
Bertransmigrasi menjadi protagonis asli Lin Qiu Xi di dalam novel yang dia baca, tidak menjadikan Qiuxi sebagai orang yang sulit untuk di singgung siapapun.
Kenyataannya setelah dia membentuk identitas tersembunyi yang kuat sekalipun, sebagai seorang Alkemis hebat, menjadi pemimpin sebenarnya dari organisasi pembunuh bayaran yang di takuti dalam dunia persilatan juga tidak membuat Qiuxi benar-benar terbebas dari segala macam bahaya.
Pasukan Hantu Pembantai Iblis miliknya masih belum cukup kuat untuk menantang langit dan untuk berurusan dengan Perguruan Bukit Darah sebelumnya mungkin hanya kebetulan karena ada sosok yang melindunginya dari belakang, dan sosok itu seorang Lord Yin, Yin Jinze.
Selain sosok Yin Jinze, Qiuxi juga memiliki seorang pelayan setia yang bernama Feng Shui dan kedua orang itu pasti tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya.
Namun meskipun Qiuxi memiliki sosok yang berkultivasi tinggi di belakangnya dan dia memiliki kemampuan untuk tahu apa yang akan terjadi di masa depan karena dia telah membaca novelnya sampai tamat, atau Qiuxi menjadi seorang trasmigator sekalipun tidak membuat dia terlepas dari situasi kritis yang bisa membahayakan nyawanya.
Seperti sebelumnya, Qiuxi selalu beranggapan bahwa semua yang terjadi di depan matanya hanyalah palsu dan bukanlah dunia kenyataan yang tidak ada hubungannya dengan dia sedikitpun karena dia hanyalah seonggok jiwa yang berasal dari dari abad ke-21 dan meninggal saat dia menjadi sampah sebagai pengemis yang melarat.
Dan saat sistem membuatnya melakukan perjalanan waktu ke dunia novel, Qiuxi membedakan kedua dunia itu dengan sangat tegas.
Yaitu dunia yang memperihatinkan dan yang lainnya sama sekali bukan kenyataan.
Karena keteledoran Qiuxi yang tidak menghargai kehidupannya yang kedua, dia akhirnya jatuh ke dalam rencana Baili Yulai yang diam-diam mencampurkan Dupa Gu yang sangat berbahaya ke dalam Teh Pembersih Hati Teratai.
Dan saat Qiuxi menyadari bahwa dia telah teracuni oleh Baili Yulai dan seolah-olah ratusan parasit berkarnaval di perutnya, mengebor semua aliran dalam darahnya dan mengacaukan tendonnya Qiuxi menutup matanya untuk menikmati nafas terakhirnya.
Karena baginya kehilangan seseorang adalah penderitaan yang tidak berujung, maka baginya tidak terlalu buruk jika Qiuxi menjadi pihak yang akan lenyap dan meninggal di tangan Baili Yulai yang tidak dia perhitungkan sedikitpun sebelumnya.
Tapi kali ini, perencanaannya juga tidak sesuai dengan keinginannya, karena ketika Qiuxi membuka matanya untuk yang kedua kali, dia mendapatkan bahwa dia kembali ke dalam dunia novel itu lagi.
[Ding!]
[Pemulihan esensi kehidupan anda akan di mulai, 0% 5% 25%.... ]
[Selamat~ anda akan kembali memasuki cerita ke dalam dunia Isekai dan anda wajib menggantikan protagonis asli Lin Qiu Xi~]
[Karena pembangkangan misi sebelumnya anda kehilangan esensi kehidupan sebanyak 75%~] Seperti biasanya sistem kembali berdengung di dalam kepala Qiuxi.
__ADS_1
[Karena esensi dasar kehidupan anda tinggal 25% anda di harapkan bisa menggunakan nyawa yang hampir mati itu dengan sangat baik dan pikirkan untuk tidak merusak alur seperti sebelum-sebelumnya yang kau lakukan tanpa otak~]
*
Setelah Dupa Gu di keluarkan, kemudian Qiuxi menjalani masa pengobatan untuk memperbaiki qi jiwanya yang lemah. Dengan bantuan La Feier sebagai Guru Besar Fei itu telah meminta ramuan dari Chu Batian, hanya butuh lima hari bagi qi jiwa Qiuxi untuk kembali normal sedikit demi sedikit.
Sekarang.. lima hari waktu sudah berlalu.
Seorang pria dengan rambut panjang terurai masih duduk di depan ranjang kayu berukiran. Dia memiliki wajah tampan yang langka, ketika pria itu membalik selembar buku untuk mengisi waktu luang, penampilannya serupa seorang terpelajar terkemuka, matanya yang kemerahan dengan daya pikat tersendiri akan membius mata gadis manapun yang melihat ke arahnya.
Tapi wajahnya yang dingin dan licik itu tanpa ekspresi apapun membuatnya dalam kelumpuhan wajah dan dia hanyalah sosok yang seperti patung karena hanya bisa menunggu kesadaran orang yang hampir seminggu berbaring di tempat tidur, dan pria itu sepertinya masih setia menunggu gadis di depannya untuk segera siuman.
Duduk di samping ranjang itu, dia tetap menunggu kesadaran Nonanya yang selama ini dia layani. Meskipun sekarang keadaan Qiuxi sudah membaik tetapi gadis itu belum menunjukkan tanda-tanda agar segera sadar.
