Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Shan Shie III


__ADS_3

Melihat dua pengawalnya tidak bisa menghadapi perempuan bergaun semerah darah yang secara tidak terduga ada di depan mata mereka, membuat Wukang bertanya karena menurut ingatannya dia tidak pernah membuat masalah dengan seseorang seperti di hadapannya.


"Apa aku pernah menyinggung anda sebelumnya?"


Mendengar Wukang berbicara, Qiuxi masih menyesap teh manis di cangkirnya dia tidak menjawab pertanyaan Wukang karena Lin Qiuxi terlalu malas menjawab pertanyaannya dan matanya hanya menyimpit dan menyapu semua di depannya dengan sejenak.


Wukang mengamati perempuan yang di depannya, gaun semerah darah itu mengingatkannya pada salah satu tamu istimewa di turnamen pasar gelap. "Apa anda seorang Alkemis Hantu? Aku tidak mengingat pernah menyinggung anda.."


Suara cangkir pelan terdengar, Qiuxi menghabiskan tehnya dan menuang kembali isinya, setelah beberapa saat akhirnya dia membuka suara. "Aku memang dia."


Wukang tidak pernah menyangka dia akan berhadapan dengan salah satu tamu istimewa dari turnamen master Huo yang kabarnya seorang Alkemis Hantu memiliki hubungan kedekatan dengan tuan muda Paviliun Seribu Obat dan Wukang tahu jelas bahwa semua tamu istimewa dari sana pasti tidak memiliki latar belakang yang biasa-biasa saja, jadi dia mengindari masalah yang bisa membuat dia berada di situasi yang tidak di untungkan.


"Alkemis, maafkan aku jika tidak sengaja pernah menyinggung mu sebelumnya." Wukang meminta maaf secara langsung membuat harga dirinya sebagai seorang bangsawan kaya terluka, untuk kali ini Wukang di paksa merendahkan nada bicaranya hanya agar terlibat dengan Paviliun Seribu Obat karena menyinggung seorang Alkemis Hantu.


Qiuxi tahu jika sama sekali tidak ada ketulusan yang di ucapkan Wukang, dia hanya mulai menyesap kembali teh manisnya sebelum dia mendesah nafas beberapa kali dengan malas.


Ketika Qiuxi terlihat tidak melakukan apapun, Wukang dan dua pengawalnya praktisi master tiba-tiba merasakan beban berat menghantam pundak mereka, memaksa mereka jatuh ke posisi berlutut dan seolah-olah mereka di timpa beban batu yang berton-ton.


Saat jari-jari ramping Qiuxi melepaskan cangkir ke meja, dentingan kecil terdengar dan dia bertanya dengan suara yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu rendah. "Kau mengetahui diriku sebagai Alkemis Hantu, tapi kenapa masih berani bersikap angkuh di depan Laozi ini, apa kau tidak menyadari kualifikasi mu sendiri yang seperti seonggok sampah?"


Wukang, "...."


Qiuxi duduk bersila dan menyesap teh manisnya sambil menikmati tiga orang jatuh berlutut di depan kakinya dan seolah-olah dia orang yang mendominasi yang suka sekali melihat kesengsaraan orang lain.

__ADS_1


Dia lalu berbicara seperti yang di ucapkan Wukang pada Shan Shie. "Lihatlah seharusnya seperti ini posisi mu, kau terlihat bagus di bawah kakiku dan bukankah kau hanyalah kotoran di bawah sepatu ku?"


Qiuxi memang sangat suka membalikkan perkataan dan hal lainya, ketika dia menderita dulu di kehidupan modern, dia ingin sekali mencabik-cabik orang yang pernah menghinanya dan menyiksanya. Karena itu dia suka sekali membalikkan Wukang menjadi kasta rendah seperti Shan Shie yang mengalami perbudakan dan dia tidak terima jika Wajah Topeng Kabut Shan Shie mengalami perbudakan tragedi seperti ini.


Wukang mengetahui kata-kata itu adalah ucapan yang dia katakan pada Shan Shie beberapa waktu yang lalu, saat mendengarnya dia tidak percaya waktu secepat ini membalikan keadaan yang tadinya di alami Shan Shie sekarang di alaminya.


"Hal lainnya yang ku maksud tentu seperti ini.." Qiuxi menumpahkan cangkir teh menjadi kosong kemudian berjalan ke salah satu pengawal Wukang dan memberikan beberapa totokan membuat mulut pengawal itu terbuka lebar, tidak butuh waktu lama air liur pengawal itu menetes dan memenuhi satu cangkir penuh.


Setelah cangkir itu penuh dengan air ludah, Qiuxi menghampiri Wukang dan dia sedikit menyimpitkan matanya saat berkata. "Aku tahu kamu haus sekarang.."


