalu mudah di manfaatkan, aku hanya meminta seorang gadis dan mereka memberikan dua?"
"Betapa baiknya." Kultivator iblis itu mendesah nafas sekali.
__ADS_1
Melihat ke arah Qiuxi, orang itu terlihat menjadi tertarik. "Karena hanya di butuhkan satu, yang satunya lagi Nie Yu akan mengubah mu menjadi boneka mayat."
Orang bernama Nie Yu melihat Qiuxi seolah-olah dia menemukan barang sempurna untuk membuat boneka manusia, dan melihat kecantikan di depannya sepertinya dia bisa membuat boneka paling bagus yang belum dia buat sebelumnya.
Mendengarnya Qiuxi menarik sebelah ujung alisnya dan bertanya. "Menilaiku sebatas barang untuk membuat boneka?"
"Buka matamu lebar-lebar karena sepertinya matamu rabun."
Nie Yu, "...."
Merasa tidak terima Nie Yu mengangkat tangannya untuk menyerang mereka berdua dan tanpa di duga sedikitpun ternyata Qiuxi mampu menghindarinya secara akurat. Melihat seberapa lihainya Qiuxi menghindari serangannya dengan kertas rune dan memblokirnya Nie Yu jauh lebih tertarik dengan kemampuan Qiuxi yang seolah-olah gadis lemah tanpa kekuatan apapun tetapi sebenarnya gadis itu lebih hebat dari pada yang terlihat, kekuatan seperti moster tersembunyi dalam gumpalan gaun darah yang kecil.
"Siapa namamu?" Di tengah udara Nie Yu menghentikan serangannya dengan satu tangannya yang berhenti sedangkan matanya menatap Qiuxi dari ujung rambut sampai ujung jari kakinya.
Setelah mengamati Qiuxi, Nie Yu tidak tahan untuk bertanya. "Siapa kau sebenarnya?"
Karena perhatian Nie Yu sedang teralihkan dari Rong Feiyin yang merupakan target Nie Yu, Qiuxi tersenyum ringan dan dia berkata dengan suara pelan. "Seorang pengelana yang sedang lewat dan kebetulan kesasar di sini."
Nie Yu tentu saja tidak percaya. "Seorang pengelana biasa tidak mungkin bisa menghindari serangan dari seorang kultivator iblis seperti ku. Sekali lagi kau berkata berbohong aku akan merebus semua kulit-kulit mu untuk menjadi pakaian boneka kuleksiku nanti, bagaimana apa kau takut?"
Jadi Nie Yu kembali bertanya sekali lagi. "Siapa kamu, kamu bukan orang dari Beifang kan?"
Alih-alih merasa ketakutan, Qiuxi justru balik bertanya. "Kenapa kau penasaran dengan identitas ku yang sebenarnya? Atau kau penasaran di antara kita siapa wajah kita yang lebih jelek, menggunakan seorang gadis untuk mempertahankan bentuk awet muda."
Mendesah sekali, Qiuxi langsung mencibir. "Berhenti menggunakan para gadis untuk kultivasi di jalan iblis, karena hidup harus sederhana dan harus apa adanya.."
"Jadi terima saja nasib wajahmu yang sudah tua ratusan abad dan yang terlihat seperti seorang nenek itu dengan apa adanya."
__ADS_1
Nie Yu, "...."