Feng Shui meletakkan bukunya, kemudian dia mengambil bubur yang sudah dingin untuk memanasinya di dapur dan dia selalu membuat bubur setiap harinya untuk berjaga-jaga ketika Qiuxi terbangun, dia bisa memberikannya secara langsung. Dia sudah melakukan pekerjaan ini selama lima hari penuh, dan Feng Shui tidak bosan setiap kali dia harus memanasi bubur yang dingin setiap waktunya.
Dia baru kembali sebentar dari dapur, sambil membawa bubur yang kini mengepul hangat dengan hati-hati Feng Shui berjalan dan masuk ke ruangan.
Lin Qiu Xi akhirnya tersadar.
Feng Shui langsung buru-buru meletakkan bubur, lalu dia segera duduk di samping tempat tidur dan dengan panik Feng Shui meraih tangan yang kepucatan untuk dia letakkan di antara pipinya.
Dengan lembut Feng Shui bergumam sangat pelan. "Nona.."
Qiuxi yang kali ini harus terbangun sebagai Lin Qiu Xi, dia hanya bisa tersenyum sedikit. Dia mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Feng Shui selama beberapa saat, sebelum akhirnya Qiuxi tarik sendiri.
Qiuxi mengingat jika Feng Shui menghilang dari sisinya dengan tiba-tiba dan itu terjadi dalam waktu lama.
Jadi dia berkata dengan sedikit masih lemah. "Feng Shui kau sudah cukup jalan-jalan? Kau pergi lumayan lama bukan?"
Feng Shui tersenyum lembut dia kemudian mengambil tangan Qiuxi dan membenamkan wajahnya sendiri di atas telapak tangan Qiuxi untuk menyembunyikan wajahnya yang sempat di selimuti rasa khawatir.
__ADS_1
Tapi hal itu sudah tidak terjadi lagi karena Qiuxi sudah benar-benar sehat di hadapannya.
Feng Shui mengambil sesedok bubur yang sudah dia hangatkan, lalu menyuapi Qiuxi untuk makan. Di sisi lain gadis itu sebenarnya tidak berselera untuk makan, tapi melihat mata kucing Feng Shui, dia berfikir itu sangat manis jadi Qiuxi tidak tega untuk menolak suapannya. Dia membuka mulutnya, kemudian bubur tidak terlalu panas dia kunyah.
Setelah menghabiskan makanannya, Qiuxi lalu bertanya lagi. "Apa kamu yang membawa ku kesini? Aku harus bilang terimakasih pada mu."
Feng Shui diam sejenak, dia ingat bahwa untuk menyelamatkan Qiuxi dan mendetoksifikasi racun itu maka Yin Jinze secara suka rela mengambil parasit itu untuk masuk ke dalam dirinya sebagai media untuk menyelamatkan Lin Qiu Xi dan Dupa Gu di tubuh Yin Jinze tidak bisa lebih dari tiga hari sampai sekarang.
Setelah saat itu dia tidak pernah melihat Yin Jinze di manapun, dan sekarang sudah lima hari berlalu. Melihat Yin Jinze tidak ada tanda-tanda apapun, Feng Shui mengambil kemungkinan terburuk dari yang terburuk.
Bahwa Yin Jinze sudah tidak ada lagi.
Entah ini akan memberikan pukulan berat bagi Nonanya, tapi Feng Shui selalu menepati janji untuk menyampaikan pesan Yin Jinze.
Dia menceritakan semuanya sampai akhir, mulai dari Yin Jinze yang menyelamatkan Qiuxi dari jurang, mengambil alih Dupa Gu, dan juga selama ini adalah orang yang sama yang di dinikahi Qiuxi sebagai Wangye-nya Li Zhu. Bisa di bilang menyamar sebagai orang lain agar mereka bisa menikah, Qiuxi menganggapnya sebagai peniupan yang besar dan dia merasa telah di bohongi oleh Yin Jinze selama ini.
Tapi dua hal yang lain telah berbeda baginya, bukan hanya menyelamatkannya tapi mengunakan kehidupan sediri untuk menyelamatkan Qiuxi sudah menunjukkan seberapa tulus perasaan Yin Jinze padanya.
Setiap kali Qiuxi bertemu Lord Yin, dia selalu kesal dan marah karena sikap Yin Jinze yang lancang dan tiba-tiba. Begitu dia mendengar bahwa pria itu sudah tidak bisa menganggunya lagi, perasaan aneh kesepian mulai merambat ke dalam jantungnya, serta otak dan memenuhi semua pikirannya menjadi menyakitkan.
Dia mengangguk pada Feng Shui, kemudian Qiuxi bergumam dengan suara tidak peduli dan ekspreksi di wajahnya terlihat acuh tak acuh. "Oh jadi begitu, dia hanyalah Lord Yin yang mulutnya penuh omong kosong."
Ketika dia menjadi Lin Qiu Xi, dia ingat betul ketika Yin Jinze membawanya secara lancang ke Bukit Huiyi, memainkan lagu dan menikmati langit. Saat dia mengembalikan Qiuxi ke Penginapan Gerhana Bulan Sabit, Yin Jinze secara acak mencium pipinya dan bilang akan menjemputnya.
Menunggunya selama apapunpun itu pasti mereka akan bertemu kembali.
Tapi karena Dupa Gu, perkataan Yin Jinze tidak lebih dari omong kosong. Karena setelah menggantikan parasit ke dalam tubuhnya, Yin Jinze sudah di pastikan tidak akan selamat.
Dan saat mengetahuinya, Qiuxi samar-samar menutup matanya dan tirai bulu matanya bergetar begitu tahu dia telah kehilangan seseorang lagi di dalam kehidupannya.
"Lord Yin, apa bisa.. kita bertemu kembali?"
__ADS_1