Senyuman licik di perlihatkan Qiuxi dengan jelas, kemudian Qiuxi menuangkan isinya di atas kepala Wukang sampai tercium bau basi dari wajah Wukang yang sangat menjijikkan. "Seharusnya aku memberimu minum, aku malah tidak sengaja menjatuhkannya."


Ketika air kotor itu jatuh di atas kepalanya, wajah Wukang padam dan menggelap karena menahan amarah yang ingin keluar, dia harus sampai di permalukan seperti ini di hadapan begitu banyak orang oleh seorang gadis?


"Dia menanamnya, secepat itu memanen hasilnya. Seperti itu  jika posisi bangsawan nya membutakan mata dan menyinggung siapa saja.."


Wukang mendengar jelas kali ini pengunjung membicarakan dirinya, Wukang mengumpat keras karena dia tidak pernah bersinggungan dengan seorang Alkemis Hantu tapi kenapa dia harus mengalami balasan seperti ini dari perempuan bergaun semerah darah hanya karena dia merendahkan Shan Shie.


Saat Qiuxi melepaskan beban yang memberatkan punggung ketiganya. Pundak mereka langsung terasa ringan seperti sebelumnya tapi tidak ada dari mereka yang berani berdiri dan masih dalam posisi berlutut dan diam tanpa bergerak sedikitpun.


Melihatnya, Qiuxi tiba-tiba bertanya. "Kenapa kalian tidak pergi? Apa aku harus membalas setimpal bagaimana cara kamu meyiksanya juga?"


Qiuxi melirik Shan Shie yang memiliki beberapa luka memprihatinkan di seluruh tubuhnya, berbagai jenis luka yang melikuk-likuk di sekujur kulit dan wajahnya.

__ADS_1


Karena mendengar ancamannya, Wukang segera pergi bersama pengawalnya dalam hati Wukang akan membawa perlakuan ini dalam jasadnya.


Ketika melihat Wukang dan pengawalnya pergi, Bai Qingyun segera menghampiri Qiuxi dan berbicara padanya. "Qiu'er kamu sungguh sesuatu.. aku kira kamu tidak ingin melepaskan mereka."


Huaran juga menghampiri Qiuxi dan berdiri di sebelahnya. "Apa Wajah Topeng Kabut Shan Shie kenalan mu?"


Huaran cukup peka untuk melihat ekspresi Shan Shie juga menunjukkan kebingungan di wajahnya, jadi dia bertanya. "Kalau kau tidak mengenalnya kenapa menolongnya?"


"Aku ingin membuatnya memilih." Qiuxi meliriknya sekilas.


Dia kemudian berkata Bai Qingyun. "Topang dia ke kamarku, aku akan merawat semua luka-lukanya."


Bai Qingyun terdiam sejenak.


Sebelumnya tdak ada orang yang berani memerintah manager Paviliun Seribu Obat seperti Bai Qingyun dengan nada seperti itu selain Qiuxi, bahkan para penatua Paviliun Seribu Obat menaruh hormat pada Bai Qingyun setara pemilik paviliun, meskipun Bai Qingyun belum genap usia dua puluh tahun tapi semua orang yang ada di paviliun tidak ada yang berani bersikap lancang padanya seperti ini.


Tapi semenjak Bai Qingyun mengenal Qiuxi perasaan tunduk dan ingin menjaga selalu dia torehkan untuk gadis kecil berusia tiga belas tahun itu, dan meskipun seseorang perempuan yang pernah di kabarkan sebagai sampah yang cengeng..  tapi orang itu sekarang berdiri di depannya dengan gaun semerah darah dengan sebuah penutup wajah yang membuat keberadaan Lin Qiu Xi terlihat begitu misterius, seolah-olah kekuatan yang di miliki gadis itu bukan sejenis kekuatan yang bisa di miliki di dunia ini.


Kekuatan yang mendominasi dan tirani.


Sebelum sadar dari termangu, Bai Qingyun meletakkan satu lengan Shan Shie di pundaknya untuk membantunya berdiri. "Apa kamu bisa berjalan? Aku akan membantumu berjalan."


Shan Shie mengucapkan terimakasih pada Bai Qingyun, tapi perhatiannya tidak pernah lepas dari perempuan yang telah menolongnya. Meskipun perempuan dengan penutup wajah itu seperti dewa di hadapan Shan Shie yang memberinya sebuah pilihan baru..

__ADS_1


Namun karena dalam dunia kultivasi ini tidak ada jenis kebaikan tanpa pamrih, mungkin niat sebenarnya dari Alkemis Hantu itu menolongnya hanya ingin menjadi seperti seorang raja neraka yang memanfaatkannya dengan berbagai trik kelicikan tirani jika dia bertekuk lutut di bawah kaki gadis itu.


__ADS_2